Friday, May 29, 2020

BIARKAN MASA DEPAN DATANG DENGAN SENDIRINYA - Coretan Inspirasi

Jangan pernah mendahului sesuatu yang belum terjadi! Apakah mau mengeluarkan kandungan sebelum waktunya dilahirkan, atau memetik buah-buahan sebelum masak? Hari esok adalah sesuatu yang belum nyata dan dapat diraba, belum berwujud, dan tidak memiliki rasa dan warna.

Jika demikian, mengapa kita harus menyibukkan diri dengan hari esok, mencemaskan kesialan-kesialan yang mungkin akan terjadi padanya, memikirkan kejadian-kejadian yang akan menimpanya, dan meramalkan bencana-bencana yang bakal ada di dalamnya? Bukankah kita juga tidak tahu apakah kita akan bertemu dengannya atau tidak, dan apakah hari esok kita itu akan berwujud ketenangan atau kesedihan?

Yang jelas, hari esok masih ada dalam alam gaub dan belum turun ke bumi. Maka, tidak sepantasnya kita menyeberangi sebuah jembatan sebelum sampai di atasnya, Sebab, siapa yang tahu bahwa kita akan sampai atau tidak pada jembatan itu. Bisa jadi kita akan terhenti jalan kita sebelum sampai ke jembatan itu, atau mungkin pula jembatan itu hanyut terbawa arus terlebuh dahulu sebelum kita sampai di atasnya. Dan bisa jadi pula, kita akan sampai pada jembatan itu dan kemudian menyeberanginya.

Dalam syariat, memberi kesempatan kepada pikiran untuk memikirkan masa depan dan membuka-buka alam gaib, dan kemudian terhanyut dalam kecemasan-kecemasan yang baru di duga darinya, adalah sesuatu yang tidak dibenarkan. Pasalnya, hal itu termasuk thulul amal (angan-angan yang terlalu jauh).

Mereka yang menangis sedih menatap masa depan adalah yang menyangka diri mereka akan hidup kelaparan, menderita sakit selama setahun, dan memperkirakan umur dunia ini tinggal seratus tahun lagi. Padahal, orang yang sadar bahwa usia hidupnya berada di genggaman yang lain tentu tidak akan menggadaikannya untuk sesuatu yang tidak ada.

Biarkan hari esok itu datang dengan sendirinya. Jangan pernah menanyakan kabar beritanya, dan jangan pula pernah menanti serangan petakanya. Sebab, hari ini Anda sudah sangat sibuk. Jika Anda heran, maka lebih mengherankan lagi orang-orang yang berani menebus kesedihan suatu masa yang belum tentu matahari terbit di dalamnya dengan bersedih pada hari ini. Oleh karena itu, hindarilah angan-angan yang berlebihan.

(La Tahzan, Jangan bersedih! - DR.'Aidh al-Qarni)

IKHLAS ITU BUKAN BERARTI TIDAK BERHARAP - Inspirasi dari Hanan Attaki

Kehilangan sesuatu yang berharga dalam hidup kita adalah hal menyakitkan. Tapi itu semua bukan berarti menjadikan diri kita untuk terus terperangkap dalam kondisi yang membuat kita tidak bangkit dari keterpurukan. Berharap untuk menjadikan diri lebih baik lagi itu hal yang harus dilakukan.

Bukan hanya berdiam diri dan berkhayal seandainya itu tidak terjadi, tidak bisa! karena semua sudah ada yang mengatur. Begitu juga saat kita menginginkan sesuatu harus berharap sepenuhnya. Sama siapa? ya tentunya sama Allah.

"Kalo ga ngarepin apa-apa dalam islam, itu sombong. Kita ga boleh beramal soleh dengan mengatakan, saya ga berharap surga, saya ga takut neraka. Saya mah beramal soleh karena cinta sama Allah, itu sombong. Karena Allah yang menawarkan kita surga, Allah yang menawarkan kita terbebas dari api neraka. Seolah-olah Allah ngasih tau sesuatu kepada kita terus kita bilang, saya gak butuh, itu sombong, Allah gak suka hamba-hamba kayak gitu.

Jadi ikhlas itu bukan ga berharap apa-apa. Ikhlas itu dalam definisinya bahasa arabnya, ikhlas itu artinya tidak berharap apapun, kecuali hanya kepada Allah. Kalo ke Allah, segalanya dihati berharap akhirat dan berharap dunia. Jadi kalau orang beribadah karena berharap rizkinya lancar, itu ikhlasnya berharapnya Allah.

