Thursday, April 30, 2020

3 CARA AGAR KEINGINAN KITA CEPAT TERWUJUD

Gimana caranya kalau kita memiliki keinginan, cita-cita, tujuan yang akan kita wujudkan. Selain daripada usaha yang terus menerus dilakukan ada beberapa langkah yang sangat penting untuk kita lakukan dalam mencapai keinginan.

1. JUJUR KEPADA ALLAH

Kalau kita jujur kepada Allah, Allah pasti akan tolong. Apa sih maksudnya jujur kepada Allah? Kita kalau ada kepengen sesuatu libatkan Allah dong dalam kepengen kita dalam niat kita. Maksud libatkan Allah harus ada karena Allahnya. 

Pengen nikah kenapa? saya ingin masuk yurganya gak sendiri. Pengen nikah kenapa, saya ingin shalat tahajudnya ada yang bangunin. Pengen kuliah ambil jurusan a,b, atau c gapapa ga harus jurusan agamakan ada ilmu syariat ada ilmu sains.

Dan dua-duanya itu bisa jadi ilmu dunia bisa jadi ilmu akhirat. Ilmu dunia dan akhirat itu tergantung niatnya buat apa? orang kalau belajar ilmu sains niatnya untuk kebaikan itu niat akhirat loh. Makanya libatkan Allah dalam niat kita. 

Saya belajar desain karena ingin membantu dakwah lewat desain, saya belajar fotografi karena saya ingin dakwah lewat visual. Artinya libatkan Allah dalam proyek kita, kalau kita jujur dalam hal ini Allah pasti akan bantu banget.

2. JANGAN KHAWATIR

Jadi niat itu ada dua ada Khawatir dan ada azam. Kalau khawatir ini yang dimaksud keinginan sebentar yang terlintas saja kemudian hilang lagi. Misalnya kita melihat ada di story kita, ada anak yang hafal Qur'an tiga puluh juz. Ada lagi yang sedang travelling, lihat lagi ternyata ada yang lagi beli mobil baru. pengen punya seperti itu.

Gonta ganti terus tuh keinginannya ini namanya khawatir. Gak ada satupun yang terwujud. Dan itu kalau kebaikan pun tidak ada yang berpahala., kenapa? karena itu cuma terlintas. 

Sedangkan kalau azam keinginan yang kuat, belum terwujud aja itu sudah dapat pahala. Jadi kaya kita pengen ya bisa hafal Quran terus berhari-hari, berminggu-minggu berusaha untuk diwujudkan dalam usaha-usaha semaksimal mungkin.

Walaupun kita belum khatam tiga puluh juz kita sudah dapat pahala seperti khatam tiga puluh juz loh. Makanya kan keajaiban niat itu adalah niat itu ibadah. Kalau kita memperbanyak niat-niat yang baik. Niat doang itu ibadah tapi masuk ke kategori azam bukan dalam kategori khawatir.

Bener-bener pengen, duh pengen bisa umroh ketika ada temen kita berada di masjid nabawi. Lihat setiap hari gambar mekkah, madinah, lihat orang travel umroh, nganterin orang yang ingin naik haji karena kita ke pengen. 

Nah, ke pengen gini nih kalau kuat didalam hati kita namanya azam belum terwujud aja sudah seperti melakukannya dan InsyaAllah akan Allah wujudkan.

3. CEMBURU

Cemburu apa? cemburu pada orang yang kita jadikan inspirasinya. Contoh Zakaria, kenapa nabi zakaria bisa punya Nabi Yahya yang luar biasa karena cemburu pada maryam. 

Kenapa Imron bisa punya anak dan cucu yang luar biasa karena cemburu dengan Zakaria. Jadi kita kalau ingin punya satu keinginan yang ingin diwujudkan karena cemburu berat dalam kebaikan ya.

