Wednesday, June 10, 2020

PERLUKAH BERTEMAN DENGAN MANTAN? - Inspirasi dari Hanan Attaki

Menjalin hubungan yang begitu lama dalam sepasang kekasih membuat memori-memori terindah masih melekat di dalam pikiran. Ini ibarat saat seseorang menjalani hubungan tanpa ikatan.

Sebenarnya untuk melupakan seseorang yang sudah menjadi kebiasaan berada disamping kita dibilang sulit tidak juga, dibilang susah tidak juga. Bagaimana cara kita menyikapi persoalan dalam perlakuan kita selama ini benar, untuk melanjutkan hubungan yang belum tentu jelas mau dibawa kemana.

Perlukah kita menjadikan seseorang spesial yang pernah hadir didalam kehidupan kita untuk dijadikan teman/sahabat? Seperti halnya hubungan yang telah kandas menjadikan kita menjauh dari orang yang selama ini selalu berada disamping kita.

Jawabannya " TIDAK PERLU " kenapa sih? kok gitu ? berarti memutuskan silahturahmi dong? Seribu alasan yang terlontarkan untuk bisa menyanggah semuanya. Gini deh kenyataannya berteman dengan mantan kekasih justru berpotensi membuat hidup terasa lebih sulit dan rumit.

"Pertanyaannya? Bolehkah kita silahturahim dengan mantan? gak perlu, jangan balikan lagi. Jangan tiba-tiba ngelike lagi postingan dia, jangan tiba-tiba komunikasi lagi diam-diam. Kenapa? Karena walaupun niat kita ingin bersilahturahim, tapi niat baik kita itu ditunggangi oleh syaitan.

Dia ingin memunculkan lagi fitnah dalam urusan hidup kita. Bisa jadi fitnahnya munculin lagi perasaan yang gak boleh ada dihati kita untuk orang itu. Bisa jadi memunculkan konflik di dalam rumah tangga kita. Udah aja lupain bukan karena kita ingin memutuskan silahturahim tapi kita ingin menghindar dari dosa-dosa, Said Ust Hanan Attaki."


Berteman dengan sang mantan akan membuat kita semakin sulit untuk melupakannya. Kamu mungkin akan merasakan hal-hal yang membuat perasaanmu semakin rumit nantinya. Akibatnya, tidak akan bisa move on.

Maka dari itu lupakan saja dan berusaha untuk membenahi diri agar mendapatkan laki-laki yang benar-benar pilihan yang terbaik dari Allah untuk diri kita. Tetap istiqomah dalam menjalani perubahan yang tentunya membutuhkan proses yang tidak instan. #Sharing

0 comments:

Post a Comment