Friday, March 20, 2020

REVIEW BUKU | STEVE JOBS SANG LEGENDA TEKNOLOGI DUNIA - Penulis Muhammad Vito Andolini


Assalamua'alaikum man teman semoga Allah selalu melindungi kita dari segala marabahaya dan penyakit yang sekarang lagi menyebar. Aamiin.

Nih buku yang saya janjikan beberapa minggu yang lalu tentang orang yang sukses di dunia teknologi dengan produk yang semua orang pasti tahu. Apa itu? yah betul sekali produk Apple siapa yang tidak kenal selalu memberikan inovasi terbarunya dengan peminat yang membludak untuk mempunyai merek tersebut. Karena kualitas yang sudah tidak diragukan lagi.

Kenapa jadi promosi ya? haha, oke lanjut.

Bolehkan ya cerita sedikit. Sebenarnya buku ini sudah lama saya beli, dan sudah dibaca sebelumnya tapi belum sempat untuk direview aja. Karena kalau baca buku ini merasa untuk semangat dalam mencapai tujuan. Steve Jobs yang memulai pekerjaan yang dia sangat cintai membawakan hasil yang memuaskan.

Buku ini berisi kisah perjalanan Steve Jobs mulai dari hanya membuka bisnis dari garasi rumah, hingga putus kuliah, karena keyakinannya yang begitu besar terhadap teknologi dia mengorbankan pendidikannya untuk fokus terhadap apa yang dia inginkan. Ini dinamakan pilihan hidup, harus berani mengambil resiko yang sudah diambil. Bukan hanya mencoba tapi tidak bertanggung jawab apa yang sudah kita pilih.

Beberapa tips sukses Jobs juga dituliskan yaitu tentang 5 cara kunci sukses Steve Jobs  menjadikan diri kita lebih produktif lagi untuk mencapai apa yang kita inginkan.

Kegagalan-kegagalan yang Jobs alami tidak menyurutkan semangatnya untuk tetap fokus pada tujuan. Tidak secara instan mendapatkan semuanya, produk yang telah diciptakan ketika dipasarkan ada yang tidak laku bahkan penyusutan harga yang begitu drastis dari penjualan sebelumnya tidak membuatnya menyerah. Malah mencoba untuk melihat kekurangan suatu produk dan melakukan yang lebih baik lagi. Itulah semangat yang ada pada diri Jobs.

Bagian yang saya suka tentang mindset yang dimiliki Jobs.

MASA DEPAN DIMULAI DARI SEKARANG

Mindset yang ada dan digunakan mayoritas manusia modern adalah bekerja untuk penghidupan. Kita lahir, tumbuh besar, bersekolah, lulus, kemudian bersaing di dunia kerja. Setelah bekerja pun masih memikirkan segala kebutuhan dan jaminan masa tua setelah pensiun.

Seperti itulah pola yang terjadi dari tahun ke tahun pasca revolusi industri di Inggris. Kebanyakan orang hanya mencari titik aman untuk menopang hidupnya. Sangat sedikit dari kita yang berani bertaruh menciptakan sesuatu yang berbeda, karena pertimbangan risiko ke depannya.

Mengekor arus utama itu mudah. Tapi, menjadi seorang pionir adalah hal yang sulit. Akan menjadi lebih sulit apabila hanya dipikirkan dan diangankan saja. Masa depan pun akan menjadi demikian, andai setiap orang tidak bergerak mewujudkannya.

Setidaknya, bagi seorang Steve Jobs, gairah dan niat untuk mengawali suatu perubahan adalah separuh dari perubahan itu sendiri. Tanpa keinginan, gairah, dan niat, perubahan itu tidak akan pernah ada. Di masa mudanya, Jobs, memiliki visi berbeda dari yang lain dalam memandang dunia. Bagi Jobs, membuat suatu inovasi berarti menyederhanakan masa depan.

