Tuesday, February 25, 2020

DELAPAN KEBOHONGAN SEORANG IBU - Coretan Inspirasi



Cerita bermula ketika aku masih kecil, aku terlahir sebagai seorang anak laku-laki di sebuah keluarga miskin. Bahkan untuk makan saja, seringkali kekurangan. Ketika makan, ibu sering memberikan bagian nasinya untukku. Sambil memindahkan nasi ke mangkukku, ibu berkata,"Makanlah Nak, aku tidak lapar!" -- Kebohongan ibu yang pertama.

Ketika aku tumbuh dewasa, ibu yang gigih sering meluangkan waktu senggangnya pergi memancing di kolam rumah, ia berharap ikan hasil pancingannya dapat memberikan sedikit makanan bergizi untuk pertumbuhanku. Pulang memancing ibu memasak sup ikan segar dan mengundang selera. Waktu aku memakan sup ikan itu, ibu duduk di samping kami dan makan sisa daging ikan yang masih menempel di tulang yang merupakan bekas sisa tulang ikan yang kumakan. melihat ibu seperti itu, hatiku tersentuh, lalu dengan sendok kuberikannya kepada ibuku. Tetapi ibu dengan cepat menolaknya, ia berkata,"Makanlah Nak, aku tidak suka makan ikan!"-- Kebohongan ibu yang kedua.

Sekarang aku sudah masuk sekolah menengah, demi membiayai sekolah abang dan kakaku, ibu pergi ke koperasi membawa sejumlah kotak korek api untuk ditempel dan uang hasil tempelannya dapat menutupu kebutuhan hidup kami. Di kala musim dingin tiba, aku bangun dari tempat tidur, melihat ibu masih bertumpu pada lilin kecil dan dengan gigihnya melanjutkan pekerjaan menempel kotak korek api. Aku berkata,"Ibu tidurlah, sudah malam, besok pagi ibu masih harus kerja." Ibu tersenyum dan berkata,"Cepatlah tidur Nak, aku tidak lelah!"-- Kebohongan ibu yang ketiga.

Ketika ujian tiba, ibu meminta cuti kerja supaya dapat menemaniku pergi ujian. Ketika hari sudah siang, terik matahari mulai menyinari, ibu yang tegar dan gigih menungguku di bawah terik matahari selama beberapa jam. Ketika bunyi lonceng berbunyi, menandakan ujian sudah selesai. Ibu dengan segera menyambutku dan menuangkan teh yang sudah disiapkan dalam botol yang dingin untukku. Teh yang begitu kental tidak dapat dibandingkan dengan kasih sayang yang jauh lebih kental. Melihat ibu yang dibanjiri peluh, aku segera memberikan gelasku untuk ibu sambil menyuruhnya minum. Ibu berkata,"Minumlah Nak, aku tidak haus!"-- Kebohongan ibu yang keempat. 

Setelah meninggalnya ayah karena sakit, ibu yang malang harus merangkap sebagai ayah dan ibu. Dengan berpegang pada pekerjaan dia yang dulu, dia harus membiayai keperluan hidup sendiri. Kehidupan keluarga kami pun semakin susah. Tiada hari tanpa penderitaan. Melihat kondisi keluarga yang semakin parah, ada seorang paman yang baik hati. Ia tinggal di dekat rumahku. Ia membantu ibuku baik masalah besar maupun masalah kecil. Tetangga yang ada di sebelah rumah melihat kehidupan kami yang begitu sengsara, seringkali menasihati ibuku untuk menikah lagi. Tetapi ibu yang memang keras kepala tidak mengindahkan nasihat mereka, ibu berkata,"Saya tidak butuh cinta."--Kebohongan ibu yang kelima.

Baca Juga : Hidup Jangan Manja

Setelah aku, kakakku, dan abangku semuanya sudah tamat dari sekolah dan bekerja, ibu yang sudah tua sudah waktunya pensiun. Tetapi ibu tidak mau, ia rela pergi ke pasar tiap pagi berjualan sedikit sayur untuk memenuhi keperluan hidupnya. Kakakku dan abangku yang bekerja di luar kota sering mengirimkan sedikit uang untuk membantu memenuhi keperluan ibu, tetapi ibu berkeras tidak mau menerima uang tersebut. Malah mengirim balik uang tersebut. Ibu berkata,"Saya ada uang."-- Kebohongan ibu yang keenam. 

Setelah lulus kuliah, aku pun melanjutkan sekolah master dan kemudian memperoleh gelar master di sebuah universitas ternama di Amerika aku pun bekerja di perusahaan itu. Dengan gaji yang lumayan tinggi, aku bermaksud membawa ibuku untuk menikmati hidup di Amerika. Tetapi ibu yang baik hati ini, tidak mau menyusahkan anaknya, ia berkata kepadaku, "Aku tak biasa tinggal di negara orang."-- Kebohongan ibu yang ketujuh.

Setelah memasuki usia yang tua, ibu terkena penyakit kanker usus, harus dirawat di rumah sakit, aku yang berada jauh di seberang Samudra Atlantik segera pulang menjenguk ibunda tercinta. Aku melihat ibu terbaring lemah di ranjangnya. Setelah menjalani operasi. Ibu kelihatan sangat tua, ia menatapku dengan penuh kerinduan. Walaupun senyum yang tersebar diwajahnya terkesan agak kaku karena sakit yang ditahannya. Terlihat dengan jelas betapa penyakit itu menyerang tubuh ibuku, sehingga ibuku terlihat lemah dan kurus kering. Aku menatap ibuku sambil berlinang air mata. Hatiku perih, sakit sekali melihat ibuku dalam keadaan seperti ini. Tetapi ibu dengan tegarnya berkata,"Jangan menangis anakku, aku tidak sakit."-- Kebohongan ibu yang kedelapan.  

