Tuesday, March 10, 2020

KISAH KETIKA KALAH DALAM PERLOMBAAN - Coretan Inspirasi


"Masalah pasti akan terjadi. Kita tidak bisa ameminta Tuhan untuk selamanya tidak mendapat masalah. Tetapi kita bisa meminta Tuhan agar diberi kekuatan untuk menghadapinya." 
(-ARA- The Amazing Of Ikhlas)

Suatu ketika, ada sebuah lomba mpbil balap mainan. Hanya tersisa empat orang anak di babak final. Setiap anak mulai bersiap di garis start untuk mendorong mobil mereka kencang-kencang. Di setiap jalur lintasan, telah siap empat mobil, dengan empat jalur terpisah di antaranya,. Namun, sesaat kemudian, ada seorang anak yang meminta waktu sebentar sebelum lomba dimulai. Ia tampak berkomat-kamit seperti sedang berdoa.

Matanya terpejam, dengan tang bertangkup memanjatkan doa, Lalu, semenit kemudian, ia berkata,"Ya, aku siap!" 

Dor!!
Pertandingan telah dimulai. Semua mobil meluncur dengan cepat. Setiap orang bersorak-sorai, bersemangat, menjagokan mobilnya masing-masing. Setelah beberapa lama, ternyata mobil anak yang berdoa tadilah yang mencapai garis finish pertama kali.

Baca Juga : Jangan Terlalu Risau Dengan Rezeki Kita

Saat pembagian piala tiba, anak itu maju ke depan dengan bangga. Sebelum piala itu diserahkan, ketua panitia bertanya. "Hai jagoan, kamu tadi pasti berdoa kepada Tuhan agar kita menang, ya? Lihat, doamu dikabulkan."

Anak itu terdiam."Bukan, Pak, bukan itu yang aku doakan."

Ia lalu melanjutkan,"Sepertinya,, tidak adil meminta pada Tuhan untuk menolongku mengalahkan orang lain. Aku hanya berdoa pada Tuhan agar aku tidak menangis kalau aku kalah."

Semua hadirin terdiam mendengar hal itu. Setelah beberapa saat, terdengar gemuruh tepuk tangan memenuhi ruangan.

Seorang anak kecil saja, meskipun belum diketahui apakah cerita tersebut kisah nyata atau tidak, menyadari bahwa kekalahan adalah hal yang biasa. Terpenting, dia tidak menangis ketika menerimanya. Sebenarnya sangat wajar kalau dia menangis karena dia adalah anak kecil. Yang dia maksud dengan 'tidak menangis' adalah 'agar dia kuat' menghadapi kekalahannya.

Jadi, sebenarnya beberapa hal buruk di dunia ini adalah hal yang biasa terjadi. Mungkin kitanya yang memandangnya secara berlebihan sehingga bukannya menghadapinya, kita malah meratapiny.

Ibaratnya, kita tidak hanya harus kuat menghadapinya. Jadi, jangan terlalu mengeluhkan keadaan yang menimpa kita. Apa pun itu. Terkejut dan menangisinya mungkin boleh dan wajar. Tapi harus ada batas waktunya. Tidak boleh terlalu lama meratap. Kita harus berjalan kembali.

Kenapa?

Karena kita tidak mungkin tidak menerima masalah sama sekali. Masalah itu selalu ada dan setiap orang di seluruh dunia pernah atau malah sedang mengalaminya. Yang bisa kita lakukan adalah menerima bahwa hal itu menimpa kita, menghadapinya, lalu berjalan kembali. Tidak ada cara kaib. Jika tidak, kita akan ketinggalan dengan orang lain. 

0 comments:

Post a Comment