Tuesday, April 28, 2020

SAKIT HATI ITU WAJARKAH? - Coretan Inspirasi

 
"Kalau segala sesuatu dimasukkan hati, kita akan kelelahan sendiri."
(-ARA- The Amazing Of Ikhlas)

Semua orang pasti pernah mengalami sakit hati. Mungkin karena dihina, difitnah, diputuskan, ditolak, dikecewakan, atau sebab-sebab lain. Rasa sakit hati itu wajar karena semua orang pernah mengalaminya, tetapi jangan dipelihara terlalu lama.

Jika rasa sakit hati itu terus-menerus dipikirkan, cepat atau lambat akan berubah menjadi kebencian. Dan kebencian yang dipelihara, cepat atau lambat akan menjadi dendam. Bagaimanapun juga, pada akhirnya, dendam selalu lebih merugikan diri sendiri daripada orang lain.

Sebenarnya disadari atau tidak, sakit hati, benci, dan dendam itu tidak akan berpengaruh bagi orang yang telah menyakiti kita, tetapi sebaliknya, rasa sakit hati itu akan menyerang diri kita sendiri. Rasa itu yang akan menyakiti dan merugikan kehidupan kita karena hanya membuang-buang waktu, tenaga, dan pikiran kita untuk membenci dan mengutuki orang lain.


Pikiran kita terfokus untuk mencari kesalahan dan kelemahan orang yang kita benci. Bukan kelegaan yang kita dapatkan melainkan rasa benci yang semakin menumpuk. Bukan kemajuan yang kita dapat tapi justru keterlambatan karena pikiran kita harus dibagi antara kebahagiaan yang ingin kita raih dengan mencari kesalahan orang yang kita benci.

Jadi, mungkin kita tidak bisa memaafkan karena kita masih 'mengira' bahwa rasa sakit itu hanya kita yang punya dan mengalaminya. Tidak ada satu pun di dunia yang pernah mengalaminya seperti kita. Jadi, selalu berdalih dengan mengatakan,"Kalian tidak tahu apa yang saya rasa. Kalian tidak tahu seperti apa sakit hatinya," dan lain sebagainya. Lalu pada akhirnya kita membenarkan diri kita sendiri bahwa tidak memaafkan tidak apa-apa karena sakit hati ini hanya kita yang merasa.

Padahal. di luar sana, ada begitu banyak orang di setiap hari, menit, dan detiknya, mengalami sakit hati atau kekecewaan yang sama. Tidak ada satu pun orang yang tidak pernah terluka atau kecewa seumur hidupnya. Itu sesuatu yang mustahil.

Karena itulah, mulai sekarang kita harus menyadari bahwa sakit hati bukan hanya kita yang mengalaminya, tetapi semua orang di seluruh dunia. Sakit hati bukan milik kita sendiri. Dan jika banyak orang yang bisa memaafkan, kenapa kita tidak bisa? Kita hanya harus menerima bahwa sakit hati yang kita terima itu adalah hal yang wajar, memaafkan, lalu berjalan kembali.

0 comments:

Post a Comment