Pesan : Di waktu kita masih mempunyai kesempatan untuk membalas budi orang tua kita, lakukanlah yang terbaik. Jangan sampai ada kata"menyesal" di kemudian hari.

(Deassy M Destiany - The Most Inspiring Story/Bukan Untuk Dibaca)

Thursday, February 13, 2020

REVIEW BUKU | GENERASI EMAS (100 Cara Menjadi Generasi Unggul, Berprestasi, dan Berkonstribusi) - Penulis Ahmad Rifa'i Rif'an


Assalamua'alaikum man teman...
Alhamdulillah kita masih bisa berjumpa lagi ya. Semoga man teman selalu dalam keadaan sehat, rezekinya lancar, dimudahkan segala urusannya aamiin.

Sebelum ke isi dari buku ini, sedikit cerita boleh ya.
Jadi sebelumnya saya sudah mengupload review buku yang berjudul Air Mata Cinta penulisnya Shineeminka. Di akhir kata kalau review buku selanjutnya tentang biografi orang yang sangat terkenal di dunia. Tapi kenapa jadi Generasi Emas yang di upload duluan?

Saya akan menjelaskan, Sebenarnya review buku sebelum ini sudah ingin dipersiapkan tapi karena ketertarikan dengan buku yang akan saya review ini sangat bagus untuk di bagikan ke man teman. Akhirnya saya memutuskan untuk review terlebih dahulu tentang buku ini. Dijamin ga nyesel kalo udah baca!

Buku ini tidak sengaja ditinggalkan oleh pemiliknya, kenapa saya bilang begitu karena beberapa bulan yang lalu ada salah satu teman saya tinggal dirumah karena ada kegiatan yang harus diselesaikan sedangkan tempat tinggal dia jauh dari lokasi. Singkat cerita, setelah kepulangannya ternyata buku ini tidak terbawa, malah tertinggal dimeja rias kamar saya.

Mencoba untuk memberitahukan bahwa bukunya tertinggal, hanya menjawab iya saja. Oke, baiklah. Apa sih maksud dari Generasi Emas ini? Timbul pertanyaan yang penuh arti. Perlahan aku lihat synopsisnya yang bertulis :

 "Generasi muda saat ini sebenarnya memiliki kreativitas yang tinggi, tetapi  mudah menyerah saat berhadapan dengan kesulitan. Mereka memiliki gagasan dan ide-ide besar, tetapi mentalnya manja, sehingga tidak cukup kuat dalam memperjuangkan gagasan-gagasan besarnya."

Buku ini merupakan upaya melahirkan generasi emas yang berkarakter, produktif, dan konstributif. Generasi yang memiliki ide segar, sekaligus punya energi untuk mengeksekusi gagasannya. Generasi emas melihat kesulitan sebagai batu loncatan, sedangkan generasi manja menganggapnya sebagai batu sandungan. Generasi emas menganggap masalah sebagai tantangan, sedang orang manja menganggapnya sebagai ancaman.

Baca Juga : Review Buku | Air Mata Cinta

Semakin tertarik melihat isi dari synopsisnya ternyata benar dugaan saya, melihat daftar isi yang begitu mengunggah motivasi tulisan yang begitu banyak seperti Temukan Passion-mu, Disiplin dalam Membagi Waktu, Allah lebih tahu yang kita butuh, memaknai sukses dan masih banyak lagi motivasi lainnya.

Contoh-contoh yang diberikan membuat kita sadar untuk melakukan tindakan demi mencapai kesuksesan, bukan hanya dari materi saja tapi bagaimana cara kita untuk selalu bergantung kepada sang maha pencipta. Salah satu bab yang membuat saya tersadar akan hal ini saya bagikan ke man teman judulnya :

-DIRIMU ISTIMEWA-

Sejak sebelum dicipta kita sudah dipersiapkan oleh Tuhan untuk menjadi masterpiece untuk sebuah agenda pekerjaan besar di dunia. Kita, ya, diri kita ini, adalah makhluk yang dimuliakan oleh Allah. Kita bukan makhluk biasa. Kita dicipta dengan kualitas yang luar biasa, dengan tugas yang luar biasa, dengan konsekuensi yang juga luar biasa.

Kita adalah karya agung dari Sang Maha Pencipta. Tuhan bahkan menceritakan dan membanggakan kita di hadapan malaikat-malaikat-Nya jauh sebelumm kita dicipta. Bahwa akan dicipta makhluk yang akan menjadi khalifah, makhluk spesial, yang dikaruniai akal, juga nafsu.

Ya, sejak sebelum dicipta kita sudah dipersiapkan oleh Tuhan untuk menjadi masterpiece untuk sebuah agenda pekerjaan besar di dunia. Kita, ya, diri kita ini, adalah makhluk yang dimuliakan oleh Allah. Kita bukan makhluk biasa. Kita dicipta dengan kualitas yang luar biasa, dengan tugas yang luar biasa, dengan konsekuensi yang juga luar biasa.

Sejak di alam rahim kita adalah satu di antara jutaan calon manusia lain yang kita kalahkan. Hanya kita satu-satunya yang terpilih menjadi manusia dan lahir dengan selamat. Setelah lahir ke dunia, jalan hidup yang kita tempuh tak ada yang sama dengan orang lain. Kita pun menyerap wawasan dan pengetahuan yang berbeda satu dengan yang lain.

Tapi kita adalah istimewa. Tiada duanya. Maka pastikan, peran kita di dunia ini juga luar biasa. Manfaatkan potensi yang dikaruniakan oleh Allah ini sebaik-baiknya. Menurut Syekh Muhammad al-Ghazali, salah seorang pemikir Mesir kenamaan, dalam buku beliau Jaddid Hayaataka (Perbaruilah Hidupmu), beliau mengatakan bahwa ternyata tokoh-tokoh besar dalam sejarah hanya menggunakan 5% sampai 10% dari total potensi yang mereka miliki.

