Wednesday, July 29, 2020

BERDAMAI DENGAN DIRI SENDIRI - Coretan Motivasi


" Kadang bukan tentang memaafkan orang lain. Memaafkan orang lain itu penting. Tapi kadang, jauh lebih penting memaafkan dirimu sendiri terlebih dahulu." -ARA-

Pada suatu ketika ada seseorang yang mengajak temannya pergi ke suatu tempat. Temannya tidak mau tapi orang itu terus memaksanya dan menjanjikan pasti akan sangat menyenangkan jika pergi bersama. Setelah didesak, karena merasa tidak enak, temannya akhirnya menyetujuinya.

Di tengah jalan, ternyata ada sebuah kecelakaan sehingga membuat temannya meninggal dan justru dia yang hidup. Hal itu membuatnya merasa sangat bersalah. Selama bertahun-tahun dia dirundung kedukaan yang sangat dalam. Dia takut bertemu dengan orang-orang yang mengenal temannya itu. Dia mengurung diri sampai hidupnya menjadi tidak karuan.

Kita sering meminta maaf pada hari lebaran kepada orang lain. Tetapi, pernahkah kita berusaha memaafkan diri kita sendiri?

menyambung pada bahasan rasa bersalah, gadis itu cepat atau lambat harus membebaskan dirinya dari penjara rasa bersalahnya itu. Dia sudah terhukum dengan kehilangan seorang teman dan memiliki rasa bersalah yang dalam. Sudah cukup. Jangan sampai dia menghukum dirinya sendiri dengan memperburuk masa depannya.

Jadi, apa yang harus dilakukan orang itu sekarang?

Dia harus memaafkan dirinya sendiri. Ini satu-satunya cara untuk bebas dari rasa bersalah yang terlalu lama. Dengan memaafkan diri sendiri, baru dia bisa menjalani hidupnya. Boleh saja merasa bersalah, tapi jika terlalu lama, itu akan melukai dirinya sendiri. Mau meratap selama apa pun, dia sudah tidak bisa mengembalikan apa yang sudah terjadi. Jadi, paling baik memang harus memaafakan diri sendiri.

Kesimpulannya, memaafkan itu melepaskan, Melepaskan apa saja yang membuat hati dan pikiran kita sakit. Bukan membiarkannya atau melupakannya sehingga kejadian itu bisa berulang. Tidak harus lupa. Tapi ibaratnya, kalau menggendong beban berat (misalnya batu) di punggung membuat bahu kita sakit, lalu kita meletakkannya dan meninggalkannya.

Tidak hilang atau hancur. Tapi kita sudah tidak lagi menggendongnya dan tentu saja bahu kita tidak lagi sakit karena sudah tidak membawa apa-apa lagi. Jadi, tidak ada yang bilang harus melupakan, tetapi memaafkan bisa meringankan bebab pikiran. Jangan lupa, selain memaafkan keadaan dan orang lain, kita juga harus mulai memaafkan diri kita sendiri agar bisa berjalan kembali.

Sumber : The Amazing of Ikhlas - Ara -

REVIEW BUKU | KATA - Penulis Rintik Sedu




Assalamua'alaikum man teman...
Gimana kalian kabarnya? ya ampun udah lama banget yah saya gak review buku.

Sejujurnya kangeennn banget untuk menceritakan apa isi dari buku-buku yang saya sudah baca. Kali ini buku yang benar-benar butuh kesabaran dalam memperjuangkan seseorang. Bukan selayaknya tentang cinta yang terlalu berlebihan, tapi ini memang sebuah kesabaran untuk mendapatkan cinta yang tulus.

Di kemas menjadi sebuah cerita yang bikin pembacanya merasakan, betapa sabarnya seorang tokoh nugraha yang mempunyai kotak kesabaran yang begitu besar dalam menghadapi orang yang tidak menyayanginya.

Isi dari synopsis menjelaskan Nugraha "Andai bisa sesederhana itu, aku tidak akan pernah mencintaimu sejak awal. Aku tidak akan mengambil risiko, mengorbankan perasaanku. Namun, semua ini di luar kendaliku. Biru "Banda Neira adalah hari-hari terakhirku bersamamu.