Misalnya melihat teman kita bisa sedekah bangun ini bangun itu, bantu anak yatim trus kita jadi cemburu yaAllah pengen banget bisa sukses secara bisnis financial saya pengen kaya gitu tuh sedekah. Maka kalau kita jujur cemburunya, jujur ke Allahnya. 

Allah wujudkan. Harus ada seseorang sosok tokoh yang kita cemburui berat maka Allah akan wujudkan tidak jauh dari itu.

Sumber : https://www.youtube.com/watch?v=SlQ97C9ccH4&t=127s

SELALU INGAT DENGAN-NYA APAPUN KONDISINYA - Inspirasi dari Hanan Attaki

Selagi senang maupun susah hati kita kadang berbeda untuk merasakannya. Terlepas dari suasana yang menggambarkan betapa diri ini memiliki rasa yang selalu terbayang yang indah-indah untuk mengingat sesuatu. 

Jangan ketika lagi ada butuhnya berusaha untuk mengeluarkan segala tenaga agar dikasihani oleh orang lain. Diri kita tidak akan sanggup jika tidak ada pertolongan dari-Nya. 

Apapun yang kita lakukan dekatkan diri kepada-Nya maupun senang ataupun susah jangan ketergantungan dengan manusia nanti bakalan kecewa. 

"Ingat aku ketika kamu lagi senang, ketika kamu lagi lapang, ketika kamu merasa gak butuh. Nanti aku akan ingat kamu ketika kamu lagi susah, lagi sempit, lagi butuh. 

Jangan cuma ingat Allah pas kita butuh, sehingga nanti Allah baru akan ingat kita di kebutuhan berikutnya. Karena Allah membalas perbuatan kita bukan langsung waktu itu. 
 
Jadi kalau kita mau di tolong ketika susah jadilah orang yang selalu mengingat Allah ketika kita senang, Said Ust Hanan Attaki."


Lagi ada masalah nih tetap ingat Allah. Gimana caranya ingat Allah ketika kita lagi senang? BERSYUKUR. Ketika dapat nikmat alhamdulillah, ini nikmat dari Allah. 

Di ingat. Allahnya di mention terus , di tag terus. Sehingga ketika kita nanti kekurangan, Allah akan bilang ini hambaku lagi kekurangan, aku bantu. Karena ketika aku kasih nikmat dia ingat aku. 

Begitu dia punya masalah, aku akan ingat dia. Dekatin terus sang pencipta maka hidup kita akan terasa aman dan hati kita akan terasa tentram. #Sharing

Tuesday, April 28, 2020

SAKIT HATI ITU WAJARKAH? - Coretan Inspirasi

 
"Kalau segala sesuatu dimasukkan hati, kita akan kelelahan sendiri."
(-ARA- The Amazing Of Ikhlas)

Semua orang pasti pernah mengalami sakit hati. Mungkin karena dihina, difitnah, diputuskan, ditolak, dikecewakan, atau sebab-sebab lain. Rasa sakit hati itu wajar karena semua orang pernah mengalaminya, tetapi jangan dipelihara terlalu lama.

Jika rasa sakit hati itu terus-menerus dipikirkan, cepat atau lambat akan berubah menjadi kebencian. Dan kebencian yang dipelihara, cepat atau lambat akan menjadi dendam. Bagaimanapun juga, pada akhirnya, dendam selalu lebih merugikan diri sendiri daripada orang lain.

Sebenarnya disadari atau tidak, sakit hati, benci, dan dendam itu tidak akan berpengaruh bagi orang yang telah menyakiti kita, tetapi sebaliknya, rasa sakit hati itu akan menyerang diri kita sendiri. Rasa itu yang akan menyakiti dan merugikan kehidupan kita karena hanya membuang-buang waktu, tenaga, dan pikiran kita untuk membenci dan mengutuki orang lain.


