Tuesday, March 31, 2020

CARA MEMBENTUK RASA DI DALAM HATI - Inspirasi dari Hanan Attaki

Mengagumi beberapa tokoh yang tidak lain untuk membangkitkan semangat saat melihat kisah yang diceritakannya begitu menginspirasi. Kemudian merasakan ilmu yang kita pelajari terkadang membutuhkan rasa untuk mendapatkan apa yang kita inginkan. Bukan tentang mempelajari tapi tentang rasa yang datang ke dalam hati kita untuk menerima apa yang di pelajari. Semua butuh yang namanya rasa untuk terus teringat dan menjadikan gambaran inspirasi untuk diri kita.

"Sesuatu tidak disebut pelajaran kalau sekedar kita mendengar lalu menjadi tahu dan itu namanya wawasan. Sesuatu baru disebut menjadi hikmah menjadi pelajaran. Ketika dia membentuk rasa bukan hanya ketika dihafal atau sekedar diketahui itu belum menjadi ilmu. Kalau sekedar dihafal dan diketahui saja maka orang yang tidak beriman juga bisa melakukannya. Tapi tidak merubah rasa apapun di hati mereka, di dalam perasaan mereka, Said Ust Hanan Attaki."

Baca Juga : Jangan Mencari Kesalahan Orang Lain

Sedangkan tujuan Allah mengangkat kisah-kisah di dalam Al Quran dan nabi menyampaikan di dalam sunnah baik kisah beliau sendiri dan bentuk adegan-adegan sirah maupun kisah-kisah sebelumnya dalam bentuk hadist-hadist yang panjang tujuannya apa? Supaya membentuk rasa di dalam diri kita. Rasa apa? banyak, diantara rasanya misalnya rasa suka dan tidak suka minimal banget rasa respect ataupun ngefans dengan tokoh-tokoh sholih.

Rasa datang ketika kita melibatkan Allah untuk selalu hadir didalam hati kita. Memperbanyak mengingat Allah dengan selalu berdzikir agar Allah memudahkan kita untuk meresapi ilmu yang kita pelajari akan menjadi berkah. Berusaha untuk terus menjauhi laranganNya dan selalu berdoa untuk diberikan hati yang ikhals dan sabar dalam menerima apapun untuk dijadikan pelajaran di dalam hidup kita. #Sharing

Monday, March 30, 2020

LUAPAN HATI, SURAT UNTUK CORONA - Penulis Vilas

Kedatangan kamu yang tidak terduga membuat semua orang panik tak terkendali. Betapa besar pengaruhnya terhadap orang yang berada disekitar. Tidak pandang bulu siapapun akan didekatinya. Awalnya hanya satu sampai dua orang kini bisa ratusan bahkan ribuan engkau dekati. Sebenarnya apa yang kamu inginkan? Apa ini semua karena kemarahan kamu yang tidak kunjung terluapkan selama ini.

Perubahan yang terjadi dari yang terlihat segar, kuat, bugar begitu tak berdaya ketika kamu datang. Tolonglah jangan membuat kegaduhan lagi cukup melihat semuanya yang terjadi saat ini menggambarkan peringatan yang mendalam untuk menjadi manusia yang pandai menjauhi laranganNya.

Semua bisa berteriak untuk tidak ingin mengalami hal ini, tapi kenyataannya tidak bisa menghindarinya. Hanya dapat berdoa untuk menjaga segalanya. Tunggu hingga sampai semuanya tersadar dengan kejadiaan ini, mungkin ini salah satu cara agar kamu berhenti mengelilingi disetiap penjuru.

Untuk kamu yang saat ini yang sedang disebutkan oleh banyak orang. Perdebatan yang terjadi semakin tidak menentu, tadi jangan panik dengan semua ini karena semuanya memang sudah dituliskan, tinggal kita tersadar atau tidak dengan peringatan ini.

Ayo, kembalilah! Sebelum waktunya terlambat, bukan besok atau lusa melainkan hari ini.

