Sunday, December 27, 2020

JANGAN PERNAH PUTUS ASA DALAM BERDOA - Coretan Motivasi

(Freepik.com)

Doa bisa menjadikan ketidakmungkinan jadi mungkin. Sabarlah dalam berdoa ketika belum terkabul maka tambahkan lagi doanya. Karena Allah akan mengabulkan hambanya yang berdoa kepadaNya. 

Jangan pernah berhenti berdoa dan berusaha, dan jangan pernah menyerah walau dalam keadaan terpuruk sekalipun, karena kita tidak tahu kapan doa kita akan terkabul.

"Salim A. Fillah juga pernah mengatakan bahwa segala sesuatu dalam hidup ini akan pergi dan tak akan pernah kembali lagi kecuali doa, Karena doa yang kita panjatkan akan pergi dengan harapan serta akan kembali dengan ridho dan karunia."

Percayalah, ketika kita telah berdoa dengan keyakinan yang kukuh, berikhtiar dengan giat dan sesuai dengan cara yang Allah ridhoi, serta tak meninggalkan hak-hak Allah; usaha, kerja, karya, dan apa saja yang kita lakukan akan Allah permudah dan Allah kucurkan berkah, bertumbuh, dan bertambah manfaatnya

Kalau doa saja kita malas gimana ingin mewujudkan keinginan kita. 

Petuah Sarat Makna - Penggugah Semangat Jiwa -

"Aku,"titah Al-Faruq, sang singan padang pasir yang gagah perkasa,"tidak khawatir doaku diijabah atau tidak, justru yang aku khawatirkan adalah jika aku tidak berkenan untuk berdoa kepada-Nya."

Aduhai, betapa indah petuah itu dan betapa mengagumkan pemahaman itu.

Allah itu Maharomantis, Dia firmankan kepada kita : "Berdoalah kepada-ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu..."

Yakin masih malas untuk memohon kepada-Nya?

Yakin masih sungkan untuk meminta bantuan kepada-Nya?

Dalam kitab Al-Lu'lu' Wal Marjan, Mutiara Hadits Sahih Bukhari dan Muslim, pada hadist ke -1742, Rasulullah bersabda : "Doa kalian dikabulkan selagi kalian tidak terburu-buru mengatakan,'Aku telah berdoa, tapi tidak kunjung dikabulkan."

Maka, berdoalah dengan sungguh-sungguh tanpa ragu.

(Sumber : Menjadi Pribadi Tangguh, Selalu bersyukur & Tidak suka mengeluh - Agusman 17An)

Thursday, December 10, 2020

MINTA SAMA ALLAH PASTI DIKASIH APA YANG KITA INGINKAN - Inspirasi dari Hanan Attaki

Kalo ada masalah seberat apapun jangan khawatir ada Allah. Pasti masalah bakalan selesai, jangan malah galau, bersedih hati dalam menghadapi masalahnya. Pokoknya apapun masalah kita, keinginan yang kita mau, apapun itu minta sama Allah. Tidak perlu resah ataupun gelisah kalau dekat dengan Allah semuanya menjadi mudah.

"Makin romantis doa sama Allah, Allah tuh makin seneng dan Allah tuh seneng banget sama orang yang rajin berdoa. Kalau ada yang bilang, jangan banyak-banyak doa malu sama Allah gak enak gitu itu salah. Manusia, kalau kita banyak minta, dia gak suka tapi Allah, justru dia ga suka kalau kita gak minta. Sehingga doa itu dalam islam dianggap sebagai ibadah. 

Orang yang paling Allah cintai itu justru yang banyak minta. Dikit-dikit, ya Allah.. gitu tuh Allah suka banget. Orang yang gak pernah berdoa itu adalah orang yang sombong. Ngerasa dia bisa hidup sendiri tanpa Allah. Orang justru makin banyak berdoa mmenunjukkan penghambaan dirinya bagus kepada Allah. Dia ngerasa laa hawla wa laa quwwata saya tuh gak punya daya dan upaya sama sekali. illa bilah makanya minta kepada Allah, Said Ust Hanan Attaki."

Harus yakin minta sama Allah jangan ada keraguan sedikitpun. Pasti Allah kabulkan tinggal tunggu waktunya saja. Allah bakalan kasih yang terbaik buat diri kita. Serahkan semua saja sama Allah gak ada yang mustahil apapun itu kalau Allah sudah berkendak. Tugas kita berdoa dan selalu berusaha melakukan yang terbaik buat pencapaian yang kita inginkan. #Sharing

(Sumber : https://www.youtube.com/watch?v=ibjA7jsqi1Y&list=UUQNSW7WjuSlGm0Oc_HjyIAA&index=2 )

Thursday, November 26, 2020

BELAJAR IKHLAS DARI FILOSOFI GULA - Coretan Inspirasi

Di dapur terjadi kegaduhan. Gula pasir marah. Ia merasa tidak dihargai, merasa dikhianati semua temannya, dimanfaatkan tapi tak pernah diakui keberadaannya. Makhluk Allah yang berasal dari air tebu ini sakit hati.

"Kenapa kamu, gula? Apa salah kami padamu. Kenapa kau tidak mau bicara bahkan seolah menjauh dari kami?" si kopi hitam coba bertanya.

"Iya kawan, bicaralah. Diammu membuat kami serba salah," sirup ikut nimbrung.

"Kalian pengkhianat! Kalian manfaatkan aku! Kau kopi! Kau memintaku untuk bercampur denganmu hingga kau terasa lebih nikmat. Dan kau sirup! Kau minta juga aku untuk berbaur denganmu agar kau semakin disukai. Tapi mana balasan kalian? Mana! Manusia tak pernah menyebut namaku.

Mereka hanya bilang secangkir kopi atau segelas sirup rasa mangga. Padahal tak ada mangganya sama sekali. Yang ada itu manis! Dan akulah si pembuat makanan dan minuman menjadi manis. Padahal kalian tidak akan lebih nikmat tanpaku," gula menjawab sewot.

Kopi dan sirup saling menatap lantas tertawa.

"Kenapa kalian tertawa?" bentak gula.

Kopi menepuk tutup toples gula. "Gula... Gula..." katanya seraya tersenyum. Namun, karena gigi lidah bibir dan wajahnya yang hitam, tak jelas dia sedang senyum tulus atau mencibir.

"Kita ini dicipta Tuhan dengan tugas masing-masing. Perbedaan kita adalah kesempurnaan. Dan ingat, meskipun secangkir air panas, kopi dan gula di sebut secangkir kopi, bukan secangkir kopi dan gula, namun yakinlah manismu tidak akan pernah dilupakan.

Namamu boleh tak disebut, tapi manismu telah tertanam di hati para penikmat kita. Gula, kau adalah kata lain dari keikhlasan andai kau tidak mempermasalahkan manis yang sudah kau berikan kepada kami.

Kau membuat makanan dan minuman lebih nikmat. Hampir tiada makanan dan minuman nikmat tanpa ada campuranmu. Dan yakinlah, ada sebagian orang yang urungkan niat membuat secangkir kopi  ketika tidak menemukanmu. 

Kau gula, namamu memang sering dilupakan, tapi saat kau tak ada, maka kau pasti dicari. Itulah salah satu tanda kau dicintai."

Ikhlas membuat hati tenang. Galau, risau, dan gundah gulana lenyap. Ikhlas tumbuh pada hati yang penuh keimanan, sedangkan keimanan bisa tumbuh karena pengetahuan. 

"Jangan mengharapkan apa yang sudah kita berikan kepada orang lain, serahkan semuanya saja sama sang pencipta. lakukan saja yang terbaik, ikhlas lebih baik."

(Sumber : Jika kamu ingin dicintai, tip-tip agar dicintai Allah swt, dan seluruh makhluk-Nya - Kurniawan al-Isyhad)

Friday, November 6, 2020

JANGAN RISAUKAN MASA DEPAN - Inspirasi dari Hanan Attaki

Yakin aja apa yang menjadi milik kita gak bakalan menjadi milik orang lain. Berusaha dengan keyakinan sepenuh hati bahwa kerja keras tidak akan menghianati proses. 

Lakukan saja tanpa pernah kenal lelah untuk terus selalu berdoa kepada Allah. Semuanya bisa tercapai jika usaha dan doa kita maksimal untuk dilakukan. Serahkan saja pada yang maha kuasa.

"Andalin Allah saja deh, kita mau hijrah kita mau ganti kerjaan kita mau dapat pasangan. kita mau punya anak, kita mau..mau.. udah bilang aja sama Allah. Ada mau apa aja bilang aja sama Allah, selama yang kita inginkan itu kebaikan. 

Allah malu untuk tidak dikabulkan, gak mungkin gak dikabulkan, pasti. kenapa pasti, Allah sendiri yang mengatakan kalau ada yang berdoa sama aku, aku pasti akan menjawab pasti dibalas sama Allah cuma membalasnya Allah itu seperti apa? 

Allah kasih yang kita minta, atau dikasih yang lebih baik lagi. Allah gak bakalan ngasih yang buruk, gak mungkin. kalo gak dikasih sama atau lebih baik. Allah maha kuasa atas segala sesuatu, said Ust Hanan Attaki."

Apapun yang kita minta kembalikan semuanya sama Allah, Allah tergantung prasangka hambanya. Kalau hati kita mengatakan bisa melakukan dan disertakan dengan doa kepada Allah. Tunggu hal terindah bakalan datang untuk menjadikan diri kita luar biasa. Maka dari itu sertakan segalanya untuk menggapai ridho Allah. #Sharing

Sunday, October 25, 2020

CARA AGAR TIDAK MUDAH PUTUS ASA - Motivasi Suara Pagar Kehidupan


Setiap orang mungkin pernah mengalami yang namanya putus asa. Tidak ada harapan untuk bangkit, selalu menyalahkan diri sendiri. Tidak tahu caranya keluar dari permasalahan.dalam keadaan yang hampir putus asa. Putus asanya itu bukan karena putus asmara, bukan karena masalah yang ringan.

"Bagaimana cara keluar dari masalah yang lagi di alami. Kadang-kadang kita pernah mengalami sebuah situasi mungkin dimana ini dunia kok ga berpihak kepada kita. pernah gak sih kita itu mengalami sebuah hal ntah kenapa apa yang kita lakukan itu kayanya salah terus kita berusaha ke kiri salah, udah berusaha ke kanan salah apapun yang kita lakukan selalu salah.

Nah kalau pernah ngalamin hal seperti itu, itu yang dinamakan dirimu sedang mengalami fase putus asa untuk menjadi maju. Maksudnya gimana? maksudnya kadang kala kita itu gak ngerasa bahwa setiap kemajuan yang kita alami dalam hidup itu pasti dulunya di awali dengan hal putus asa.

Coba sekarang kita bisa gak sih berdiri dengan tegak, kalau diri kamu sedang berada di posisi duduk. Ingat-ingat bagaimana tegaknya kamu berdiri ketika kamu berdiri. Sekarang kenapa kita bisa berdiri sih? kok bisa ? sadar gak kalau dulu kita semua ini adalah makhluk yang merangkak.

Sadar ga sih kalau dulu waktu kecil kita pernah nangis berkali-kali karena kita jatuh terus padahal kita pengennya berdiri. Sekarang pertanyaannya kalau kita sekarang berdiri tegak, apakah itu diakibatkan kita jenius? 

Bukan, kita berdiri tegak bukan karena kita beruntung, bukan karena kita anak orang kaya, bukan karena kita jenius. Tapi kenapa? karena dulu secara tidak sadar kita mau melalui fase putus asa dengan mencoba lagi, mencoba lagi dan mencoba lagi sampai kita bisa berdiri setegak sekarang. 