Kalau beribadah berharapnya kuliahnya dapat nilai bagus itu ikhlas. Kalau beribadah berharap supaya urusan pernikahannya dimudahkan, itu ikhlas berharapnya ke Allah. Apalagi kalau yang diharapkan dari Allah lebih besar porsi akhirat daripada dunia itu ikhlas banget, Said Ust Hanan Attaki."

Dalam diri kita harus berharap apa yang kita inginkan bukan hanya pasrah gitu aja. Karena Apa yang kita minta harus detail dalam meminta sesuatu. Walaupun Allah tahu semua apapun itu yang ada didalam hati kita. Harus berusaha untuk lebih spesifik dalam mengharapkan kehidupan yang lebih baik dalam mewujudkan keinginan kita minta saja sama Allah. #Sharing 

Monday, May 25, 2020

APA YANG HARUS DILAKUKAN SAAT DIRI KITA MERASA LEMAH ? - Inspirasi dari Hanan Attaki

Setiap orang memiliki rintangan yang berbeda-beda dalam hidup. Perjalanan kehidupan yang tentunya tidak mesti berjalan mulus karena memang disitulah seni dari kehidupan. Terkadang manis dan juga terkadang pahit. Kenapa? Karena Allah ingin melihat seberapa besar hambanya berusaha untuk melewati apa yang sudah ditakdirkan. Rasa mengeluh akan menghampiri setiap orang yang jauh dariNya. Saat diri ini sudah tidak sanggup lagi menjalani kehidupan padahal sesungguhnya manusia makhluk sempurna yang  diberi akal untuk berpikir.

"Karena kelemahan kita itu berawal saat kita mulai meragukan Allah. Dalam segala dinamika hidup, kita selalu butuh Allah. Kita butuh Allah ketika Allah kasih kita ujian, bahkan kita tetap butuh Allah ketika Allah kasih kita nikmat. Kalau kita butuh Allah saat kita diuji, agar kesabaran kita terjaga. Karena orang yang tidak ditemani atau dibersamai Allah SWT ketika dia sedang diuji maka dia akan mudah untuk berkeluh kesah, bahkan berputus asa.

Kebersamaan Allah kepada dia saat dia diuji itu adalah Allah SWT  menghibur hatinya, Allah SWT menenangkan hatinya, Allah SWT menghidupkan hatinya dengan nikmat iman. Bukankah dengan mengingat Allah, hati menjadi tenang. Dan orang beriman, apabila diingatkan dengan nama Allah. Disebut nama Allah, maka hatinya akan bergetar ini bentuk Allah membersamai hambanya ketika dia dalam keadaan diuji, Said Ust Hanan Attaki."

Apapun masalah yang kita hadapi kuncinya hanya minta petunjuk sama Allah maka hati kita akan tenang. Jangan malah galau mendengarkan lagu atau merenungkan bahwa diri ini tidak berguna itu bukan solusinya. Datanglah kepada Allah maka solusi akan didapat. Yakin dan percaya bahwa semua yang kita alami untuk menjadikan diri kita kuat dalam menghadapi kehidupan. Jangan berputus asa apalagi menyerah karena diri kita istimewa.#Sharing

Wednesday, May 13, 2020

CARA BIAR TIDAK RAPUH SAAT DITOLAK - Inspirasi dari Hanan Attaki


Kalau kita ada masalah dalam hidup seperti kejadian penolakan jangan khawatir, jangan takut, jangan resah. Karena semua sudah menjadi jalannya, memang benar bukan rezeki kita. 
 
Setiap penolakan yang terjadi didalam hidup kita memberikan pelajaran bahwa diri kita sedang belajar untuk menguji mental kita. Apakah kuat atau tidak. Bagaimana cara mengujinya, gampang banget!

"Ketika kita lagi ngerasa enak hubungan sama Allah sama ketika kita lagi jauh dari Allah. Trus dua-duanya dikasih masalah mana yang lebih nyaman buat kita? 
 
Kalau kita pas lagi dapat masalah pas lagi dekat sama Allah itu akan bertahan banget. Orang semakin dekat sama Allah makin tough makin bisa survive dalam menghadapi masalah, makin tuh.