Jangan diam bahkan hanya merenung ini sikap yang tidak memuaskan untuk mendapatkan hasil. Coba berjalan dan melakukan perubahan untuk membawa bekal kelak, jangan diam ataupun santai! ayo gerak, bergeraklah untuk dijadikan pelajaran.

Friday, March 20, 2020

REVIEW BUKU | STEVE JOBS SANG LEGENDA TEKNOLOGI DUNIA - Penulis Muhammad Vito Andolini


Assalamua'alaikum man teman semoga Allah selalu melindungi kita dari segala marabahaya dan penyakit yang sekarang lagi menyebar. Aamiin.

Nih buku yang saya janjikan beberapa minggu yang lalu tentang orang yang sukses di dunia teknologi dengan produk yang semua orang pasti tahu. Apa itu? yah betul sekali produk Apple siapa yang tidak kenal selalu memberikan inovasi terbarunya dengan peminat yang membludak untuk mempunyai merek tersebut. Karena kualitas yang sudah tidak diragukan lagi.

Kenapa jadi promosi ya? haha, oke lanjut.

Bolehkan ya cerita sedikit. Sebenarnya buku ini sudah lama saya beli, dan sudah dibaca sebelumnya tapi belum sempat untuk direview aja. Karena kalau baca buku ini merasa untuk semangat dalam mencapai tujuan. Steve Jobs yang memulai pekerjaan yang dia sangat cintai membawakan hasil yang memuaskan.

Buku ini berisi kisah perjalanan Steve Jobs mulai dari hanya membuka bisnis dari garasi rumah, hingga putus kuliah, karena keyakinannya yang begitu besar terhadap teknologi dia mengorbankan pendidikannya untuk fokus terhadap apa yang dia inginkan. Ini dinamakan pilihan hidup, harus berani mengambil resiko yang sudah diambil. Bukan hanya mencoba tapi tidak bertanggung jawab apa yang sudah kita pilih.

Beberapa tips sukses Jobs juga dituliskan yaitu tentang 5 cara kunci sukses Steve Jobs  menjadikan diri kita lebih produktif lagi untuk mencapai apa yang kita inginkan.

Kegagalan-kegagalan yang Jobs alami tidak menyurutkan semangatnya untuk tetap fokus pada tujuan. Tidak secara instan mendapatkan semuanya, produk yang telah diciptakan ketika dipasarkan ada yang tidak laku bahkan penyusutan harga yang begitu drastis dari penjualan sebelumnya tidak membuatnya menyerah. Malah mencoba untuk melihat kekurangan suatu produk dan melakukan yang lebih baik lagi. Itulah semangat yang ada pada diri Jobs.

Bagian yang saya suka tentang mindset yang dimiliki Jobs.

MASA DEPAN DIMULAI DARI SEKARANG

Mindset yang ada dan digunakan mayoritas manusia modern adalah bekerja untuk penghidupan. Kita lahir, tumbuh besar, bersekolah, lulus, kemudian bersaing di dunia kerja. Setelah bekerja pun masih memikirkan segala kebutuhan dan jaminan masa tua setelah pensiun.

Seperti itulah pola yang terjadi dari tahun ke tahun pasca revolusi industri di Inggris. Kebanyakan orang hanya mencari titik aman untuk menopang hidupnya. Sangat sedikit dari kita yang berani bertaruh menciptakan sesuatu yang berbeda, karena pertimbangan risiko ke depannya.

Mengekor arus utama itu mudah. Tapi, menjadi seorang pionir adalah hal yang sulit. Akan menjadi lebih sulit apabila hanya dipikirkan dan diangankan saja. Masa depan pun akan menjadi demikian, andai setiap orang tidak bergerak mewujudkannya.

Setidaknya, bagi seorang Steve Jobs, gairah dan niat untuk mengawali suatu perubahan adalah separuh dari perubahan itu sendiri. Tanpa keinginan, gairah, dan niat, perubahan itu tidak akan pernah ada. Di masa mudanya, Jobs, memiliki visi berbeda dari yang lain dalam memandang dunia. Bagi Jobs, membuat suatu inovasi berarti menyederhanakan masa depan.