Saya sepakat dengan ingkapan ini, you are actually bigger, greater, and higher that what you think. Ya, Anda sebenarnya lebih besar, lebih luar biasa, lebih hebat dari apa yang anda pikirkan.

Masih banyak lagi pesan-pesan yang membangkitkan jiwa kita untuk selalu berjuang dalam hidup kalau kita memang yang terbaik. Buruan langsung cari aja di toko buku terdekat. Bagus isi bukunya. #Reviewbuku

JANGAN TERLALU RISAU DENGAN REZEKI KITA - Coretan Inspirasi


Jangan terlalu risau dengan rezeki kita. Kerjakan saja yang terbaik, yang kita mampu, sertai dengan berdoa sekhusyuk mungkin, hanya itu tugas kita. Prestasi dan rezeki pasti akan diberikan oleh Allah. 

Jangan pernah mengejar prestasi, tapi jadilah pribadi yang dikejar oleh prestasi. Caranya? Lakukan aktivitasmu dengan totalitas. 

Jangan pernah mengejar uang. Jadilah pribadi yang dikejar uang. Caranya? Totalitaslah dalam bekerja dan bekarya.

Tak sedikit mahasiswa ketika ditanya,"Mengapa kami memilih jurusan ini?" Ia lantas menjawab,"Karena ini prospek kerjanya bagus."

Ya, pembelajaran yang kita lalui disekolah atau kampus sering kali didominasi oleh dorongan meraih pekerjaan yang mapan di masa depan. Jurusan yang prospek kerjanya tidak jelas atau finansialnya kurang menarik sering kali tidak begitu diminati,

Jika motivasi sekolah dan kuliah hanya demi pekerjaan, dampak buruknya adalah kita tidak akan menikmati prosesnya. Yang penting cepat lulus, selesai, agar bisa segera dapat kerjaan yang diinginkan.

Dampak yang lebih serius adalah efek akhirat kita. Bayangkan kita melakukan aktivitas puluhan tahun di lembaga pendidikan formal, tapi ternyata tidak punya nilai sama sekali dihadapan Allah ta'ala. Bayangkan, kita sekolah dan kuliah bertahun-tahun, tapi kelak di hari perhitungan amal kita terkejut dengan catatan amal kita yang bernilai nol, bahkan minus.

Kita lantas komplain kepada Allah,"Ya Allah, bukankah dulu aku saat di dunia aku tiap hari bersekolah dan kuliah, bahkan puluhan tahun sibuk dengan aktivitas itu. Lalu mana catatan pahala dari semua itu?"

Betapa menyesalnya kita jika jawaban dari Allah seperti ini, "Kamu dulu sekolah dan kuliah untuk siapa? Apakah untuk-Ku?" Astagfirullah.

Jangan terlalu risau dengan rezeki kita. Kerjakan saja yang terbaik, yang kita mampu, sertai dengan berdoa sekhusyuknya mungkin, hanya itu tugas kita. Prestasi dan rezeki pasti akan diberikan oleh Allah.

Baca Juga :  Belajar Hidup Berjuang Dengan Sabar Dari Seekor Kupu-kupu

Jangan pernah mengejar prestasi, tapi jadilah pribadi yang dikejar oleh preestasi. Caranya? Lakukan aktivitasmu dengan totalitas. Jangan pernah mengejar uang. Jadilah pribadi yang dikejar uang. Caranya? Totalitaslah dalam bekerja dan berkarya.

Rasulullah pun bersabda,"Seandainya anak Adam lari dari rezekinya sebagaimana dia lari dari kematian, maka rezekinya pasti akan menjumpainya sebagaimana kematian menjumpainya."

Karena itu, jangan menghabiskan usia dengan mengkhawatirkan jatah rezeki kita, karena sudah terjamin, Dengan pemahaman itu insya Allah kita tidak mudah merasa iri dan dengki pada orang lain. Rezeki tak pernah tertukar. Rezeki tak pernah kesasar.

Nabi juga pernah berkata,"Setiap jiwa tidak akan mati sampai sempurna ajalnya dan dia habiskan semua jatah rezekinya. karena itu, bertakwalah kepada Allah dan perbaguslsah cara dalam mengais rezeki."

(Ahmad Rifa'i Rif'an - Generasi Emas, 100 cara menjadi generasi unggul, berprestasi dan berkonstribusi) 

Tuesday, February 11, 2020

HIDUP JANGAN MANJA - Coretan Inspirasi

Beberapa saat yang lalu, ada seseorang yang menghubungi saya. Dia bercerita begini, Perkenalkan nama saya Fulan. Saya adalah guru sebuah SLB (Sekolah Luar Biasa) di Lawang, Malang. Saya seorang tunanetra. Saya adalah salah seorang penggemar buku-buku anda.

Jujur, awalnya saya penasaran, bagaimana cara dia membaca buku-buku saya, padahal hingga saat ini tidak ada satu pun buku saya yang diterjemahkan ke dalam huruf braille.

Dia lantas bercerita, selama ini saya membaca buku dengan menggunakan Software Screen Reader (pembaca layar khusus) untuk tunanetra. Software ini dirancang khusus, sehingga bisa membacakan tulisan dan tampilan yang tampak di display layar komputer dan smartphone yang saya gunakan, termasuk membaca tulisan yang berbentuk file pdf, microsoft word, dan notepad.

Untuk membaca buku-buku yang anda tulis, saya harus memfotokopi buku tersebut untuk kemudian di scan menggunakan scanner dan di confert menjadi file microsoft word supaya terbaca oleh software screen reader yang saya gunakan.

Oh, gitu. Nyenengin juga ya. Baca buku jadi kayak didongengin gitu. Dia pun merasa sangat bersyukur dengan kemajuan teknologi, karena dengan itu dia tetap terbantu dalam mengembangkan dirinya.

Baca Juga : Kisah Ketika Kalah Dalam Perlombaan

Dia kemudian bilang,"Tapi ada satu kendala, Mas."

Saya tanya,"Kendala apa itu?"

Dia bilang,"Hasil scan tidaklah selalu bagus. Selalu ada kesalahan di sana-sini, sehingga saya sering kehilangan beberapa isi buku."

Akhirnya saya pun memutuskan untuk mengirim beberapa file kepada beliau, semoga bisa membantu teman-teman di SLB itu untuk mendapatkan ilmu.

Saya lantas merenung, betapa tidak bersyukurnya kita yang diberikan kemampuan melihat oleh Allah namun mata kita justru digunakan untuk melihat hal-hal yang bernilai dosa. Sementara ada beberapa orang yang diberi ujian berupa kekurangan fisik, tetapi memiliki semangat belajar yang luar biasa seperti itu.

Ya, kita mengenal banyak sekali tokoh-tokoh besar dalam sejarah yang tidak mengeluhkan kekurangan yang ada dalam dirinya. Kekurangan itu alih-alih menjadikan semangat  belajarnya menurun. Kekurangan itu justru menjadi cambuk baginya untuk melejitkan prestasi.

Anak muda berprestasi bukan anak muda yang manja. Mereka bukann anak muda cengeng yang mudah mengeluh ketika menghadapi masalah dalam hidupnya.

Anak muda berprestasi menyadari bahwa untuk meraih kesuksesan, dia akan menghadapi banyak ujian dan rintangan. Perjalanan untuk menjadi orang hebat penuh dengan godaan. Oleh karenanya, dia tidak mudah menyerah hanya karena persoalan sepele yang ada didepannya.

Mentalnya tangguh. Geraknya gesit. Jiwanya pemberani. HAtinya gagah menghadapi masa depan yang penuh ketidakpastian.

Ketika anak muda lain menganggap masalah sebagai batu sandungan, anak muda berprestasi justru menganggapnya sebagai batu loncatan. Bagi anak muda berprestasi, kemenangan lebih berkesan ketika berhasil mengalahkan lawan yang tangguh.

(Ahmad Rifa'i Rif'an - Generasi Emas, 100 cara menjadi generasi unggul, berprestasi, dan berkontribusi)

Sunday, February 9, 2020

REVIEW BUKU | AIR MATA CINTA - Penulis Shineeminka


Assalamua'alaikum man teman..
Gimana kabarnya kalean? Kangen ga sih saya sudah lama ga upload review buku hehe.

Karena semakin hari buku semakin banyak yang bagus nah ini nih salah satu novel sekuelnya buku novel best seller CINTA DALAM DIAM.

Jangan khawatir kalau belum baca salah satu diantara dua buku tersebut. Hanya salah satu dibaca aja bikin baper. Serius deh!

Sedikit cerita, sebenarnya buku ini sudah lama saya beli di toko buku. Tapi karena beberapa kegiatan yang belum sempat membaca buku ini. Sok sibuk haha. 

Buku ini terlihat sampulnya bikin penasaran dengan gambar wanita yang tidak terlihat wajahnya. Synopsis yang tertulis 'Andai dosaku dapat terlihat, mungkin bumi dan langit telah penuh oleh dosaku. Setiap petuah aku anggap angin lalu. Setiap amanah aku anggap tidak penting. Masih adakah jalan untuk meraih cinta-Mu?'

Aku berharap setiap air mata yang perlahan terjatuh membasahi tempatku bersujud adalah bukti cintaku pada-Mu. Bila engkau mencintai-Nya berharaplah air mata yang terjatuh membasahi pipimu adalah Air mata Cinta Untuk Sang Maha Pemilik Kehidupan.

Baru baca synopsisnya saya penasaran tentang apa sih isi novel ini sebenarnya? Setiap bab yang aku baca perlahan-lahan ada beberapa bab yang membuat hatiku merasa tidak berdaya judulnya tentang KEHIDUPAN DAN KEMATIAN yang mana bertulis "Pada suatu hari, kematian dan kehidupan bertemu satu sama lain, lantas mereka mengobrol, 'kenapa orang-orang itu menyukaimu, tapi membenci aku?' tanya kematian pada kehidupan. Kehidupan menjawab sambil tersenyum,"Orang-orang menyukaiku karena aku adalah dusta yang indah, sedangkan mereka membencimu karena kamu adalah kebenaran yang menyakitkan."


Ada juga cerita tokoh Danang memperlakukan pasangannya begitu romantis dalam menjalankan rumah tangga. Tidak hanya cerita novel yang menceritakan tentang cinta tapi juga diselipkan pengetahuan ilmu cara belajar sabar dan ikhlas dalam menjalani kehidupan. Bagus bangetlah untuk koleksi bacaan.

Isi ceritanya sudah seperti didalam kehidupan yang sering dialami orang-orang. Tapi kita ambil sisi positifnya saja untuk dijadikan pembelajaran dalam kehidupan. Ada lagi nih isi cerita yang benar-benar buat kita berpikir.

***
Kisah Nabi Adam a.s diturunkan ke bumi, beliau tidak lagi memperoleh makanan secara mudah seperti di surga. Beliau harus bekerja keras untuk memperoleh buah-buahan atau daging untuk dimakan. ketika beliau mendapatkan binatang buruan dan menyembelihnya, ternyata tidak bisa dimakan begitu saja karena masih mentah dan tidak enak. Karena itu, beliau berdoa kepada Allah agar api diturunkan untuk memasak.

Maka, Allah Subhanahu Wa Ta'ala mengutus Malaikat Jibril meminta sedikit api kepada Malaikat malik di neraka, untuk keperluan Nabi Adam.

Malik berkata,"Wahai Jibril, berapa banyak engkau menginginkan api?" 
Jibril berkata, "Aku menginginkan api neraka itu seukuran buah kurma."

