Wednesday, December 8, 2021

REVIEW BUKU | KENALI DIRIMU TEMUKAN TUJUAN HIDUPMU - Penulis Royhan Firdausy


Assalamua'alaikum man teman...
Gimana nih kabarnya? Maaf ya sudah lama banget ga review buku nih. Semoga man teman masih selalu setia untuk menunggu review buku dari mimin hehe (Pede banget).

Ok langsung aja ya. Kali ini aku bakalan review sesuai dengan judulnya. Kebanyakan orang pasti suka bingung sebenarnya kemana sih tujuan hidup di dunia ini. 

Jangankan orang mimin juga kadang gelisah menjalani hidup. Tapi ya balik lagi ga boleh berlarut-larut dalam kegelisahan maupun kesedihan.

Kebetulan nih waktu mimin jalan-jalan ke toko buku untuk melihat buku apa aja sih yang asik untuk dibaca. Kesana-kemari lihat beberapa buku belum ada yang cocok. 

Nah buku ini membuat aku berhenti untuk melihat gimana isi nya. Judulnya yang membuat ketertarikan aku membaca synopsis buku ini. Apa sih synopsisnya?

Setiap manusia pada hakikatnya memiliki tujuan hidup. Tanpa tujuan hidup, manusia bagaikan berjalan tanpa arah, bisa tersesat atau terus menerus dalam kesulitan. 

Allah Subhana Wa Ta'ala menciptakan manusia dan makhluk lainnya tidak sia-sia, yang berarti ada maksudnya.

Untuk mengetahui tujuan hidup yang sejati, manusia perlu mengenal dan belajar banyak hal. Dan, hal paling utama yanng harus dikenali adalah diri sendiri. Siapa kita? Dari mana asal kita? lalu untuk apa kita hidup di dunia ini?

Nah jawaban atas pertanyaan-pertanyaan mendasar dan penting tersebut ada dalam buku ini. 

Man teman cocok banget buku ini untuk menjadi renungan kita bahwa hidup kita ini mau kemana sih, tujuannya kita hidup untuk apa? beberapa jawaban ada di dalam buku ini.

Oia bagian bab yang aku suka yang tentang :

SURGA UNTUK SIAPA?

Tempat yang digambarkan penuh kenikmatan itulah yang diperebutkan oleh banyak manusia. Bahkan, tidak sedikit, dari kita yang merasa menjadi penghuninya. 

Perasaan seperti ini tidak masalah. Namun, problemnya adalah ketika menganggap diri kita ahli surga sementara orang lain ahli neraka.

Karena itu, mari kita merenung sejenal, sebenarnya surga itu milik siapa dam untuk siapa?

Amal saleh adalah salah satu garansi penting kita untuk bisa masuk surga. Meski demikian, ia tidak menjadi jaminan pasti tanpa disertai rahmat Allah. 

Di dalam Al Quran banyak diungkapkan perihal amal-amal yang dapat mengantarkan pada surga. Salah satunya adalah dengan bertakwa.

Allah Subhana Wa Ta'ala, menjadikan surga sebagai bagian dari tujuan manusia kelak. Allah mendeskripsikan  perbuatan-perbuatan yang dapat mengantarkan manusia menuju surga yang mencakup nilai-lai ketuhanan dan kemanusiaan.

Misalnya, menafkahkan harta baik dalam kondisi sempit maupun lapang, artinya berbuat baik dalam bentuk materi, itu pun dilakukan tidak hanya menunggu saat seseorang kaya tetapi juga saat kondisi sulit. Dalam situasi apa pun, seseorang dianjurkan untuk mendermakan hartanya.

Untuk mendapatkan surga juga, seseorang dituntut mampu mengendalikan amarahnya dan mudah memaafkan kesalahan orang lain, bahkan mampu membalas keburukan dengan kebaikan. 

Puncaknya, hendaklah senantiasa meminta ampun kepada Allah Subhana Wa Ta'ala  atas segala perbuatan keji atau buruk yang dilakukan selama di dunia.

Demikianlah beberapa amal yang dapat mengantarkan seseorangmenjadi bagian dari penghuni surga Allah Subhana Wa Ta'ala. Namun, amal-amal itu semua bukanlah penyebab utamanya. 

Perbuatan baik yang dilakukan di dunia akan menjadi sia-sia jika rahmat Allah tidak diberikan kepada kita.

Karena itu, dalam hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, Rasulullah Saw, bersabda, "Tidaklah masuk surga seseorang karena amalnya." Sahabat bertanya, "Sekalipun Anda, wahai Rasulullah?" Beliau menjawab, "Ya, sekalipun aku, kecuali dengan curahan keutamaan dan rahmat Allah."

Lantas, untuk apa amal-amal itu semua jika belum menjadi jaminan? Bukankah di dalam Al Quran dijelaskan bahwa surga diberikan karena perbuatan kita di dunia?

Surga sejatinya berada di antara pengampunan dan kasih sayang Allah Swt. Namun, untuk menuju pada dua hal itu manusia dituntut untuk beramal sebanyak-banyaknya. 

Jadi, jangan terlalu mudah meyakinkan diri kita sebagai penghuni surga karena ibadah kita. Sebab, hal ini dapat melahirkan benih-benih kesombongan dalam jiwa kita. 

Karena itu, teruslah beramal dan menebar kebaikan agar rahmat serta ampunan-Nya selalu tercurahkan untuk kita.

Salah satu bab yang aku suka kalo semuanya ditulis ga bakalan muat, buku ini banyak di toko buku tapi kalau kemarin aku beli biasa ya di Gramedia. Semoga bermanfaat :)

0 comments:

Post a Comment