Kenapa? karena survive seseorang dalam menghadapi masalah itu bukan soal dia punya uang atau gak, dia punya teman atau gak, dia sehat atau gak, soal mentalnya, hatinya kuat gak menghadapi masalah, Said Ust Hanan Attaki."


Kalau ditolaknya jauh dari Allah itu baper. Kenapa seperti itu, lemah? Gara-gara jauh dari Allah. Kalau ditolak pas lagi dekat sama Allah gak apa-apa, yang penting jangan ditolak sama Allah. Kan gitu. Di tolak "Ya Allah, pasti engkau mau ganti yang lebih keren yah."

Gampang bangetkan caranya tinggal deketin sama Allah, setiap detik, menit, kapanpun dah Allah itu dekat banget sama kita. Tidak perlu khawatir dengan kehidupan kita karena semua sudah diatur tinggal bagaimana cara kita untuk selalu dekat sama Allah. Jauhi laranganNya. #Sharing

Monday, May 4, 2020

REVIEW BUKU | TSUNAMI - Penulis Cut Anastasia

Assalamua'alaikum man teman..
Gimana puasanya? Aman kan ? udah ada yang pecah belum nih? Semoga selalu diberikan kesehatan yak. Baru berapa hari, saya balik lagi nih buat review buku. Akibat lockdown pengen rasanya semua buku dilahap. Tapi apa daya stock buku semakin menipis, mau ke gramed tapi ya tau sendirilah ya. Sapa tau ada yang ngirimin buku dadakan lagi #ngarep haha.

Kali ini saya akan review buku benar-benar kisah nyata dari sang penulis. Pada tau kan apa itu Tsunami? Gelombang air besar yang di akibatkan oleh gangguan di dasar laut seperti gempa bumi.  Kejadian gempa terdahsyat pada tanggal 26 Desember 2004 mengakibatkan tsunami yang melanda wilayah Aceh. Kalau mau info lebih lengkap lagi bisa cari di mbah google ya.

Sedikit cerita, memang ya kata orang-orang kalau rezeki itu ga kemana. kalau kemana-mana namanya bukan rezeki, sama kaya jodoh dikejar menjauh, ga dikejar datang sendiri haha. Seperti buku yang satu ini, saya dapat gratisan lagi. Tiba-tiba ada chat minta alamat rumah, setelah ditelusuri ternyata punya kakak paham kali kemauan adeknya haha. Paket buku tiba dirumah dibungkus dengan rapi. Pengiriman dari kota Medan, alhamdulillah rezeki! :)

Balik ke topik, tulisan yang terlihat dari depan cover tertulis judul buku TSUNAMI lalu terbayang isi cerita kisah sedih dalam menjalani kejadian yang menimpa saat tsunami. Perlahan melihat cover belakang tertulis :

Kisah nyata Cut Ana dan Mina, kakak beradik yang selamat dari tragedi Tsunami yang terjadi pada tanggal 26 Desember 2004. Kejadian itu sempat membuat kakak beradik ini kehilangan semangat hidupnya. Lalu, Cut Ana dan Mina mencoba bangkit untuk tetap menjalani hidup dengan normal.

Mereka harus bersusah payah menjalani hidup dengan normal seperti anak lainnya. Mau tak mau, mereka harus menyesuaikan diri dengan keluarga baru, tempat baru, dan aturan yang baru. Bagaimana petualangan hidup mereka selanjutnya? Apakah mereka mampu menjalaninya dengan bahagia? Atau malah sebaliknya, berakhir dengan kesedihan?

Semakin penasaran gimana sih yang terjadi baru beberapa bab yaAllah dibuat nangis isi ceritanya. Setegar itu kah Cut Ana menghadapi apa yang telah ditakdirkan Allah. Jujur gatau ya kalau saya yang berada diposisi itu kuat apa gak. nih salah satu isi dari ceritanya. Baca pelan-pelan ya man teman.

Akan tetapi, Mina masih saja bergeming. Melihatnya membuatku kehilangan selera humor. Padahal, dulu biasanya kami sering becanda dan tertawa sampai terpingkal-pingkal. Mina juga kerap melakukan adegan lucu. Namun, itu dulu. Sebelum Tsunami mengambil kedua orang tua kami. Ya Allah...

