Thursday, November 26, 2020

BELAJAR IKHLAS DARI FILOSOFI GULA - Coretan Inspirasi

Di dapur terjadi kegaduhan. Gula pasir marah. Ia merasa tidak dihargai, merasa dikhianati semua temannya, dimanfaatkan tapi tak pernah diakui keberadaannya. Makhluk Allah yang berasal dari air tebu ini sakit hati.

"Kenapa kamu, gula? Apa salah kami padamu. Kenapa kau tidak mau bicara bahkan seolah menjauh dari kami?" si kopi hitam coba bertanya.

"Iya kawan, bicaralah. Diammu membuat kami serba salah," sirup ikut nimbrung.

"Kalian pengkhianat! Kalian manfaatkan aku! Kau kopi! Kau memintaku untuk bercampur denganmu hingga kau terasa lebih nikmat. Dan kau sirup! Kau minta juga aku untuk berbaur denganmu agar kau semakin disukai. Tapi mana balasan kalian? Mana! Manusia tak pernah menyebut namaku.

Mereka hanya bilang secangkir kopi atau segelas sirup rasa mangga. Padahal tak ada mangganya sama sekali. Yang ada itu manis! Dan akulah si pembuat makanan dan minuman menjadi manis. Padahal kalian tidak akan lebih nikmat tanpaku," gula menjawab sewot.

Kopi dan sirup saling menatap lantas tertawa.

"Kenapa kalian tertawa?" bentak gula.

Kopi menepuk tutup toples gula. "Gula... Gula..." katanya seraya tersenyum. Namun, karena gigi lidah bibir dan wajahnya yang hitam, tak jelas dia sedang senyum tulus atau mencibir.

"Kita ini dicipta Tuhan dengan tugas masing-masing. Perbedaan kita adalah kesempurnaan. Dan ingat, meskipun secangkir air panas, kopi dan gula di sebut secangkir kopi, bukan secangkir kopi dan gula, namun yakinlah manismu tidak akan pernah dilupakan.

Namamu boleh tak disebut, tapi manismu telah tertanam di hati para penikmat kita. Gula, kau adalah kata lain dari keikhlasan andai kau tidak mempermasalahkan manis yang sudah kau berikan kepada kami.

Kau membuat makanan dan minuman lebih nikmat. Hampir tiada makanan dan minuman nikmat tanpa ada campuranmu. Dan yakinlah, ada sebagian orang yang urungkan niat membuat secangkir kopi  ketika tidak menemukanmu. 

Kau gula, namamu memang sering dilupakan, tapi saat kau tak ada, maka kau pasti dicari. Itulah salah satu tanda kau dicintai."

Ikhlas membuat hati tenang. Galau, risau, dan gundah gulana lenyap. Ikhlas tumbuh pada hati yang penuh keimanan, sedangkan keimanan bisa tumbuh karena pengetahuan. 

"Jangan mengharapkan apa yang sudah kita berikan kepada orang lain, serahkan semuanya saja sama sang pencipta. lakukan saja yang terbaik, ikhlas lebih baik."

(Sumber : Jika kamu ingin dicintai, tip-tip agar dicintai Allah swt, dan seluruh makhluk-Nya - Kurniawan al-Isyhad)

2 comments: