Thursday, February 13, 2020

REVIEW BUKU | GENERASI EMAS (100 Cara Menjadi Generasi Unggul, Berprestasi, dan Berkonstribusi) - Penulis Ahmad Rifa'i Rif'an


Assalamua'alaikum man teman...
Alhamdulillah kita masih bisa berjumpa lagi ya. Semoga man teman selalu dalam keadaan sehat, rezekinya lancar, dimudahkan segala urusannya aamiin.

Sebelum ke isi dari buku ini, sedikit cerita boleh ya.
Jadi sebelumnya saya sudah mengupload review buku yang berjudul Air Mata Cinta penulisnya Shineeminka. Di akhir kata kalau review buku selanjutnya tentang biografi orang yang sangat terkenal di dunia. Tapi kenapa jadi Generasi Emas yang di upload duluan?

Saya akan menjelaskan, Sebenarnya review buku sebelum ini sudah ingin dipersiapkan tapi karena ketertarikan dengan buku yang akan saya review ini sangat bagus untuk di bagikan ke man teman. Akhirnya saya memutuskan untuk review terlebih dahulu tentang buku ini. Dijamin ga nyesel kalo udah baca!

Buku ini tidak sengaja ditinggalkan oleh pemiliknya, kenapa saya bilang begitu karena beberapa bulan yang lalu ada salah satu teman saya tinggal dirumah karena ada kegiatan yang harus diselesaikan sedangkan tempat tinggal dia jauh dari lokasi. Singkat cerita, setelah kepulangannya ternyata buku ini tidak terbawa, malah tertinggal dimeja rias kamar saya.

Mencoba untuk memberitahukan bahwa bukunya tertinggal, hanya menjawab iya saja. Oke, baiklah. Apa sih maksud dari Generasi Emas ini? Timbul pertanyaan yang penuh arti. Perlahan aku lihat synopsisnya yang bertulis :

 "Generasi muda saat ini sebenarnya memiliki kreativitas yang tinggi, tetapi  mudah menyerah saat berhadapan dengan kesulitan. Mereka memiliki gagasan dan ide-ide besar, tetapi mentalnya manja, sehingga tidak cukup kuat dalam memperjuangkan gagasan-gagasan besarnya."

Buku ini merupakan upaya melahirkan generasi emas yang berkarakter, produktif, dan konstributif. Generasi yang memiliki ide segar, sekaligus punya energi untuk mengeksekusi gagasannya. Generasi emas melihat kesulitan sebagai batu loncatan, sedangkan generasi manja menganggapnya sebagai batu sandungan. Generasi emas menganggap masalah sebagai tantangan, sedang orang manja menganggapnya sebagai ancaman.

Baca Juga : Review Buku | Air Mata Cinta

Semakin tertarik melihat isi dari synopsisnya ternyata benar dugaan saya, melihat daftar isi yang begitu mengunggah motivasi tulisan yang begitu banyak seperti Temukan Passion-mu, Disiplin dalam Membagi Waktu, Allah lebih tahu yang kita butuh, memaknai sukses dan masih banyak lagi motivasi lainnya.

Contoh-contoh yang diberikan membuat kita sadar untuk melakukan tindakan demi mencapai kesuksesan, bukan hanya dari materi saja tapi bagaimana cara kita untuk selalu bergantung kepada sang maha pencipta. Salah satu bab yang membuat saya tersadar akan hal ini saya bagikan ke man teman judulnya :

-DIRIMU ISTIMEWA-

Sejak sebelum dicipta kita sudah dipersiapkan oleh Tuhan untuk menjadi masterpiece untuk sebuah agenda pekerjaan besar di dunia. Kita, ya, diri kita ini, adalah makhluk yang dimuliakan oleh Allah. Kita bukan makhluk biasa. Kita dicipta dengan kualitas yang luar biasa, dengan tugas yang luar biasa, dengan konsekuensi yang juga luar biasa.

Kita adalah karya agung dari Sang Maha Pencipta. Tuhan bahkan menceritakan dan membanggakan kita di hadapan malaikat-malaikat-Nya jauh sebelumm kita dicipta. Bahwa akan dicipta makhluk yang akan menjadi khalifah, makhluk spesial, yang dikaruniai akal, juga nafsu.

Ya, sejak sebelum dicipta kita sudah dipersiapkan oleh Tuhan untuk menjadi masterpiece untuk sebuah agenda pekerjaan besar di dunia. Kita, ya, diri kita ini, adalah makhluk yang dimuliakan oleh Allah. Kita bukan makhluk biasa. Kita dicipta dengan kualitas yang luar biasa, dengan tugas yang luar biasa, dengan konsekuensi yang juga luar biasa.

Sejak di alam rahim kita adalah satu di antara jutaan calon manusia lain yang kita kalahkan. Hanya kita satu-satunya yang terpilih menjadi manusia dan lahir dengan selamat. Setelah lahir ke dunia, jalan hidup yang kita tempuh tak ada yang sama dengan orang lain. Kita pun menyerap wawasan dan pengetahuan yang berbeda satu dengan yang lain.

Tapi kita adalah istimewa. Tiada duanya. Maka pastikan, peran kita di dunia ini juga luar biasa. Manfaatkan potensi yang dikaruniakan oleh Allah ini sebaik-baiknya. Menurut Syekh Muhammad al-Ghazali, salah seorang pemikir Mesir kenamaan, dalam buku beliau Jaddid Hayaataka (Perbaruilah Hidupmu), beliau mengatakan bahwa ternyata tokoh-tokoh besar dalam sejarah hanya menggunakan 5% sampai 10% dari total potensi yang mereka miliki.

Saya sepakat dengan ingkapan ini, you are actually bigger, greater, and higher that what you think. Ya, Anda sebenarnya lebih besar, lebih luar biasa, lebih hebat dari apa yang anda pikirkan.

Masih banyak lagi pesan-pesan yang membangkitkan jiwa kita untuk selalu berjuang dalam hidup kalau kita memang yang terbaik. Buruan langsung cari aja di toko buku terdekat. Bagus isi bukunya. #Reviewbuku

0 comments:

Post a Comment