Air mata mengalir lagi. Aku menangis hingga sesenggukan. Sekarang diri ini terlihat seperti orang bodoh, tertawa sendirian di tempat yang asing. Sementara adikku masih tak mau bicara. Uak Ijan mendekat dengan bawaan yang lumayan banyak.


"Lah... Kenapa lagi?"
"Aku mau pulang ke Aceh lagi, Waak. Mau pulang ke sana. Mana tahu Ayah masih selamat. Hiks!"
"Cut Ana, dengarkan uak sekarang, ya! Mulai saat ini uak adalah ayahmu. Uak perempuan adalah mamamu. Cut Ana bebas mau manggil uak atau pun ayah. Panggil uak perempuan dengan mama juga gak masalah. Nanti ada Atok perempuan juga. Gak kepengen jumpa Atok? Jumpa Ayahwa?"

"Cut Ana mau pulang aja. Cut Ana gak mau di sinii. Aaa...!" Tangisanku semakin kuat, diikuti kaki yang dihentak-hentakkan. Beberapa orang melihat ke arah kami, mungkin heran dengan tingkahku.

"Jangan nangis lagi, nanti dikira mereka, uak nyulik kalian. Udah, nanti kapan ada waktu, kita pulang. Kalau ayahnya Cut Ana ada kabar, kita langsung pulang."

"Janji,ya Uak!" kataku sambil menghapus air mata.

Ntahlah apa yang dipikirkan Cut Ana setelah kejadian Tsunami terpisah dari keluarganya. Apakah orang tuanya selamat? Atau malah sebaliknya, kisahnya sudah terangkum semua di buku ini kalau mau order bisa langsung ke penulisnya cari aja facebooknya Cut Anastasia.     

Ada juga part berjuang saat terkena hempasan air laut yang tidak bisa dibayangkan satu lagi nih bonus cerita

"Waktu itu, aku lagi masak. Kudengar orang berteriak air laut naiik!... air laut naiik! Semua pada lari ke arah gunung. Bergegas kugendong Maulidi dan tangan satu lagi kupegang Akmal. Sambil berlari aku terus mengingatkan. Pegang terus mamak, ya! Jangan lepas! Keadaan semakin panik. Beberapa orang jatuh tersandung karena lari dengan panik. Aku terus lari, walau kesusahan karena sambil membawa dua anak. Tapi, hatiku tak putus bertasbih."

Cutkak menghentikan ceritanya sejenak, dari kedua mata itu muncul tetesan air mata yang sejak tadi mungkin sudah berusaha ditahan. Sementara itu, aku masih menahan mata yang mulai terasa berembun. Lalu, setelah mengelap air mata. Cutkak melanjutkan ceritanya.

"Rasanya sudah tak sanggup lari. Jika kutinggalkan mereka, pasti aku selamat sendiri. Tapi, aku gak mungkin meninggalkan anakku yang masih kecil. Kucoba terus menyemangati diri, tak pernah kulihat sekali pun ke belakang. Aku tak mau nyaliku ciut. Ternyata, cara ini memberi kekuatan lebih untukku. Aku semakin berlari sekuat tenaga. Berulang kali Akmal minta berhenti karena kelelahan, tak kuperdulikan."

Penasaran...penasaran...penasaran? Gimana cerita selanjutnya? Buruan di order kalau saya tulis semua ga cukup nih. Hehe. Tungguin review buku selanjutnya ya :)

Sunday, May 3, 2020

JANGAN PERNAH PUTUS ASA DALAM HIDUP - Inspirasi dari Hanan Attaki

Kesempatan yang terjadi dalam hidup kita banyak sekali berdatangan. Semua yang terjadi dalam hidup, ujian, kesenangan, kesengsaraan itu semua sudah menjadi hal biasa dalam kehidupan. 

Tapi bagaimana kita mneyikapi semua itu. Santai aja ada Allah yang selalu membantu hambanya. Yakin dan pasti Allah akan memberikan jalan ke semua hambanya yang membutuhkan pertolongan. Tinggal bagaimana kita mendekatkan diri kepada Allah.

"Allah aja dzat yang Maha Baik, santai banget sama hambanya. Allah hard feeling ga sama kita? Enggak. Kalo Allah hard feeling sama kita, sekali kita bikin dosa langsung Allah celakakan. Sekali kita bikin dosa, langsung Allah binasain. 

