Wednesday, December 18, 2019

JANGAN SOMBONG DENGAN APA YANG KITA MILIKI - Inspirasi dari Hanan Attaki

Ketika sukses jangan terlalu bangga dengan apa yang kita punya sehingga lupa diri. Karena kita tahu roda itu selalu berputar. Tidak boleh sombong, akui kebesaran Allah. Kalau kita dapat nikmat, ini nikmat dari Allah. Jangan merasa bahwa apa yang kita miliki diperoleh hanya dari kerja keras kita. Itu bukan sesuatu sifat yang tidak baik untuk kita miliki. Jauhkanlah dari dalam diri kita.

"Saya pernah punya teman yang lagi sukses-suksesnya bangga sampai lupa diri. Tiba-tiba Allah kasih pelajaran, dia bangkrut ditipu orang hutangnya sekitar 30 miliar dalam hitungan hari. Baru beberapa tahun lalu dia sukses banget kemana-mana dia gak mikirin duit tinggal gesek. Kemana-mana bawa pasport kalau lagi bete keluar negeri. Gak pernah bawa baju, kalau ke luar negeri tinggal beli baju. Orang ini sukses banget, tiba-tiba dibalikkan oleh Allah memiliki utang 30 miliar, lemas. Benar ya gak boleh sombong, akui kebesaran Allah," Said Ust Hanan Attaki.

Apapun yang kita miliki semua ini hanya titipan tidak ada yang abadi. Balik lagi ini semua punya Allah, jangan sombong dengan apa yang kita punya. Sebagian harta yang kita miliki adalah milik orang lain. Bersyukurlah apa yang kita miliki, maka semakin kita bersyukur Allah akan tambahkan nikmat untuk kita. #Sharing

Tuesday, December 17, 2019

MASALAH DALAM HUBUNGAN CINTA - Inspirasi dari Hanan Attaki

Semua pernah merasakan jatuh cinta? Apalagi jatuh cinta kepada pasangan yang sudah halal, indahnya luar biasa. Jatuh cinta terkadang banyak liku-liku yang menguji kesetiaan dalam hubungan.  Kalau kita ada masalah dalam cinta solusinya cuma satu, sholatlah. jadi minta tolongnya sama Allah dengan sholat. "Udah aja kalau kita lagi ada masalah, saya pengen menikahi perempuan itu cuma kayanya ga selevel nih. biar selevel sholat nanti Allah berikan jalan yang tidak terduga-duga," Said Ust Hanan Attaki.

Pentingnya dalam masalah hubungan yaitu jaga pandangan buat yang sudah menikah, kenapa? orang yang selalu melihat yang lain untuk dibanding-bandingkan itu tidak akan bagus rasanya dengan cinta dia kepada pasangan. Jadi kalau kita ingin merasakan cinta yang berbunga-bunga jangan terlalu lihat wanita yang lain. Udah lihat aja wanita yang ada dirumah, lihatin yang lama. ini salah satu solusi untuk mempertahankan rasa cinta kita terhadap pasangan. Karena semakin sering kita melihat yang lain itu akan merusak perasaan kepada pasangan kita.

Baca Juga : Tenang Saja Jodoh Pasti Bertemu

Dan itu benar firman Allah di Surah An nur. "Hendaklah orang-orang yang beriman itu menundukkan pandangan" ternyata fungsinya bukan hanya menjaga hasrat kita, tapi juga menjaga cinta kita kepada pasangan kita. Tentu juga secara umum cinta itu berkorban walaupun berat dinikmati saja, namanya juga cinta. Orang yang ingin merasakan cinta yang begitu dahsyat harus berkorban dulu. Karena ketika kita berkorban kita jadi punya rasa memiliki yang besar, sehingga semakin besar pengorbanan semakin tidak mau putus. Karena kita sudah ngasih habis-habisan.

Bandingkan saja cinta ayah dan ibu kepada seorang anak itu lebih besar mana? lebih besar ibu rata-rata karena ibu berkorbannya lebih daripada ayah kalau ayah memberi nafkah. Sedangkan ibu dengan jiwanya, nyawanya, fisiknya semuanyalah dia memberikan susu demi untuk bisa ngasih anaknya. Rela jadi gemuk demi anaknya untuk mendapatkan susu yang banyak, bentuk berkorban ibu. Sehingga cinta ibu tidak terbalas, jadi kalau kita ingin mendapatkan cinta yang besar. Berkorbanlah.#Sharing

Monday, December 16, 2019

CARA MENENTUKAN PILIHAN YANG BENAR - Motivasi Suara Pagar Kehidupan


Pernah mengalami kebingungan gak sih dalam hidup? Mana yang harus dipilih pekerjaan yang nyaman atau keluar dari zona nyaman penuh tantangan dan resiko! yaps, sama kalo gitu saya juga pernah merasakan hal yang sama. Tapi bedanya disini cara pandang dalam mengambil keputusan pilihan hidup yang berbeda.