Coba kita renungkan, untuk apa sebuah inovasi dilahirkan kalau pada akhirnya hanya akan membuat rumit dan menambah masalah saja. Dengan kata lain, visi Jobs tentang dinamika kehidupan di masa depan, diawali dengan keberanian mengubah mindset kita yang terlalu umum.  

Mindset yang terlalu umum hanya akan melahirkan sekumpulan pengekor yang tidak akan pernah menjadi pionir dalam hal apapun. Sederhananya, orang-orang seperti itu tidak akan pernah menciptakan inovasi yang bermanfaat untuk diri sendiri dan orang lain.

1. Cintai Apa yang Kamu Kerjakan

Sosok visioner adalah karakter yang melekat kuat pada diri. Steve Jobs muda."Hal yang paling saya sukai dalam hidup adalah ketika tidak mengeluarkan uang untuk apapun itu. Bagi saya sudah sangat jelas bahwa aset yang paling berharga adalah waktu." Itulah semboyan Jobs muda yang begitu menghargai waktu sebagai aset hidup paling berharga. Jobs, selalu menggunakan setiap waktunya untuk memandang jauh ke depan.

Baca Juga : Review Buku | Generasi Emas (100 Cara Menjadi Generasi Unggul, Berprestasi, dan Berkonstribusi

Di masa sekarang, kita memiliki mimpi. Sedangkan di masa depan pilihannya adalah menikmati atau hanya mengenang mimpi-mimpi di masa lalu. Jobs muda yang sangat gandrung teknologi bahkan terus memutar otaknya agar di masa depan, apa yang dilakukannya sekarang bisa bermanfaat bagi dunia.

Bagi Jobs, mudah saja mewujudkan segala ide yang bersinggungan dengan seba serbi teknologi, karena ia sendiri menganggap teknologi adalah bagian dari hidupnya."Salah satu cara agar dapat menyelesaikan suatu pekerjaan besar adalah mencintai apa yang kamu kerjakan," kata Jobs. Mencintai adalah syarat mutlak suatu totalitas terhadap sesuatu. Sedangkan totalitas sendiri pada akhirnya dapat menjadi penentu kesuksesan apa yang kita kerjakan.

2. Piilihan Hati

Salah satu hal penting yang menjadi awal lompatan hidup Jobs adalah pilihan. Jobs, dalam pidatonya di Stanford University, Amerika Serikat, berkata di hadapan para civitas akademik,"Saya termasuk beruntung karena sejak muda telah mengetahui apa yang saya sukai." Kalimat yang singkat tersebut menunjukkan bahwa Jobs memang secara sadar telah memilih jalan hidupnya berdasar apa yang ia sukai.

Jobs yang sangat menyukai teknologi khusus bidang elektronika secara sadar atau tidak sadar telah menentukan hal itu kelak yang akan ia tekuni sebagai jalan hidup. Puluhan tahun kemudian memang dunia membuktikan, apa yang Jobs pilih berdasar dorongan hati, akhirnya menjadi jalan perubahan hidup yang luar biasa tidak hanya bagi dirinya, namun juga bagi banyak orang di seluruh dunia.

Tidak banyak orang yang berani mengawali mimpi di usia 20 tahun seperti Jobs. Menentukan pilihan di usia yang masih sangat muda memang sesuatu yang berat. Emosi dan kematangan berpikir yang belum terbentuk, kadangkala menjadi musuh paling berat dalam dirinya.

Jobs telah berhasil meyakinkan dirinya sendiri bahwa masa depan memang harus dimulai dari sekarang, karena satu waktu tidak dapat berkompromi lagi meski hanya satu detik saja. Apa yang kita lakukan pada saat ini, sedetik kemudian telah usang dan menjadi sejarah.

Buku ini bagus untuk semua orang yang ingin mencapai tujuan dengan fokus. Jobs mengajarkan menggunakan waktu agar tidak sia-sia. semoga bermanfaat ya man teman dan saya tidak punya hutang lagi tentang buku ini. Tunggu review berikutnya yaa..