Coba kita renungkan, untuk apa sebuah inovasi dilahirkan kalau pada akhirnya hanya akan membuat rumit dan menambah masalah saja. Dengan kata lain, visi Jobs tentang dinamika kehidupan di masa depan, diawali dengan keberanian mengubah mindset kita yang terlalu umum.  

Mindset yang terlalu umum hanya akan melahirkan sekumpulan pengekor yang tidak akan pernah menjadi pionir dalam hal apapun. Sederhananya, orang-orang seperti itu tidak akan pernah menciptakan inovasi yang bermanfaat untuk diri sendiri dan orang lain.

1. Cintai Apa yang Kamu Kerjakan

Sosok visioner adalah karakter yang melekat kuat pada diri. Steve Jobs muda."Hal yang paling saya sukai dalam hidup adalah ketika tidak mengeluarkan uang untuk apapun itu. Bagi saya sudah sangat jelas bahwa aset yang paling berharga adalah waktu." Itulah semboyan Jobs muda yang begitu menghargai waktu sebagai aset hidup paling berharga. Jobs, selalu menggunakan setiap waktunya untuk memandang jauh ke depan.

Baca Juga : Review Buku | Generasi Emas (100 Cara Menjadi Generasi Unggul, Berprestasi, dan Berkonstribusi

Di masa sekarang, kita memiliki mimpi. Sedangkan di masa depan pilihannya adalah menikmati atau hanya mengenang mimpi-mimpi di masa lalu. Jobs muda yang sangat gandrung teknologi bahkan terus memutar otaknya agar di masa depan, apa yang dilakukannya sekarang bisa bermanfaat bagi dunia.

Bagi Jobs, mudah saja mewujudkan segala ide yang bersinggungan dengan seba serbi teknologi, karena ia sendiri menganggap teknologi adalah bagian dari hidupnya."Salah satu cara agar dapat menyelesaikan suatu pekerjaan besar adalah mencintai apa yang kamu kerjakan," kata Jobs. Mencintai adalah syarat mutlak suatu totalitas terhadap sesuatu. Sedangkan totalitas sendiri pada akhirnya dapat menjadi penentu kesuksesan apa yang kita kerjakan.

2. Piilihan Hati

Salah satu hal penting yang menjadi awal lompatan hidup Jobs adalah pilihan. Jobs, dalam pidatonya di Stanford University, Amerika Serikat, berkata di hadapan para civitas akademik,"Saya termasuk beruntung karena sejak muda telah mengetahui apa yang saya sukai." Kalimat yang singkat tersebut menunjukkan bahwa Jobs memang secara sadar telah memilih jalan hidupnya berdasar apa yang ia sukai.

Jobs yang sangat menyukai teknologi khusus bidang elektronika secara sadar atau tidak sadar telah menentukan hal itu kelak yang akan ia tekuni sebagai jalan hidup. Puluhan tahun kemudian memang dunia membuktikan, apa yang Jobs pilih berdasar dorongan hati, akhirnya menjadi jalan perubahan hidup yang luar biasa tidak hanya bagi dirinya, namun juga bagi banyak orang di seluruh dunia.

Tidak banyak orang yang berani mengawali mimpi di usia 20 tahun seperti Jobs. Menentukan pilihan di usia yang masih sangat muda memang sesuatu yang berat. Emosi dan kematangan berpikir yang belum terbentuk, kadangkala menjadi musuh paling berat dalam dirinya.

Jobs telah berhasil meyakinkan dirinya sendiri bahwa masa depan memang harus dimulai dari sekarang, karena satu waktu tidak dapat berkompromi lagi meski hanya satu detik saja. Apa yang kita lakukan pada saat ini, sedetik kemudian telah usang dan menjadi sejarah.

Buku ini bagus untuk semua orang yang ingin mencapai tujuan dengan fokus. Jobs mengajarkan menggunakan waktu agar tidak sia-sia. semoga bermanfaat ya man teman dan saya tidak punya hutang lagi tentang buku ini. Tunggu review berikutnya yaa..

0 comments:

Post a Comment