Mengambil keputusan hidup cenderung ragu-ragu dan takut. Ragu-ragu itu tidak enak apalagi galau. Penyebab keragu-raguan itu apa sih? Sebenarnya yang membuat kita takut itu bukan karena sesuatu hal yang menakutkan. Karena selama ini diri kita berhalusinasi.

Loh berhalusinasinya gimana? Berhalusinasi bahwa diluar sana ada pilihan hidup yang tidak ada resikonya. Pilihan pikiran kita mana yang akan kita pilih yang tidak ada resikonya. Kita pikir ada hal diluar sana yang tidak ada resikonya. Setiap pilihan itu ada resikonya.

Pilihan apapun yang akan dipilih didalam hidup ini adalah resiko. Contoh kamu sedang bingung memilih pekerjaan. Kenapa ya gue kalau kerja sering banget pindah-pindah, ga bertahan. Hal itu terjadi karena didalam otak kita, kalau didalam pilihan itu ada resikonya.

Setiap pilihan yang kita pilih pasti ada resikonya, pola pikirnya yang harus diubah. Bagaimana cara mengelola diri demi masa depan?

Diantara pilihan tadi mana kira-kira resikonya paling sedikit. Bagaimana dengan pekerjaan, gimana caranya supaya langkah kita tidak ragu lagi untuk kedepannya. Caranya gampang kita sadari bahwa setiap langkah awal selalu terasa berat. Tapi percaya atau tidak, langkah yang paling ringan justru langkah yang kedua.

Kalau memang ingin mencoba, coba aja dulu selama mindset kita sekarang benar. Semua pekerjaan ada resikonya. ketika mengambil langkah pertama coba dulu jangan cengeng ketika menghadapi tantangan. Setiap pekerjaan ada resikonya. Jangan pikir dulu baru mencoba itu sumber kegagalan sejati.

Ambil langkah pertama dulu baru analisa. Setiap pilihan yang dilihat itu bukan pilihannya tapi resikonya dari semua pilihan mana yang resikonya kita terima. Mana resikonya yang saat ini mau kamu pegang dan kamu hadapi. Video selengkapnya bisa langsung klik dibawah ini :

Cara Menentukan Pilihan Hidup Yang Benar - 
Motivasi Hidup Sukses

SENGSARA ITU BUKAN KARENA KEKURANGAN HARTA - Inspirasi dari Hanan Attaki

Semakin kita banyak bersyukur Allah akan menambahkan nikmat yang banyak kepada diri kita, ini janji Allah. Kebahagiaan yang kita rasakan semuanya dari Allah. Apapun yang sedang kita rasakan, mau senang, sedih, galau apapun itu balik lagi ngadu kepada Allah. Karena permasalah apapun kalau sudah sama Allah akan beres, yakinkan itu.

"Yang membuat kita sengsara itu bukanlah kita kekurangan harta, bukanlah kita sendiri, bukan kita dalam keadaan susah atau banyak penyakit. Yang membuat kita sengsara itu, hati kita tidak cukup merasa bahagia. Terlalu kecil ruangnya untuk kebahagiaan. Sehingga kita selalu merasa hampa, Said Ust Hanan Attaki."

Baca juga : Jangan bersedih, karena ini semua sudah menjadi ketetapan Allah

Sedangkan orang yang Allah cukupkan, mungkin dia yang Allah uji dengan penyakit sekian belas tahun tidak sembuh seperti nabi Ayyub. Mungkin dia orang yang Allah uji dengan kehilangan orang-orang yang dicintai seperti nabi Yakub. Mungkin dia adalah orang yang diuji dengan harus meninggalkan, orang yang paling di cintai seperti Nabi Ibrahim. Tapi Allah cukupkan hatinya dengan kebahagiaan, Hasbunallah. Tidak ada yang lebih berharga bagi kita dari pada Allah.