Tapi karena Allah itu Maha Pemaaf, Rahman, Rahim. Dalam bahasa santai kita mungkin easy going tapi tetap berharap kebaikan buat hambanya.


Makanya Allah ngasih kita kesempatan, kesempatan, kesempatan. Allah aja ga pernah berputus asa menerima taubat hambanya. Yang terjadi justru kita yang putus asa meminta ampun kepada Allah.

Allah itu ga putus asa, ah elo lagi yang dateng padahal kemaren udah minta ampun, tapi diulangin lagi. Udah deh udah ga ada lagi, lo gue end deh pokoknya. 

Gak ada kan Allah kaya gitu. Allah kaku sama kita? gak sama sekali. Bahkan Allah ingin memudahkan urusan kita. Allah tuh pengen memudahkan kalian, ga pengen nyusahin kalian, Said Ust Hanan Attaki."

Jangan pernah berputus apa dengan hidup kita yang mungkin banyak ujian bertubi-tubi menghampiri. Semuanya sudah dituliskan, Allah mau lihat seberapa besar usaha yang kita lakukan. 

Kalau belum juga keluar dari permasalahan dekati terus Allah. Karena setiap kesulitan pasti, pasti ya harus yakin ada kemudahan didalamnya. #Sharing

Friday, May 1, 2020

REVIEW BUKU | YA ALLAH AKU MAH APA ATUH. TANPA CINTAMU, AKU BUKANLAH APA-APA - Penulis @nasihatku


Assalamua'alaikum Man Teman, gimana kabarnya? Kangen deh.
udah lama ya saya ga review buku maklum sok sibuk haha. Ga kerasa sekarang udah masuk bulan puasa ya. Alhamdulillah masih bisa dipertemukan dibulan ramadhan yang penuh berkah ini :)

Kali ini saya akan mereview buku yang sebenarnya sudah lama ingin upload tapi karena kondisi yang belum memungkinkan, kalau kata orang mah belom jodoh waktunya haha. Buku yang sudah man teman lihat judulnya bikin gregetan yah. Isinya juga, membuat diri kita keluar dari kegelisahan. Apa lagi yang sedang galau, sangat cocok untuk baca buku ini.

Sedikit cerita ya, buku ini didapat secara gratis kenapa saya bilang gratis? ya karena ga bayar haha apasih. Jadi, ini buku punya keponakan yang memang koleksi bukunya banyak. Alhasil ketika saya tertarik dengan judulnya terjadilah pinjam meminjam. Bukan ga modal ya melainkan cari yang gratisan haha.

Yaudahlah ya lanjut aja ke bukunya. Udah ga sabar kan man teman? jadi nih dari sampul belakang aja sudah dikasih synopsis yang menggairahkan kita untuk langsung baca, apa sih isinya? mau tau nih :D

Ya Allah, aku mah apa atuh...

Karena cinta-Mu, aku bisa menghirup udara..merasakan oksigen..
Karena cinta-Mu, mata berkedip sesuai ritme yang Engkau atur
Karena cinta-Mu, telinga ini senantiasa rindu mendengar lantunan ayat-ayat sucimu
Ya Allah, aku mah apa atuh
Hanya ingin melangkahkan kaki untuk menuju ridha-Mu

Apakah Allah memperhatikan kita saat ini? Pasti. Apakah Allah Mahatahu persoalan yang sedang kita hadapi? Pasti. Apakah Allah tahu semua jalan keluar persoalan yang sedang kita hadapi? Tahu. Bahkan, Allah Mahatahu. Setiap persoalan pasti ada jalan keluar. Kadang kita sendiri yang terburu-buru mengaku lelah untuk menghadapi masalah. Kita merasa putus asa dari mendapat rahmat Allah.

Buku ini tentang cinta. Buku ini tentang bagaimana agar kamu, iya kamu, dan tentu kita semua, lebih mesra dengan Allah. Mengapa harus lebih mesra? Da kita mah apa atuh, tanpa cinta-Nya, sungguh kita bukanlah apa-apa...