Kalau dulu kita belajar jalan jatuh bangkit lagi, jatuh bangkit lagi. Kenapa kita sekarang ketika jatuh malah mendadak jadi orang lemah sekarang. Pikirkan deh, tau penyebabnya kenapa? penyebabnya karena menurut hidup yang kita jalani, menurut apa yang kita yakini dari pelajaran sekolah dulu kata-kata orang sekitar bahwa hidup itu susah. 

Kalau ada di hati kita yang bilang bahwa hidup itu susah hati-hati itu adalah doa. Hati kita yang bersuara adalah keyakinan yang tersembunyi dalam pikiran kita dan itu jadi kenyataan karena keyakinan kita itu doa. Mau tau menjadi kaya dengan cara yang lebih sederhana dan masuk akal. 

Sekarang kita berpikir realistis aja, berpikir secara kenyataan. Kita semua berapapun umurnya saat ini suatu saat akan punya anak bahkan akan punya cucu. betul gak? maksud saya coba pikirkan deh kalau sekarang kita punya keturunan. Kita pilih mau diceritakan apa ke mereka. kalau kita ingin bercerita kepada keturunan kita. 

Kita itu pengen cerita seperti apa. apakah kita cerita putus asa, mentok ga bangkit lagi trus kita nyerah atau cerita yang membuat mereka terinspirasi mengatakan bahwa dulu ayah pernah putus asa lho, ibu pernah putus asa lho tapi kami bangkit lagi setelah mendengar pagar kehidupan, kamu pasti bisa!

Kalau kamu ingin menjadi orang sukses kamu perhatikan perkataan yang singkat dan jelas ini. Orang sukses itu bukanlah orang yang mengejar uang, ini akar dari sebuah kesuksesan stop mengejar uang. lho kok seperti itu? uang itu harus dikejar, kalau kita gak kejar gimana kita dapat uang. sabar. 

Uang itu emang kita harus punya, tapi uniknya uang itu ga akan berpihak kalau kita mengejarnya. Sekarang coba lihat dirimu sendiri, capek gak ngejar uang? hasilnya setimpal gak dengan pengejaran kamu sebanding gak dengan usaha kamu mengejar uang. Oh tidak, uang itu tidak memihak kepada orang yang nafsu mengejarnya. Kalau begitu harus bagaimana ? 

Jawabannya sederhana kalau kamu ingin kaya, ingin jadi orang sukses cukup fokus ke nilai kamu, fokus lah hanya kepada nilai kamu saja tidak usah pikirkan uang." 

Lebih lengkapnya sumbernya bisa langsung cek ke youtube dibawah ini


Wednesday, October 21, 2020

WAKTU YANG PALING BAIK UNTUK MENYELESAIKAN MASALAH - Inspirasi dari Hanan Attaki

Keadaan terdesak saat ujian datang memang butuh hati yang tenang dalam menyelesaikan masalah. Setiap permasalahan yang datang menghampiri merupakan salah satu bentuk Allah sayang dengan kita. 

Bersyukurlah masih diberikan teguran agar kita bertaubat. Saat kembali kepada sang pemilik segalanya dalam keadaan bersih seperti bayi baru lahir. 

"Kalau masih ramai berarti masih magrib, rame riuh orang masih pulang kerja segala macam. Isya orang keluar untuk ngopi bareng teman-teman, bareng keluarga makan cari jagung bakar. 

Jam sepuluh mulai pulang dari jalan-jalan keluarga. Jam sebelas mulai masuk kamar tidur, jam dua belas mulai hening. Makin ngantuk berarti mendekati waktu fajar. Makin lelah, makin lemah, berarti mendekati waktu fajar. 

Jam setengah empat atau jam tiga itu waktu yang hampir tidak ada lagi yang masih terbangun, terjaga semuanya masih pada tidur. Itulah waktu yang paling baik dan waktu itulah mendekati fajar. Apa filosofinya? Semakin sulit kehidupan seseorang, semakin dekat dengan pertolongan Allah. 

Semakin sulit keadaan seseorang, semakin baik waktu yang paling baik dia untuk berdoa kepada Allah Subhana Wa Ta'ala. Semakin sulit seseorang semakin dekat dengan sebuah jalan keluar, Said Ust Hanan Attaki."

Semua bisa teratasi jika kita selalu dekat dengan sang pencipta, percayalah bahwa pertolongannya lah yang sangat dekat. Jangan khawatir saat keadaan kita tertimpa musibah, atau ada masalah yang belum juga terselesaikan.

Dekatkan diri kepada Allah dengan seyakin-yakinnya karena Allah sangat dekat. Semua masalah bisa teratasi jika kita percaya dan yakin. #Sharing

Sumber : 

 


Wednesday, October 7, 2020

MERASA LELAH MENJALANI HIDUP - Inspirasi dari Hanan Attaki

Ujian yang bertubi-tubi dalam hidup kadang membuat hati merasa lelah untuk bisa bertahan menjalani kehidupan. Hilangkan rasa dimana kata menyerah hadir di dalam diri kita. Karena setiap ujian yang hadir di hidup kita sudah menjadi takdir yang Allah berikan. 

Bagaimana cara kita menyelesaikannya dengan selalu mendekatkan diri kepada Allah, selalu percaya dan yakin kepada Allah. Karena kelemahan kita itu berawal saat kita meragukan Allah. Dalam segala dinamika hidup kita selalu butuh Allah.

"Kita butuh Allah ketika Allah kasih kita ujian, bahkan tetap kita butuh Allah ketika Allah kasih kita nikmat. Kalau kita butuh Allah saat diuji agar kesabaran kita terjaga. Karena orang yang tidak ditemani atau tidak dibersamai oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala ketika sedang di uji maka dia akan mudah untuk berkeluh kesah bahkan berputus asa. 

Kebersamaan Allah saat di uji adalah Allah Subhanahu Wa Ta'ala menghibur hatinya, Allah Subhanahu Wa Ta'ala menenangkan hatinya Allah Subhanahu Wa Ta'ala menghidupkan hatinya dengan nikmat iman. Bukankah dengan mengingat Allah hati menjadi tenang dan orang yang beriman apabila diingatkan dengan nama Allah, disebut nama Allah maka hatinya akan bergetar, Said Ust Hanan Attaki.

Ujian yang diberikan dari Allah merupakan tanda sayang Allah kepada kita. Untuk mengingat Allah, yang selama ini terkadang lalai dalam menjalankan perintahNya. Bersabarlah dalam menghadapi ujian yang bertubi-tubi datang menghampiri kita. Karena dibalik ujian pasti ada hikmahnya. Tetap berpikir positif bahwa ada hadiah terindah yang ajkan diberikan oleh Allah. #Sharing

Tuesday, September 22, 2020

CARA MENENANGKAN DIRI SAAT MENGHADAPI MASALAH - Inspirasi dari Hanan Attaki

Masalah memang terkadang datang tanpa permisi tapi yakin aja itu semua untuk menguatkan mental kita dalam menjalani kehidupan. Allah memberikan ujian itu sesuai dengan kemampuan kita. Kalau kita diberikan masalah seberat apapun berarti Allah percaya bahwa kita bisa menyelesaikan masalah itu. 

Jangan panik ataupun risau jika masalah terus-terusan datang ke dalam kehidupan kita. Kuncinya mah dekatin diri kita kepada sang pencipta, karena ini solusi yang terbaik dalam menyelesaikan masalah.

"Gimana caranya kita tidak panikan ketika ada masalah? Walaupun sedih itu fitrah manusia cuma ada yang sedihnya wajar ada juga sedih yang juga berlarut-larut atau putus asa. Macam-macam putus asa seperti sudah tidak mau lagi bertaubat, ngerasa bahwa taubatnya tidak nasuha. Taubat ulangi lagi, taubat ulangi lagi. Kenapa kita berputus asa minta ampun ke Allah, padahal Allah tidak pernah putus asa mengampuni kita. Kan aneh nih. 

Allah itu ga pernah bosen menerima taubat kita. Padahal bakalan tahu bahwa akan mengulangi kesalahan lagi. Asal kita datang Allah akan terima Seolah-olah Allah tuh husnudzon banget sama kita. Walaupun pastinya Allah tahu apa yang kita lakukan dimasa yang akan datang. 

Ini artinya kenapa seseorang jadi putus asa, jadi berhenti mencoba, jadi berharap untuk tidak mendapatkan apa-apa, jadi pesimis dan penuh khawatir dalam menghadapi hidup. Gimana sih cara kita tetap happy dalam menghadapi masalah. Tanamkan di dalam diri kita dengan dzikrullah, selalu mengingat Allah itu akan tenang, Said Ust Hanan Attaki."

Salah satu cara untuk menenangkan diri perbanyak berdzikir kepada Allah. Bener deh, nanti bakalan Allah tolong langsung kalau entertain kita itu dzikir kepada Allah. Yakin aja setiap masalah pasti ada solusinya. Terus berusaha untuk mendekatkan diri kepada Allah, masalah seberat apapun akan terselesaikan. #Sharing

Sumber Video selengkapnya bisa cek dibawah ini


Sunday, August 30, 2020

BELAJAR MENCINTAI DIRI SENDIRI - Coretan Inspirasi

"Semua yang kita kerjakan, meski dengan tujuan untuk orang lain pun, pada hakikatnya, kita juga mengerjakannya untuk kebaikan diri kita sendiri." -ARA-

Seorang tukang kayu tua bermaksud pensiun dari pekerjaannya di sebuah perusahaan konstruksi real estate. Ia menyampaikan keinginannya tersebut pada pemiliki perusahaan. Tentu saja, karena tak bekerja, ia akan kehilangan penghasilan bulannya, tetapi keputusan itu sudah bulat. Ia merasa lelah. Ia ingin beristirahat dan menikmati sisa hari tuanya dengan penuh kedamaian bersama istri dan keluarganya.

Pemiliki perusahaan merasa sedih kehilangan salah seorang pekerja terbaiknya. Ia lalu memohon pada tukang kayu tersebut untuk membuatkan sebuah rumah untuk dirinya

Tukang kayu mengangguk menyetujui permohonan pribadi pemilik perusahaan itu. Tapi, sebenarnya ia merasa terpaksa. Ia ingin segera berhenti. Hatinya tidak sepenuhnya dicurahkan. Dengan ogah-ogahan ia mengerjakan proyek itu. Ia cuma menggunakan bahan-bahan sekadarnya.

Akhirnya, selesailah rumah yang diminta. Hasilnya bukanlah sebuah rumah baik. Sungguh sayang ia harus mengakhiri kariernya dengan prestasi yang tidak begitu mengagumkan. Ketika pemiliki perusahaan itu datang melihat rumah yang dimintanya, ia menyerahkan sebuah kunci rumah pada si tukang kayu."ini adalah rumahmu," katanya,"hadiah dari kami."

Betapa terkejutnya si tukang kayu. Betapa malu dan menyesalnya. Seandainya saja ia mengetahui bahwa ia sesungguhnya mengerjakan rumah untuk dirinya sendiri, ia tentu akan mengerjakannya dengan cara yang lain sama sekali. Kini ia harus tinggal di sebuah rumah yang tak terlalu bagus hasil karyanya sendiri.

Itulah yang terjadi pada kehidupan kita. Kadangkala, banyak dari kita yang membangun kehidupan dengan cara yang membingungkan. Lebih memilih berusaha ala kadarnya ketimbang mengupayakan yang baik. Bahkan, pada bagian-bagian terpenting dalam hidup kita tidak memberikan yang terbaik. Pada akhir perjalanan kita terkejut saat melihat apa yang telah kita lakukan dan menemukan diri kita hidup di dalam sebuah rumah yang kita ciptakan sendiri.