Maka siapapun yang memberikan hatinya kepada makhluk, sebelum kepada Allah dan Rasul. Siap-siaplah untuk sengsara dan kecewa. Berikan hati kita pada Allah dan Rasul. Setelah itu, Allah yang akan memberikan hati itu kepada orang yang paling layak. Jadikanlah Allah dan Rasulullah cukup dihati kita. #Sharing  

BERJUANG SEPERTI POHON APEL - Coretan Inspirasi

Suatu saat, hidup sebatang pohon apel besar dan anak lelaki yang senang bermain di bawah pohon apel itu setiap hari. Ia senang memanjatnya hingga ke pucuk, memakan buahnya, tidur-tiduran di keteduhan rindang daunnya. Anak lelaki itu sangat mencintai pohon apel itu.

Pohon apel pun sangat mencintai anak kecil itu. Waktu terus berlalu. Anak lelaki itu kini telah tumbuh besar dan tidak lagi bermain-main dengan pohon apek itu setiap harinya. Suatu hari ia mendatangi pohon apel, wajahnya sedih."Ayo ke sini bermain-main lagi denganku," pinta pohom apel itu.

"Aku bukan anak kecil yang bermain dengan pohon lagi,"jawab anak itu."Aku ingin memiliki mainan, tapi aku tak punya uang untuk membelinya." Pohon apel menyahut,"Maaf aku pun tak punya uang, tapi kau boleh mengambil buah apelku dan menjualnya. Kau bisa mendapat uang untuk membeli mainan kegemaranmu."

Anak itu sangat senang. Ia memetik semua buah apel yang ada di pohon dan pergi dengan suka cita. Namun setelah itu si anak tak pernah datang lagi.

Pohon apel kembali sedih.

Suatu hari anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel sangat senang melihatnya."Ayo bermain denganku lagi," kata pohon apel. "Aku tak punya waktu," jawab anak lelaki itu."Aku harus bekerja untuk keluargaku. Kami butuh rumah untuk tempat tinggal. Maukah kau menolongku?"

"Maaf aku pun tak memiliki rumah. Tapi kau boleh menebang semua dahan rantingku untuk membangun rumahmu," kata pohon apel. Anak lelaki itu menebang semua dahan ranting pohon apek dan pergi dengan gembira.

Pohon apel juga merasa bahagia melihat anak lelaki itu senang, tapi anak lelaki itu tak pernah kembali lagi. Pohon apel merasa kesepian dan sedih. Pada suatu musim panas, anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel merasa dangat bersuka cita menyambutnya. "Ayo, bermain-main lagi denganku," ajak pohon apel.

Baca juga : Dahulukan Yang Paling Penting

"Aku sedih," kata anak lelaki itu."Aku sudah tua dan ingin hidup tenang. Aku ingin pergi berlibur dan berlayar. Maukah kau memberi aku sebuah kapal untuk pesiar?"

"Duh, maaf aku tak punya kapal, tapi kau boleh memotong batang tubuhku dan menggunakannya untuk membuat kapal yang kau mau. Pergilah berlayar dan bersenang-senanglah." Kemudian, anak lelaki itu memotong batang pohon apel itu dan membuat kapal yang diidamkannya. Ia lalu pergi berlayar dan tak pernah lagi datang menemui pohon apel itu.

Akhirnya, anak lelaki itu datang lagi setelah bertahun-tahun kemudian. "Maaf anakku," kata pohon apel itu. " Aku sudah tak memiliki buah apel algi untukmu."

"Tak apa, Aku pun sudah tak memiliki gigi untuk mengigitb buah apel apelmu," jawab anak lelaki itu. "Aku juga tak memiliki batang dan dahan yang bisa kau panjat," kata pohon apel. "Sekarang, aku sudah terlalu tua untuk itu," jawab anak lelaki itu.

"Aku benar-benar tak memiliki apa-apa lagi yang bisa kuberikan padamu yang tersisa hanyalah akar-akarku yang sudah tua dan sekarat ini," kata pohon apel itu menitikkan air mata. "Aku tak memerlukan apa-apa lagi sekarang," kata anak lelaki."Aku hanya membutuhkan tempat untuk beristirahat. Aku sangat lelah setelah sekian lama meninggalkanmu."

"ooh, bagus sekali. Tahukah kau, akar-akar pohon tua adalah tempat terbaik untuk berbaring dan beristirahat. Marilah berbaring di pelukan akar-akarku dan beristirahatlah dengan tenang." Anak lelaki itu berbaring di pelukan akar-akar pohon. Pohon apel itu sangat gembira dan tersenyum sambil meneteskan air matanya.