Malik berkata,"Jika aku memberikan api neraka itu seukuran buah kurma, maka tujuh langit dan seluruh bumi akan hancur meleleh karena panasnya!!"

Jibril berkata,"Kalau begitu, berikan saja kepadaku separuh buah kurma!"

Malik berkata lagi, "Jika aku memberikan seperti apa yang engkau inginkan, maka langit tidak akan menurunkan air hujan setetes pun. Dan semua air di bumi akan mengering sehingga tidak ada satu pun tumbuhan yang hidup!"

Malaikat Jibril jadi kebingungan. Sebanyak apa api neraka yang 'aman' untuk kehidupan di bumi? Karena itu, beliau berdoa,"Ya Allah, sebanyak apa api neraka yang harus aku ambil untuk kebutuhan Adam di bumi?"

Allah berfirman,"Ambilkan api dari neraka sebesar zarah (satuan terkecil, atom)!"

Jibril pun meminta api neraka kepada Malik sebesar zarah dan membawanya ke bumi. Namun, setibanya di bumi, Jibril merasakan api yang sebesar zarah itu masih terlalu panas. Beliau mencelupkan (membasuhnya) sebanyak tujuh puluh kali ke dalam tujuh puluh sungai berbeda, Baru setelah itu, beliau membawanya kepada Nabi Adam. Beliau meletakkannya di atas gunung yang tinggi.

Tetapi, begitu api tersebut diletakkan, gunung tersebut hancur berantakan. Tanah, batuan, besi, dan semua yang ada di sekitar api itu menjadi bara yang sangat panas dan mengeluakan asap. Bahkan, api yang sebesar zarah itu terus masuk menembus bumi. Hal itu membuat Jibril khawatir. Karena itu beliau segera mengambil api tersebut dan membawanya kembali ke neraka. Bara terbakar yang ditinggalkan itulah yang sampai sekarang ini menjadi sumber api dunia, termasuk yang menjadi magma-magma di semua gunung berapi di bumi ini.

Tidak bisa dibayangkan bagaimana panasnya api neraka tersebut. Kalau bara api dunia itu umumnya berwarna merah, bara api neraka berwarna hitam kelam, seperti hitamnya gelap malam. Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam pernah menanyakan keadaan api neraka itu.

Malaikat Jibril menjawab,"Sesungguhnya Allah Subhanahu Wa Ta'ala menciptakan neraka lalu menyalakan api neraka itu selama seribu tahun sehingga (baranya) berwarna merah. Kemudian, (Allah) menyalakannya (menambah panasnya) selama seribu tahun lagi sehingga (baranya) berwarna putih, dan (Dia) menyalakannya (menambah panasnya) selama seribu tahun lagi sehingga (baranya) berwarna hitam. Maka, neraka itu hitam kelam seperti hitamnya malam yang sangat gelap pekat. tidak pernah tenang kobaran apinya dan tidak pernah padam (berkurang) bara apinya!"

Yang penasaran buruan ke toko buku, beneran ini novel harus jadi koleksi favorit karena isinya bagus. Ga peres beneran, karena saya review gak kenal sama yang menulis. Tapi memang bagus ceritanya. Semoga bermanfaat, tunggu review berikutnya tentang biografi orang yang sangat terkenal di dunia.

Friday, February 7, 2020

JANGAN BANYAK ALASAN - Coretan Inspirasi



"Seseorang yang sudah menemukan alasan, dia akan memiliki kebiasaan untuk berhenti." 
(-ARA- The Amazing Of Ikhlas)

Seseorang sedang berjalan dalam hutan dan melihat sebuah lubang yang cukup besar. Di dasarnya ada harta karun yang sangat bernilai. Orang itu lalu mencondongkan badannya dan menjulurkan tangannya, tapi masih saja tak mampu menjangkau harta itu. Ia menyerah sambil mengeluh, "Lubangnya terlalu dalam, aku tidak bisa menjangkaunya. Terlalu dalam."

Orang lain datang ke sana dan bertanya,"Ada apa?"
"Ada harta karun di lubang itu, tapi tidak bisa dijangkau. Lubangnya terlalu dalam."

Orang kedua lalu berkata,"Minggir, akan aku tunjukkan bagaimana masalah sebenarnya."
Orang itu kemudian mengambil sebatang galah, "Masalahnya bukan lubangnya yang terlalu dalam, tapi tanganmu yang terlalu pendek."Ia menjulurkan galah, mengambil harta itu, lalu pergi.

Sering kali ketika kita mengeluh "Lubangnya terlalu dalam, kita tidak melakukan apa pun untuk memperbaikinya. Kita malah selalu bersikap negatif dan mengeluhkannya. Lubangnya tidak pernah terlalu dalam, tangan kita yang pendek.

Baca Juga : Cintailah Kekurangan Kita

Kelemahan manusia yang sangat besar ketika dia tidak berhasil menggapai kesuksesan yang dia inginkan adalah TERLALU SERING MENCARI ALASAN. Ketika ada kesempatan besar datang, dia beralasan belum siap. Ketika mau bertanding, dia beralasan kalah pun tidak apa-apa karena lawannya jauh lebih siap. Ketika dia mau berbisnis, dia beralasan tidak punya modal atau tidak memiliki jiwa bisnis.

Ketika ada proyek yang ditawarkan dengan keuntungan besar, dia beralasan risikonya terlalu besar sehingga menolak proyek tersebut.

Lihat? Bukan masalah yang membuat seseorang berhenti mengejar kesuksesannya. Dia sendiri yang mencari alasan untuk berhenti. Masalahnya selalu sama, kendalanya selalu sama, risikonya selalu sama. Tetapi orang itu sendiri yang memutuskan berhenti.

Barangkali, kita sendiri yang menghambat kesuksesan kita karena selalu mencari alasan dan pembenaran untuk tidak mengejar apa yang kita inginkan. Kalau sudah begitu, kapan kita akan mendapatkan kesuksesan yang kita inginkan jika terbiasa berhenti?