Seandainya kita menyadarinya sejak semula kita akan menjalani hidup ini dengan cara yang jauh berbeda. Kita adalah tukang kayu itu. Apa pun yang kita kerjakan sekarang ini adalah apa pun yang akan kita dapatkan nanti. Bagaimana bisa kita bekerja untuk menghasilkan 80 tapi berharap mendapat 100?

Kita akan selalu mendapat sesuatu sesuai dengan apa yang kita berikan. Jika sebagai karyawan kita hanya mengerjakan seadanya, kenapa mengharap mendapat imbalan sebanyak-banyaknya? Jika belajarnya hanya seadanya, kenapa mengharap nilai setinggi-tingginya? ini seperti mengendarai mobil dengan hanya bahan bakar yang cukup untuk 80km dan tidak akan diisi lagi, tapi kita berharap mobil itu sampai di 100km. Bagaimana bisa?

Kenapa kita tidak berpikiran bahwa apa pun yang kita kerjakan adalah diri kita sendiri dan demi kita sendiri? Karena memang kenyataannya seperti itu. Kita akan mendapat sesuai dengan yang kita berikan.  Tidak lebih tidak kurang. 

Sumber : The Amazing of Ikhlas - ARA -

Friday, August 28, 2020

JIKA BEBAN HIDUP TERLALU BERAT - Inspirasi dari Hanan Attaki

Setiap kejadian yang menimpa terhadap diri kita sudah menjadi garis takdir yang diberikan oleh Allah. Tinggal gimana cara kita menyikapi permasalahan yang ada.

 Bukan karena Allah tidak sayang justru dibalik itu semua Allah sayang banget sama kita, makanya kita yang diberikan permasalahan yang berat. 

Mental kita lagi dibentuk oleh Allah menjadi manusia yang lebih kuat dalam menghadapi permasalahan apapun yang terjadi didalam hidup.

"Kenapa harus aku yang terus-terusan, kok aku terus yang jadi di bully, kok aku terus yang direpotkan, kok aku terus sih yang diomongin, kok aku terus sih yang dikasih beban dan segala macam. Kenapa harus aku? Pernahkan nanya kaya gini? Saya juga pernah. 

Mau tau jawabannya? jawabannya adalah karena Allah sayang sama kita, maka Allah memilih kita. Karena Allah merasa dekat dengan kita, maka Allah memilih kita. 

Karena Allah percaya kita, maka Allah memilih kita diantara yang lain. Diantara teman-teman Allah memilih kita karena Allah sayang sama kita, Allah pengen menggugurkan dosa kita dengan omongan mereka. 

Allah ingin mengangkat derajat kita dengan gibah dan fitnah mereka dan Allah ingin membuat kita tangguh, karena Allah sayang dan merasa akrab sama kita. Jadi apa yang harus membuat kita iri, cemburu ketika Allah memberikan kita beban hidup, Said Ust Hanan Attaki."

Seberat apapun ujian dalam hidup pasti ada hikmahnya. Teruslah berpikir positif untuk setiap masalah yang hadir dalam hidup kita. 

Karena Allah lagi mempersiapkan kejutan yang sangat indah untuk menjadikan diri kita lebih kuat dan mendapatkan hadiah yang tidak disangka-sangka. #Sharing

Sumber Youtube :


 

Saturday, August 15, 2020

REVIEW BUKU | OTW NIKAH - Penulis Asma Nadia

Assalamua'alaikum man teman...

Gimana hari-harinya menyenangkan kan? harus dong namanya juga hidup, pasti selalu bahagia apalagi kalo setiap hari selalu bersyukur.  

Jangan bosen-bosen ya sama saya :) Kali ini saya akan review buku untuk jombloers haha ga deng becanda. Tentang apa sih? yah seperti dilihat di gambar OTW Nikah! Tapi bukan cuma buat yang belum nikah aja, banyak juga manfaatnya contoh-contoh yang terdapat di buku ini. Banyak bener kisahnya kaya kehidupan nyata. Apa bunda Asma memang dapat pengalaman cerita dari yang sudah merasakan ya?? 

Lanjutlah ya man teman...

Saya kalau cari buku pastinya baca synopsis dibelakang sampulnya dulu. Kalian sama juga ga sih?

OTW nikah?

Yeaayy, setelah perjalanan jatuh bangun melalui proses panjang, rasanya bahagia karena akhirnya menemukan sosok tepat untuk melabuhkan cinta, menggenapkan setengah agama, dan berharap bisa bergandengan tangan ke surga.

OTW nikah adalah harapan semua singelillah. Intip berbagai kisah terkait kecamuk aneka rasa, saat meniti langkah ke sana. Nikmati serpihan hikmah sebagai pertimbangan sebelum menuju halal.

Beberapa goresan pena di buku ini mungkin melaju lebih jauh melampaui garis OTW nikah, sebagai upaya memberi bayangan akan ujian pernikahan yang menanti setelah ijab kabul terpenuhi. Termasuk pilihan pacaran atau ta'aruf sebagai jalan OTW nikah.

Lalu, kerepotan teknis apa selain persiapan lahir batin yang dibutuhkan?

Semoga buku ke-58 Asma Nadia ini mampu sedikit membekali kamu menyongsong babak baru dalam kehidupan, atau sekedar media nostalgia yang menyegarkan batin dari rutinitas, sekaligus menguatkan komitmen pernikahan yang pernah diikrarkan.

Tulisan di atas synopsis dari buku otw nikah ini. 

Buku ini cocok banget yang masih bingung apa sih yang harus dipersiapkan sebelum nikah, cara memilih calon pasangan. Saya bakalan review salah satu cerita favorit dalam buku ini. Wait, tapi mau cerita sedikit kenapa saya pilih buku ini untuk di baca.

Siapa sih yang gak penulis Asma Nadia? Tulisannya dan ceritanya sudah tidak di ragukan lagi. Banyak ceritanya yang menjadi inspirasi untuk dijadikan motivasi. Pesan moralnya itu kaya kisah nyata padahal ini nih novel gitu ya. Ntahlah Bunda Asma emang the best! Inspirasi saya banget lah.

Buat man teman yang otw nikah atau sudah mempunyai niat untuk menikah masukin daftar list nih buku. Bener deh setiap babnya aada contoh-contoh yang memang pas untuk kehidupan.

Nih ada salah satu bab judulnya 

"Jodoh Bagi Rani " 

 "Gimana kamu nanti bisa nentuin yang mana jodohmu?"

"iya, lelaki macam apa yang akan kamu terima? Betul dia harus saleh, pasti itu jawabanmu. Tapi definisi saleh, kan, luas. Lebih definitif dong, Non!"

"Bagaimana dengan Ridwan?"

Santi, satu dari tiga gadis di depanku tiba-tiba menyebut satu nama yang tak asing bagi kami. Mengingat Ridwan salah satu aktivis Rohis kampus yang berwibawa, aku lantas saja mengangguk

"Boleh."

"Kalau Hanif?"

Hmm, orangnya baik, simpatik, saleh, punya kemampuan orasi yang bagus, meski tingginya yang hanya sekitar 156-an tak padan denganku yang jangkung. Tapi dia saleh, jadi aku mengangguk lagi. Nana di depanku kontan teriak histeris,"Gile, mau juga sama si Hanif? Dia kan the shortest guy in campus. Paling pendek!"

Aku menyolek hidungnya, "Huss! Lihat orang jangan cuma fisik, dong!"

"Eh, maaf," Nana tersipu. "Jangan marah, Ran! Maklum aku, kan, akhwat baru."

Santi dan Ria tertawa. Memang baru sebulan ini, nona paling centil di antara kami, berkerudung. Akhirnya, setelah aku, Ria, Santi, berjilbab juga si bungsu. Selain paling centil, gadis jangkung itu juga paling muda.

"Hanif, oke! Nah, kalau yang melamar kamu si Bimbim? Wayo, gimana?"

Bimbim, ya? Aku, Santi dan Ria tiba-tiba memandang langit. Diantara sapuan warna biru cerah langit pagi dan awan-awan putih yang berarak, tergambar sosok Bimbim yang besar. Meski bobotnya luar biasa, Bim enggak minderan orangnya. Supel, punya leadership yang oke. Dan dia juga...

"Dia ikhwan, kan?" cetus Santi.

"Ya, kelas berat, pastinya! Udah aktif di Rohis dari SMU," Ria mengomentari.

"Jelas kelas beratlah. Enggak lihat apa bobotnya?"

Mendengar komentar terakhir Nana, aku langsung melotot. "Jangan lihat fisik, dong!" Kali ini kami ramai-ramai menegur Nana.

"Iya," lanjutkan, "Yang penting ikhwan. Alim, saleh, sudah mampu mencukupi keluarga. Selesai!"

"Jadi? Sama Bimbim mau?"

Aku mengangguk tanpa berpikir. Nana teriak lebih histeris, tidak bisa menerima kenyataan. "Ya ampun, maruk kamu ya, tiga-tiganya mau! Bimbim lagi, dia kan gendut banget banget banget!"

"Tapi dia ikhwan!" bela Santi. "Aku setuju sama Rani. Yang penting hatinya."

"Iya, kamu gimana, sih, Na. Selera kalau udah hijrah, ya, harus hijrah juga. Biar kata si Ansel Elgort cool abis, kalo enggak seiman, mah, mendingan Bimbim, deh!"

Nana agak shock mendengar perumpamaan Santi. "Begitu ya?"

"Ya, iya, dong!" Ria menegaskan kalimat Santi. "Tapi kalau aku, maunya yang cakep kayak si Ridwan, tapi tinggi kayak si Saiful, dan saleh kayak si Bimbim atau Hanif! Udah, aku enggak ngarep yang macam-macam. Eh ada lagi... satu lagi..."

Kami menunggu.

"Kalau bisa mapannya kayak Abu Bakar Shidiq!"

Uhh, aku dan Santi rasanya pengin ngeculek  Ria. Tapi akhirnya kami putuskan untuk memindahkan sasaran. Setelah Nana dengan lugunya bertanya. "Siapa? Abu Bakar? Ikhwan baru ya?"

Huuuuhhh! Baca sirah, dong, Non, baca!

Ini cerita baru sebagian PENASARAN KANN GIMANA KESIMPULANNYA?? kalau saya tulis semua ga muat hehe. Man teman bisa langsung ke toko buku terdekat yaa. Seru pokoknya mah. Semoga bermanfaat :) 

Wednesday, July 29, 2020

BERDAMAI DENGAN DIRI SENDIRI - Coretan Motivasi


" Kadang bukan tentang memaafkan orang lain. Memaafkan orang lain itu penting. Tapi kadang, jauh lebih penting memaafkan dirimu sendiri terlebih dahulu." -ARA-

Pada suatu ketika ada seseorang yang mengajak temannya pergi ke suatu tempat. Temannya tidak mau tapi orang itu terus memaksanya dan menjanjikan pasti akan sangat menyenangkan jika pergi bersama. Setelah didesak, karena merasa tidak enak, temannya akhirnya menyetujuinya.

Di tengah jalan, ternyata ada sebuah kecelakaan sehingga membuat temannya meninggal dan justru dia yang hidup. Hal itu membuatnya merasa sangat bersalah. Selama bertahun-tahun dia dirundung kedukaan yang sangat dalam. Dia takut bertemu dengan orang-orang yang mengenal temannya itu. Dia mengurung diri sampai hidupnya menjadi tidak karuan.

