Saturday, December 7, 2019

REVIEW BUKU | BIDADARI UNTUK DEWA - Penulis Asma Nadia


Assalamua'alaikum man teman...
Siapa yang suka banget baca novel?

ini salah satu novel yang bener-bener wajib untuk dibaca bagi man teman yang mau belajar bisnis ataupun yang sudah berbisnis bahkan yang sedang terlibat banyak utang dalam berbisnis. hehe. Kenapa? Novel ini membawa kita diberbagai pengalaman dalam berbisnis, Kisah nyata yang dialami oleh Dewa Eka Prayoga dan sang istri. Saya akan review betapa dahsyatnya jatuh bangun dalam memulai bisnis dan diuji berbagai rintangan hingga menguatkan kita menjadi sosok pembisnis sejati. Langsung aja yak.

Bisa jadi Dewa adalah satu dari sedikit sosok anak muda fenomenal dan paling banyak membuat kejutan, sebab hidupnya nyaris mirip permainan hidup mati Russian Roullete.

Bagaimana tidak, dari anak muda yang dikagumi karena sudah menghasilkan satu miliar di usia 21 tahun, lalu terjerembab utang nyaris delapan miliar, bangkit sebelum kembali terpuruk dijerat penyakit langka yang dalam kasusnya, delapan puluh persen berpeluang mengantarnya kematian.

Namun hidupnya tak lantas sunyi, sebab bidadari bermata bak Cleopatra setia menggenggam tangannya, mengalirkan cinta tanpa syarat, tak beranjak meski sepasang sayapnya patah dan terkikis luka."Bidadarimu di sini." Bisikin lembut terus menguatkan.

Di ujung yang nyaris mematahkan seluruh pertahanan, Dewa bangkit seperti herkules yang marah karena pengkhianatan. Bukan kutukan atau mantra mematikan yang ia lepaskan, tapi semangat istighfar dan kekuatan ridha untuk tetap tegak tanpa boleh sedikit pun melupakan Sang Maha Pencipta. Tulisan diatas merupakan synopsis dari buku ini yang semakin bertanya-tanya didalam pikiran saya tentang utang nyaris delapan miliar. Semakin penasaran lembar demi lembar saya resapi man teman.

Di dalam bisnis bukan melihat berapa besarnya pendapatan tetapi bagaimana cara kita melihat peluang seperti pesan yang ada didalam buku ini.

Impian tidak terwujud hanya karena diinginkan, impian semakin jelas bentuknya ketika diperjuangkan. Yang penting bergerak. Berusaha. Berjuang. Biarkan matematika Allah yang bekerja. Jangan mengatakan 'tidak mungkin' terhadap diri sendiri. Karena itulah yang akan menghambat.

Ada salah satu isi cerita dari buku ini untuk memotivasi kita dalam berbisnis.
Istrinya Dewa menyarankan untuk berjualan ceker ayam demi melunasi hutang miliyaran rupiah, dalam benak kita pasti terbesit apakah bisa?

Meski secara hitung-hitungan sekilas tidak masuk akal. Bisnis seblak dan ceker untuk melunasi utang miliaran rupiah? Dalam hitungan sederhana, optimisme Dewa boleh di bilang tidak masuk akal, atau gila. Tapi bukankah matematika Allah berbeda. Apa yang dikerjakan hanya meniru Siti Hajar. Bergerak. Selintas memutuskan bolak balik Safa dan Marwa demi mencari air di Mekkah Sebelumnya.

Tapi Siti Hajar berlari setiap melihat fatamorgana. Ia bergerak mengejar harapan. Dan harapan yang diletakkannya pada Allah adalah modal yang tidak pernah habis. Dewa hanya mengulang apa yang dilakukan istri Ibrahim AS. Bergerak mengejar harapan. Pada waktunya Allah akan memberi jalan.

Sebenarnya Dewa percaya, dalam bisnis bukan soal apa yang dijual tapi siapa dan bagaimana menjualnya. Bukan masalah berapa harga satuan tapi berapa volume penjualan. Bill Gates menjadi orang terkaya hanya dari menjual software yang harganya tidak seberapa dibanding pesawat Boeing.

Sebuah program Microsoft cukup dibeli dengan harga dua juta, sedangkan satu pesawat komersial produksi Boeing bernilai delapan puluh juta dollar atau sekitar satu triliun rupiah. Lebih dari lima ratus ribu kali lipat harga software.

Kenyataannya pemilik Microsoft lebih kaya sebab dalam setahun perusahaan penerbangan terbesar Amerika hanya sanggup memproduksi dan menjual sekitar 500 unit pesawat. Sedangkan Bill Gates mampu memasarkan sampai 250 juta copy. Secara nilai volume total penjualan software orang terkaya di dunia itu, jauh di atas penjualan Boeing.

Baca Juga : Review Buku Pengagum Akhirat

Masih banyak lagi pesan-pesan yang terdapat didalam buku ini yang penasaran buruan ke toko buku yakin ini buku bagus isinya bukan hanya untuk pebisnis, buat kehidupan sehari-sehari juga cocok. Karena ada satu kisah yang mana ujian datang bertubi-tubi didalam berumah tangga.

Bidadari Dewa yang dengan sabar menghadapi perlakuan Dewa ketika sedang naik daun ada sosok wanita yang mengisi hatinya. Bagaimana reaksi sang istri lebih enak lagi punya bukunya Man teman.
Bunda Asma Nadia membungkus cerita di balik Novel ini dengan rapi sehingga pembaca dibuat penasaran hingga akhir cerita. Love you Bunda!

0 comments:

Post a Comment