PENYEBAB KENAPA KITA DI BERI UJIAN DALAM HIDUP - Inspirasi dari Hanan Attaki

Kalau Allah memberikan kita ujian salah satu alasannya ingin menghapuskan dosa. Kalau seorang hamba banyak dosa dan tidak cukup amal untuk mengkifarat dosa-dosanya, Allah akan menguji dengan rasa sedih, dengan rasa kecewa, dengan rasa berat sakit hati untuk mengkifarat dosa-dosanya. Sehingga kalau kita ada masalah dengan orang lain, kita memperbaiki diri terlebih dahulu. Bukan sibuk dengan kesalahan dia terus menerus yang tidak kita maafkan.

"Misalnya ada teman kita nih, jadi ada masalah sama kita hal pertama yang kita bangun astagfirullah saya banyak dosa, tapi kan yang salah dia. Tapi mungkin kalau dia tidak bersikap seperti itu kalau kita tidak punya dosa. Allah sengaja mengutus dia untuk menguji kita lewat kata-katanya, lewat perilakunya karena kita punya dosa. Jadi penyebab pertama kita di uji bukan teman kita yang salah, itu penyebab kedua. Emang dia salah dan itu kita aku realistis lah, dia salah, dia gak pas, dia gak bijak oke. Tapi yang mentakdirkan dia salah pada kita Allah swt, kenapa Allah takdirkan itu? Karena kita masih punya banyak dosa. Allah kirim ujian melalui manusia, bisa alam, bisa dalam diri kita sendiri itu semuanya adalah cara Allah untuk menguji kita dan membersihkan dosa-dosa kita, said Ust Hanan Attaki."


Baca Juga : Cara Menggapai Impian



Ujian yang datang didalam diri kita hadapi dengan sabar. Karena sabar bentuk dari ketahanan kita dalam menyelesaik masalah. Akan beruntung bagi orang yang sabar dalam menghadapi ujian. Selain membersihkan dosa-dosa, kita juga bisa meningkatkan keimanan yang ada untuk menjadi pribadi lebih baik lagi kalau kita terus bersabar. Setiap kesulitan pasti ada kemudahan. #Sharing


Thursday, February 6, 2020

CARA MENGGAPAI IMPIAN - Inspirasi dari Hanan Attaki

Keinginan kita untuk menggapai cita-cita perlu adanya keyakinan bahwa Allah akan mengabulkan. Di setiap apa yang kita lakukan saat memutuskan perkara terkadang suka bimbang apakah ini benar keputusannya atau tidak? kita dianjurkan untuk sholat istikharah dalam islam. Sholat meminta petunjuk kepada Allah mana yang terbaik untuk kita lakukan.

"Ternyata kalau kita menginginkan sesuatu alur untuk mendapatkannya itu percaya sama rencana Allah disebut dengan istikharah minta pendapat Allah. Istikharah ini bukan hanya berbicara shalat dua rakaat, walaupun secara ritual dia shalat dua rakaat. Tapi soal nilai dia bukan hanya shalat dua rakaat tapi bagaimana bergantung dengan Allah, minta pendapat Allah. Nanya kira-kira gimana nih? Terus Allah jawabnya dengan siapa? Allah menjawabnya dengan istisyarah. 

Baca Juga : Penyebab Kenapa Kita Diberi Ujian Dalam Hidup

Pertama istikharah minta pendapat Allah, 'yaAllah beri saya petunjuk, harus bagaimana, apa yang harus dilakuin'. Nanti Allah titip jawabannya lewat istisyarah. istisyarah ini meminta nasehat kepada yang lebih paham seperti ulama, kyai, ustadz, guru, orang tua, orang yang lebih bijak dari kita yang banyak pengamalan dalam urusan tersebut. Kita minta pendapat mereka biasanya Allah menitipkan jawaban itu melalui lisan-lisan mereka yang terjaga.

Karena memang Allah yang mengatakan wali-wali Allah itu ketika dia sudah dekat dengan Allah, maka apa yang dilihat, didengar, dilakukan dengan yang Allah inginkan. Yang didengarnyanya itu hanya yang Allah ridhoi, yang diucapkan hanya yang Allah ridhoi. lisannya, hatinya, pendengarannya sudah terjaga baik fikiran dan hatinya sudah terjaga. Lewat orang sholeh yang lisannya terjaga, Said Ust Hanan Attaki."

Serahkan semua masalah kita, keinginan kita hanya pada Allah, meminta petunjuk dengan Allah. Karena Allah tempat kita bergantung, jangan yang lain. Atas ijin Allah apapun keinginan yang kita mau akan dikabulkan ketika kita semakin dekat dengan Allah. #sharing

Wednesday, February 5, 2020

CINTAILAH KEKURANGAN KITA - Coretan Inspirasi


Seorang tukang air India memiliki dua tempayan besar, masing-masing bergantung pada kedua ujung suatu pikulan, yang dibawa menyilang pada bahunya. Satu dari tempayan itu retak, sedangkan tempayan yang satunya lagi tidak. Jika tempayan yang utuh itu selalu dapat membawa air penuh, setelah perjalanan panjang dari mata air kerumah majikannya, tempayan retak itu hanya dapat membawa air setengah penuh.

Selama dua tahun hal itu terjadi tiap hari. Si tukang air hanya dapat membawa satu setengah tempayan air kerumah majikannya. Tentu saja si tempayan yang utuh merasa bangga akan prestasinya karena dapat menunaikan tugasnya dengan sempurna. Sedangkan si tempayan retak yang malang itu merasa malu sekali akan ketidaksempurnaannya dan merasa sedih sebab ia hanya dapat memberi setengah dari porsi yang seharusnya dapat diberikannya.

