Sunday, February 9, 2020

REVIEW BUKU | AIR MATA CINTA - Penulis Shineeminka


Assalamua'alaikum man teman..
Gimana kabarnya kalean? Kangen ga sih saya sudah lama ga upload review buku hehe.

Karena semakin hari buku semakin banyak yang bagus nah ini nih salah satu novel sekuelnya buku novel best seller CINTA DALAM DIAM.

Jangan khawatir kalau belum baca salah satu diantara dua buku tersebut. Hanya salah satu dibaca aja bikin baper. Serius deh!

Sedikit cerita, sebenarnya buku ini sudah lama saya beli di toko buku. Tapi karena beberapa kegiatan yang belum sempat membaca buku ini. Sok sibuk haha. 

Buku ini terlihat sampulnya bikin penasaran dengan gambar wanita yang tidak terlihat wajahnya. Synopsis yang tertulis 'Andai dosaku dapat terlihat, mungkin bumi dan langit telah penuh oleh dosaku. Setiap petuah aku anggap angin lalu. Setiap amanah aku anggap tidak penting. Masih adakah jalan untuk meraih cinta-Mu?'

Aku berharap setiap air mata yang perlahan terjatuh membasahi tempatku bersujud adalah bukti cintaku pada-Mu. Bila engkau mencintai-Nya berharaplah air mata yang terjatuh membasahi pipimu adalah Air mata Cinta Untuk Sang Maha Pemilik Kehidupan.

Baru baca synopsisnya saya penasaran tentang apa sih isi novel ini sebenarnya? Setiap bab yang aku baca perlahan-lahan ada beberapa bab yang membuat hatiku merasa tidak berdaya judulnya tentang KEHIDUPAN DAN KEMATIAN yang mana bertulis "Pada suatu hari, kematian dan kehidupan bertemu satu sama lain, lantas mereka mengobrol, 'kenapa orang-orang itu menyukaimu, tapi membenci aku?' tanya kematian pada kehidupan. Kehidupan menjawab sambil tersenyum,"Orang-orang menyukaiku karena aku adalah dusta yang indah, sedangkan mereka membencimu karena kamu adalah kebenaran yang menyakitkan."


Ada juga cerita tokoh Danang memperlakukan pasangannya begitu romantis dalam menjalankan rumah tangga. Tidak hanya cerita novel yang menceritakan tentang cinta tapi juga diselipkan pengetahuan ilmu cara belajar sabar dan ikhlas dalam menjalani kehidupan. Bagus bangetlah untuk koleksi bacaan.

Isi ceritanya sudah seperti didalam kehidupan yang sering dialami orang-orang. Tapi kita ambil sisi positifnya saja untuk dijadikan pembelajaran dalam kehidupan. Ada lagi nih isi cerita yang benar-benar buat kita berpikir.

***
Kisah Nabi Adam a.s diturunkan ke bumi, beliau tidak lagi memperoleh makanan secara mudah seperti di surga. Beliau harus bekerja keras untuk memperoleh buah-buahan atau daging untuk dimakan. ketika beliau mendapatkan binatang buruan dan menyembelihnya, ternyata tidak bisa dimakan begitu saja karena masih mentah dan tidak enak. Karena itu, beliau berdoa kepada Allah agar api diturunkan untuk memasak.

Maka, Allah Subhanahu Wa Ta'ala mengutus Malaikat Jibril meminta sedikit api kepada Malaikat malik di neraka, untuk keperluan Nabi Adam.

Malik berkata,"Wahai Jibril, berapa banyak engkau menginginkan api?" 
Jibril berkata, "Aku menginginkan api neraka itu seukuran buah kurma."

Malik berkata,"Jika aku memberikan api neraka itu seukuran buah kurma, maka tujuh langit dan seluruh bumi akan hancur meleleh karena panasnya!!"

Jibril berkata,"Kalau begitu, berikan saja kepadaku separuh buah kurma!"

Malik berkata lagi, "Jika aku memberikan seperti apa yang engkau inginkan, maka langit tidak akan menurunkan air hujan setetes pun. Dan semua air di bumi akan mengering sehingga tidak ada satu pun tumbuhan yang hidup!"

Malaikat Jibril jadi kebingungan. Sebanyak apa api neraka yang 'aman' untuk kehidupan di bumi? Karena itu, beliau berdoa,"Ya Allah, sebanyak apa api neraka yang harus aku ambil untuk kebutuhan Adam di bumi?"

Allah berfirman,"Ambilkan api dari neraka sebesar zarah (satuan terkecil, atom)!"

Jibril pun meminta api neraka kepada Malik sebesar zarah dan membawanya ke bumi. Namun, setibanya di bumi, Jibril merasakan api yang sebesar zarah itu masih terlalu panas. Beliau mencelupkan (membasuhnya) sebanyak tujuh puluh kali ke dalam tujuh puluh sungai berbeda, Baru setelah itu, beliau membawanya kepada Nabi Adam. Beliau meletakkannya di atas gunung yang tinggi.

Tetapi, begitu api tersebut diletakkan, gunung tersebut hancur berantakan. Tanah, batuan, besi, dan semua yang ada di sekitar api itu menjadi bara yang sangat panas dan mengeluakan asap. Bahkan, api yang sebesar zarah itu terus masuk menembus bumi. Hal itu membuat Jibril khawatir. Karena itu beliau segera mengambil api tersebut dan membawanya kembali ke neraka. Bara terbakar yang ditinggalkan itulah yang sampai sekarang ini menjadi sumber api dunia, termasuk yang menjadi magma-magma di semua gunung berapi di bumi ini.

Tidak bisa dibayangkan bagaimana panasnya api neraka tersebut. Kalau bara api dunia itu umumnya berwarna merah, bara api neraka berwarna hitam kelam, seperti hitamnya gelap malam. Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam pernah menanyakan keadaan api neraka itu.

Malaikat Jibril menjawab,"Sesungguhnya Allah Subhanahu Wa Ta'ala menciptakan neraka lalu menyalakan api neraka itu selama seribu tahun sehingga (baranya) berwarna merah. Kemudian, (Allah) menyalakannya (menambah panasnya) selama seribu tahun lagi sehingga (baranya) berwarna putih, dan (Dia) menyalakannya (menambah panasnya) selama seribu tahun lagi sehingga (baranya) berwarna hitam. Maka, neraka itu hitam kelam seperti hitamnya malam yang sangat gelap pekat. tidak pernah tenang kobaran apinya dan tidak pernah padam (berkurang) bara apinya!"

Yang penasaran buruan ke toko buku, beneran ini novel harus jadi koleksi favorit karena isinya bagus. Ga peres beneran, karena saya review gak kenal sama yang menulis. Tapi memang bagus ceritanya. Semoga bermanfaat, tunggu review berikutnya tentang biografi orang yang sangat terkenal di dunia.

0 comments:

Post a Comment