5 CARA KUNCI SUKSES STEVE JOB PEMILIK PRODUK APPLE


Steve Jobs mencapai puncak kesuksesan pun bisa dikatakan berbeda dengan yang lain; misalkan dengan Bill Gates. Mencontoh cara dan langkah Jobs dalam meraih kesuksesan, itu bukanlah tindakan yang keliru. Jobs juga tidak mendapatkan semua itu secara instan. Ia telah banyak mencoba, dan banyak pula gagal sebelum akhirnya berhasil.

Steve Jobs, abad ini merupakan model paling ideal untuk sebuah percontohan seorang enterpreneur sekaligus inovator kelas dunia. Banyak cara dan kunci sukses dari Jobs yang bisa dijadikan contoh generasi muda saat ini. Beberapa cara dan kunci sukses Steve Jobs yang dapat dijadikan contoh ideal, antara lain :

1. Cintai Apa yang Kamu Kerjakan dan Lakukan

Jimmy Wales, saat sekolah merupakan seorang siswa yang gemar membaca ensiklopedia. Setelah lulus kuliah, kegemaran dan ketertarikannya terhadap ensiklopedia telah mendorongnya membuat sebuah ensiklopedia online. Itulah Wikipedia, sebuah web ensiklopedia online terbesar di dunia saat ini yang didirikan pada tahun 2001. Berawal dari sebuah kegemaran, ketertarikan, dan kecintaan, Wales telah melakukan hal  besar yang bermanfaat bagi orang banyak.

Jimmy Wales
Seperti Wales, Steve Jobs pun demikian. Pada awalnya ia hanya seorang anak yang tertarik dan suka mengutak atik perangkat elektronik. Namun, seiring berkembangnya waktu, ketertarikan dirinya itu mendorong ke arah yang lebih bermanfaat.

Apple dan segala inovasi Jobs seperti Macintosh, iPhone, atau iPad, itu semua berawal dari kecintaan. Jobs mencintai apa yang ia lakukan. Ia mencintai teknologi, mencintai Apple, dan mencintai semua pekerjaannya. Hasilnya adalah totalitas karya yang mengagumkan dari seorang Steve Jobs.

2. Memiliki Visi Jauh ke Depan

Negara-negara di Asia seperti Jepang, India, China, dan Korea Selatan, pada awalnya merupakan negara tertinggal jika dibandingkan dengan Barat. Namun, mereka memiliki pandangan jauh ke depan untuk membangun negaranya agar maju seperti Amerika Serikat atau Eropa.

Dimulai dari Jepang, mereka semua banyak mengirim anak muda terbaik di negara masing-masing untuk belajar ke negara barat yang lebih maju. Sepulang dari menimba ilmu, mereka akan difasilitasi dan didukung penuh untuk memajukan negara dengan bekal ilmu masing-masing.

Hasilnya sangat memuaskann. Jepang, India, China, dan Korea Selatan, sekarang telah menjadi pemain utama industri dunia. Produk-produk dan hasil kemajuan mereka bahkan telah sampai di negara-negara barat yang dulu dicontoh habis-habisan oleh mereka. Itulah gambaran bagaimana sebuah visi jauh ke depan, dapat membuat perbedaan yang jauh pula secara hasil akhir.

Dalam berbagai kesempatan, Steve Jobs sering berkata untuk melihat ke arah mana bola akan datang, bukan dari mana bola datang. Maksud dari motivasi Jobs itu adalah mengoptimalkan kemampuan manusia membaca arah masa depan. Semua inovasi Jobs merupakan apa yang diinginkan sekaligus dibutuhkan oleh masa depan. Itu karena seorang Steve Jobs benar-benar memiliki visi masa depan yang sangat tajam.