Setelah dua tahun tertekan oleh kegagalan pahit ini, tempayan retak itu berkata pada si tukang air,"Saya sungguh malu pada diri saya sendiri dan saya ingin mohon maaf kepadamu."

"Kenapa?" tanya si tukang air,"Kenapa kamu merasa malu?"

"Dalam dua tahun saya hanya mampu membawa setengah porsi air dari seharusnya karena adanya retakan pada sisi saya yang membuat air yang saya bawa bocor sepanjang jalan menuju rumah majikan kita. Karena cacatku itu, saya membuatmu rugi," kata tempayan itu.

Si tukang air merasa kasihan pada si tempayan retak, dalam belas kasihannya ia berkata,"Jika kita kembali ke rumah majikan besok, aku ingin kamu perhatikan bunga-bunga indah di sepanjang jalan."

Benar, ketika mereka naik ke bukit, si tempayan retak memerhatikan dan baru sadar bahwa ada bunga-bunga indah di sepanjang sisi jalan dan itu membuatnya sedikit terhibur. Namun pada akhir perjalanan, ia kembali sedih karena separo air yang dibawanya telah bocor, dan kembali dia minta maaf pada si tukang air atas kegagalannya.

Si tukang air berkata kepada tempayan itu, "Apakah kamu perhatikan adanya bunga-bunga di sepanjang jalan di sisimu tetapi tidak ada bunga di sepanjang jalan di sisi tempayan yang lain yang utuh. Itu karena aku selalu menyadari akan cacatmu dan aku memanfaatkannya.

Baca Juga : Kisah Rencana Allah Lebih Indah

Aku telah menanam benih-benih bunga di sepanjang jalan di sisimu dan setiap hari jika kita berjalan pulang dari mata air, kamu mengairi benih-benih itu. Selama dua tahun ini aku dapat memetik bunga-bunga indah itu untuk menghias meja majikan kita. Tanpa kamu, majikan kita tidak akan dapat menghias rumahnya seindah sekarang."

Pesan : Setiap orang memiliki cacat dan kekurangannya masing-masing. Kita semua adalah tempayan retak. Namun jika kita mau, Allah akan menggunakan kekurangan kita untuk menghias-Nya. Di mata Allah yang bijaksana, tidak ada yang terbuang percuma. Karena Allah tidak pernah menciptakan produk gagal. Jadi semua ciptaan-Nya sudah pasti memiliki manfaat untuk orang lain dan lingkungannya.

Kenalilah kelemahanmu dan kamu pun dapat menjadi sarana keindahan Allah. Ketahuilah, di dalam kelemahan kita, kita menemukan kekuatan kita. Seseorang disebut sebagai orang yang sukses, jika ia bisa tetap hidup dan menikmati kesuksesannya dengan rasa bersyukur.

(Deassy M. Destiani - The Most Inspiring Story/Bukan Untuk Dibaca)  

Monday, February 3, 2020

KISAH RENCANA ALLAH LEBIH INDAH - Coretan Inspirasi

Sering kali kita berburuk sangka pada Allah, kita menganggap Dia tak pernah mengabulkan doa yang kita pinta, padahal Allah selalu menjawab doa setiap hambanya. Hanya saja dengan cara-Nya, ada yang langsung dikabulkan ada pula yang ditunda hanya tinggal menunggu waktu saja.

Suatu ketika, ada seorang pendaki gunung yang sedang bersiap-siap melakukan perjalanan. Di punggungnya, ada ransel carrier dan beragam carabiner (pengait) yang tampak bergelantungan. Tak lupa tali temali disusun melingkar di sela-sela bahunya. Pendakian kali ini cukup berat, persiapan yang dilakukan pun lebih lengkap.

Kini, di hadapannya menjulang sebuah gunung yang tinggi. Puncaknya tak terlihat, tertutup salju yang putih. Ada awan berarak-arak di sekitarnya, membuat tak seorang pun tahu apa yang tersembunyi di dalamnya. Mulailah pendaki muda ini melangkah, menapaki jalan-jalan bersalju yang terbentang di hadapannya. Tongkat berkait yang di sandangnya, tampak menancap setiap kali ia mengayunkan langkah.

Baca Juga : Jangan Banyak Alasan

Setelah berjam-jam berjalan, mulailah ia menghadapi dinding yang terjal. Tak mungkin baginya terus melangkah. Disiapkannya tali temali dan pengait di punggungnya. Tebing ini terlalu curam, ia harus mendaki dengan tali temali. Setelah beberapa kait ditancapkan, tiba-tiba terdengar gemuruh datang dari atas. Astaga, ada badai salju datang tanpa disangka. Longsoran salju tampak deras menimpa tubuh sang pendaki. Bongkah-bongkah salju yang mengeras, berjatuhan disertai deru angin yang membuat tubuhnya terhempas ke arah dinding.

Badai itu terus berlangsung beberapa menit. namun untunglah, tali temali dan pengait telah menyelamatkan tubuhnya dari dinding curam itu. Semua perlengkapannya telah lenyap, hanya ada sebilah pisau yang ada di pinggangnya. Kini ia tampak tergantung terbalik di dinding terjal itu. Pandangannya kabur karena semuanya tampak memutih. Ia tak tahu di mana ia berada. Sang pendaki itu cemas, ia berkomat-kamit, berdoa pada Tuhan agar diselamatkan dari bencana ini. Mulutnya terus bergumam, berharap pertolongan Tuhan datang padanya.

Suasana menjadi hening setelah badai. Ditengah kepanikan itu, tampak terdengar suara dari hati kecilnya yang menyuruhnya melakukan sesuatu."Potong tali itu..potong tali itu." Terdengar senyap melintasi telinganya. Sang pendaki bingung, apakah ini perintah dari Tuhan? Apakah suara ini adalah pertolongan dari Tuhan? Tapi bagaimana mungkin, memotong tali yang telah menyelamatkannya, sementara dinding ini begitu terjal?