Kita sering meminta maaf pada hari lebaran kepada orang lain. Tetapi, pernahkah kita berusaha memaafkan diri kita sendiri?

menyambung pada bahasan rasa bersalah, gadis itu cepat atau lambat harus membebaskan dirinya dari penjara rasa bersalahnya itu. Dia sudah terhukum dengan kehilangan seorang teman dan memiliki rasa bersalah yang dalam. Sudah cukup. Jangan sampai dia menghukum dirinya sendiri dengan memperburuk masa depannya.

Jadi, apa yang harus dilakukan orang itu sekarang?

Dia harus memaafkan dirinya sendiri. Ini satu-satunya cara untuk bebas dari rasa bersalah yang terlalu lama. Dengan memaafkan diri sendiri, baru dia bisa menjalani hidupnya. Boleh saja merasa bersalah, tapi jika terlalu lama, itu akan melukai dirinya sendiri. Mau meratap selama apa pun, dia sudah tidak bisa mengembalikan apa yang sudah terjadi. Jadi, paling baik memang harus memaafakan diri sendiri.

Kesimpulannya, memaafkan itu melepaskan, Melepaskan apa saja yang membuat hati dan pikiran kita sakit. Bukan membiarkannya atau melupakannya sehingga kejadian itu bisa berulang. Tidak harus lupa. Tapi ibaratnya, kalau menggendong beban berat (misalnya batu) di punggung membuat bahu kita sakit, lalu kita meletakkannya dan meninggalkannya.

Tidak hilang atau hancur. Tapi kita sudah tidak lagi menggendongnya dan tentu saja bahu kita tidak lagi sakit karena sudah tidak membawa apa-apa lagi. Jadi, tidak ada yang bilang harus melupakan, tetapi memaafkan bisa meringankan bebab pikiran. Jangan lupa, selain memaafkan keadaan dan orang lain, kita juga harus mulai memaafkan diri kita sendiri agar bisa berjalan kembali.

Sumber : The Amazing of Ikhlas - Ara -

REVIEW BUKU | KATA - Penulis Rintik Sedu




Assalamua'alaikum man teman...
Gimana kalian kabarnya? ya ampun udah lama banget yah saya gak review buku.

Sejujurnya kangeennn banget untuk menceritakan apa isi dari buku-buku yang saya sudah baca. Kali ini buku yang benar-benar butuh kesabaran dalam memperjuangkan seseorang. Bukan selayaknya tentang cinta yang terlalu berlebihan, tapi ini memang sebuah kesabaran untuk mendapatkan cinta yang tulus.

Di kemas menjadi sebuah cerita yang bikin pembacanya merasakan, betapa sabarnya seorang tokoh nugraha yang mempunyai kotak kesabaran yang begitu besar dalam menghadapi orang yang tidak menyayanginya.

Isi dari synopsis menjelaskan Nugraha "Andai bisa sesederhana itu, aku tidak akan pernah mencintaimu sejak awal. Aku tidak akan mengambil risiko, mengorbankan perasaanku. Namun, semua ini di luar kendaliku. Biru "Banda Neira adalah hari-hari terakhirku bersamamu.

Kutitipkan segala rindu, cerita, dan perasaan yang tak lagi kubawa. Berjanjilah kau akan melanjutkan hidupmu bersama laki-laki yang bisa menjaga dan menyayangimu lebih baik dariku. Binta "Cinta pertama seorang perempuan yang didapat dari laki-laki adalah dari ayahnya. Dan cinta pertama itu, telah mematahkan hatiku. Ayahku sendiri membuatku berhenti percaya dengan yang namanya cinta.

Nugraha, Biru, dan Binta saling membelakangi dan saling pergi. Mereka butuh kata-kata untuk menjelaskan perasaan. Mereka harus bicara dan berhenti menyembunyikan kata hati serta mencari jawaban dari sebuah perasaan.

Sedikit cerita si, lihat buku ini tadinya gak tertarik sama sekali untuk dibaca karena kenapa singkat banget ya judulnya malah semakin penasaran ingin baca. Ternyata bener deh memang jangan lihat dari sampulnya baca dulu isi ceritanya. Banyak pengalaman yang bisa didapat dari cerita ini tentang arti sebuah cinta.

Salah satu bagian yang paling saya suka ketika Nug dan Binta bertengkar karena salah paham dengan mengatakan :

"Ta, kamu tau, nggak? Dulu, waktu aku masih kelas 3 SD, aku hampir nggak naik kelas karena nilai IPA dan matematikaku di bawah rata-rata. Ayah marah besar. Tapi bunda bilang, tidak ada yang tidak bisa dilakukan manusia asal mau bersungguh-sungguh.

Sejak saat itu, aku punya mimpi. Terdengar tinggi, padahal sederhana. Mimpiku adalah mewujudkan hal-hal yang tadinya kukira mustahil. Seperti IPA dan Matematika. Aku bermimpi bisa menguasai dua mata pelajaran itu, aku mengerti bahwa mimpi adalah suatu yang mustahil tapi bisa dijadikan nyata.

Tapi pemahamanku berubah saat aku jatuh cinta sama kamu. Aku kira semua mimpi bisa diwujudkan seperti kata Bunda, asal aku mau bersungguh-sungguh. Sayangnya, kamu adalah persoalan yang berbeda, cara penyelesaiannya pun juga berbeda. Kamu adalah cinta yang tak pernah kutemukan sebelumnya, Ta, tetapi sekarang aku menyerah, aku mengalah.

Bunda pernah bilang, ketika kita benar-benar menyayangi seseorang, yang kita butuhkan hanya melihatnya bahagia. Itu sudah cukup. Aku tak berhasil menahan kepergianmu, aku sadar bahwa Biru adalah bahagiamu satu-satunya. Untuk apa aku berusaha mewujudkan mimpimu, bila Birulah yang kau butuhkan.

Mengenalmu, bicara denganmu, mencintaimu, dan kini merelakanmu, adalah anugerah terindah untukku, Ta. Semua itu adalah petualangan paling menakjubkan yang pernah terjadi di hidupku. Paling tidak, kini kamu sudah tahu sebesar apa perasaanku untukmu. Namun, bila pada akhirnya kamu harus pergi dan memilih Banda Neira, maka tak ada lagi yang bisa ku lakukan kecuali mendoakanmu."

Kata yang terucap dari Nugraha untuk orang yang disayangi tapi tidak menyayanginya. Begitu sabar menghadapi Binta yang keras kepala belum bisa menerima nug. Masih ada orang lain dipikiran Binta.

Belajar bahwa syukuri apa yang ada didekat kita itu sangat penting. Karena memang kesempatan cuma datang sekali, orang yang kita sayang belum tentu menyayangi kita. Tapi orang yang menyayangi kita tentu benar-benar sayang. Perasaan itu memang butuh proses tapi lebih asyik lagi orang yang benar tulus adalah orang yang menyayangi kita.

Bakalan terjawab semua dibuku ini tentang arti kesabaran yang memang butuh tantangan resiko besar dalam merasakan kekecewaan. Bagus bukunya recomended bangetlah untuk dibaca, apalagi sekarang lagi banyak di rumah aja. Tambahin Buku tentang Kata dikoleksi man teman. Semoga bermanfaat.

Friday, July 24, 2020

MENGHILANGKAN RASA GALAU DARI DALAM HATI KITA - Inspirasi dari Hanan Attaki

Sering kali ketika galau melanda dalam diri kita rasa khawatir terus menghantui pikiran kita. Sehingga hidup yang kita jalani merasa tidak berarti apapun untuk melakukan sesuatu. Ini semua harus dihindarkan jika kita sedang ditimpa musibah.

Hilangkan rasa galau di dalam hati kita untuk menerima kenyataan, bahwa ini semua sudah menjadi ujian dari Allah untuk kita lebih baik lagi. sikapilah keadaan ini dengan lapang dada dan sabar.

"Bedanya orang mukmin dengan gak mukmin. Orang mukmin kalau ada sedih, kalau ada khawatir, obatnya itu adalah mengingat Allah. Ala bidzikrillah, Ala Bidzikrillah tathmainnul qulub (hanya dengan mengingat Allah, hati menjadi tentram) itu mukmin. Itulah obat orang yang beriman.

Mungkin dia juga galau, mungkin dia juga lelah, mungkin dia juga sedih, mungkin dia juga khawatir. Tapi begitu diingatkan dengan nama Allah.'Tenang ada Allah, tenang Allah membantu, bukankah semua itu ada di tangan Allah?'

Langsung dia menjadi tenang, itulah mukmin. Sedangkan orang yang tidak beriman, walaupun dia mengaku mukmin, walaupun ktpnya islam. Tidak berhasil menjadi tenang dengan disebutkan nama Allah, itu gak ngaruh buat dia. Dia tenang, ketenangan dia cari jauh-jauh dengan jalan-jalan.

Dia mencari ketenangan itu dengan belanja, dia mencari ketenangan itu dengan menonton. Dia mencari ketenangan itu dengan mendapatkan uang yang banyak, dia mencari ketenangan itu dengan ketemu teman.

Dia mencari ketenangan itu di semua tempat, kecuali di langit. Dan dia tidak akan mendapatkan ketenangan yang sejati. Pada akhirnya dia tetap akan mengeluh, tapi bagi orang mukmin Allah dihatinya. Sehingga ketika dia diingatkan dengan nama Allah, otomatis dia menjadi tenang, Said Ust Hanan Attaki."

Ingat Allah ketika kita lagi senang, bahagia, ada masalah apapun itu. Selalu ingat Allah segalanya bisa terselesaikan. Kita lemah tak berdaya, tanpaNya kita bukanlah siapa-siapa. Setiap kesulitan pasti ada kemudahan. #Sharing 

Monday, July 20, 2020

3 CARA MENGHILANGKAN RASA MALAS DALAM DIRI KITA

Gimana mau sukses jika sifat malas masih melekat pada diri kita? Impiannya banyak yang ingin dicapai berusaha untuk kerja keras tidak ada dalam diri untuk mewujudkan impian. Ini beberapa tips & trik rasa malas hilang dalam diri kita.

1. Hendaknya kita minta tolong kepada Allah Swt

Minta tolong dan berdoa kepada Allah. Karena bisanya kita melangkahkan kaki kita, mampunya kita beribadah, ringannya kita melakukan ketaatan itu tidak keluar dari topik adanya karunia dari Allah Swt. Jadi berusaha untuk selalu berdoa kepada Allah jika rasa malas sudah menyerang didalam tubuh kita.

2. Tentukan tujuan dalam hidup

Harus punya goals dalam hidup, dalam hidup kita ingin mencapai apa? Untuk apa kita bangun pagi, dengan berusaha sekuat tenaga untuk melawan rasa malas. Tentukan tujuan hidup kita misal ingin jadi penulis ya lakukan menulis setiap harinya. atau melakukan kegiatan lainnya ingin menjadi pembuat pesawat ya harus mengerti dengan melakukan pencarian informasi dan belajar terus menerus hingga impian itu terwujud.

3. Lakukan hal yang disukai hanya dalam 1 menit

Melatih untuk melakukan sesuatu hanya dalam satu menit setiap harinya diwaktu yang sama. Contohnya ingin main gitar atau ingin menulis coba dalam satu menit dalam sehari dan lakukan tiap hari diwaktu yang sama. Karena prinsip ini sederhana bisa dilakukan diberbagai kegiatan lainnya, tapi dengan catatan harus melakukannya dengan fokus.