Pikiran kita terfokus untuk mencari kesalahan dan kelemahan orang yang kita benci. Bukan kelegaan yang kita dapatkan melainkan rasa benci yang semakin menumpuk. Bukan kemajuan yang kita dapat tapi justru keterlambatan karena pikiran kita harus dibagi antara kebahagiaan yang ingin kita raih dengan mencari kesalahan orang yang kita benci.

Jadi, mungkin kita tidak bisa memaafkan karena kita masih 'mengira' bahwa rasa sakit itu hanya kita yang punya dan mengalaminya. Tidak ada satu pun di dunia yang pernah mengalaminya seperti kita. Jadi, selalu berdalih dengan mengatakan,"Kalian tidak tahu apa yang saya rasa. Kalian tidak tahu seperti apa sakit hatinya," dan lain sebagainya. Lalu pada akhirnya kita membenarkan diri kita sendiri bahwa tidak memaafkan tidak apa-apa karena sakit hati ini hanya kita yang merasa.

Padahal. di luar sana, ada begitu banyak orang di setiap hari, menit, dan detiknya, mengalami sakit hati atau kekecewaan yang sama. Tidak ada satu pun orang yang tidak pernah terluka atau kecewa seumur hidupnya. Itu sesuatu yang mustahil.

Karena itulah, mulai sekarang kita harus menyadari bahwa sakit hati bukan hanya kita yang mengalaminya, tetapi semua orang di seluruh dunia. Sakit hati bukan milik kita sendiri. Dan jika banyak orang yang bisa memaafkan, kenapa kita tidak bisa? Kita hanya harus menerima bahwa sakit hati yang kita terima itu adalah hal yang wajar, memaafkan, lalu berjalan kembali.

Monday, April 27, 2020

BISAKAH KITA MENGHINDAR DARI RISIKO? - Coretan Inspirasi

"Kalau kita sudah memahami nahwa risiko selalu ada, akan mempermudah kita 
dalam menghadapinya."
(-ARA- The Power Of Ikhlas)

"Dunia merupakan tempat yang sangat luas bagi kita, terlalu banyak hal yang sedang terjadi, terlalu banyak kekerasan dan kejutan. Cobalah kalau tidak percaya, Anda akan selalu mendapati diri kita tertinggal di belakang. Membutuhkan usaha yang terus-menerus untuk membuat anda bertahan, akan tetapi sayangnya, Anda masih saja ketinggalan.

Penemuan di bidang sains sangat luar biasa dan Anda pasrah saja menerimanya. Dunia politik terjadi dengan cepat, Anda kehabisan napas untuk terus mengikuti siapa yang masuk dan siapa yang keluar. Semuanya dalam tekanan yang sangat tinggi. Manusia tidak lagi mampu bertahan."

Tebak, tahun berapa jurnal itu dibuat? Jika anda mengira ini tahun 80 atau 90-an anda salah. mendekati pun tidak. Ini adalah salinan dari sebuah tulisan yang dimuat dalam Atlantic Journal,16 Juni, 1833 atau lebih dari 170 tahun yang lalu! 

Jadi, siapa bilang risiko itu hanya ada di zaman sekarang ini? Setiap zaman selalu memiliki risiko dan setiap orang harus bertahan sesuai keadaannya. Tetapi zaman sekarang lebih sulit? Tidak juga. Sama. Zaman dulu risiko tidak sebesar sekarang, tapi ilmu pengetahuan, peralatan, dan teknologinya tidak sebagus sekarang.


Risiko yang sekarang memang mungkin lebih besar, tapi alat bantu dalamnya menyelesaikannya juga lebih bagus. Jadi, secara perhitungan logis, kadar tingkat risikonya tetap sama pada tiap zaman.

Kalau begitu kesimpulannya adalah sangat sederhana Kita tidak bisa menghindar dari risiko. Kita harus menerima kenyataan bahwa apa pun memiliki risiko. Semakin besar kesuksesan yang kita inginkan, semakin besar pula risikonya. Bukankah semakin tinggi letak kita berdiri, semakin kencang pula anginnya?