Kutitipkan segala rindu, cerita, dan perasaan yang tak lagi kubawa. Berjanjilah kau akan melanjutkan hidupmu bersama laki-laki yang bisa menjaga dan menyayangimu lebih baik dariku. Binta "Cinta pertama seorang perempuan yang didapat dari laki-laki adalah dari ayahnya. Dan cinta pertama itu, telah mematahkan hatiku. Ayahku sendiri membuatku berhenti percaya dengan yang namanya cinta.

Nugraha, Biru, dan Binta saling membelakangi dan saling pergi. Mereka butuh kata-kata untuk menjelaskan perasaan. Mereka harus bicara dan berhenti menyembunyikan kata hati serta mencari jawaban dari sebuah perasaan.

Sedikit cerita si, lihat buku ini tadinya gak tertarik sama sekali untuk dibaca karena kenapa singkat banget ya judulnya malah semakin penasaran ingin baca. Ternyata bener deh memang jangan lihat dari sampulnya baca dulu isi ceritanya. Banyak pengalaman yang bisa didapat dari cerita ini tentang arti sebuah cinta.

Salah satu bagian yang paling saya suka ketika Nug dan Binta bertengkar karena salah paham dengan mengatakan :

"Ta, kamu tau, nggak? Dulu, waktu aku masih kelas 3 SD, aku hampir nggak naik kelas karena nilai IPA dan matematikaku di bawah rata-rata. Ayah marah besar. Tapi bunda bilang, tidak ada yang tidak bisa dilakukan manusia asal mau bersungguh-sungguh.

Sejak saat itu, aku punya mimpi. Terdengar tinggi, padahal sederhana. Mimpiku adalah mewujudkan hal-hal yang tadinya kukira mustahil. Seperti IPA dan Matematika. Aku bermimpi bisa menguasai dua mata pelajaran itu, aku mengerti bahwa mimpi adalah suatu yang mustahil tapi bisa dijadikan nyata.

Tapi pemahamanku berubah saat aku jatuh cinta sama kamu. Aku kira semua mimpi bisa diwujudkan seperti kata Bunda, asal aku mau bersungguh-sungguh. Sayangnya, kamu adalah persoalan yang berbeda, cara penyelesaiannya pun juga berbeda. Kamu adalah cinta yang tak pernah kutemukan sebelumnya, Ta, tetapi sekarang aku menyerah, aku mengalah.

Bunda pernah bilang, ketika kita benar-benar menyayangi seseorang, yang kita butuhkan hanya melihatnya bahagia. Itu sudah cukup. Aku tak berhasil menahan kepergianmu, aku sadar bahwa Biru adalah bahagiamu satu-satunya. Untuk apa aku berusaha mewujudkan mimpimu, bila Birulah yang kau butuhkan.

Mengenalmu, bicara denganmu, mencintaimu, dan kini merelakanmu, adalah anugerah terindah untukku, Ta. Semua itu adalah petualangan paling menakjubkan yang pernah terjadi di hidupku. Paling tidak, kini kamu sudah tahu sebesar apa perasaanku untukmu. Namun, bila pada akhirnya kamu harus pergi dan memilih Banda Neira, maka tak ada lagi yang bisa ku lakukan kecuali mendoakanmu."

Kata yang terucap dari Nugraha untuk orang yang disayangi tapi tidak menyayanginya. Begitu sabar menghadapi Binta yang keras kepala belum bisa menerima nug. Masih ada orang lain dipikiran Binta.

Belajar bahwa syukuri apa yang ada didekat kita itu sangat penting. Karena memang kesempatan cuma datang sekali, orang yang kita sayang belum tentu menyayangi kita. Tapi orang yang menyayangi kita tentu benar-benar sayang. Perasaan itu memang butuh proses tapi lebih asyik lagi orang yang benar tulus adalah orang yang menyayangi kita.

Bakalan terjawab semua dibuku ini tentang arti kesabaran yang memang butuh tantangan resiko besar dalam merasakan kekecewaan. Bagus bukunya recomended bangetlah untuk dibaca, apalagi sekarang lagi banyak di rumah aja. Tambahin Buku tentang Kata dikoleksi man teman. Semoga bermanfaat.