Pohon apel itu ibarat orang tua kita. Ketika muda, kita senang bermain-main dengan ayah dan ibu. Ketika tumbuh besar, kita meninggalkan mereka, dan hanya datang saat memerlukan sesuaut atau dalam kesulitan.

Tak peduli apa pun, orang tua kita akan selalu ada di sana untuk memberikan apa yang bisa mereka berikan untuk membuat kita bahagia. Kita mungkin berpikir, bahwa anak lelaki itu telah bertindak sangat kasar pada pohon itu, tetapi begitulah cara kita memperlakukan orang tua kita.

Pesan : Ingatlah dalam hati setiap kondisi apa pun, ada orang tua yang selalu mendoakan kita. Ketika kita sukses dan berkecukupan pastinya itu berkat doa orang tua. Saat kita ditimpa kemalangan pastinya yang seddi pertama kali adalah orang tua. 

Mereka selalu mengingat anak-anaknya, namun seringkali anak-anaknya melupakan untuk sekedar menyapa mereka. Padahal saat mereka tinggal berdua atau sudah sendirian saja, bahkan hanya sapaan dan kunjungan dari anak-anaknya saja. Sudahkah kita mengunjunginya?

(Deassy M. Destiani - Bukan Untuk Dibaca/The Most Inspiring Story)

SABAR DALAM MENGHADAPI UJIAN - Inspirasi dari Hanan Attaki

Hidup yang kita jalani tentu ga semulus jalan tol, pasti ada rintangan yang menghalangi. Tapi tidak masalah karena ini semua sudah menjadi ketentuan Allah. Tinggal bagaimana kita menjadi makhluk mengetahui ini semua hanya kesulitan sesaat. Balik lagi setiap ada kesulitan pasti ada kemudahan. Sabarlah dalam menghadapi apapun yang terjadi didalam hidup kita.

"Terutama sabar zulzillu ketika kita diuji dengan ego, marah, perasaan, sakit hati. Ini ujian jauh lebih berat daripada ujian fisik dan ujian harta. Termasuk, rasa cinta, rasa benci, kadang itu menjadi ujian. Kenapa ujian bikin kita tidak lagi logis, gak realistis dan kadang-kadang mengabaikan hal-hal, nilai-nilai yang selama ini kita pegang sebagai satu kebenaran. Kita ngabaikan batasan-batasan syariat, ini semuanya ujian dari Allah Swt. Sehingga tidak disebut orang yang beriman Kecuali ketika Allah Swt melihat ia sabar dalam ujian, Said Ust Hanan Attaki."

Ketika kita sabar dalam menghadapi ujian maka akan menerima manisnya buah bagi orang-orang yang sabar. Ujian yang Allah berika ke kita itu merupakan tanda Allah sayang sama kita. Jadi sabarlah dalam mengatasi masalah yang ada dengan kepala dingin. Jangan pakai emosi karena itu tidak menyelesaikan masalah. #Sharing

DAHULUKAN YANG PALING PENTING - Coretan Inspirasi

Seorang dosen berdiri di depan kelas filsafat. Saat kelas dimulai, dia mengambil toples kosong dan mengisi dengan bola-bola golf. kemudian ia berkata kepada murid-muridnya, "Apakah toples sudah penuh?"

Mereka setuju!!

Kemudian dia menuangkan batu koral ke dalam toples, mengguncang dengan ringan. Batu-batu koral mengisi tempat yang kosong di antara bola-bola golf. Kemudian dia bertanya kepada murid-muridnya, "Apakah toples sudah penuh..??" Mereka setuju!

Selanjutnya dia menabur pasir ke dalam toples. Tentu saja pasir menutupi semuanya. Profesor itu sekali lagi bertanya, "Apakah toples sudah penuh??" Para murid berkata, "Yess!!"

Lalu dia menuangkan dua cangkir kopi ke dalam toples dan secara efektif  kopi mengisi ruangan kosong diantara pasir. Para murid tertawa...

"Sekarang, saya ingin kalian memahami, bahwa toples ini mewakili kehidupanmu. Bola-bola golf adalah hal-hal penting. Tuhan, keluarga, anak-anak dan kesehatan. Jika yang lain hilang dan hanya tinggal mereka maka hidupmu masih tetap penuh."

Suasana kelas sunyi.

