Monday, February 3, 2020

KISAH RENCANA ALLAH LEBIH INDAH - Coretan Inspirasi

Sering kali kita berburuk sangka pada Allah, kita menganggap Dia tak pernah mengabulkan doa yang kita pinta, padahal Allah selalu menjawab doa setiap hambanya. Hanya saja dengan cara-Nya, ada yang langsung dikabulkan ada pula yang ditunda hanya tinggal menunggu waktu saja.

Suatu ketika, ada seorang pendaki gunung yang sedang bersiap-siap melakukan perjalanan. Di punggungnya, ada ransel carrier dan beragam carabiner (pengait) yang tampak bergelantungan. Tak lupa tali temali disusun melingkar di sela-sela bahunya. Pendakian kali ini cukup berat, persiapan yang dilakukan pun lebih lengkap.

Kini, di hadapannya menjulang sebuah gunung yang tinggi. Puncaknya tak terlihat, tertutup salju yang putih. Ada awan berarak-arak di sekitarnya, membuat tak seorang pun tahu apa yang tersembunyi di dalamnya. Mulailah pendaki muda ini melangkah, menapaki jalan-jalan bersalju yang terbentang di hadapannya. Tongkat berkait yang di sandangnya, tampak menancap setiap kali ia mengayunkan langkah.

Baca Juga : Jangan Banyak Alasan

Setelah berjam-jam berjalan, mulailah ia menghadapi dinding yang terjal. Tak mungkin baginya terus melangkah. Disiapkannya tali temali dan pengait di punggungnya. Tebing ini terlalu curam, ia harus mendaki dengan tali temali. Setelah beberapa kait ditancapkan, tiba-tiba terdengar gemuruh datang dari atas. Astaga, ada badai salju datang tanpa disangka. Longsoran salju tampak deras menimpa tubuh sang pendaki. Bongkah-bongkah salju yang mengeras, berjatuhan disertai deru angin yang membuat tubuhnya terhempas ke arah dinding.

Badai itu terus berlangsung beberapa menit. namun untunglah, tali temali dan pengait telah menyelamatkan tubuhnya dari dinding curam itu. Semua perlengkapannya telah lenyap, hanya ada sebilah pisau yang ada di pinggangnya. Kini ia tampak tergantung terbalik di dinding terjal itu. Pandangannya kabur karena semuanya tampak memutih. Ia tak tahu di mana ia berada. Sang pendaki itu cemas, ia berkomat-kamit, berdoa pada Tuhan agar diselamatkan dari bencana ini. Mulutnya terus bergumam, berharap pertolongan Tuhan datang padanya.

Suasana menjadi hening setelah badai. Ditengah kepanikan itu, tampak terdengar suara dari hati kecilnya yang menyuruhnya melakukan sesuatu."Potong tali itu..potong tali itu." Terdengar senyap melintasi telinganya. Sang pendaki bingung, apakah ini perintah dari Tuhan? Apakah suara ini adalah pertolongan dari Tuhan? Tapi bagaimana mungkin, memotong tali yang telah menyelamatkannya, sementara dinding ini begitu terjal?

Pandanganku terhalang oleh salju ini, bagaimana aku bisa tahu? Banyak sekali pertanyaan dalam dirinya. Lama ia merenungi keputusan ini, dan ia tak mengambil keputusan apa-apa. Beberapa minggu kemudian, seorang pendaki menemukan ada tubuh yang tergantung terbalik di sebuah dinding terjal. Tubuh itu tampak membeku dan telah meninggal karena kedinginan. Sementara itu, batas tubuh itu dengan tanah, hanya berjarak 1 meter saja.

Pesan : Setiap ujian yang diberikan oleh-Nya adalah untuk menuntun kita kembali ke jalan yang lurus. Asal kita percaya untuk "memotong tali pengait" dan menyerahkan semua hasilnya pada Allah. Itulah kunci berserah diri, berusahalah, namun hasilnya biarkan Allah yang menentukan, apakah kita bisa selamat atau diterkam harimau. Jika selamat itulah pertolongan-Nya, namun jika kita diterkam harimau pastinya itu pun yang terbaik dari sisi-Nya di mata Allah swt.

Di hatimu selalu ada petunjuk yang akan menuntun menuju keselamatan dunia dan akhirat maka dengarkanlah kata hatimu yang tak pernah berdusta, disana mimpi dan cita-citamu akan kautemukan. 

(Deassy M. Destiany - The Most Inspiring Story/Bukan Untuk Dibaca)

0 comments:

Post a Comment