Friday, July 24, 2020

MENGHILANGKAN RASA GALAU DARI DALAM HATI KITA - Inspirasi dari Hanan Attaki

Sering kali ketika galau melanda dalam diri kita rasa khawatir terus menghantui pikiran kita. Sehingga hidup yang kita jalani merasa tidak berarti apapun untuk melakukan sesuatu. Ini semua harus dihindarkan jika kita sedang ditimpa musibah.

Hilangkan rasa galau di dalam hati kita untuk menerima kenyataan, bahwa ini semua sudah menjadi ujian dari Allah untuk kita lebih baik lagi. sikapilah keadaan ini dengan lapang dada dan sabar.

"Bedanya orang mukmin dengan gak mukmin. Orang mukmin kalau ada sedih, kalau ada khawatir, obatnya itu adalah mengingat Allah. Ala bidzikrillah, Ala Bidzikrillah tathmainnul qulub (hanya dengan mengingat Allah, hati menjadi tentram) itu mukmin. Itulah obat orang yang beriman.

Mungkin dia juga galau, mungkin dia juga lelah, mungkin dia juga sedih, mungkin dia juga khawatir. Tapi begitu diingatkan dengan nama Allah.'Tenang ada Allah, tenang Allah membantu, bukankah semua itu ada di tangan Allah?'

Langsung dia menjadi tenang, itulah mukmin. Sedangkan orang yang tidak beriman, walaupun dia mengaku mukmin, walaupun ktpnya islam. Tidak berhasil menjadi tenang dengan disebutkan nama Allah, itu gak ngaruh buat dia. Dia tenang, ketenangan dia cari jauh-jauh dengan jalan-jalan.

Dia mencari ketenangan itu dengan belanja, dia mencari ketenangan itu dengan menonton. Dia mencari ketenangan itu dengan mendapatkan uang yang banyak, dia mencari ketenangan itu dengan ketemu teman.

Dia mencari ketenangan itu di semua tempat, kecuali di langit. Dan dia tidak akan mendapatkan ketenangan yang sejati. Pada akhirnya dia tetap akan mengeluh, tapi bagi orang mukmin Allah dihatinya. Sehingga ketika dia diingatkan dengan nama Allah, otomatis dia menjadi tenang, Said Ust Hanan Attaki."

Ingat Allah ketika kita lagi senang, bahagia, ada masalah apapun itu. Selalu ingat Allah segalanya bisa terselesaikan. Kita lemah tak berdaya, tanpaNya kita bukanlah siapa-siapa. Setiap kesulitan pasti ada kemudahan. #Sharing 

Monday, July 20, 2020

3 CARA MENGHILANGKAN RASA MALAS DALAM DIRI KITA

Gimana mau sukses jika sifat malas masih melekat pada diri kita? Impiannya banyak yang ingin dicapai berusaha untuk kerja keras tidak ada dalam diri untuk mewujudkan impian. Ini beberapa tips & trik rasa malas hilang dalam diri kita.

1. Hendaknya kita minta tolong kepada Allah Swt

Minta tolong dan berdoa kepada Allah. Karena bisanya kita melangkahkan kaki kita, mampunya kita beribadah, ringannya kita melakukan ketaatan itu tidak keluar dari topik adanya karunia dari Allah Swt. Jadi berusaha untuk selalu berdoa kepada Allah jika rasa malas sudah menyerang didalam tubuh kita.

2. Tentukan tujuan dalam hidup

Harus punya goals dalam hidup, dalam hidup kita ingin mencapai apa? Untuk apa kita bangun pagi, dengan berusaha sekuat tenaga untuk melawan rasa malas. Tentukan tujuan hidup kita misal ingin jadi penulis ya lakukan menulis setiap harinya. atau melakukan kegiatan lainnya ingin menjadi pembuat pesawat ya harus mengerti dengan melakukan pencarian informasi dan belajar terus menerus hingga impian itu terwujud.

