Thursday, December 12, 2019

REVIEW BUKU | PENGAGUM AKHIRAT - Penulis Fazar Firmansyah. Dkk


Assalamua'alaikum man teman...
Sudah makan belum nih? udah berapa buku yang sudah dibaca? Semoga pada sehat yaa. aamiin

"Wahai kaumku! Sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah kesenangan (sementara) dan sesungguhnya akhirat itulah negeri yang kekal." (QS Al-Mu'min [40]: 39)

Buku yang saya review kali ini membuat saya sadar bahwa memang kita hidup didunia ini hanya sementara, di dunia ini hanya tempat persinggahan kita menuju tempat yang kekal. Sedikit cerita kenapa saya tertarik dengan buku ini. Awalnya melihat dari judul membuat saya berusaha untuk mengetahui tujuannya untuk apa sih kita hidup di dunia ini?

Karena saat berada di toko buku, hati saya tergugah untuk membaca synopsis yang ada pada buku ini. "Setiap detik yang kita habiskan seharusnya menyadarkan kita bahwa waktu yang kita miliki sangatlah singkat. Apakah mungkin kita bisa mendapatkan bekal yang banyak dengan memanfaatkan waktu yang singkat ini? Sangat mungkin, selama kita tahu ilmunya. Cara termudah mengingat akhirat adalah dengan 'beribadah seakan-akan hari ini adalah hari terakhir kita hidup.'"

Buku PENGAGUM AKHIRAT menjadi jawaban atas kegelisahan problematika anak muda yang semakin hari semakin lupa akhirat. Buku ini berisi kumpulan tulisan yang mengajak para pembaca untuk aware pada hari akhir dan mempersiapkan bekal menuju hidup yang kekal.

Dan juga karena saya suka warna biru jadi salah satu ketertarikan untuk membaca buku ini. Memang setelah saya rasakan saat ingin membeli buku. Cover dan judul buku sangat mempengaruhi minat pembaca. Oke lanjut.

Perbab banyak mencontohkan kejadian-kejadian yang seharusnya kita lakukan untuk menjadikan diri kita memiliki arah dan tujuan hidup di dunia. Dalam memanfaatkan waktu dan bermanfaat bagi orang lain. Ada salah satu bab yang membuat saya ngena banget tulisannya.

Judulnya "YANG PALING MULIA"

"Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan yang banyak mengingat Allah."
(QS al- Ahzab [33]:21

Katanya rindu itu berat? Rindu kepada siapa?
Sudahkah kita merindukan Nabi SAW yang telah membawakan cahaya cintanya dan menuntun kita. hingga saat ini. Beliau berjuang mati-matian untuk umatnya tanpa timbal balik. Beliaulah yang akan memberikan kita syafaatnya (pertolongan) di hari kiamat kelak. 

Lantas, kita yang masih muda masih maukah menunda untuk lebih dekat dengan beliau? Menunggu apa? seharusnya tak ada alasan untuk mengenal lebih dekat dengan beliau, apalagi untuk bershalawat memohon pertolongan serta mengharapkan syafaat beliau. Bukan malah sebaliknya mengidolakan yang tak pantas kita contoh, menirukan yang tak bermanfaat untuk diri kita.

Siapakah yang paling mengkhawatirkan kehidupan kita di dunia? Beliaulah, Nabi yang telah membawa cahaya untuk kehidupan kita, tetapi sering kali kita meluoakan keberadaanya. Yang sekarang kita jalani ini adalah fana, dunia benar-benar hanya sementara dibandingkan dengan waktu yang akan kita tempuh di hari kiamat kelak.

Ketika Allah telah menyiapkan sebuah jalan (shirath) yang terbentang antara dua pinggir neraka Jahanam, besarnya seutas rambut-atau seikat rambut-tajam bagai pedang. Di atasnya ada besi-besi pengait dan penyambar serta tumbuhan berduri bagai duri-duri pohon Sa'dan. Dan di bawahnya ada jembatan licun menggelincirkan.

Mereka melewatinya, ada yang sekejap mata, ada yang secepat kilat, ada yang seperti embusan angin, ada yang sekencang kuda berlari, atau sekencang unta, atau sekencang orang berlari. Di antara mereka ada yang selamat sentosa, ada yang selamat dengan babak-belur, dan ada pula yang wajahnya terhempas-hempas dalam neraka Jahanam.

Manakala penghuni surga telah sampai di depan pintu surga, mereka berkata, "Siapakah yang dapat memberi syafaat (mendoakan) kita kepada Tuhan, agar Dia mengizinkan kita masuk surga?" dan yang lain berkata,"Siapa lagi yang lebih patut melakukan itu selain bapak kamu sekalian, Adam? Sesungguhnya dia telah diciptakan Allah dengan tangan-Nya, Bahkan Allah telah meniupkan ke dalam dirinya roh ciptaan-Nya, dan berbicara berhadapan langsung dengannya."

Apakah benar Nabi Adam yang dapat memberikan syafaat itu? Maka datanglah mereka kepada Adam untuk meminta syafaat. Namun, ternyata Adam menyebut suatu dosa (yang penah dilakukannya), lalu berkata,"Aku tidak patut melakukan itu. Tetapi, pergilah kalian kepada Nuh. Karena dia adalah Rasul Allah yang pertama kepada makhluk-Nya."

Baca Juga : Review Buku Bidadari Untuk Dewa

Kemudian mereka datang kepada Nuh dan meminta syafaat kepadanya. Tetapi, Nuh pun menyebut sesuatu (dosa), lalu berkata," Aku tidak patut menolong kalian. Tetapi, pergilah kalian kepada Musa."

Bayangkan, seorang Nabi ciptaan Allah yang paling pertama saja mengakui dosanya, begitu pun Nabi Nuh, nabi yang telah mengalami berbagai ujian dan cobaan hingga ia diangkat menjadi Rasul Ulul Azmi saja merasa tidak pantas untuk memberi syafaat kepada umatnya. Lalu, siapakah yang pantas memberikan pertolongan tersebut atas izin Allah ketika hari Akhir kelak?

Kemudian mereka meminta syafaat kepada Musa, tetapi Musa pun menyebut suatu dosa (yang pernah dilakukannya), lalu berkata,"Aku tidak patut melakukan itu. Tetapi, pergilah kalian kepada Roh (ciptaan) Allah. Isa bin Maryam."

Mereka pun pergi meminta syafaat kepada Isa, dan dia pun berkata pula, "Aku tidak patut melakukan itu. Tetapi, pergilah kalian kepada Muhammad SAW. Rasullullah SAW bersabda, "Maka mereka pun datang kepadaku. Memang aku mempunyai tiga syafaat di sisi Tuhan-ku, yang telah dijanjikan kepadaku."

Tergambar betapa mulianya Nabi Muhammad SAW. Betapa beliau begitu dicintai oleh Allah dan begitu mencintai umatnya. Meskipun begitu, bukan kita tak layak mencintai para nabi yang mendahului Nabi Muhammad, karena mereka pun wajib kita rindukan. Mereka jugalah yang memperjuangkan agama islam, agama yang menolong kita di hari akhir kelak, agama yang paling benar disisi Allah SWT. 

Masih banyak lagi setiap bab tentang tujuan hidup kita di dunia. Ada beberapa tingkatan neraka dan syurga. Buruan yang penasaran bisa langsung ke toko buku, untuk bekal kita menuju akhirat. Semoga man teman selalu diberi rezeki, dilancarkan urusannya. Terima kasih yang sudah setia mengikuti perkembangan tentang #review book ini. kalau ada krisan boleh langsung dibawah ya.

0 comments:

Post a Comment