Karena itulah, jika mendapatkan sesuatu, tidak ada cara lain selain menghadapi risiko tersebut. Menghindarinya akan membuat kita semakin jauh dari apa yang kita inginkan. Dan karena kita sudah memahami bahwa risiko ada dalam setiap sendi kehidupan, berarti seharusnya kita sudah mempersiapkan diri untuk mengatasinya.

Sunday, April 26, 2020

RASA YANG MEMBUAT KITA JADI SAKIT HATI - Inspirasi dari Hanan Attaki

Perasaan seseorang kalau sedang jatuh cinta tidak bisa dipaksa untuk menghentikan rasa yang sedang menggebu-gebu didalam hatinya. Mengapa? karena itu bisa saja membuat hati kita merasa ada yang memperhatikan dan menyayangi tetapi rasa sayang yang didapat hanya nafsu sesaat. Cinta yang sesungguhnya tidak membuat hati merasa hanya dia yang patut dicintai. Bukan, melainkan cinta seperti itu yang membuat kecewa.

"Ada satu hal yang perlu kita coba sadari betul dan kita bangun di dalam diri kita. Bahwa cinta itu adalah anugrah dari langit, bahwa cinta itu adalah pemberian dari Allah Subhana Wa Ta'alla. Dan tidak mungkin Allah memberikan rasa cinta yang membuat seorang hamba bertambah dosa itu gak mungkin. Yang menambah dosa, yang menambah kejauhan kita dari Allah Subhana Wa Ta'alla pasti bukan cinta, Said Ust Hanan Attaki."


Jadi kalau ada rasa yang membuat kita tidak khusyuk dalam sholat pasti bukan cinta. Kalau ada rasa yang bikin kita jadi sakit hati pasti bukan cinta. Kalau ada rasa yang kemudian bikin kita malah melakukan perbuatan-perbuatan yang Allah tidak suka pasti itu bukan cinta. Itu dengan wassawisu syaiton yang ada di dalam nafsu manusia. Sedangkan cinta semua berasal dari Allah Subhana Wa Ta'alla. #Sharing

Friday, April 24, 2020

TIDAK BOLEH MERASA LEBIH DARI MEREKA - Inspirasi dari Hanan Attaki

Apapun yang kita miliki saat ini pekerjaan, jabatan, keahlian dalam bidang lainnya semua hanya titipan sementara. Setiap sesuatu yang dititipkan akan kembali kepada sang pemilik segalanya. Kemampuan apapun yang kita punya tidak terlepas dari perjuangan jasa orang tua yang telah mendidik hingga anaknya mencapai keberhasilan.

Orang tua sangat bangga ketika anaknya berhasil, karena generasi penerus yang dimiliki orang tua hanya anak yang bermanfaat. Sebagai anak kita benar-benar harus taat dan patuh apa kata orang tua yang telah membesarkan kita tanpa pernah kenal lelah. Jangan membalas dengan keegoan yang membuat orang tua kita bersedih.

"Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh rasa kasih sayang. Rendahkan dirimu. Tidak boleh seorang anak walaupun dia seorang profesor, walaupun dia seorang pengusaha sukses, walaupun pendidikannya tinggi, walaupun wawasannya luas, walaupun hartanya berlimpah. Sama sekali kita tidak boleh merasa lebih dari mereka.


Kenapa? Ketika kita merasa lebih dari orang tua kita, menunjukkan kebodohan kita di hadapan Allah Subhana Wa Ta'alla. Allah tidak menyebut kita sebagai orang yang bijaksana, orang yang berilmu, orang yang alim, tidak disebut orang yang cerdas, tidak disebut itu di dalam Al Quran kalau kita tidak bisa merendahkan diri kita di hadapan orang tua kita. Bukan rendah hati bahkan rendah diri di hadapan orang tua kita, Said Ust Hanan Attaki."