Menariknya prinsip satu menit ini akan melatih diri kita untuk lebih bertanggung jawab. Karena ketika berhasil dijalani satu menit ini, akan merasakan perasaan kita jadi lebih baik. Karena berhasil melakukan sesuatu dengan tuntas. Cara ini bikin ketagihan karena udah bertanggung jawab dengan tugas yang dipunya dan sudah menyelesaikan tugas itu.

Satu menit ini kalau rutin dilakukan bakalan nambah-nambah terus, jadi bakalan ketagihan dihari selanjutnya. Mungkin hari pertama cukup satu menit, hari berikutnya mungkin nambah jadi lima menit, atau dua puluh menit dan seterusnya.

Tapi kuncinya balik lagi harus konsisten dengan melakukannya setiap hari biar jadi kebiasaan. Terlihat cara ini terlalu sederhana tapi usaha terlalu keras dan gak rutin akan menghabiskan tenaga dan bikin jadi lebih cape. Akhirnya merasa malas dan akan merasa bosan jadinya gak rutin ngerjainnya. Jadi lebih baik sedikit-dikit saja dilakukan tapi rutin, dari pada langsung dilakukan terlalu banyak. #Sharing


Saturday, July 18, 2020

BELAJAR MENGHADAPI MASALAH IBARAT SEPERTI SEGENGGAM GARAM - Coretan Inspirasi

"Kadang, cara paling mudah untuk berbahagia hanyalah dengan bisa menerima."
-Ara-

Jika tidak mau menerima kenyataan, sekaya apa pun, sekuat apa pun, sehebat apa pun dan seberkuasa apa pun, dia akan jatuh ke dalam lubang yang dalam. Orang yang kuat bukanlah yang memiliki segalanya, tapi yang mampu menerima keadaannya dan kembali berjalan.

Suatu hari, ada seseorang yang dirundung banyak sekali masalah. Dia pun berjalan gontai dengan air muka yang sangat keruh. Dia berjalan menuju hutan sekadar menjauhkan diri dari kebisingan kota dan pekerjaan.

Orang itu kemudian melihat seorang tua yang sepertinya seorang sufi sedang memetik sayuran di pekarangan rumahnya dalam hutan. Dia pun mendekati sang sufi untuk bertamu dan sekadar berbincang. Sang sufi melihat raut muka orang itu dan tahu bahwa tamunya sedang dirundung masalah. Dia pun dengan berhati-hati dan ramah memintanya bercerita.

Setelah sekian lama mendengarkan, sufi pun mengerti bahwa ternyata memang masalah yang dihadapi orang itu cukup besar. Ia lalu mengambil segenggam garam dan mencampurkannya ke dalam air putih dalam gelas dan meminta orang itu untuk merasakannya.

Tentu saja orang itu merasa enggan karena dia tahu rasanya pasti sangat, sangat tidak enak. Akan tetapi, sang sufi dengan tersenyum berkata,Rasakanlah. sedikit saja tidak apa-apa."

Merasa tidak enak, orang itu pun merasakannya meski mungkin beberapa tetes. Raut mukanya seketika berubah sambil menggerakkan lidahnya berulang dan bergidik. Rasanya sama sekali tidak enak.

"Pahit!" Kata orang itu."Pahit sekali!"

SAng sufi tersenyum. Ia lalu mengajak tamunya berjalan ke luar rumah sampai ke sebuah telaga jernih. Ia mengambil segenggam garam juga dan menebarkannya ke telaga itu. Dengan sepotong kayu, dia mengaduk telaga itu tanpa menyentuh dangkal telaga sehingga air tetap jernih. Sekali lagi, dia meminta orang itu untuk merasakan air dari telaga itu.

Orang itu meminumnya dengan tangan. Dia kemudiam meminumnya lagi dan lagi. "Segar sekali." Gumamnya.

"Apa kita merasakan garam dalam air itu?"
"Sama sekali tidak."Kata orang itu.

Orang itu lalu diminta duduk berhadapan."Saudaraku, pahitnya kehidupan itu seperti segenggam garam, tak lebih, dan tak kurang. Jumlah dan rasa pahit itu adalah sama, dan memang akan tetap sama."

"Tetapi, garam ini sangat bergantung dengan wadah yang dimilikinya. Jika wadahnya kecil maka semakin tidak kelihatan pengaruh garam tersebut dalam rasa air."

"Jika segenggam garam adalah pahitnya kehidupan, maka wadahnya adalah hatimu. Perasaanmu adalah tempat itu. Di sanalah kita menampung segala sesuatu. Janganlah menjadikan hati dan perasaanmu seperti gelas. Jadilah seperti telaga, atau yang lebih luas dari itu. Maka segalanya akan baik-baik saja. Bahkan kepahitan itu tidak akan mengubah kehidupanmu."

Sumber : The Amazing of Ikhlas - Ara

Friday, July 17, 2020

CARA MENGATASI RASA KHAWATIR YANG BERLEBIHAN - Inspirasi dari Hanan Attaki

Setiap orang hidup pasti pernah mengalami ujian yang begitu berat dalam hidupnya. Karena ujian merupakan bentuk dari Allah sayang pada hambanya. Jangan khawatir jika ujian itu sangat berat untuk di lalui, karena semua pasti ada jalan solusinya untuk menyelesaikan masalah.

Bagaimana caranya untuk menenangkan hati kita agar tidak khawatir yang berlebihan dalam menghadapi masalah yang menimpa di hidup kita?

"Ada masalah? Allah lebih kuasa, makhluk tidak kuasa. Ada masalah, kita bilang Allah Maha Besar, masalah saya kecil dibandingkan Allah. Kalau dibandingkan kita mungkin kita lebih kecil daripada masalah tapi dibandingkan Allah kita? Allah lebih besar Allahu Akbar. Kita kan dipelihara Allah, terus ngapain kita khawatir!

Kalau gitu gausah kuatir ustadz? Ikhtiar, tapi jangan libatkan hati, ikhtiar itu pake tangan, pake kaki, pake tenaga fisik. Hati ga perlu berikhtiar, hati itu bertawakal. Jangan sampe hati kita ikut berikhtiar, ini bahaya nih. Kalo hati kita ikut ikhtiar berarti kita lebih percaya kepada makhluk daripada Allah.

Nanti akan mentok, kalo udah mentok putus asa, itu penyebabnya, gara-gara hatinya baper dengan ikhtiar. Ketika jalan-jalan ikhtiar itu tertutup hati kita jadi giveup, sedangkan kalo hati kita ga ikhtiar, dia cuma tawakal jalan tertutup, dia masih bilang Allah Maha Kuasa 'ala kulli syai in qodir. Segala sesuatu Allah Maha bisa, ga mungkin ga bisa, bisa, said Ustadz Hanan Attaki."

Serahkan aja semuanya sama Allah pokoknya beres, tinggal kuatkan keyakinan, kepercayaan pada diri kita bahwa setiap ada kesulitan pasti ada kemudahan. lelah boleh saja untuk menghadapi masalah tapi Jangan pernah putus asa apalagi menyerah. Karena kesempatan masih banyak diluaran kalau kita terus berusaha bahwa masalah akan bisa teratasi. #Sharing

Tuesday, July 7, 2020

TETAPLAH BERSYUKUR ATAS MUSIBAH YANG MENIMPA DIRI KITA - Coretan Inspirasi

Alkisah tentang seorang raja perkasa yang hobi berburu. Selagi berburu, kudanya meringkik sembari mengangkat kaki. Raja kaget, lalu terpelanting. Kelingkingnya putus. Raja marah.

"Sudahlah, Paduka. Kalau kena musibah bersyukur saja," ujar seorang penasihatnya.

Raja bukannya luluh malah tambah murka. Dengan lantang berteriak,"Penjarakan penasihat goblok ini!"
Para pengawal yang selalu sendiko dawuh, tabu untuk membantah, melaksanakan perintah itu. Sang penasihat pun dijebloskan ke bui.

Lima tahun kemudian, kala berburu, raja ini ditangkap suku primitif. Pria gagah berkulit putih mulus ini akan dipersembahkan pada dewa. Hanya saja, setelah diteliti, lho, kelingkingnya terpotong. Cacat. Terpaksa diapkir. Sebagai pengganti, pengawalnya yang tidak cacat dijadikan korban. Pengawal itu dieksekusi dan rajanya dipulangkan.

Setelah itu raja menyadari kekhilafannya. Penasihat yang dulu dibui itu pun dilepaskan.

"Ananda memang harus bersyukur tidak memiliki kelingking," kata Raja, mengakui kesalahannya.

Ternyata, sang penasihat pun bersyukur,"Kalau saja saya tidak dipenjarkan oleh Paduka, mungkin, hamba suda menggantikan Paduka sebagai tumbal."

Pesan : Ingatlah setiap kali mendapat musibah maka setiap kali pula kita akan mendapatkan hikmah. Ambil sisi positifnya dan lupakan sisi negatifnya ,aka kita akan selalu menjadi manusia yang beruntung.

(Sumber : Deassy M. Destiani - Bukan Untuk Di baca)

Sunday, July 5, 2020

CARA BAHAGIAKAN DIRI SENDIRI - Coretan Inspirasi

Suatu ketika istri John Maxwell (pembicara dan motivator top). Margaret, sedang menjadi pembicara di salah satu sesi seminar tentang kebahagiaan. Seperti biasa, Maxwell sang suami duduk di bangku paling depan dan mendengarkan. Dan di akhir sesi, semua pengunjung bertepuk tangan.

Di sesi tanya jawab itu, setelah beberapa pertanyaan, seorang ibu mengacungkan tangannya untuk bertanya.

Ketika diberi kesempatan, ibu bertanya,"Miss Margaret, apakah suami Anda membuat Anda bahagia?"

Seluruh ruangan langsung terdiam. Sebuah pertanyaan yang sangat bagus. Dan semua peserta penasaran menunggu jawabannya.

Margaret tampak berpikir beberapa saat dan kemudian menjawab,"Tidak."

Seluruh ruangan langsung terkejut.

"Tidak," katanya sekali lagi."John Maxwell tidak bisa membuatku bahagia."
 
Seisi ruangan langsung menoleh ke arah Maxwell Yang juga menoleh-noleh mencari pintu keluar. Rasanya, ia ingin cepat-cepat keluar dari ruangan itu (mungkin karena malu).

Kemudian, lanjut Margaret,"John Maxwell adalah seorang suami yang sangat baik. Ia tidak pernah berjudi, mabuk-mabukan, atau main serong. Ia setia, selalu memenuhi kebutuhan saya, baik jasmani maupun rohani. Tapi, tetap dia tidak bisa membuatku bahagia..."

Tiba-tiba ada suara bertanya,"Mengapa?"

"Karena," jawabnya,"tidak ada seorang pun di dunia ini yang bertanggung jawab atas kebahagiaanku, selain diriku sendiri."

Dengan kata lain, maksud dari Margaret adalah tidak ada orang lain yang bisa membuatmu bahagia. Baik itu pasangan hidupmu, sahabatmu, uangmu, bahkan hobimu. Semua itu tidak bisa membuatmu bahagia karena yang bisa membuatmu bahagia adalah dirimu sendiri.

Kamu bertanggung jawab atas dirimu sendiri. Jika kamu sering merasa cukup, tidak pernah punya perasaan minder, selalu percaya diri, kamu tidak akan merasa sedih. Sesungguhnya pola pikirlah yang menentukan apakah kita bahagia atau tidak, bukan faktor luar.

Bahagia atau tidaknya hidupmu bukan ditentukan oleh seberapa kaya dirimu, seberapa cantik istrimu, atau sesukses apa hidupmu. Bahagia dalah Pilihanmu sendiri.