"Batu-batu koral adalah hal-hal lain, seperti pekerjaanmu, rumah, dan mobil. Pasir adalah hal-hal sepele. Jika kalian pertama kali memasukkan pasir ke dalam toples maka tidak akan tersisa ruangan untuk batu-batu koral ataupun untuk bola-bola golf!

Hal yang sama akan terjadi dalam hidupmu. Jika kalian menghabiskan energi untuk hal-hal yang sepele, kalian tidak akan mempunyai ruang untuk hal-hal yang penting buat kalian."

Kelas tetap sunyi.

"Jadi beri perhatian untuk hal-hal yang penting untuk kebahagiaanmu. Bermainlah dengan anak-anakmu. Luangkan waktu untuk check-up kesehatan. Ajak pasanganmu untuk keluar makan malam. Berikan perhatian teerlebih dahulu kepada bola-bola golf. Hal-hal yang benar-benar penting. Atur prioritasmu. Baru yang terakhir, urus pasirnya."

Baca Juga : Kisah Wanita Menolak Bantuan ketika Terjadi Banjir

Salah satu murid mengangkat tangan dan bertanya,"Kopi mewakili apa?" Profesor tersenyum,"Saya senang kamu bertanya. Itu untuk menunjukkan kepada kalian, bahwa sekalipun hidupmu tampak sudah sangat penuh, tetap selalu tersedia tempat untuk secangkir kopi bersama SAHABAT..."

Pesan : Seringkali manusia lupa, bahwa mereka hidup di dunia ini untuk apa? Padahal semuanya hanya sementara. Kesibukan mencari nafkah menjadi prioritas utama, sehingga melupakan hal penting yang utama yaitu Tuhan, keluarga, dan kesehatan diri sendiri. Bahkan seringkali karena kesibukkan kita lupa, bahwa kita membutuhkan sabahat untuk berbagi. Sudahkah kita hitung berapa banyak sahabat yang dimiliki saat ini?

(Deassy M. Destiani - bukan untuk dibaca/The Most Inspiring Story)

Thursday, December 12, 2019

REVIEW BUKU | PENGAGUM AKHIRAT - Penulis Fazar Firmansyah. Dkk


Assalamua'alaikum man teman...
Sudah makan belum nih? udah berapa buku yang sudah dibaca? Semoga pada sehat yaa. aamiin

"Wahai kaumku! Sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah kesenangan (sementara) dan sesungguhnya akhirat itulah negeri yang kekal." (QS Al-Mu'min [40]: 39)

Buku yang saya review kali ini membuat saya sadar bahwa memang kita hidup didunia ini hanya sementara, di dunia ini hanya tempat persinggahan kita menuju tempat yang kekal. Sedikit cerita kenapa saya tertarik dengan buku ini. Awalnya melihat dari judul membuat saya berusaha untuk mengetahui tujuannya untuk apa sih kita hidup di dunia ini?

Karena saat berada di toko buku, hati saya tergugah untuk membaca synopsis yang ada pada buku ini. "Setiap detik yang kita habiskan seharusnya menyadarkan kita bahwa waktu yang kita miliki sangatlah singkat. Apakah mungkin kita bisa mendapatkan bekal yang banyak dengan memanfaatkan waktu yang singkat ini? Sangat mungkin, selama kita tahu ilmunya. Cara termudah mengingat akhirat adalah dengan 'beribadah seakan-akan hari ini adalah hari terakhir kita hidup.'"

Buku PENGAGUM AKHIRAT menjadi jawaban atas kegelisahan problematika anak muda yang semakin hari semakin lupa akhirat. Buku ini berisi kumpulan tulisan yang mengajak para pembaca untuk aware pada hari akhir dan mempersiapkan bekal menuju hidup yang kekal.

Dan juga karena saya suka warna biru jadi salah satu ketertarikan untuk membaca buku ini. Memang setelah saya rasakan saat ingin membeli buku. Cover dan judul buku sangat mempengaruhi minat pembaca. Oke lanjut.

Perbab banyak mencontohkan kejadian-kejadian yang seharusnya kita lakukan untuk menjadikan diri kita memiliki arah dan tujuan hidup di dunia. Dalam memanfaatkan waktu dan bermanfaat bagi orang lain. Ada salah satu bab yang membuat saya ngena banget tulisannya.