Ini baru synopsisnya gimana isinya ya kan? Sabar ya. Nih buku udah saya baca berkali-kali ketika lagi galau, kesal, kok hidup gini-gini aja ya jawaban ketenangan ada disalah satu isi buku ini. Tenang aja saya bakalan review. By the way, kalau man teman ada buku yang bagus bisa sharing langsung dikomen bawah yak, biar saling berbagi informasi gitu hehe. Atau yang malas untuk membaca tapi pengen tau isinya kabarin aja, InsyaAllah bisa saya review :)

Balik lagi ke buku yak, jadi ada salah satu bab yang membuat bahwa diri kita ini diciptakan ada tujuannya? Kalau bukan diri kita yang percaya untuk sukses siapa lagi ya kan? YANG PENTING JANGAN MALAS! So, Allah itu saayaaaangggg bangeeeeedddd sama kita.

Ada empat kuasa Allah sama kita :

1. Allah menciptakan kita semua

Jadi, jangan pernah sedih dengan keadaan kita saat ini. Jangan juga kita mempertanyakan kekuasaan Allah, seperti : Ya Allah, kenapa saya gendut? Ya Allah, kenapa saya jelek? Ya Allah, kenapa saya pendek?

Dibalik setiap ciptaan Allah, selalu ada hikmah tersendiri bagi kita. Selalu bangga dengan diri sendiri, karena kita adalah ciptaan Allah. Jangan pernah menjelekkan orang lain, karena orang lain juga ciptaan Allah yang sempurna.

2. Allah mengurusi kita semua

Allah senantiasa mengurusi kita. Bayangkan, jika beberapa menit saja Allah tidak mengurusi kita, tentu kehidupan kita akan terasa sulit, bukan? Bayangkan, jika beberapa menit saja Allah tidak mengurus tubuh kita, mungkin kita merasa terus teraniaya. Tubuh ini bukan milik kita, tapi milik Allah. Jika tubuh ini milik kita, betapa sulitnya kita mengendalikan tubuh.

Bayangkan, seandainya kita harus mengatur sendiri fungsi, gerak, dan ritme tubuh kita? kedipan mata. Fungsi pencernaan, pendengaran, napas, jantung, dan yang lainnya? Kalau masih ada orang yang bilang, "Allah nggak sayang deh sama aku.." di manakah kebersyukurannya atas segala nikmat Allah yang dia terima? Jangan bersedih selama kita masih memiliki makanan untuk hari ini.

Rasulullah Saw bersabda, "Barang siapa hatinya tenang, badannya sehat, dan memiliki makanan untuk hari ini, ia laksana memiliki dunia dan seluruh isinya."

3. Allah berkuasa atas diri kita

Allah Mahakuasa atas segalanya. Allah selalu menunjukkan kepada kita jalan yang terbaik. Seorang gadis berkata kepada ayahnya."Ayah, aku ingin Ayah yang memutuskan siapa pendamping hidupku." Bayangkan Anda di posisi Ayah tersebut, sungguh gelisah perasaan sang ayah. Tidak mungkin seorang ayah sembarangan memilih pria bagi putri kesayangannya.


Lalu, mengapa sang anak meminta ayahnya untuk mencarikannya jodoh? Sebab, dia percaya bahwa ayahnya akan memberikan yang terbaik. Lalu, kenapa Maha Pemberi rezeki. Mahasutradara, Maha Mengatur hal terbaik, tak bisakah kita menggantungkan segala urusan hidup kepada Allah?

4. Semua akan kembali kepada Allah

Apa pun profesi kita, jabatan kita, seberapa pun banyak kekayaan kita, setinggi apa pun karier kita. Hidup ini hanyalah tentang perjalanan menuju PULANG.


PULANG menuju tempat kita berasal. Kita ini milik Allah, dan hanya kepada Allah kelak kita akan kembali. Segala yang kita miliki, termasuk kehidupan ini, hanyalah titipan Allah.

Sewaktu-waktu Allah kuasa untuk mengambil kembali apa yang menjadi milik-Nya, termasuk kehidupan. Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun. Kita milik Allah, kita hidup di dunia hanya untuk Allah dan kelak kita akan kembali kepada Allah.

Ini baru sebagian isinya saja, tapi sangat menyentuh. Masih banyak lagi bagian-bagian yang tentang perjuangan dan lain-lain. Kalau man teman nanya beli bukunya dimana sejujurnya ga tau dimana belinya namanya juga gratis ya kan. Coba cek di mbah google aja, siapa tau masih ada stok. Ga rugi punya buku ini, buat jadi motivasi kita kalau lagi galau gitu. Semoga bisa ambil hikmah dari tulisan ini ya. Keep spirit