Friday, June 11, 2021

REVIEW BUKU | HIDUP SEDERHANA HADIR DI SINI DAN SAAT INI - Penulis Desi Anwar


Assalamua'alaikum man teman...

Pada sehat semua kan? Sudah lama saya gak buat artikel review buku nih. Maapin yak man teman :) . Semoga man teman saya doakan supaya selalu sabar dalam menunggu artikel yang saya buat tentang review buku. Aamiin.

Review buku kali ini sudah man teman lihat sesuai dengan judul tulisan "Hidup Sederhana". Man teman pasti berpikir gimana memangnya cara hidup sederhana? ya gak? udah ngaku aja hehe. 

Jadi disini, sebagai manusia kita semua pandai membuat hidup menjadi rumit. Kita isi hidup kita dengan harapan, kecemasan, dan ketakutan. Kita dibayang-bayangi masa lalu, kita mencemaskan masa depan, dan kita mengabaikan masa kini.

Kita mencari kepuasan dalam kebendaan dan kebahagiaan dalam angan-angan, sering dengan mengorbankan kekayaan yang hadir di sekitar kita.

Hidup sederhana merupakan kumpulan perenungan, pengamatan, dan pemikiran yang dihimpun oleh Desi Anwar dari pengalamannya. Kenangan masa kecilnya, pandangan hidupnya, serta kebiasaan yang dilakukannya dalam menyiasati kerumitan hidup sehari-hari.

Hal-hal biasa seperti mensyukuri Alam, menyisihkan waktu untuk duduk dan beristirahat, mengembangkan sikap gembira dan positif, memelihara kesehatan jiwa dan raga, membuka wawasan dan berbagai hal lain yang tampak sederhana dari luar tetapi sering sulit kita capai karena kita jarang menyempatkan diri.

Tetapi justru hal-hal inilah yang sebenarnya dapat membuat kita benar-benar puas dan memberi makna bagi hidup kita. Tulisan yang man teman barusan baca adalah synopsis dari buku "Hidup Sederhana"

Setelah saya baca hingga selesai banyak sekali pengalaman yang menarik untuk dijadikan sebagai contoh dikehidupan kita. Yang merasa hidupnya terlalu sulit berarti belum baca buku ini. Karena keinginan atau ambisi yang kita punya alangkah bagusnya untuk dikejar. Tapi dengan cara sederhana dalam mewujudkannya.

Buku ini banyak menceritakan pengalaman yang terjadi kepada si penulis di kehidupan sehari-hari. Bagian yang saya suka salah satu dalam bab ini yang berjudul "SUKSES" Apa sih isinya simak dibawah ya :

Kita merasa kita sudah tahu aoa itu sukses. Bukankah sukses itu sesuatu yang kita inginkan dan siap kita kejar selama hidup kita?

Masing-masing dari kita mengatakan kepada diri sendiri, aku ingin menjadi orang yang sukses. Hanya bila sudah sukses aku akan senang dan puas.

Padahal, bila kita tanyakan pada diri sendiri apa yang kita maksudkan dengan menjadi sukses, sering kali kita mendefinisikannya dengan cara membandingkan diri kita dengan orang-orang lain dan dengan keadaan mereka.

Sukses berarti memiliki lebih banyak benda ketimbang para tetangga, digaji dengan gaji lebih tinggi ketimbang rekan kerja, memiliki posisi dan karier yang lebih baik ketimbang teman-teman, serta rumah dan mobil yang lebih besar ketimbang milik anggota keluarga yang lain.

Orang sukses itu berkebalikan dengan si pecundang. Seorang saudara yang luntang-lantung, belum mendapatkan pekerjaan. Sepupu kere yang selalu berutang dan minta uang. 

Perempuan dewasa yang kurang beruntung karena masih ikut orang tua. Para pecundang malang yang belum memiliki materi yang membuat hidup ini layak dijalani, karena mereka tidak punya uang.

Namun, definisi sukses ini membuatnya menjadi sesuatu yang tidak dapat kita capai atau penuhi. Sebab ukuran-ukurannya selalu berubah, tergantung pada kondisi kita dalam kehidupan kita dan pada orang-orang yang kita jadikan bandingan.

Katakanlah kita membandingkan diri kita dengan seseorang yang punya pekerjaan. Orang sukses itu adalah orang yang punya profesi yang pantas. 

Namun, begitu kita berhasil mendapatkan pekerjaan, kita tidak lagi mengukur diri dengan membandingkan diri kita dengan orang yang tidak bekerja.

Keadaan sebenarnya sudah mendefinisikan diri kita sebagai orang sukses. Alih-alih kita akan dengan cepat berpindah ukuran dengan membandingkan diri dengan seseorang yang gajinya lebih tinggi atau posisinya lebih baik. Sukses masih belum juga dalam genggaman kita.

Ini akan terus berlanjut, karena hidup di dunia akan selalu ada orang-orang yang jauh lebih kaya, banyak harta benda, lebih cerdas, lebih keren, lebih populer dan seterusnya ketimbang diri kita.

Membandingkan diri dengan mereka anggap saja sebagai motivasi kita agar bekerja lebih keras dan lebih baik lagi. Tetapi sebaiknya jangan jadi tolak ukur kesuksesan kita dan cara kita memandang diri sendiri.

Lebih baik kita menciptakan ukuran sukses kita sendiri didasarkan hal-hal yang benar-benar penting bagi kita dan kesejahteraan batin.

Bagaimanakah membuat sendiri ukuran sukses itu? bisa mulai dengan hal-hal kecil yang tak hanya dapat dicapai tetapi juga bermakna sebagai kenikmatan pribadi.

Misalnya sebagai orang yang senang membaca novel yang bagus tetapi tidak punya waktu banyak, saya merasa sukses ketika saya bisa membaca sampai tamat sebuah novel  dalam beberapa hari dan bukannya sebulan.

Begitu pula dengan target-target pribadi, seperti menjaga kebugaran dan membiasakan makan makanan yang sehat, mungkin target itu tidak relevan bagi orang lain, tetapi penting bagi saya dan oleh karenanya menjadi ukuran penting bagi sukses saya.

Memiliki ukuran sukses sendiri itu membebaskan kita dari penyakit yang paling parah dan paling menggerogoti, dan juga merupakan akar semua ketidakbahagiaan. Iri hati.

Bab di atas membuat saya berpikir tidak perlu membandingkan diri kita dengan kesuksesan orang lain, Karena memang porsinya beda-beda. Tapi ketika kita konsisten dengan apa yang kita ingin capai menjadikan diri kita terus berupaya mewujudkannya. 

Ini salah satu isi favorit dari buku ini, masih banyak bab-bab lainnya. Kalau saya tulis semua bakalan gak cukup man teman. Harus si ini buku menjadi salah satu list dari koleksi man teman. 

Buku hidup sederhana mengajarkan kita cara pandang bila kita menyederhanakan hidup, kita akan memandang hidup secara lebih jernih dan akan lebih menghargai keindahannya.

0 comments:

Post a Comment