(Sumber : Deassy M. Destiani - Bukan Untuk Dibaca)

Saturday, June 27, 2020

KISAH PEMUDA BERSEDEKAH DENGAN ORANG YANG SALAH - Coretan Inspirasi


Sebuah cerita Rasulullah SAW pernah mengisahkan orang yang bersedekah tiga kali salah. Yang pertama ia berdoa " Ya Allah, malam ini saya ingin sedekah. Tunjukkan saya seseorang yang membutuhkan sedekah."

Lalu dia keluar dari rumahnya, dia menemukan seseorang laki-laki. Dan dia katakan ini adalah sedekah untukmu. Dia kasih uangnya, hartanya, sedekah untuk laki-laki tersebut. Besok pagi tiba-tiba, orang-orang di kampung itu gempar.

Mengatakan bahwa, semalam ada seorang pencuri dapat sedekah. Sehingga laki-laki yang bersedekah ini, merasa dia salah sudah bersedekah pada pencuri. Dia sedih seharian. Malam kedua dia berdoa lagi " Ya Allah, tunjukkan saya seseorang yang berhak menerima sedekah.

Saya akan berikan harta saya pada dia, semoga menjadi manfaat." Keluar dari rumah dia melihat seorang perempuan lalu dia berikan sedekah, lalu perempuan ini menerima. Besok pagi orang-orang pada heboh dan mengatakan semalam seorang pezina, pelacur mendapatkan sedekah.

Dia merasa menyesal lagi dan merasa sedekahnya sia-sia dan salah. Akhirnya malam ketiga dia berdoa lagi " Ya Allah, kali ini beri saya petunjuk. Saya ingin bersedekah pada orang yang berhak menerima sedekah." Dia keluar dari rumahnya.

Dia melihat seorang laki-laki lewat dia berikan sedekah. Lalu laki-laki itu diam saja sambil mengambil apa yang diberikan. Besok pagi orang mengatakan, semalam ada orang kaya dapat sedekah. Tiga kali dia bersedekah, tiga kali ia merasa gagal.

Tiga kali merasa salah, kenapa yang pertama dia sedekah kepada pencuri, kedua dia sedekah kepada pezina, ketiga ia bersedekah kepada orang kaya. Sehingga ia merasa sepertinya Allah tidak mengabulkan keinginannya. Malam keempat dia tidur dan dia bermimpi.

Dalam mimpinya, Allah mengutus pada laki-laki ini seorang malaikat untuk memberi tahu kepada dia tentang sedekahnya. Malaikat ini mengatakan ya fulan, sedekahmu yang pertama Allah terima karena ketika kamu bersedekah kepada pencuri.

Itu telah menghalangi dia dari mencuri, karena dia tidak butuh lagi mencuri untuk mendapatkan harta. Sedekahmu yang kedua juga, Allah terima karena lewat sedekahmu. Kamu telah menghalangi seseorang dari berzina, karena dia sudah mendapatkan apa yang dia butuhkan.

Sehingga tidak perlu berzina. Sedekahmu yang ketiga juga Allah terima karena dengan sedekahmu, kamu telah menyadarkan orang kaya yang kikir. Sehingga sekarang ia menjadi orang kaya yang dermawan.

Inilah keberkahan dari niat yang baik, ini penjelasan bahwa amal itu tergantung pada niat. Kenapa saya tulis ulang karena ini benar-benar pembelajaran buat diri kita dan juga saya. Yang hanya memandang seseorang dari kasat mata.

Padahal Allah telah mempunyai rencana yang indah untuk diri kita. Tetaplah berbuat baik apapun kondisinya, maka Allah akan mengetahui dibalik hati kita. Sesungguhnya Allah membalas, memberi ganjaran, memberi pahala sesuai apa yang kita niatkan. Allah tidak melihat penampilan kita, Allah tidak melihat perbuatan kita, tapi Allah melihat isi hati kita. #Sharing


Friday, June 26, 2020

MOTIVASI BUAT YANG MASIH JOMBLO - Inspirasi dari Hanan Attaki

Kalau pasangan yang kita inginkan belum datang itu bukan kita ga laku tapi Allah lagi mempersiapkan pasangan yang terbaik untuk diri kita. Jadi kita butuh waktu untuk mengerti tentang maunya Allah itu apa. Sama kaya sekarang, Kita butuh waktu untuk mengerti kenapa di usia segini masih sendiri. Butuh waktu untuk mengerti.

"Mungkin Allah emang lagi mempersiapkan calon imam kita yang ideal banget. Nah, untuk mendapatkan seseorang yang ideal itu kan butuh waktu. Kalau yang apa adanya kan yang di obral gitu kan gampang. Tapi ini karena terlalu istimewa kayak permata, mutiara, itu benar-benar dibentuk.

Saking istimewanya  butuh waktu yang lama. Sama kayak kita beli kendaraan, kalau yang warnanya pasaran kan langsung ready stock ya? Tapi kalau yang warnanya paling unik sendiri, indentkan? Sampai mau beli satu kendaraan saja indentnya bisa 2 bulan. Kenapa? 'warna ini jarang pak, istimewa. Sehingga harus indent.' Kalau yang ready stock banyak tuh.

Warna standar saja. Begitu juga dengan jodoh, ada jodoh ready stock. Ada jodoh indent , nah yang indent ini biasanya istimewa itu slaah satu hikmahnya. Siapa tau emang dia indent karena lagi menghatamkan al qur'an. Nah mungkin dia pengen hafal 30 juz, mungkin dia pengen mapan dulu supaya bisa bener-bener membahagiakan dan menafkahi keluarga besar.

Bukan cuma istrinya tapi juga mertua dan segala macam. Kita emang akan dikasih oleh Allah pasangan yang istimewa. Makanya indent. Sehingga kita bersabar. Mudah-mudahan ada kebaikan, Said Ust Hanan Attaki."

Jadi intinya mah sabar aja. Allah udah siapkan kita yang terbaik kalau kita juga mempersiapkan diri untuk menjadi lebih baik. Percaya dan yakinlah sama Allah. Akan memberikan pasangan yang terbaik untuk diri kita. terus berdoa dan memperbaiki diri. #Sharing

Monday, June 22, 2020

CARA MEMILIKI TUJUAN HIDUP YANG JELAS - Inspirasi dari Hanan Attaki

Menetapkan sesuatu keinginan besar agar hidup lebih jelas untuk meraih keinginan. Karena kalau kita tidak punya keinginan yang besar, yang kita perjuangkan, yang kita bela-belain, yang kita habis-habisan, yang kita fokus banget kepadanya berarti kita masih belum jelas.

"Orang yang sudah jelas hidupnya tuh, ia tau apa yang sedang ia perjuangkan. Orang yang sudah jelas hidupnya tuh, ia tahu kenapa ia berkorban. Apa yang harus ia korbankan, apa yan harus ia kesampingkan dan apa yang harus dia bela berarti dia tau betul tujuan dan prinsip hidupnya.

Dia punya cita-cita yang jelas, dia punya keinginan yang besar itu akan ia perjuangkan. Orang kalau misalnya hidupnya bingung harus melakukan apa yang paling penting berarti belum jelas. Apalagi kalau sampai kita ngerasain hari kita tuh berlalu dengan sia-sia. Ada hari yang tidak terlalu bersemangat untuk mendapatkan hari yang baru dalam hidup kita. Berarti kita belum jelas hidupnya, Said Ust Hanan Attaki."

Caranya gimana sih? Tetapkan satu keinginan terbesar dalam hidup kita yang membuat kita membela habis-habisan keinginan itu. Berkorban untuk keinginan itu, berjuang untuk keinginan itu, melewati berbagai macam rintangan dengan semangat yang tinggi demi untuk mendapatkan keinginan itu.

Berjuanglah tanpa kenal lelah, semuanya serahkan semua hanya pada Allah. Kita sebagai manusia hanya bisa berusaha selebihnya Allah yang menentukan. Jangan pernah pantang menyerah untuk hal yang benar-benar bermanfaat untuk diri kita. Mumpung masih muda jangan sia-siakan waktu yang sudah Allah berikan selfreminder. #Sharing

Saturday, June 20, 2020

TIDAK ADA YANG MUSTAHIL BAGI ORANG YANG PERCAYA - Coretan Inspirasi



"Apa yang kita keluarkan adalah apa yang akan kita dapatkan. Jadi, kalau kita mengerahkan kemampuan terbaik, hasilnya pasti juga tidak akan jauh dari hasil terbaik." -ARA-

Seseorang pelatih Miami Dolphin Football Club ditanya tentang bagaimana dia berhasil mendapatkan setiap kemenangan. Don, pelatih tersebut, mengatakan bahwa setiap kali akan bertanding, semua pemain diingatkan bahwa tujuannya adalah menang. Wartawan kemudian bertanya,"Tapi pasti tim Anda pernah kalah bukan?"

"Benar, sama seperti jika memanah sebuah target. Kita harus memanah tepat di titik tengahnya. Memang tidak selalu kena di titik tersebut, tetapi setidaknya panah kita menancap tidak akan jauh dari titik tersebut."

Semua orang memiliki mimpi. Bahkan yang terdengar mustahil sekalipun. Kita juga. Yang membedakan hanyalah beberapa orang percaya bahwa mimpi mereka akan diraih, dan beberapa orang lain tidak. beberapa orang melihat seperti apa dia nanti di masa depan dengan mimpi mereka itu dan beberapa orang lain tidak.

Beberapa orang tahu dengan kemampuannya dan tidak menggubris pengaruh orang lain bahwa mimpinya tidak mungkin, dan beberapa orang lain tidak.

Itu menjawab semua pertanyaan kenapa ada yang bisa meraih mimpinya dan kenapa ada yang tidak. Yang berhasil,'percaya dan bisa melihatnya'. Yang tidak berhasil.'tidak percaya dan tidak mau melihatnya."

Lagipula persis seperti kata pelatih Miami Dolphin Footbal Club," Sama seperti kita memanah sebuah target. Kita harus memanah tepat di titik tengahnya. Memang tidak selalu kena di titik tersebut, tetapi setidaknya panah kita menancap tidak akan jauh dari titik tersebut."

(Sumber :  The Amazing of Ikhlas - Ara)

Sunday, June 14, 2020

CARA MEMBUAT HATI TENANG DAN IKHLAS - Inspirasi dari Hanan Attaki


Suasana hati tidak bisa dibohongi dengan sesuatu yang sedang dirasakan. Hati yang tenang membutuhkan pikiran yang jernih untuk menghadapi masalah seberat apapun. Jika pikiran dan hati tidak seimbang maka akan terjadi kegelisahan terhadap diri. Itu semua tergantung kita membentengi diri dalam menghadapi masalah yang menimpa diri kita. Bagaimana sih caranya?

" Dada kita itu sesek tergantung kelapangannya bukan tergantung masalahnya. Ada orang yang masalahnya sepele bikin dia nyesek. Ada orang yang masalahnya udah luar biasa dia masih kaya biasa-biasa saja. Kenapa? Bedanya bukan masalahnya, tapi yang membedakan itu adalah sharhussadrnya lapang dadanya.

Bukan masalahnya terlalu besar, tapi dadanya mungkin belum lapang. Sehingga salah satu yang kita selalu doain itu apa 'Rabbisyrah Lii Sadrii' Ya Allah lapangkan dada saya, baru yang kedua 'Wa Yassir Lii Amrii' Ya Allah mudahkan urusan saya. Jadi kalau dadanya udah lapang maka urusannya jadi mudah, Said Ust Hanan Attaki."