Orang tua mengetahui segalanya baiknya diri kita, suksesnya hidup kita peran orang tua sangat penting. Maka dari itu patuhilah apa yang orang tua katakan. Karena orang tua tahu apa yang terbaik buat diri kita, sebenarnya kita sebagai anak tidak tahu apa-apa yang terbaik buat diri kita kalau tidak adanya nasehat dari orang tua kita. #Sharing

Monday, April 20, 2020

BELAJAR HIDUP BERJUANG DENGAN SABAR DARI SEEKOR KUPU-KUPU - Coretan Inspirasi

Pada suatu ketika, seseorang menemukan kepompong.

Terlihat satu lubang kecil muncul. Dia pun duduk mengamati calon kupu-kupu yang berjuang keluar melewati lubang kecil itu.

Tapi, tak lama kemudian kupu-kupu berhenti, tak membuat gerakan apa pun. Kelihatannya dia telah berusaha semampunya dan tidak bisa lebih jauh lagi.

Akhirnya, orang tersebut memutuskan untuk membantunya. Dia mengambil sebuah gunting dan memotong sisa kekangan dari kepompong itu.
Kupu-kupu tersebut keluar dengan mudahnya. Orang tersebut bergembira karena telah melepaskan kesulitan yang diderita oleh kupu-kupu itu. Namun, kupu-kupu tadi tubuhnya gembung dan kecil, sayap-sayapnya mengerut.

Orang tersebut terus mengamatinya, karena dia berharap sayap-sayap itu akan mekar dan melebar sehingga mampu menopang tubuhnya, yang mungkin akan berkembang seiring dengan berjalannya waktu.

Baca Juga : Hadapi Hidup Ini Apa Adanya

Kenyataannya, kupu-kupu itu menghabiskan sisa hidupnya dengan merangkak di sekitarnya dengan tubuh gembung dan sayap-sayap yang mengerut.

Dia tidak pernah bisa terbang. Ternyata, kepompong yang menghambat dan perjuangan yang dibutuhkan kupu-kupu untuk melewati lubang kecil adalah jalan Allah untuk mengalirkan cairan dari tubuh kupu-kupu itu ke dalam sayap-sayapnya sehingga dia akan siap terbang begitu memperoleh kebebasan dari kepompong tersebut.

Kita belajar bahwa kadang-kadang dalam hidup ini kita butuh perjuangan.

Ketika hidup ini berjalan tanpa ujian dan cobaan, kita mungkin justru akan lumpuh.

Kita mungkin tidak sekuat yang semestinya dibutuhkan untuk menopang cita-cita dan harapan yang kita mintakan. Percayalah, Allah itu Maha Pengasih dan Maha Penyayang.

Allah itu cinta sama kamu, iya kamu :)

(Sumber : @nasihatku - Ya Allah Aku Mah Apa Atuh. Tanpa cintamu, aku bukanlah apa-apa)

Sunday, April 19, 2020

JANGAN MENCARI KESALAHAN ORANG LAIN -Inspirasi dari Hanan Attaki

Tidak ada orang yang sempurna melainkan orang-orang yang ingin memperbaiki diri. Jangan pernah mencari kesalahan orang lain karena diri kita perlu bercermin apakah yang dilakukan oleh diri kita sudah baik atau benar atau malah sebaliknya. 

Jangan cari-cari kesalahan, kenapa? karena tidak dicari aja ketemu ngapain dicari-cari. Pasti ketemu, insyaAllah pasti ketemu karena manusia tempatnya salah dan khilaf.

"Gak usah dicari kesalahan seseorang sehingga kalau kita cari teman yang sholeh. Ada teman kita yang ngajakin hijrah, kita jadi rajin solat subuh. 

Subuh sudah adzan terus miscall-miscall kita terus, setahun kita reject terus. Lama-lama Allah kasih kita hidayah akhirnya kita jadi rajin solat subuh diajak dia, jadi ke taklim kemudian hijrah.