Pandanganku terhalang oleh salju ini, bagaimana aku bisa tahu? Banyak sekali pertanyaan dalam dirinya. Lama ia merenungi keputusan ini, dan ia tak mengambil keputusan apa-apa. Beberapa minggu kemudian, seorang pendaki menemukan ada tubuh yang tergantung terbalik di sebuah dinding terjal. Tubuh itu tampak membeku dan telah meninggal karena kedinginan. Sementara itu, batas tubuh itu dengan tanah, hanya berjarak 1 meter saja.

Pesan : Setiap ujian yang diberikan oleh-Nya adalah untuk menuntun kita kembali ke jalan yang lurus. Asal kita percaya untuk "memotong tali pengait" dan menyerahkan semua hasilnya pada Allah. Itulah kunci berserah diri, berusahalah, namun hasilnya biarkan Allah yang menentukan, apakah kita bisa selamat atau diterkam harimau. Jika selamat itulah pertolongan-Nya, namun jika kita diterkam harimau pastinya itu pun yang terbaik dari sisi-Nya di mata Allah swt.

Di hatimu selalu ada petunjuk yang akan menuntun menuju keselamatan dunia dan akhirat maka dengarkanlah kata hatimu yang tak pernah berdusta, disana mimpi dan cita-citamu akan kautemukan. 

(Deassy M. Destiany - The Most Inspiring Story/Bukan Untuk Dibaca)

DOA MERUBAH SEGALANYA - Inspirasi dari Hanan Attaki

Janji Allah kepada orang yang berdoa. Makanya doa itu benar-benar senjata orang mukmin, melebihi senjata apapun yang dimiliki oleh seseorang. Paling dahsyat itu kalau punya doa. Jadi kalau orang yakin kepada Allah, maka keyakinan dia kepada Allah lebih besar daripada keyakinan dia kepada apapun. Maka selama dia masih bisa berdoa kepada Allah, dia tenang.

"Ada masalah dikit illahi, ada masalah dikit rabbi terus saja. Ada masalah sepele apapun minta ke Allah. Dan kata Nabi 'janganlah kalian menjadi lemah dalam berdoa, karena sesungguhnya tidak akan binasa seseorang selama dia masih berdoa kepada Allah. Itu hadist nabi dari Aisyah. Janganlah kalian menjadi lemah dalam berdoa artinya jadi pundung, jadi putus asa dalam berdoa, Said Ust Hanan Attaki."

Baca Juga : Belajar Ikhlas

Jadi kalau kita masih terus mengharap dan meminta kepada Allah kita nggak akan binasa. kita nggak akan rugi. Dan kata ulama segala sesuati di dunia ini akan pergi dan tidak kembali kecuali doa. Dia pergi dan dia pasti akan kembali. Satu-satunya yang pergi ke Allah dan kembali di dunia ini hanyalah doa. #Sharing 

BELAJAR IKHLAS - Coretan Inspirasi

Alkisah, ada saudagar yang terkenal baik hati dan sering memberi bantuan kepada sanak saudara atau teman yang datang meminta tolong kepadanya. Suatu hari, si saudagar sedang mengalami kesulitan, seakan menghadapi jalan buntu dan merasa perlu bantuan orang lain. Maka dia pun mendatangi teman dan saudara yang dulu pernah dibantunya.

Tetapi ternyata, tidak ada satu pun dari mereka tergerak untuk membantu. Bahkan saat dia bercerita mengenai masalah yang sedang dihadapinya, mereka cenderung cuek, tidak peduli, dan menganggap itu bukanlah urusan mereka.

Sesampai di rumah, si saudagar merasa terpukul, kecewa, dan marah. Dia tidak habis pikir, bagaimana mereka yang dulu merengek mohon bantuan dan telah dibantunya, sungguh tidak tahu bersyukur dan berterima kasih. Saat dia dalam kesulitan dan membutuhkan bantuan, mereka memperlakukannya seperti itu. Dan semakin dipikir, dia semakin kecewa dan marah. Keadaan ini sangat mengganggunya, dia menjadi sulit tidur, gampang marah, dan tidak bisa berpikir secara jernih.

Setelah berhari-hari si saudagar menjalani hidup yang tidak bahagia itu, dia memutuskan untuk pergi ke orang bijak. Setelah mendengar keluhan si saudagar, si orang bijak berkata,"Anak muda, paman tahu kalau kamu orang yang baik, suka membantu orang lain, tetapi saat ini kebaikan hatimu malah berakibat buruk. Kamu merasa tidak bahagia, kecewa, dan marah kenapa bisa begitu?

Baca Juga : Doa Merubah Segalanya

Menurut paman, pertama, kamu telah salah menilai orang lain. Harapan kamu adalah orang yang telah kamu bantu akan membalas budi dan kenyataan tidak begitu maka yang salah adalah kamu sendiri. Kedua, jika kamu ingin mendapat imbalan atas bantuanmu, saat membantu, kamu harusnya memberi pelajaran kepada mereka bagaimana cara berterima kasih.

Ketiga, jika kamu tidak ingin dikecewakan orang lain maka berilah bantuan tanpa harapan atas imbalan apa pun. Karena perbuatan baik yang telah kamu lakukan janganlah kehilangan makna dan dikotori dengan keinginan untuk dibalas yang bila tidak kesampaian, akan menimbulkan kecewa, marah, dan kemudian benci di hatimu.

Pesan : Saat ada orang lain yang membutuhkan pertolongan maka bantulah tanpa harus memikirkan apa yang akan jadi balasan dari orang yang kita bantu. Karena jika kita membantu orang lain maka di saat kita mengalami kesulitan, pasti dengan mudahnya ada oarang lain yang akan membantu kita meskipun orang itu bukanlah orang yang kita tolong dulu. Semudah itu sebenarnya beramal kepada sesama.