Baca Juga : 5 Hal Yang Bisa Kita Syukuri Terus Menerus Sepanjang Hidup Ini

Ketika ia merancang iPhone bersama Jonathan Ive, ia melihat iPhone sebagai masa depan manusia. Sebuah perangkat telepon genggam yang dapat digunakan untuk menunjang pekerjaan multitasking dan media hiburan adalah inovasi luar biasa. Salah satu kekuatan terbesar Jobs secara personal yang tidak banyak dimiliki orang lain adalah visi masa depan yang sangat tajam.

3. Selalu Bersyukur dan Berpikir Positif

Bersyukur dan berpikir positif merupakan sebuah ungkapan klise. Ungkapan itu mudah sekali diucapkan, namun sangat sulit ketika dipraktikkan. Bagi Steve Jobs, bersyukur dan berpikir positif merupakan hal yang telah dilakukannya sedari kecil. Orang tua angkat Jobs, Clara dan Paul, telah memberitahu dirinya bukan anak biologis mereka sejak Jobs masih kanak-kanak.

Seperti yang telah diceritakan sebelumnya, Jobs kecil pernah menangis saat temannya bertanya, apakah orang tua kandung Jobs tidak menginginkannya ketika ia lahir. Namub, Clara dan Paul langsung menghibur Jobs dengan berkata,"Bagi kami, kamu sangat spesial dan berharga. Itulah sebabnya kami mengadopsimu."

Sejak momen itulah Jobs mulai terus bersyukur, karena memiliki orangtua angkat yang sangat menyayanginya. Ia hanya berpikir positif saja saat itu, andai hidup bersama orangtua kandung, bisa jadi ia malah tidak sebahagia ini.

Momen itu ternyata telah membentuk kepribadian Jobs untuk menjadi orang yang terus bersyukur dan berpikir positif dalam berbagai hal. Termasuk kesuksesan Jobs terus berkreasi bersama Apple, adalah buah dari kekuatan berpikir positif. Dengan logis, Jobs menggunakan cara berpikir positif untuk mendatangkan energi positif dalam bekerja.

4. Tidak Berhenti Saat Gagal

Ir. Soekarno pernah dipenjarakan pemerintah kolinial Belanda karena aktifitas politiknya sebelum Indonesia merdeka. Bagi banyak orang, dijebloskan ke penjara berarti tamat dan harus berhenti agar selamat. Namun, tidak demikian dengan orang-orang besar di seluruh dunia. Apa yang dianggap orang lain sebagai kegagalan, bagi mereka itu semua bisa dijadikan pembelajaran untu terus maju. Termasuk Soekarno, jika saat dipenjara ia menyerah kemudian berhenti berjuang, bisa jadi peta masa depan Republik Indonesia juga akan berubah total.

Steve Jobs pernah beberapa kali mengalami kegagalan bersama Apple. Kenyataan produk Apple III dan Apple Lisa yang gagal di pasaran tidak lantas membuat Jobs terpuruk. Ia belajar dari berbagai kekurangan kegagalan produk sebelumnya, untuk bangkit bersama Macintosh. Momen kegagalan Jobs berikutnya yaitu ketika dirinya dipecat dari Apple.

Sikap arogan yang terlalu sering menyalahkan orang lain, membuat Jobs banyak berselisih dengan rekan sendiri. Sikapnya itu suatu ketika membawanya berselisih dengan John Sculley, manajer marketing Apple yang dibawanya dari Pepsi Cola. Sayangnya, dewan direksi lebih banyak berpihak kepada Sculley, dan melihat itu semua kesalahan Jobs.

Saat itu Jobs harus menerima kenyataan terdepak dari perusahaan yang didirikannya karena kesalahannya sendiri. Apakah setelah itu Steve Jobs hancur? Ternyata tidak. Ia justru bangkit dan menjadi lebih hebat bersama Pixar dan NeXT, perusahaan yang dipimpinnya pasca keluar dari Apple.

Hingga kembali lagi ke Apple dan menanjak sukses sampai meninggalnya, Jobs mengajarkan kita untuk tidak berhenti saat gagal. Mencoba dan gagal biasanya memang telah menjadi satu paket. Tapi, kita tidak akan pernah tahu akan berhasil dipercobaann yang keberapa.