Suatu saat dia lengah lagi lemah imannya, kita yang lagi rajin-rajinnya beribadah. Kita lihat dia melakukan satu kesalahan misalnya subuh-subuh kita ngejapri dia ga dibalas-balas kemudian balasnya baru jam delapan, subuhnya kesiangan. Dia itu manusia bahkan dia telah mengakui bahwa dia telat gimana ya iman saya lagi lemah.

Baca Juga : Cara Membentuk Rasa Di dalam Hati

Disitulah tugas mukmin untuk mengingatkan bukan malah menjudge, menghakimi bahwa dia selama ini munafik ngajak-ngajak hijrah ternyata kamu sendiri tidak. 

Sapa tau dengan mengatakan kebaikan, mengajak orang kepada kebaikan kita jadi termotivasi untuk mengamalkannya. Kita jangan langsung menghakim kepada teman kita yang sedang lemah imannya, kamu munafik. 

Jangan cela dia karena bisa jadi dia yang kita cela lebih baik di sisi Allah dari pada kita yang mencela, Said Ust Hanan Attaki."

Mesti saling mengingatkan dalam kebaikan karena setiap kebaikan yang kita tularkan akan mengalir juga terhadap diri kita. 

Semakin banyak orang baik semakin indah hidup ini. Jangan pernah mencela apa yang ada pada diri orang lain, intropeksi diri saja itu yang lebih baik. #Sharing

Thursday, April 16, 2020

HADAPI HIDUP INI APA ADANYA - Coretan Inspirasi


Kondisi dunia ini penuh kenikmatan, banyak pilihan, penuh rupa, dan banyak warna. Semua itu bercampur baur dengan kecemasan dan kesulitan hidup. Dan. kita ada bagian sari dunia yang berada dalam kesukaran.

Kita tidak akan pernah menjumpai seorang ayah, istri, kawan sahabat, tempat tinggal, atau pekerjaan yang padanya tidak terdapat sesuatu yang menyulitkan. Bahkan, kadangkala justru pada setiap hal itu terdapat sesuatu yang buruk dan tidak kita sukai. Maka dari itu, padamkanlah panasnya keburukan pada setiap hal itu dengan dinginnya kebaikan yang ada padanya. itu kalau kita mau selamat dengan adail dan bijaksana. Pasalnya, betapapun setiap luka ada harganya.

Baca Juga : Aku Mah Apa Atuh, Rencana Allah Selalu Yang Terbaik!

Allah menghendaki dunia ini sebagai tempat bertemunya dua hal yang saling berlawanan, dua jenis yang saling bertolak belakang, dua kubu yang saling berseberangan, dan dua pendapat yang saling berseberangan. Yakni, yang baik dengan yang buruk, kebaikan dengan kerusakan, kebahagiaan dengan kesedihan.

Dan setelah itu, Allah akan mengumpulkan semua yang baik, kebagusan dan kebahagiaan itu di surga. Adapun yang buruk, kerusakan dan kesedihan akan dikumpulkan di neraka. Maka, jalanilah hidup ini sesuai dengan kenyataan yang ada. Jangan larut dalam khayalan. Dan, jangan pernah menerawang ke alam imajinasi.

Hadapi kehidupan ini apa adanya; kendalikan jiwa kita untuk dapat menerima dan menikmatinya! Bagaimanapun, tidak mungkin semua teman tulus kepada kita dan semua perkara sempurna di mata kia. Sebab, ketulusan dan kesempurnaan itu ciri dan sifat kehidupan dunia.

Bila kita merapatkan barisan, menyatukan langkah, saling memaafkan dan berdamai kembali, mengambil hal-hal yang mudah kita lakukan, meninggalkan hal-hal yang menyulitkan, menutup mata dari beberapa hal untuk saat-saat tertentu, meluruskan langkah, dan mengesampingkan berbagai hal yang mengganggu.