Judulnya "YANG PALING MULIA"

"Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan yang banyak mengingat Allah."
(QS al- Ahzab [33]:21

Katanya rindu itu berat? Rindu kepada siapa?
Sudahkah kita merindukan Nabi SAW yang telah membawakan cahaya cintanya dan menuntun kita. hingga saat ini. Beliau berjuang mati-matian untuk umatnya tanpa timbal balik. Beliaulah yang akan memberikan kita syafaatnya (pertolongan) di hari kiamat kelak. 

Lantas, kita yang masih muda masih maukah menunda untuk lebih dekat dengan beliau? Menunggu apa? seharusnya tak ada alasan untuk mengenal lebih dekat dengan beliau, apalagi untuk bershalawat memohon pertolongan serta mengharapkan syafaat beliau. Bukan malah sebaliknya mengidolakan yang tak pantas kita contoh, menirukan yang tak bermanfaat untuk diri kita.

Siapakah yang paling mengkhawatirkan kehidupan kita di dunia? Beliaulah, Nabi yang telah membawa cahaya untuk kehidupan kita, tetapi sering kali kita meluoakan keberadaanya. Yang sekarang kita jalani ini adalah fana, dunia benar-benar hanya sementara dibandingkan dengan waktu yang akan kita tempuh di hari kiamat kelak.

Ketika Allah telah menyiapkan sebuah jalan (shirath) yang terbentang antara dua pinggir neraka Jahanam, besarnya seutas rambut-atau seikat rambut-tajam bagai pedang. Di atasnya ada besi-besi pengait dan penyambar serta tumbuhan berduri bagai duri-duri pohon Sa'dan. Dan di bawahnya ada jembatan licun menggelincirkan.

Mereka melewatinya, ada yang sekejap mata, ada yang secepat kilat, ada yang seperti embusan angin, ada yang sekencang kuda berlari, atau sekencang unta, atau sekencang orang berlari. Di antara mereka ada yang selamat sentosa, ada yang selamat dengan babak-belur, dan ada pula yang wajahnya terhempas-hempas dalam neraka Jahanam.

Manakala penghuni surga telah sampai di depan pintu surga, mereka berkata, "Siapakah yang dapat memberi syafaat (mendoakan) kita kepada Tuhan, agar Dia mengizinkan kita masuk surga?" dan yang lain berkata,"Siapa lagi yang lebih patut melakukan itu selain bapak kamu sekalian, Adam? Sesungguhnya dia telah diciptakan Allah dengan tangan-Nya, Bahkan Allah telah meniupkan ke dalam dirinya roh ciptaan-Nya, dan berbicara berhadapan langsung dengannya."

Apakah benar Nabi Adam yang dapat memberikan syafaat itu? Maka datanglah mereka kepada Adam untuk meminta syafaat. Namun, ternyata Adam menyebut suatu dosa (yang penah dilakukannya), lalu berkata,"Aku tidak patut melakukan itu. Tetapi, pergilah kalian kepada Nuh. Karena dia adalah Rasul Allah yang pertama kepada makhluk-Nya."

Baca Juga : Review Buku Bidadari Untuk Dewa

Kemudian mereka datang kepada Nuh dan meminta syafaat kepadanya. Tetapi, Nuh pun menyebut sesuatu (dosa), lalu berkata," Aku tidak patut menolong kalian. Tetapi, pergilah kalian kepada Musa."

Bayangkan, seorang Nabi ciptaan Allah yang paling pertama saja mengakui dosanya, begitu pun Nabi Nuh, nabi yang telah mengalami berbagai ujian dan cobaan hingga ia diangkat menjadi Rasul Ulul Azmi saja merasa tidak pantas untuk memberi syafaat kepada umatnya. Lalu, siapakah yang pantas memberikan pertolongan tersebut atas izin Allah ketika hari Akhir kelak?

Kemudian mereka meminta syafaat kepada Musa, tetapi Musa pun menyebut suatu dosa (yang pernah dilakukannya), lalu berkata,"Aku tidak patut melakukan itu. Tetapi, pergilah kalian kepada Roh (ciptaan) Allah. Isa bin Maryam."

Mereka pun pergi meminta syafaat kepada Isa, dan dia pun berkata pula, "Aku tidak patut melakukan itu. Tetapi, pergilah kalian kepada Muhammad SAW. Rasullullah SAW bersabda, "Maka mereka pun datang kepadaku. Memang aku mempunyai tiga syafaat di sisi Tuhan-ku, yang telah dijanjikan kepadaku."