3. Lakukan hal yang disukai hanya dalam 1 menit

Melatih untuk melakukan sesuatu hanya dalam satu menit setiap harinya diwaktu yang sama. Contohnya ingin main gitar atau ingin menulis coba dalam satu menit dalam sehari dan lakukan tiap hari diwaktu yang sama. Karena prinsip ini sederhana bisa dilakukan diberbagai kegiatan lainnya, tapi dengan catatan harus melakukannya dengan fokus.

Menariknya prinsip satu menit ini akan melatih diri kita untuk lebih bertanggung jawab. Karena ketika berhasil dijalani satu menit ini, akan merasakan perasaan kita jadi lebih baik. Karena berhasil melakukan sesuatu dengan tuntas. Cara ini bikin ketagihan karena udah bertanggung jawab dengan tugas yang dipunya dan sudah menyelesaikan tugas itu.

Satu menit ini kalau rutin dilakukan bakalan nambah-nambah terus, jadi bakalan ketagihan dihari selanjutnya. Mungkin hari pertama cukup satu menit, hari berikutnya mungkin nambah jadi lima menit, atau dua puluh menit dan seterusnya.

Tapi kuncinya balik lagi harus konsisten dengan melakukannya setiap hari biar jadi kebiasaan. Terlihat cara ini terlalu sederhana tapi usaha terlalu keras dan gak rutin akan menghabiskan tenaga dan bikin jadi lebih cape. Akhirnya merasa malas dan akan merasa bosan jadinya gak rutin ngerjainnya. Jadi lebih baik sedikit-dikit saja dilakukan tapi rutin, dari pada langsung dilakukan terlalu banyak. #Sharing


Saturday, July 18, 2020

BELAJAR MENGHADAPI MASALAH IBARAT SEPERTI SEGENGGAM GARAM - Coretan Inspirasi

"Kadang, cara paling mudah untuk berbahagia hanyalah dengan bisa menerima."
-Ara-

Jika tidak mau menerima kenyataan, sekaya apa pun, sekuat apa pun, sehebat apa pun dan seberkuasa apa pun, dia akan jatuh ke dalam lubang yang dalam. Orang yang kuat bukanlah yang memiliki segalanya, tapi yang mampu menerima keadaannya dan kembali berjalan.

Suatu hari, ada seseorang yang dirundung banyak sekali masalah. Dia pun berjalan gontai dengan air muka yang sangat keruh. Dia berjalan menuju hutan sekadar menjauhkan diri dari kebisingan kota dan pekerjaan.

Orang itu kemudian melihat seorang tua yang sepertinya seorang sufi sedang memetik sayuran di pekarangan rumahnya dalam hutan. Dia pun mendekati sang sufi untuk bertamu dan sekadar berbincang. Sang sufi melihat raut muka orang itu dan tahu bahwa tamunya sedang dirundung masalah. Dia pun dengan berhati-hati dan ramah memintanya bercerita.

Setelah sekian lama mendengarkan, sufi pun mengerti bahwa ternyata memang masalah yang dihadapi orang itu cukup besar. Ia lalu mengambil segenggam garam dan mencampurkannya ke dalam air putih dalam gelas dan meminta orang itu untuk merasakannya.

Tentu saja orang itu merasa enggan karena dia tahu rasanya pasti sangat, sangat tidak enak. Akan tetapi, sang sufi dengan tersenyum berkata,Rasakanlah. sedikit saja tidak apa-apa."

Merasa tidak enak, orang itu pun merasakannya meski mungkin beberapa tetes. Raut mukanya seketika berubah sambil menggerakkan lidahnya berulang dan bergidik. Rasanya sama sekali tidak enak.

"Pahit!" Kata orang itu."Pahit sekali!"

SAng sufi tersenyum. Ia lalu mengajak tamunya berjalan ke luar rumah sampai ke sebuah telaga jernih. Ia mengambil segenggam garam juga dan menebarkannya ke telaga itu. Dengan sepotong kayu, dia mengaduk telaga itu tanpa menyentuh dangkal telaga sehingga air tetap jernih. Sekali lagi, dia meminta orang itu untuk merasakan air dari telaga itu.

Orang itu meminumnya dengan tangan. Dia kemudiam meminumnya lagi dan lagi. "Segar sekali." Gumamnya.