Kalau dadanya sudah lapang maka hidupnya jadi mudah. Kalau dadanya udah lapang, maka hubungan dengan pasangannya jadi mudah. Kalau dadanya sudah lapang, maka hubungan dengan partner/teman kerja jadi mudah. Segalanya menjadi mudah kalau dada kita sudah lapang, dicoba dulu untuk melakukannya dengan hati yang ikhlas maka semua akan terasa ringan. Terus berdoa dengan Allah untuk diberikan hati yang lapang, tambahin juga sholawat biar doanya cepat tembus ke langit.#Sharing

Saturday, June 13, 2020

LELAH YANG MENGUNTUNGKAN - Inspirasi dari Hanan Attaki

Tiada berdaya untuk kita yang masih mengharapkan sesuatu dari orang lain. Usaha yang paling dibutuhkan untuk mencapai apa yang kita inginkan. Semua butuh proses untuk bisa meraihnya, pasti rasa lelah yang dirasakan tentu ada. Itulah cara untuk bekerja dengan sepenuh hati. Bagaimana caranya tergantung niat lelah karena sesuatu pekerjaan yang benar-benar berkah atau sebaliknya.

"Kita mau lelah untuk hal yang sia-sia, apakah kita mau lelah untuk hanya bersendau gurau. Atau justru lelah kita itu untuk sesuatu yang mudah-mudahan beribadah kepada Allah. Makanya disebut dengan lelahnya menjadi lillah. Karena dua-duanya lelah, ada orang yang pergi ke masjid lelah capek pergi ke masjid. Tapi ada juga orang yang berbuat dosa itu juga lelah. Memangnya kalau kita beribadah lelah terus berbuat dosa gak lelah? Banyak orang yang berbuat dosa lelah dan kita juga pernah merasakan seperti itu.

Sehari dua hari sebulan setahun, dua tahun sampai kita merasakan lelah banget dengan dosa. Di malam berbuat dosa lelah akhirnya tidur sepanjang siang. Di siang hari berbuat dosa lelah akhirnya tidur sepanjang malam. lelah sama lelahnya antara orang yang beribadah dengan orang yang bermaksiat itu sama lelahnya. Bedanya apa? yang satu lelahnya dibalas oleh Allah dengan kebaikan dunia dan akhirat. Yang satu lagi lelahnya hanya akan disudahi dengan penyesalan, Said Ust Hanan Attaki."

Jangan sia-siakan waktu yang sudah diberikan oleh Allah secara gratis, daripada nanti menyesal di kemudian hari. Lebih baik berjuang hari ini juga untuk mendapatkan hasil yang terbaik. Lakukan semaksimal mungkin untuk merubah semuanya menjadikan diri lebih baik. #Sharing

Thursday, June 11, 2020

CARA AGAR UANG MENGEJAR KITA - Coretan Inspirasi

Siapa sih yang tidak butuh uang? Semua pasti membutuhkan. Berusaha untuk bekerja keras demi mendapatkan uang ini hal yang banyak sekali dilakukan. Tapi jangan terlalu ngoyo dengan mendapatkan uang, karena uang itu bukan segalanya. Pernah merasa capek ga? Mengharapkan diberikan uang ketika kita sedang butuh banget, perlu banget. Setelah berharap kepada orang ternyata sama sekali ga dikasih.

Ini pelajaran buat diri kita untuk merubah mindset tentang uang. Gimana caranya? Sebelumnya sudah banyak sekali orang bilang "Kalau mau apapun yang kita inginkan sholawatin aja pasti dikabulin." Ini benar banget amalan sholawat langsung tembus kepada Allah. Hal ini dipertegas dalam Al Quran surah al-Ahzab [33] ayat 56 : "Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya."

Semua bukan tentang uang, Allah bisa mendatangkan rezeki dari tempat yang tidak disangka-sangka  kalau kita terus mendekatkan diri kepada Allah dengan berdzikir dan terus bersholawat kepada Nabi. Selain dengan bersholawat dikabulkan doa kita, yaitu dijanjikan pahala berlipat, diangkat derajatnya, dikumpulkan di syurga bersama nabi, mendapatkan syafaat nabi. Siapa sih yang ga mau dikumpulkan bersama nabi? PASTI MAU SEMUA DONG! amalan yang pertama yaitu shalawat.

Yang kedua nih mengubah pola pikir kita dan mengubah hati kita "Mengubah pola pikir kita yang biasanya kita tuh ingin mengejar uang, kita nyari uang. Nah, itu dirubah menjadi uang yang harusnya mengejar-ngejar kita. Uang yang seharusnya mencari kita, bukan kita mencari uang. Dengan pola pikir seperti itu hidup kita akan berubah, jelas Dn Resutari. Selengkapnya bisa cek video dibawah ini


Dengan mengubah pola pikir kita, jadi tidak ketergantungan dengan uang. Kalau lebih mau berlipat ganda lagi sedekahkan lah sebagian harta kita untuk orang yang membutuhkan. Semua memang butuh proses untuk melakukan perubahan, tapi kalau ga sekarang kapan lagi. Cobain deh lihat keajaiban yang tidak terduga-duga datang dikehidupan kita. Tetap bersholawat "“Allahumma shalli ‘ala Sayyidina Muhammad wa’ala ali Sayyidina Muhammad."

Wednesday, June 10, 2020

PERLUKAH BERTEMAN DENGAN MANTAN? - Inspirasi dari Hanan Attaki

Menjalin hubungan yang begitu lama dalam sepasang kekasih membuat memori-memori terindah masih melekat di dalam pikiran. Ini ibarat saat seseorang menjalani hubungan tanpa ikatan.

Sebenarnya untuk melupakan seseorang yang sudah menjadi kebiasaan berada disamping kita dibilang sulit tidak juga, dibilang susah tidak juga. Bagaimana cara kita menyikapi persoalan dalam perlakuan kita selama ini benar, untuk melanjutkan hubungan yang belum tentu jelas mau dibawa kemana.

Perlukah kita menjadikan seseorang spesial yang pernah hadir didalam kehidupan kita untuk dijadikan teman/sahabat? Seperti halnya hubungan yang telah kandas menjadikan kita menjauh dari orang yang selama ini selalu berada disamping kita.

Jawabannya " TIDAK PERLU " kenapa sih? kok gitu ? berarti memutuskan silahturahmi dong? Seribu alasan yang terlontarkan untuk bisa menyanggah semuanya. Gini deh kenyataannya berteman dengan mantan kekasih justru berpotensi membuat hidup terasa lebih sulit dan rumit.

"Pertanyaannya? Bolehkah kita silahturahim dengan mantan? gak perlu, jangan balikan lagi. Jangan tiba-tiba ngelike lagi postingan dia, jangan tiba-tiba komunikasi lagi diam-diam. Kenapa? Karena walaupun niat kita ingin bersilahturahim, tapi niat baik kita itu ditunggangi oleh syaitan.

Dia ingin memunculkan lagi fitnah dalam urusan hidup kita. Bisa jadi fitnahnya munculin lagi perasaan yang gak boleh ada dihati kita untuk orang itu. Bisa jadi memunculkan konflik di dalam rumah tangga kita. Udah aja lupain bukan karena kita ingin memutuskan silahturahim tapi kita ingin menghindar dari dosa-dosa, Said Ust Hanan Attaki."


Berteman dengan sang mantan akan membuat kita semakin sulit untuk melupakannya. Kamu mungkin akan merasakan hal-hal yang membuat perasaanmu semakin rumit nantinya. Akibatnya, tidak akan bisa move on.

Maka dari itu lupakan saja dan berusaha untuk membenahi diri agar mendapatkan laki-laki yang benar-benar pilihan yang terbaik dari Allah untuk diri kita. Tetap istiqomah dalam menjalani perubahan yang tentunya membutuhkan proses yang tidak instan. #Sharing

KETIKA MERASA LELAH MENJALANI KEHIDUPAN INI DAN INGIN MENYERAH - Inspirasi dari Hanan Attaki

Hidup itu unik terkadang merasa lelah, sedih, bahagia, kecewa, susah. Itulah hidup yang harus kita jalani apapun kondisinya. Jika ada rasa mengeluh karena merasakan kerasnya hidup ini itu wajar. Sebuah proses menyakitkan dalam hidup mengajarkan kita untuk menjadikan diri ini memiliki kekuatan untuk terus berjuang melawan rasa lelah yang menghampiri di kehidupan ini.

Berjuang melawan rasa malas itu yang dibutuhkan untuk menggapai kesuksesan. Siapa yang paling berat untuk menghadapi semua ini yaitu diri kita sendiri. Diri kita yang harus ditanamkan mindset bahwa hidup di dunia ini harus merasakan kelelahan karena dunia tempat orang bermujahadah. Tidak ada yang didapatkan di dunia ini dengan cara yang mudah. Karena tabiat dari dunia itu adalah tempat bersusah payah.

"Fitrahnya dunia tempat orang bercocok tanam bukan memetik hasil. Yang namanya bercocok tanam kalau kita melihat kehidupan para petani, atau para pekerja di ladang, di sawah, di kebun maka akan melihat kelelahan, keletihan, kesusahan itulah tabiat dunia.

Berbeda dengan tabiat di surga, di surga itu akan mendapatkan dengan cara yang mudah bahkan sebagian riwayat yang mengatakan bahwa wanita ingin mempunyai anak, maka akan diberikan saat itu juga. Tidak perlu mengandung selama sembilan bulan. akan dilayani apapun yang diinginkan dan tidak perlu bersusah payah untuk mendapatkannya, Said Ust Hanan Attaki." info selengkapnya klik dibawah ini.


Berbeda dengan dunia, di dunia apapun yang kita inginkan harus berikhtiar. Berusaha semaksimal mungkin untuk mendapatkan apa yang kita inginkan. Bukan hanya berdiam diri mengkhayal ingin sesuatu tapi tidak bergerak sama sekali. Itu mustahil banget untuk mencapai apa yang kita inginkan. Merasa lelah boleh tapi untuk berhenti jangan!

Saat ini apa yang kita lakukan mungkin belum terasa efeknya, tapi suatu saat nanti kita akan tahu hasilnya. Yakin dan percayalah setiap kita dekat sama sang pencipta semua permasalahan akan terasa ringan. Seberat apapun, sesakit apapun, dekati saja yang Maha Memiliki segalanya. Kalau belum terkabul tambahin lagi doanya kencengin lagi doanya. Allah pasti mendengarkan doa kita. Jangan Pernah Menyerah. #Sharing

Tuesday, June 9, 2020

MENINGGALKAN SESUATU YANG SUDAH MENJADI KEBIASAAN - Inspirasi dari Hanan Attaki



Mendapatkan apa yang memang sudah kita inginkan dibutuhkan perjuangan dalam menggapainya. Tapi mendapatkan sesuatu yang membuat kita nyaman namun tidak berkah itu sulit untuk dilepaskan. Bener ga sih? Kok bisa ya? Karena sesuatu kebiasaan yang sudah dijalani setiap harinya bila kita tinggalkan terasa berat untuk melepaskannya. Jangan khawatir ini semua sudah bukan rahasia lagi untuk di pertanyakan, tapi ini semua bisa merubah apa yang ingin kita jalankan dengan menjadi lebih baik.

"Kalau kita ingin menghadapi sesuatu ujian yang berat, pengen menjalankan sesuatu tugas yang berat. Termasuk hijrah meninggalkan pekerjaan yang tidak halal, itukan tugas yang berat kan? Kita sudah terbiasa dengan penghasilan besar, tapi akhirnya kita tahu ternyata penghasilan kita dari pekerjaan yang gak halal. Transaksinya gak baik sehingga hasilnya tidak berkah.