Tergambar betapa mulianya Nabi Muhammad SAW. Betapa beliau begitu dicintai oleh Allah dan begitu mencintai umatnya. Meskipun begitu, bukan kita tak layak mencintai para nabi yang mendahului Nabi Muhammad, karena mereka pun wajib kita rindukan. Mereka jugalah yang memperjuangkan agama islam, agama yang menolong kita di hari akhir kelak, agama yang paling benar disisi Allah SWT. 

Masih banyak lagi setiap bab tentang tujuan hidup kita di dunia. Ada beberapa tingkatan neraka dan syurga. Buruan yang penasaran bisa langsung ke toko buku, untuk bekal kita menuju akhirat. Semoga man teman selalu diberi rezeki, dilancarkan urusannya. Terima kasih yang sudah setia mengikuti perkembangan tentang #review book ini. kalau ada krisan boleh langsung dibawah ya.

Monday, December 9, 2019

KALAU GAGAL, BANGKIT LAGI - Motivasi Suara Pagar Kehidupan

Setiap orang pernah merasakan kegagalan dalam hidup. Bahkan ketika kita waktu kecil sudah merasakan kegagalan. Kegagalan itu semuanya harus dikasih tanda kutip, kenapa? Karena kegagalan itu tidak ada. Bagaimana mungkin kegagalan itu tidak ada?

Siapapun kamu, siapapun orang yang kamu lihat, mereka pasti produk gagal. Kita semua adalah produk gagal. Kok bisa? Kamu, kalian semua orang yang dulunya tidak bisa berjalan. Ibarat bayi dulunya ga bisa jalan butuh seribu kegagalan dulu sampai akhirnya bisa berdiri tegak.

Nah yang membedakan bayi ketika gagal dia nangis, ketawa lagi, coba lagi. Sampai dia berhasil. Ketika sudah dewasa kita yang sekarang mungkin nangis tapi abis nangis bukannya ketawa trus maju lagi malah dengerin lagu galau. Itulah bedanya waktu dewasa dengan waktu kecil.

Ketika kecil kita tidak menghiraukan kalau kita gagal. Kamu menganggap kegagalan merupakan sebuah proses, nikmat dan kita tidak mikirin. Kita hanya mikirin hal-hal yang lucu hingga ketika waktu kecil kita lupakan masalah kita, dan kita coba lagi.

Sekarang kenapa kita mengeluh kenapa gagal lagi. Sebenarnya kita gagal itu bukan karena kita ada masalah tapi karena kita mengeluh itu masalahnya. Jadi yang disebut kegagalan sejati ketika kita mengeluh itu kegagalan. Sekarang kalau kita mengeluh, kita orang yang gagal sesungguhnya. Karena ketika mengeluh menganggap sebagai masalah. Tidak seperti seorang anak kecil.

Apa yang sebaiknya kita lakukan. Kegagalan itu sebuah hal yang kita butuhkan kalau tidak gagal tidak bakalan bisa berdiri tegak. Gagal bisa menjadi sesuatu yang berharga syaratnya ada dua hal :
yang pertama harus bisa mengambil hikmah, yang kedua mau terus maju atau move on. Untuk pembahasan selanjutnya yang lebih lengkap bisa langsung ke video dibawah ini :

Motivasi Hidup Sukses - Semua Orang itu Produk Gagal

Saturday, December 7, 2019

REVIEW BUKU | BIDADARI UNTUK DEWA - Penulis Asma Nadia


Assalamua'alaikum man teman...
Siapa yang suka banget baca novel?

ini salah satu novel yang bener-bener wajib untuk dibaca bagi man teman yang mau belajar bisnis ataupun yang sudah berbisnis bahkan yang sedang terlibat banyak utang dalam berbisnis. hehe. Kenapa? Novel ini membawa kita diberbagai pengalaman dalam berbisnis, Kisah nyata yang dialami oleh Dewa Eka Prayoga dan sang istri. Saya akan review betapa dahsyatnya jatuh bangun dalam memulai bisnis dan diuji berbagai rintangan hingga menguatkan kita menjadi sosok pembisnis sejati. Langsung aja yak.

Bisa jadi Dewa adalah satu dari sedikit sosok anak muda fenomenal dan paling banyak membuat kejutan, sebab hidupnya nyaris mirip permainan hidup mati Russian Roullete.