Sunday, April 5, 2020

5 HAL YANG BISA KITA SYUKURI TERUS MENERUS SEPANJANG HIDUP INI

Apa yang dimiliki orang lain terkadang terbesit dipikiran kita ingin memiliknya. Bukan hanya ingin memiliki bahkan rasa lebih didalam diri untuk mendapatkan yang tidak dimiliki orang lain suka terlintas dibenak kita. Ini semua terjadi karena kita belum merasa puas dengan apa yang kita punya sekarang. Untuk itu apa aja sih hal yang bisa kita syukuri terus menerus agar hidup kita selalu bahagia dengan apa yang kita punya.

1. KELUARGA

Tak ada alasan bagi kita untuk tidak mensyukuri keluarga yang kita miliki. Kita punya ayah, ibu, saudara, adik, istri, anak, dan seluruh anggota keluarga kita. Kita bersyukur dikelilingi keluarga yang mencintai dan menyayangi kita. Sebagian kita mungkin sudah ditinggal ayah atau ibunya. dan bahkan sudah ditinggal keduanya. Jika orang tua masih ada di samping kita, sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangi kita.

Berilah kebahagiaan kepada mereka, alih-alih membuat mereka justru bersedih. Jika orang tua sudah tiada, doakanlah mereka. Panjatkan doa-doa terbaik untuk mereka dalam setiap shalat kita. Lakukanlah kebaikan agar kelak menjadi amal jariyah yang pahalanya juga mengalir bagi orang tua kita.

2. KESEHATAN

Kata Nabi Saw, di antara nikmat yangsering diabaikan manusia adalah nikmat sehat. Ketika sehat, kita lupa untuk menjaga kesehatan, kita seakan-akan tidak sadar bahwa kapan saja Allah bisa menguji kita dengan sakit. Ketika sehat, kita tak pernah menggunakan tubuh kita yang sehat untuk beribadah, mengisi hari-hari dengan kebaikan. Tapi, saat sakit menimpa, kita buru-buru ingat kepada Allah. Kita membasahi bibir dengan terus mengucap zikir.

Kita baru sadar bahwa melalui sakit, Allah Swt bisa mencabut nikmat hidup dari kita. Astagfirullah.
Maka pergunakanlah masa-masa sehat kita untuk terus memupuk kebaikan, memperbanyak amal saleh, dan berbagi kebaikan dengan sesama.

3. HAL-HAL KECIL

Pernahkah memperhatikan dan mencium bunga mawar? Mungkin terdengar biasa, dan bahkan konyol, tetapi cobalah lain kali. Ada banyak hal kecil yang harus kita syukuri. Seperti hangatnya sinar matahari, suara burung di pagi hari, tetesan hujan setelah seharian panas, dan masih banyak lagi. Menurut suatu studi di Amerika Serikat. Salah satu komponen hidup bahagia adalah jika kita bersyukur atas hal-hal kecil yang terjadi.

Baca Juga : 5 Cara Kunci Sukses Steve Jobs Pemilik Produk Apple

4. TEMAN DAN SAHABAT

Kata Nabi Saw "Mukmin kuat yang pandai bergaul dan sabar menghadapi lika-liku pergaulan lebih baik daripada mukmin lemah yang tidak pandai bergaul dan tidak sabar menghadapi lika-liku pergaulan" (HR Al-Tirmidzi).

Apa maksud hadis ini? Perbanyaklah teman, tapi jangan salah pilih teman. Bertemanlah dengan siapa saja yang bisa menuntun kita ke jalan kebaikan. Bersyukurlah bila memiliki teman dan sahabat yang senantiasa mendoakan saat kita senang dan bahagia, serta mendukung dan menguatkan saat kita terpuruk.

5. MASA KINI 

Bersyukurlah untuk pekerjaanmu saat ini, walau kamu tak menyukainya. Bersyukurlah untuk kendaraan yang kamu miliki, sepeda, motor, ataupun mobil. Semua hal ini membuat hidupmu menjadi lebih mudah. Kenapa tidak mensyukurinya?

Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kamu akan menambah (nikmat) kepadamu.
(QS Ibrahim [14] : 7)

Hal-hal yang kita hargai, pelihara, dan jaga akan terus meningkat dalam hidup. Kelimpahan dimulai dengan rasa syukur.

Dengan rasa syukur yang tulus, kita menghargai apa yang telah kita miliki, yang selanjutnya akan mendorong kita secara mental, spritual, dan fisik untuk mencapai apa saja yang menjadi tujuan kita.

Bagaimana mungkin kita mendapatkan hal-hal yang lebih besar, bila kita tidak bersyukur atas apa yang telah kita miliki saat ini?

(Sumber : @nasihatku - Ya Allah Aku Mah Apa Atuh. Tanpa cinta-Mu, Aku bukanlah apa-apa)

Saturday, April 4, 2020

AKU MAH APA ATUH, RENCANA ALLAH SELALU YANG TERBAIK! - Coretan Inspirasi

Namaku Reni. Aku terlahir sebagai seorang perempuan cacat, tanpa tangan, dan ditinggal begitu saja oleh orangtuaku. Begitu yang diceritakan Bi Asih, pengasuhku.

Aku tumbuh dan berkembang mandiri. Menulis, makan, dan memakai baju. Aku melakukannya sendiri. Aku tak mau diperlakukan istimewa yang justru hanya akan membuat orang memandang sebelah mata kepadaku.

Sejak SMP aku sudah mulai berhijab. Aku memakainya sendiri, tak mau mengandalkan orang lain. Memasuki bangku kuliah, aku juga pergi sendiri, naik bus menuju kampus. Aku tak pernah malu orang lain memandangku dengan tatapan aneh. Aku hanya ingin mereka tahu, aku bisa melakukan apa pun sendiri. Kekurangan adalah kelebihanku.

Lulus kuliah aku aktif di yayasan sosial yang menampung anak-anak berkebutuhan khusus. Aku dengan sabar mengajari mereka. Aku merasakan betapa mereka berkeinginan kuat untuk belajar, tapi butuh waktu. Kita saja yang perlu bersabar mengajari mereka.

Aku tak pernah punya pacar. Aku memang memiliki prinsip untuk tak berpacaran. Aku yakin, Allah Maha Mengatur segalanya. Allah selalu punya rencana terbaik, termasuk soal jodohku. Dengan kondisiku yang seperti ini, Allah pasti punya skenario yang mahaindah untuk kehidupanku.

Dan Mahabenar keputusan Allah. Aku bertemu seorang lelaki di tempat aku mengisi hari-hariku. Namanya Hari. Lelaki itu terlihat sebagai sosok yang baik, mengasihi, dan tak pernah menganggapku beda. Kami berkenalan dan saling berbagi cerita. Kami pun mulai dekat, dan tak lama kemudian Mas Hari menyatakan keinginannya untuk menikah denganku.

Baca Juga : Delapan Kebohongan Seorang Ibu

Masya Allah! Alhamdulillah! Aku selalu percaya bahwa ini adalah rencana Allah, aku kemudian mulai mengenal keluarga Mas Hari. Ternyata, Mas Hari adalah anak seorang komisaris salah satu bank di Indonesia. Mereka tak pernah memandangku berbeda, mereka memperlakukanku dengan penuh cinta.

Lalu, nikmat Tuhan mana yang pantas aku dustakan?

Apa yang bisa dipetik dari cerita di atas? Dari kisah ini kita belajar, jangan pernah berputus asa dari rahmat Allah. Allah mahakuasa dan Maha Mengatur segalanya. Dialah Sang Maha Memelihara dan Menjaga hidup manusia.

(Sumber : @nasihatku - Ya Allah AKu Mah Apa Atuh. Tanpa cintamu, aku bukanlah apa-apa)