Tuesday, February 16, 2021

REVIEW BUKU | MENJADI PRIBADI TANGGUH SELALU BERSYUKUR & TIDAK MENGELUH - Penulis Agusman 17An



Assalamua'alaikum man teman...

Udah lama nih saya gak nge review ya kan, kangen juga. Gimana kabar kalian sehat? Tetap jaga kondisi ya, semoga kita selalu diberi kesehatan aamiin.

Eh iya nih, masih pada semangat kan untuk terus menggapai cita-cita? Harus semangat dong, apalagi selagi matahari masih bersinar semuanya masih ada kesempatan. 

Udah pada baca kan judulnya yapss! Memang kalo mau semangat itu butuh vitamin penyemangat buat terus berjalan dan melangkah.

Salah satunya ya buku ini nih yang dikemas supaya kita menjadi manusia yang kuat, tangguh punya mental pejuang. 

Apa sih isi synopsisnya jadi di tuliskan "Sungguh, manusia diciptakan bersifat suka mengeluh. Apabila dia ditimpa kesusahan dia berkeluh kesah, dan apabila mendapat kebaikan (harta) dia jadi kikir, kecuali orang-orang yang melaksanakan shalat." (Q.S. Al-Ma'aarij [70] : 19-22)

Demikianlah manusia, lebih senang mengeluh daripada berusaha menjadi pribadi yang tangguh. Saat sedang mengalami kesusahan, mengeluh. Saat sakit, mengeluh.

Saat keinginan belum tercapai, mengeluh. Saat jodoh belum datang, mengeluh. Saat belum mendapat pekerjaan atau bahkan ketika sudah memiliki pekerjaan pun, mengeluh.

Padahal, hanya pribadi yang tangguh lah yang mampu menyelesaikan segala permasalahan yang dihadapinya; tangguh cara berpikirnya, tangguh sikapnya, tangguh keyakinannya. 

Dibalut dengan hikmah yang sarat makna, buku ini berisikan kisah-kisah sederhana yang kerap kita temui polanya dalam lingkungan sekitar kita sehari-hari. Melalui kisah-kisah tersebut, kita dapat belajar menjadi pribadi yang tangguh. 

Yang masih penasaran apaa sih isinya nih saya lihat kan daftar isinya dulu :


Nih bagian depan daftar isinya, sedikit cerita kenapa sih mau review buku ini. Jadi nih ketika di toko buku banyak banget segala macam judul buku. Ketika saya baca pertama kali daftar isi Senjata terdahsyat adalah doa, makin penasaran untuk melihat yang lainnya. 

Bener aja pilihan saya gak salah, buku ini kasih contoh-contoh di dalam kehidupan sehari-hari. Bagian yang paling saya suka nih yang judulnya "Di remehkan? Segera Buktikan."

Awal tulisan ada pembangkit semangat "Bisa saja orang yang saat ini kita anggap sebagai anak bawang, kelak menjadi pemenang. Bisa saja orang yang saat ini dianaktirikan, kelak menjadi pusat perhatian. 

Bisa saja orang yang saat ini kita remehkan, kelak menjadi sangat dibutuhkan. Intinya, jangan suka merendahkan dan jangan berkecil hati jika diremehkan. Buktikan bahwa kita bisa dan penilaian mereka salah." - Agusman 17An - 

Apalagi nih yang suka ditanyain kapan nikah? Jodohnya udah Dateng belom? Pasangannya mana? Dibuku ini dikasih judul "Jangan khawatir, jodohmu telah Allah siapkan."

Salah satu petuah sarat makna penggugah jiwa :

Tentang kamu yang tak kutahu siapa dirimu.
Tentang kamu yang tak kutahu persis raut wajahmu.
Tentang kamu yang tak kutahu saat ini dimana keberadaanmu.
Tentang kamu yang telah Allah sediakan untukku.
Tentang kamu yang dirahasiakan Allah terhadapku.
Ah, terlalu berbelit kalimat-kalimat itu.
"Jodoh", itulah maksud dari bait-bait itu.

Tentang jodoh, kita tak perlu galau, risau, pun tahu; karena jika Allah berkata "saatnya", maka ia tak akan salah alamat, tak salah tempat, tak salah tanggal, bulan, dan tahun. Pasti tertuju kepada orang yang tepat.

Cukup firman-Nya menjadikan kita tenang, bahwa Allah menciptakan kita berpasang-pasangan (lihat surah Yaasiiin ayat 36)

Siang saja ada pasangannya; malam. Manis saja ada pasangannya; pahit. Apalagi kita yang merupakan karya agungnya Allah.

Sebelum jodoh itu datang menyapa, kualitas dirilah yang seharusnya segera kita tata. Sesuai yang kita yakini bersama, jodoh kita sesuai dengan diri kita. 

Jadi, sangatlah bodoh diri kita jika menginginkan pasangan saleh/salihah, tapi tak berusaha menjadi saleh/salihah.

Betapa bodohnya kita jika berharap jodoh yang cerdas, tapi kita tak berusaha untuk terus belajar.

Betapa tak masuk akal kiranya jika kita mendamba pasangan yang taat, tapi kita kerap maksiat.

Betapa tak mungkin jika kita menginginkan jodoh yang berakhlak mulia, tapi kita berusaha memperbaiki diri hingga memiliki akhlak yang penuh pesona.

Semoga kita mampu menjemput seseorang yang telah terukir namanya di Lauhul Mahfudz dengan cara yang Allah ridhoi, bukan dengan cara yang Allah murkai. Aamiin.

Gak nyesel punya buku ini, bukan cuma tulisannya yang buat semangat tapi dikasih contoh yang memang seperti nyata di kehidupan sehari-hari.

Kalo ada man teman tanya beli nya dimana di toko buku Gramedia banyak. Kalo review semuanya kan kagak muat yak jadi enak punya sendiri bukunya hihihi.  Oia Semoga penulis sehat selalu dan ilmunya terus bermanfaat bagi orang banyak. Semoga review buku ini bermanfaat :)

0 comments:

Post a Comment