5. Temukan Partner yang Tepat

Jika seseorang memiliki satu atau beberapa kekurangan, maka hal itu bisa ditutupi oleh kelebihan orang lain. Sebaliknya pun demikian, jika kita memiliki suatu kelebihan, itu bisa digunakan untuk menutupi kelemahan irang lain dalam satu tim. Steve Jobs menemukan partner abadi pertamanya saat bersekolah di Homestead High School.

Orang itu adalah Steve Wozniak, Jobs dan Woz merasa cocok satu sama lain, karena sama-sama pandai serta tertarik kepada dunia elektronika. Saat Woz merancang komputer Apple I, Jobs merancang sistem penjualan dan distribusinya sehingga dibuatlah perusahaan Apple. Kerja sama dan pertemanan Jobs dan Woz, merupak suatu seleksi alam yang disebut simbiosis

Steve Wozniak
Setelah era bersama Woz, Jobs kembali menemukan partner yang membuatnya melesat makin tinggi bersama Apple. Orang itu adalah Jonathan Ive, direktur desain kreatif terbaik Apple. Ive dan Jobs membidani lahirnya iMac, iPod, iPhone, dan iPad, yang semuanya merupakan produk unggulan Apple.

Melakukan sesudah bersama orang yang tepat, sesungguhnya merupakan sebuah jaminan 5 langkah lebih maju. Woz dan Ive merupakan bagian dari partner terpenting dalam kesuksesan karier Jobs. Itu karena Jobs juga paham, tanpa mereka, dirinya tidak akan bisa melangkah lebih jauh saat itu.

(Sumber dari Buku Muhammad Vito Andolini - Steve Jobs Sang Legenda Teknologi Dunia)

Tuesday, March 10, 2020

YAKINLAH, PASTI ADA JALAN KELUAR DISETIAP MASALAH - Inspirasi dari Hanan Attaki

Sebagai manusia kita hanya bisa merencanakan selebihnya keputusan ada ditangan Allah. Apapun masalah yang menimpa di kehidupan kita, semua sudah dituliskan tinggal bagaimana kita melewati tantangan yang ada. Jangan pernah berputus asa dalam menghadapi masalah, karena Allah selalu bersama kita. YAKINLAH, bersama kesulitan pasti ada kemudahan.

"Bukankah kalau kita mengingat Allah hatinya harusnya menjadi tenang? itu ciri orang yang beriman. Ketika kita galau tenang aja ada Allah. Tenang, berarti masih beriman. Ketika kita ada sesuatu yang membuat kita khawatir, resiko atau ancaman. Tiba-tiba kita bilang yauda deh, serahin aja semuanya sama Allah. Tenang, berarti dia orang yang beriman. Kenapa?

Orang beriman kalau disebut nama Allah langsung tergerak hatinya untuk makin mantap. Wajilan itu artinya bergairah kembali, yang tadinya tuh hatinya kaya udah mau mati tuh hatinya lemah. Tiba-tiba bergairah lagi detak jantungnya udah mulai normal lagi, kenapa? ada nama Allah. Terus kalau dibacakan ayat-ayat nasehat misalnya La Tahzan Innallaha Ma Ana dia bertambah makin yakin sama Allah, hasilnya apa? yaudah serahin aja semua sama Allah, Said Ust Hanan Attaki."

Baca Juga : Jangan Bersedih dan Berputus Asa

Dalam semua masalah kita, pilihan! pilihan hidup kemudian rasa tidak nyaman didalam hati. Kekhawatiran kita tentang masa depan, ketika kita lulus kuliah mau kerja apa. Ketika kita mungkin dikeluarkan dari sebuah pekerjaan, apa kita harus memilih resign duluan karena tidak cocok dengan pekerjaan itu. atau, atau, atau sekian banyak. Apakah kita bisa diingatkan dengan nama Allah oleh seseorang pasangan mungkin, teman mungkin.