Butuh keberanian yang besar untuk bisa benar-benar mengambil pilihan meninggalkan pekerjaan itu beralih kepada pekerjaan lain yang juga belum jelas. Termasuk misalnya kita memutuskan mau berhijrah, untuk berhijab buat perempuan itu bukan hal yang gampang. Saya tahu betul berhijab itu pilihan yang berat dan butuh waktu untuk benar-benar mantap hatinya. Tidak mungkin Allah memerintahkan sesuatu kecuali ada kebaikan didalamnya itu dia pertimbangannya, Said Ust Hanan Attaki.

Semua dibutuhkan niat yang kuat untuk menjadikan diri kita lebih baik lagi. Bukan menyalahkan yang sebelumnya tapi berharap untuk menjalankan apa yang membuat hidup kita berkah. Menginginkan hidup terasa aman dan tentram jika kita mendapatkan dari hasil kerja keras yang sesuai dengan usaha yang telah kita lakukan. #Sharing

Thursday, June 4, 2020

CARA MENJALANI PROSES PERUBAHAN UNTUK MENJADI ORANG HEBAT - Coretan Inspirasi


Seekor anak kerang di dasar laut mengeluh kepada ibunya, "Ibu, sebutir pasir tajam masuk ke dalam tubuhku yang lembek ini, Bu."

"Anakku, Allah tak memberi kita tangan, sehingga ibu tidak bisa menolongmu. Ibu tahu, itu sakit, tapi terimalah sebagai takdir. Kuatkan hati, kerahkan semangat melawan nyeri yang menggigit. Balut pasir itu dengan getah perutmu. Hanya itulah yang bisa kau perbuat," sahut ibunya dengan sendu dan lembut sambil menitikkan air mata.

Anak kerang pun menurut.

Kadang rasa sakit itu begitu hebatnya, hingga ia sempat meragukan nasihat ibunya. Dengan air mata ia bertahan tidak hanya hari demi hari, tapi bertahun-tahun. Tanpa disadari, sebutir mutiara mulai terbentuk dalam dagingnya.

Makin lama makin halus, rasa sakit pun makin berkurang. Makin lama mutiaranya makin besar, rasa sakit akhirnya menghilang sama sekali.

Sekarang... Sebutir mutiara besar, utuh mengilap, dan berharga mahal berbentuk dengan sempurna. Penderitaannya membuahkan hasil yang menakjubkan. Dirinya kini menjadi sangat berharga.

Pesan : Kesuksesan tidak ada yang datang dengan serta merta. Kesuksesan harus melalui suatu proses panjang seumur hidup kita. Perjuangan adalah proses kerja keras, proses penderitaan, proses ketidaknyamanan. Kegagalan bukan hasil akhir, kegagalan adalah suatu proses.

Kesabaran adalah syaratnya. Keikhlasan adalah nyawanya. Rasa syukur adalah obatnya.
Tiada kesuksesan tanpa kegagalan dan tiada kebahagiaan tanpa penderitaan.
Tiada kesuksesan, bila itu fana dan tiada penderitaan kalau cuma sementara.
Kesuksesan dan kebahagiiaan yang sebenarnya... adalah apabila dia abadi.
Kegagalan dan penderitaan yang sebenarnya... adalah apabila dia abadi.
Abadikan yang tersisa untuk sebuah kesuksesan yang abadi.

(Sumber : Deassy M. Destiani - Bukan Untuk Dibaca/The Most Inspiring Story)

Tuesday, June 2, 2020

SIAPA SIH ORANG YANG BENAR-BENAR BANGKRUT DALAM HIDUP? - Inspirasi dari Hanan Attaki

Kehidupan yang kita jalani tidak bisa ditebak hanya dengan perkiraan. Semua sudah ada yang mengatur, apalagi dengan ibadah yang kita jalani. Semua sudah menjadi rahasia yang kita tidak akan pernah tahu. Tapi berusaha untuk menjadikan diri lebih baik itu harus, menjauhkan dari laranganNya itu wajib. Siapa sih orang yang benar-benar bangkrut dalam hidup?

"Kadang-kadang ada orang yang ibadahnya tuh bagus banget malam hari tapi siangnya habis. Makanya nabi menyebutnya dengan istilah muflis orang yang bangkrut. Bukan orang miskin tapi orang bangkrut. Karena kalau orang miskin gak mungkin bangkrutksn? Apa yang mau dibangkrutkan karena gak ada yang lebih misalnya kan? Orang bangkrut itu orang kaya tapi  jatuh miskin. Itu namanya orang bangkrut muflis bahasa hadistnya.

Siapa orang yang bangkrut kata nabi? Kata sahabat, orang yang kehiangan uangnya ya Rasul. Orang yang kehilangan untanya ya Rasul. Orang yang kehilangan hartanya ya Rasul. Kata nabi bukan itu ada yang lebih parah. Siapa? Orang yang kehilangan pahalanya. Kenapa bangkrut? Mungkin dia ahli Quran, tapi dia juga suk berburuk sangka dan membicarakan aib orang lain. Mungkin dia ahli tahajud tapi siangnya membicarakan aib orang lain ini nih yang bahaya, Said Ust Hanan Attaki.

Hati-hati dalam bersikap maupun melakukan sesuatu hal. Sayang banget kalau hanya hal yang tidak diinginkan membuat bangkrut amal kita. Allah mengetahui apa yang ada didalam hati kita. Berbuatlah layaknya seseorang yang akan meninggalkan dunia setiap detiknya. Minta ampunlah semuanya hanya kepada Allah dengan berdzikir selalu mengingat Allah. Maka hidup kita InsyaAllah akan tenang dan tentram. #Sharing

Monday, June 1, 2020

PROSES BELAJAR SUKSES PEMBENTUKAN DIRI DARI SEGELAS CANGKIR - Coretan Inspirasi


Sepasang kakek dan nenek pergi berbelanja di sebuah toko suvenir mencari hadiah untuk cucu mereka. Kemudian mata mereka tertuju kepada sebuah cangkir yang cantik.

"Lihat cangkir itu," kata si nenek kepada suaminya.
"Kau benar, inilah cangkir tercantik yang pernah aku lihat," ujar si kakek.

Saat mereka mendekati cangkir itu, tiba-tiba cangkir yang dimaksud berbicara "Terima kasih untuk perhatiannya, perlu diketahui aku dulunya tidak cantik. Sebelum menjadi cangkir yang dikagumi, aku hanyalah seonggok tanah liat yang tidak berguna.

Namun suatu hari ada seorang pengrajin dengan tangan kotor melempar aku ke sebuah roda berputar. Kemudian ia mulai memutar-mutar aku, hingga aku merasa pusing."Stop! Stop!" aku berteriak.

Tapi orang itu berkata, "Belum!" lalu ia mulai menyodok dan meninjuku berulang-ulang. "Stop! Stop!" teriakku lagi.

Tapi orang ini masih saja meninjuku, tanpa menghiraukan teriakanku. Bahkan kebih buruk lagi, ia memasukkanku ke dalam perapian.

"Panas! Panas!" teriakku dengan keras. "Stop! Cukup!" teriakku lagi.

Tetapi orang ini berkata, "Belum!"

Akhirnya ia mengangkat aku dari perapian itu dan membiarkan aku sampai dingin. Kupikir, selesailah penderitaanku. Ternyata belum. Setelah dingin, aku diberikan pada seorang wanita muda, ia mulai mewarnai aku. Baunya begitu memualkan.

"Tolong! Hentikan penyiksaan ini!" sambil menangis aku berteriak sekuatnya, tapi orang ini tak memedulikan teriakanku.

Ia terus membakarku. Setelah puas "menyiksaku" kini aku dibiarkan dingin.

Setelah dingin. seorang, wanita cantik mengangkat dan menempatkan aku dekat kaca. Aku melihat diriku dan terkejut. Hampir tak percaya karena dihadapanku berdiri sebuah cangkir begitu cantik. Semua kesakitan dan penderitaanku yang lalu jadi sirna kala kulihat diriku.

Pesan : Seperti ini Allah membentuk kita. Saat Allah membentuk kita, tidaklah menyenangkan, sakit, penuh penderitaan, dan banyak air mata. Tetapi inilah satu-satunya cara bagi-Nya untuk mengubah kita supaya jadi cantik dan memancarkan kemuliaan-Nya.

"Anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, bila kamu jatuh dalam berbagai percobaan, sebab Anda tahu bahwa ujian menghasilkan ketekunan. Biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang supaya Anda menjadi sempurna dan utuh tak kekurangan suatu apapun."

Apabila Anda sedang menghadapi ujian hidup, jangan berkecil hati karena Dia sedang membentuk Anda. Bentukan-bentukan ini memang menyakitkan, tetapi setelah semua proses itu selesai, Anda akan melihat betapa cantiknya Allah membentuk Anda.

(Sumber : Deassy M. Destiani - Bukan Untuk Dibaca/ The Most Inspiring Story)

Friday, May 29, 2020

BIARKAN MASA DEPAN DATANG DENGAN SENDIRINYA - Coretan Inspirasi

Jangan pernah mendahului sesuatu yang belum terjadi! Apakah mau mengeluarkan kandungan sebelum waktunya dilahirkan, atau memetik buah-buahan sebelum masak? Hari esok adalah sesuatu yang belum nyata dan dapat diraba, belum berwujud, dan tidak memiliki rasa dan warna.

Jika demikian, mengapa kita harus menyibukkan diri dengan hari esok, mencemaskan kesialan-kesialan yang mungkin akan terjadi padanya, memikirkan kejadian-kejadian yang akan menimpanya, dan meramalkan bencana-bencana yang bakal ada di dalamnya? Bukankah kita juga tidak tahu apakah kita akan bertemu dengannya atau tidak, dan apakah hari esok kita itu akan berwujud ketenangan atau kesedihan?

Yang jelas, hari esok masih ada dalam alam gaub dan belum turun ke bumi. Maka, tidak sepantasnya kita menyeberangi sebuah jembatan sebelum sampai di atasnya, Sebab, siapa yang tahu bahwa kita akan sampai atau tidak pada jembatan itu. Bisa jadi kita akan terhenti jalan kita sebelum sampai ke jembatan itu, atau mungkin pula jembatan itu hanyut terbawa arus terlebuh dahulu sebelum kita sampai di atasnya. Dan bisa jadi pula, kita akan sampai pada jembatan itu dan kemudian menyeberanginya.

Dalam syariat, memberi kesempatan kepada pikiran untuk memikirkan masa depan dan membuka-buka alam gaib, dan kemudian terhanyut dalam kecemasan-kecemasan yang baru di duga darinya, adalah sesuatu yang tidak dibenarkan. Pasalnya, hal itu termasuk thulul amal (angan-angan yang terlalu jauh).

Mereka yang menangis sedih menatap masa depan adalah yang menyangka diri mereka akan hidup kelaparan, menderita sakit selama setahun, dan memperkirakan umur dunia ini tinggal seratus tahun lagi. Padahal, orang yang sadar bahwa usia hidupnya berada di genggaman yang lain tentu tidak akan menggadaikannya untuk sesuatu yang tidak ada.

Biarkan hari esok itu datang dengan sendirinya. Jangan pernah menanyakan kabar beritanya, dan jangan pula pernah menanti serangan petakanya. Sebab, hari ini Anda sudah sangat sibuk. Jika Anda heran, maka lebih mengherankan lagi orang-orang yang berani menebus kesedihan suatu masa yang belum tentu matahari terbit di dalamnya dengan bersedih pada hari ini. Oleh karena itu, hindarilah angan-angan yang berlebihan.

(La Tahzan, Jangan bersedih! - DR.'Aidh al-Qarni)