"Apa kita merasakan garam dalam air itu?"
"Sama sekali tidak."Kata orang itu.

Orang itu lalu diminta duduk berhadapan."Saudaraku, pahitnya kehidupan itu seperti segenggam garam, tak lebih, dan tak kurang. Jumlah dan rasa pahit itu adalah sama, dan memang akan tetap sama."

"Tetapi, garam ini sangat bergantung dengan wadah yang dimilikinya. Jika wadahnya kecil maka semakin tidak kelihatan pengaruh garam tersebut dalam rasa air."

"Jika segenggam garam adalah pahitnya kehidupan, maka wadahnya adalah hatimu. Perasaanmu adalah tempat itu. Di sanalah kita menampung segala sesuatu. Janganlah menjadikan hati dan perasaanmu seperti gelas. Jadilah seperti telaga, atau yang lebih luas dari itu. Maka segalanya akan baik-baik saja. Bahkan kepahitan itu tidak akan mengubah kehidupanmu."

Sumber : The Amazing of Ikhlas - Ara

Friday, July 17, 2020

CARA MENGATASI RASA KHAWATIR YANG BERLEBIHAN - Inspirasi dari Hanan Attaki

Setiap orang hidup pasti pernah mengalami ujian yang begitu berat dalam hidupnya. Karena ujian merupakan bentuk dari Allah sayang pada hambanya. Jangan khawatir jika ujian itu sangat berat untuk di lalui, karena semua pasti ada jalan solusinya untuk menyelesaikan masalah.

Bagaimana caranya untuk menenangkan hati kita agar tidak khawatir yang berlebihan dalam menghadapi masalah yang menimpa di hidup kita?

"Ada masalah? Allah lebih kuasa, makhluk tidak kuasa. Ada masalah, kita bilang Allah Maha Besar, masalah saya kecil dibandingkan Allah. Kalau dibandingkan kita mungkin kita lebih kecil daripada masalah tapi dibandingkan Allah kita? Allah lebih besar Allahu Akbar. Kita kan dipelihara Allah, terus ngapain kita khawatir!

Kalau gitu gausah kuatir ustadz? Ikhtiar, tapi jangan libatkan hati, ikhtiar itu pake tangan, pake kaki, pake tenaga fisik. Hati ga perlu berikhtiar, hati itu bertawakal. Jangan sampe hati kita ikut berikhtiar, ini bahaya nih. Kalo hati kita ikut ikhtiar berarti kita lebih percaya kepada makhluk daripada Allah.

Nanti akan mentok, kalo udah mentok putus asa, itu penyebabnya, gara-gara hatinya baper dengan ikhtiar. Ketika jalan-jalan ikhtiar itu tertutup hati kita jadi giveup, sedangkan kalo hati kita ga ikhtiar, dia cuma tawakal jalan tertutup, dia masih bilang Allah Maha Kuasa 'ala kulli syai in qodir. Segala sesuatu Allah Maha bisa, ga mungkin ga bisa, bisa, said Ustadz Hanan Attaki."

Serahkan aja semuanya sama Allah pokoknya beres, tinggal kuatkan keyakinan, kepercayaan pada diri kita bahwa setiap ada kesulitan pasti ada kemudahan. lelah boleh saja untuk menghadapi masalah tapi Jangan pernah putus asa apalagi menyerah. Karena kesempatan masih banyak diluaran kalau kita terus berusaha bahwa masalah akan bisa teratasi. #Sharing

Tuesday, July 7, 2020

TETAPLAH BERSYUKUR ATAS MUSIBAH YANG MENIMPA DIRI KITA - Coretan Inspirasi

Alkisah tentang seorang raja perkasa yang hobi berburu. Selagi berburu, kudanya meringkik sembari mengangkat kaki. Raja kaget, lalu terpelanting. Kelingkingnya putus. Raja marah.

"Sudahlah, Paduka. Kalau kena musibah bersyukur saja," ujar seorang penasihatnya.