Bagaimana tidak, dari anak muda yang dikagumi karena sudah menghasilkan satu miliar di usia 21 tahun, lalu terjerembab utang nyaris delapan miliar, bangkit sebelum kembali terpuruk dijerat penyakit langka yang dalam kasusnya, delapan puluh persen berpeluang mengantarnya kematian.

Namun hidupnya tak lantas sunyi, sebab bidadari bermata bak Cleopatra setia menggenggam tangannya, mengalirkan cinta tanpa syarat, tak beranjak meski sepasang sayapnya patah dan terkikis luka."Bidadarimu di sini." Bisikin lembut terus menguatkan.

Di ujung yang nyaris mematahkan seluruh pertahanan, Dewa bangkit seperti herkules yang marah karena pengkhianatan. Bukan kutukan atau mantra mematikan yang ia lepaskan, tapi semangat istighfar dan kekuatan ridha untuk tetap tegak tanpa boleh sedikit pun melupakan Sang Maha Pencipta. Tulisan diatas merupakan synopsis dari buku ini yang semakin bertanya-tanya didalam pikiran saya tentang utang nyaris delapan miliar. Semakin penasaran lembar demi lembar saya resapi man teman.

Di dalam bisnis bukan melihat berapa besarnya pendapatan tetapi bagaimana cara kita melihat peluang seperti pesan yang ada didalam buku ini.

Impian tidak terwujud hanya karena diinginkan, impian semakin jelas bentuknya ketika diperjuangkan. Yang penting bergerak. Berusaha. Berjuang. Biarkan matematika Allah yang bekerja. Jangan mengatakan 'tidak mungkin' terhadap diri sendiri. Karena itulah yang akan menghambat.

Ada salah satu isi cerita dari buku ini untuk memotivasi kita dalam berbisnis.
Istrinya Dewa menyarankan untuk berjualan ceker ayam demi melunasi hutang miliyaran rupiah, dalam benak kita pasti terbesit apakah bisa?

Meski secara hitung-hitungan sekilas tidak masuk akal. Bisnis seblak dan ceker untuk melunasi utang miliaran rupiah? Dalam hitungan sederhana, optimisme Dewa boleh di bilang tidak masuk akal, atau gila. Tapi bukankah matematika Allah berbeda. Apa yang dikerjakan hanya meniru Siti Hajar. Bergerak. Selintas memutuskan bolak balik Safa dan Marwa demi mencari air di Mekkah Sebelumnya.

Tapi Siti Hajar berlari setiap melihat fatamorgana. Ia bergerak mengejar harapan. Dan harapan yang diletakkannya pada Allah adalah modal yang tidak pernah habis. Dewa hanya mengulang apa yang dilakukan istri Ibrahim AS. Bergerak mengejar harapan. Pada waktunya Allah akan memberi jalan.

Sebenarnya Dewa percaya, dalam bisnis bukan soal apa yang dijual tapi siapa dan bagaimana menjualnya. Bukan masalah berapa harga satuan tapi berapa volume penjualan. Bill Gates menjadi orang terkaya hanya dari menjual software yang harganya tidak seberapa dibanding pesawat Boeing.

Sebuah program Microsoft cukup dibeli dengan harga dua juta, sedangkan satu pesawat komersial produksi Boeing bernilai delapan puluh juta dollar atau sekitar satu triliun rupiah. Lebih dari lima ratus ribu kali lipat harga software.

Kenyataannya pemilik Microsoft lebih kaya sebab dalam setahun perusahaan penerbangan terbesar Amerika hanya sanggup memproduksi dan menjual sekitar 500 unit pesawat. Sedangkan Bill Gates mampu memasarkan sampai 250 juta copy. Secara nilai volume total penjualan software orang terkaya di dunia itu, jauh di atas penjualan Boeing.

Baca Juga : Review Buku Pengagum Akhirat

Masih banyak lagi pesan-pesan yang terdapat didalam buku ini yang penasaran buruan ke toko buku yakin ini buku bagus isinya bukan hanya untuk pebisnis, buat kehidupan sehari-sehari juga cocok. Karena ada satu kisah yang mana ujian datang bertubi-tubi didalam berumah tangga.

Bidadari Dewa yang dengan sabar menghadapi perlakuan Dewa ketika sedang naik daun ada sosok wanita yang mengisi hatinya. Bagaimana reaksi sang istri lebih enak lagi punya bukunya Man teman.
Bunda Asma Nadia membungkus cerita di balik Novel ini dengan rapi sehingga pembaca dibuat penasaran hingga akhir cerita. Love you Bunda!