Misal teman kita bilang "Udah tenang aja bro serahin aja sama Allah" Alhamdulillah saya serahin aja sama Allah. Itulah mukmin dan orang yang nanti di akhirat akan termasuk diantara tujuh puluh ribu orang hamba Allah yang masuk surga Bighairi Hisab Wala Azab. Masuk surga tanpa ada sidang, tanpa ada siksaan langsung masuk surga, semoga kita termasuk orang-orang seperti itu aamiin. #Sharing

KISAH KETIKA KALAH DALAM PERLOMBAAN - Coretan Inspirasi


"Masalah pasti akan terjadi. Kita tidak bisa ameminta Tuhan untuk selamanya tidak mendapat masalah. Tetapi kita bisa meminta Tuhan agar diberi kekuatan untuk menghadapinya." 
(-ARA- The Amazing Of Ikhlas)

Suatu ketika, ada sebuah lomba mpbil balap mainan. Hanya tersisa empat orang anak di babak final. Setiap anak mulai bersiap di garis start untuk mendorong mobil mereka kencang-kencang. Di setiap jalur lintasan, telah siap empat mobil, dengan empat jalur terpisah di antaranya,. Namun, sesaat kemudian, ada seorang anak yang meminta waktu sebentar sebelum lomba dimulai. Ia tampak berkomat-kamit seperti sedang berdoa.

Matanya terpejam, dengan tang bertangkup memanjatkan doa, Lalu, semenit kemudian, ia berkata,"Ya, aku siap!" 

Dor!!
Pertandingan telah dimulai. Semua mobil meluncur dengan cepat. Setiap orang bersorak-sorai, bersemangat, menjagokan mobilnya masing-masing. Setelah beberapa lama, ternyata mobil anak yang berdoa tadilah yang mencapai garis finish pertama kali.

Baca Juga : Jangan Terlalu Risau Dengan Rezeki Kita

Saat pembagian piala tiba, anak itu maju ke depan dengan bangga. Sebelum piala itu diserahkan, ketua panitia bertanya. "Hai jagoan, kamu tadi pasti berdoa kepada Tuhan agar kita menang, ya? Lihat, doamu dikabulkan."

Anak itu terdiam."Bukan, Pak, bukan itu yang aku doakan."

Ia lalu melanjutkan,"Sepertinya,, tidak adil meminta pada Tuhan untuk menolongku mengalahkan orang lain. Aku hanya berdoa pada Tuhan agar aku tidak menangis kalau aku kalah."

Semua hadirin terdiam mendengar hal itu. Setelah beberapa saat, terdengar gemuruh tepuk tangan memenuhi ruangan.

Seorang anak kecil saja, meskipun belum diketahui apakah cerita tersebut kisah nyata atau tidak, menyadari bahwa kekalahan adalah hal yang biasa. Terpenting, dia tidak menangis ketika menerimanya. Sebenarnya sangat wajar kalau dia menangis karena dia adalah anak kecil. Yang dia maksud dengan 'tidak menangis' adalah 'agar dia kuat' menghadapi kekalahannya.

Jadi, sebenarnya beberapa hal buruk di dunia ini adalah hal yang biasa terjadi. Mungkin kitanya yang memandangnya secara berlebihan sehingga bukannya menghadapinya, kita malah meratapiny.

Ibaratnya, kita tidak hanya harus kuat menghadapinya. Jadi, jangan terlalu mengeluhkan keadaan yang menimpa kita. Apa pun itu. Terkejut dan menangisinya mungkin boleh dan wajar. Tapi harus ada batas waktunya. Tidak boleh terlalu lama meratap. Kita harus berjalan kembali.

Kenapa?

Karena kita tidak mungkin tidak menerima masalah sama sekali. Masalah itu selalu ada dan setiap orang di seluruh dunia pernah atau malah sedang mengalaminya. Yang bisa kita lakukan adalah menerima bahwa hal itu menimpa kita, menghadapinya, lalu berjalan kembali. Tidak ada cara kaib. Jika tidak, kita akan ketinggalan dengan orang lain.