Raja bukannya luluh malah tambah murka. Dengan lantang berteriak,"Penjarakan penasihat goblok ini!"
Para pengawal yang selalu sendiko dawuh, tabu untuk membantah, melaksanakan perintah itu. Sang penasihat pun dijebloskan ke bui.

Lima tahun kemudian, kala berburu, raja ini ditangkap suku primitif. Pria gagah berkulit putih mulus ini akan dipersembahkan pada dewa. Hanya saja, setelah diteliti, lho, kelingkingnya terpotong. Cacat. Terpaksa diapkir. Sebagai pengganti, pengawalnya yang tidak cacat dijadikan korban. Pengawal itu dieksekusi dan rajanya dipulangkan.

Setelah itu raja menyadari kekhilafannya. Penasihat yang dulu dibui itu pun dilepaskan.

"Ananda memang harus bersyukur tidak memiliki kelingking," kata Raja, mengakui kesalahannya.

Ternyata, sang penasihat pun bersyukur,"Kalau saja saya tidak dipenjarkan oleh Paduka, mungkin, hamba suda menggantikan Paduka sebagai tumbal."

Pesan : Ingatlah setiap kali mendapat musibah maka setiap kali pula kita akan mendapatkan hikmah. Ambil sisi positifnya dan lupakan sisi negatifnya ,aka kita akan selalu menjadi manusia yang beruntung.

(Sumber : Deassy M. Destiani - Bukan Untuk Di baca)

Sunday, July 5, 2020

CARA BAHAGIAKAN DIRI SENDIRI - Coretan Inspirasi

Suatu ketika istri John Maxwell (pembicara dan motivator top). Margaret, sedang menjadi pembicara di salah satu sesi seminar tentang kebahagiaan. Seperti biasa, Maxwell sang suami duduk di bangku paling depan dan mendengarkan. Dan di akhir sesi, semua pengunjung bertepuk tangan.

Di sesi tanya jawab itu, setelah beberapa pertanyaan, seorang ibu mengacungkan tangannya untuk bertanya.

Ketika diberi kesempatan, ibu bertanya,"Miss Margaret, apakah suami Anda membuat Anda bahagia?"

Seluruh ruangan langsung terdiam. Sebuah pertanyaan yang sangat bagus. Dan semua peserta penasaran menunggu jawabannya.

Margaret tampak berpikir beberapa saat dan kemudian menjawab,"Tidak."

Seluruh ruangan langsung terkejut.

"Tidak," katanya sekali lagi."John Maxwell tidak bisa membuatku bahagia."
 
Seisi ruangan langsung menoleh ke arah Maxwell Yang juga menoleh-noleh mencari pintu keluar. Rasanya, ia ingin cepat-cepat keluar dari ruangan itu (mungkin karena malu).

Kemudian, lanjut Margaret,"John Maxwell adalah seorang suami yang sangat baik. Ia tidak pernah berjudi, mabuk-mabukan, atau main serong. Ia setia, selalu memenuhi kebutuhan saya, baik jasmani maupun rohani. Tapi, tetap dia tidak bisa membuatku bahagia..."

Tiba-tiba ada suara bertanya,"Mengapa?"

"Karena," jawabnya,"tidak ada seorang pun di dunia ini yang bertanggung jawab atas kebahagiaanku, selain diriku sendiri."

Dengan kata lain, maksud dari Margaret adalah tidak ada orang lain yang bisa membuatmu bahagia. Baik itu pasangan hidupmu, sahabatmu, uangmu, bahkan hobimu. Semua itu tidak bisa membuatmu bahagia karena yang bisa membuatmu bahagia adalah dirimu sendiri.

Kamu bertanggung jawab atas dirimu sendiri. Jika kamu sering merasa cukup, tidak pernah punya perasaan minder, selalu percaya diri, kamu tidak akan merasa sedih. Sesungguhnya pola pikirlah yang menentukan apakah kita bahagia atau tidak, bukan faktor luar.

Bahagia atau tidaknya hidupmu bukan ditentukan oleh seberapa kaya dirimu, seberapa cantik istrimu, atau sesukses apa hidupmu. Bahagia dalah Pilihanmu sendiri.

(Sumber : Deassy M. Destiani - Bukan Untuk Dibaca)