Wednesday, March 17, 2021

KISAH SEORANG TUKANG BATU DALAM MENCINTAI PEKERJAANNYA - Coretan Inspirasi

Freepik.com
 

"Kalau ingin mendapatkan hasil terbaik, kita juga harus melakukan yang terbaik." 

-Ara-

Suatu ketika seorang tua berjalan-jalan dan bertemu dengan seorang tukang batu. Dia kemudian menanyakan kepada tukang batu tentang apa yang dia kerjakan. 

Si tukang batu menjawab dengan ketus, "Kau tidak melihat? Aku menumpuk batu satu persatu untuk menjadi tembok."

Orang tua tersebut kemudian melanjutkan perjalanan dan bertemu dengan tukang batu lain dan menanyakan hal yang sama. 

Si tukang batu yang ini menjawab,"Aku sedang mengerjakan sesuatu yang menjengkelkan dengan upah yang tidak begitu besar."

Tidak puas dengan jawaban tukang batu kedua, orang tua itu kembali melanjutkan perjalanan dan bertemu dengan tukang batu ketiga. Dia pun menanyakan hal yang sama. 

Tukang batu ketiga ini menjawab,"Aku sedang mengerjakan sesuatu yang akan memperindah kota ini dan itu adalah hasil karyaku."

Melihat perbedaan dari ketiga tukang kayu itu?

Selain cara mengerjakannya, hasilnya juga akan beda. Dua orang yang pertama, tidak suka dengan apa yang mereka kerjakan. Mereka tidak menikmatinya. 

Sekarang, bayangkan kita memakan sesuatu yang tidak kita suka, tapi harus habis. 

Rasanya akan menyiksa sekali. Mereka tidak menikmati pekerjaan mereka, tapi karena dibayar untuk itu, mereka harus menyelesaikannya. Pasti juga sangat menyiksa sekali.

Begitu juga dengan hasilnya. Jika dua orang pertama mengerjakan dengan terpaksa, seperti apa sih hasil dari sebuah keterpaksaan? Pasti juga seadanya. 

Yang penting jadi. Berbeda dengan orang yang mencintai apa yang dia kerjakan dan membanggakan hal itu. 

Tentu dia akan mengerjakannya dengan kemampuan terbaiknya karena orang akan melihat hasil pekerjaannya dan dia sendiri pun begitu.

Lakukan yang terbaik dalam mengerjakan hal apapun, karena jika kita terpaksa maka hasil akan berbeda. Nikmatilah prosesnya 

(Sumber : The Amazing of Ikhlas - Ara )

MERASA RAGU MENINGGALKAN PEKERJAAN YANG TIDAK NYAMAN?

Freepik.com

Ketika kita ingin meninggalkan segala macam bentuk pekerjaan yang menurut kita gak baik contohnya riba.

Atau kita merasa melakukan pekerjaan yang selama hidup membuat jauh dari Allah. 

Kita merasa belum yakin terhadap apa yang kita lakukan adalah yang terbaik. 

Sehingga keraguan yang ada pada diri membisikkan bahwa jangan meninggalkan semua pekerjaan yang sudah di bangun bertahun-tahun.

Ini semua hanya bisikkan-bisikkan syetan yang terus menghantui hati kita untuk tetap melakukan pekerjaan yang tidak baik di hadapan Allah. 

Karena semua pekerjaan yang di lakukan sebaiknya yang mendapatkan ridho dari Allah.

"Allah akan menolong hambanya ada dua cara. Allah ngasih kita pertolongan pertama, kemudian baru pertolongan yang berikutnya. 

Pertolongan pertama apa? Pertolongan pertama dari Allah kepada hambanya ketika mereka punya masalah adalah Allah tolong hatinya. 

dikuatkan kesabarannya itu pertolongan pertama. Itulah pertolongan paling ajaib yang Allah berikan kepada hambanya. 

Kaya kita awal berhijrah sebutlah hijrah pekerjaan. Gak mau lagi riba, gak mau lagi yang syubhat, gak mau lagi yang haram. 

Apakah kita akan langsung dapat usaha dan langsung kemudian survive, kaya. 

Punya profesi yang luar biasa? Kayanya S.O.P nya gak kaya gitu deh.

Awalnya justru kita langsung diuji dengan lapar dulu, pendapatan gak sebesar yang dulu. 

Gak bisa jalan-jalan, dari keluarga juga mulai ada sedikit guncangan. Apa yang membuat kita bertahan dengan masalah-masalah seperti itu? Hati kita, Said Ust Hanan Attaki."

Percayalah ketika hati kita yakin dalam hal yang terbaik untuk mengubah diri kita menjadi yang lebih baik. 

Selalu ada pertolongan dari Allah yang tidak disangka-sangka. #Sharing

(Sumber : https://youtu.be/VFagvTdb3oI)

Friday, March 12, 2021

DI DUNIA TEMPATNYA MENGELUH - Inspirasi dari Hanan Attaki

Freepik.com

Kalau kita mengeluh tentang dunia kok hidup gini-gini amat ya? Kok setiap hari kok susah, kok gini kok gitu. Tenang aja dunia itu emang sifatnya kaya gitu. Sifat dunia itu keluh kesah.

Kenapa bisa kayak gitu? Karena dunia nikmat yang sedikit dibagi rame-rame. Kalau akhirat nikmat yang banyak dibagi sedikitan. Dunia itu nikmatnya sedikit banget kecil banget ringan dari sebelah sayap nyamuk dibagi milyaran orang.

"Kebayang gak tuh gimana sikut-sikutannya. Makanya wajar ada keluhan. Kalau akhirat nikmat yang berlimpah dibagi hanya sedikit orang. Jadi tidak ada keluhan nanti diakhirat, said Ust Hanan Attaki."

Dunia ini memang keluh kesah, kalau mau istirahat tidak ada lagi kecewa, tidak ada lagi sakit hati, tidak ada lagi keluh kesah, tidak khawatir dan tidak bersedih tempatnya cuma di surga. #Sharing  

Sumber : https://youtu.be/0ZUrXsuD7vk