Saturday, November 9, 2019

MANISNYA BUAH BAGI ORANG-ORANG YANG SABAR - Inspirasi dari Ust Hanan Attaki

Pernah punya pengalaman yang menyakitkan ga sih dalam hidup?
Kalo pernah berarti kita sama :( .

Sudah melamar pekerjaan ke berbagai perusahaan, akhirnya ditolak. Berusaha untuk memenangkan perlombaan tapi gagal. Ingin masuk ke universitas yang diinginkan tapi ga lolos. Apalagi udah ada rencana mau melamar eh ga disetujuin sama orang tuanya.

Duh, double dah sakitnya.Itulah hidup terkadang kita bisa merasakan bahagia juga bisa merasakan tidak enak. Bagaimana cara kita mengatasi masalah yang ada.

Tentu semua ini butuh yang namanya kesabaran yang besar untuk menghadapi semua ini. Sabar juga ada tingkatannya yang membuat kita tau apa yang harus kita lakukan jika permasalahan sebesar apapun yang terjadi di kehidupan kita.

"Sabar itu ada tiga tingkatan, tingkatan pertama tuh sabar dalam menghadapi ujian wabasysyirish shobirin kata Allah di Surah Al Baqarah. Sampaikan berita gembira kepada orang yang bersabar terhadap ujian. Nah gimana sabar terhadap ujian? kalau kita dapetin ujian, kita tinggal bilang innaa lillah wainnaa ilayhi raaji'uun dan itu kita katakan tuh dengan hati yang yakin ini semuanya kehendak Allah. Dan pasti ada kebaikan didalam kehendak Allah dan siapa yang mengatakan innaa lillah wainnaa ilayhi raaji'uun berarti dia melibatkan Allah dalam musibah.

Jadi kata kunci atau password untuk melibatkan Allah dalam musibah kita. Pertama bilang innaa lillah wainnaa ilayhi raaji'uun Allah pasti terlibat. Jadi kalau kita pengen libatkan Allah dalam musibah kita pertama pake passwordnya dulu langsung Allah tawarkan banyak jalan keluar dalam musibah kita. Karena kita hanya perlu mengatakan innaa lillah wainnaa ilayhi raaji'uun.

Sabar level dua itu adalah sabar dalam meninggalkan dosa. Ternyata ninggalin dosa juga butuh sabar, sabar untuk ga melakukan dosa walaupun mungkin dosa itu udah biasalah. Orang lain juga ngelakuin yang kaya gitu.

Sabar untuk ga kepoin instagram orang misalnya atau instagram mantan misalnya ya? haha. Karena kalau kita kepoin ga bakalan sabar. Sabar untuk menjaga pandangan? pandangan mata. Apalagi sabar untuk ninggalin untuk tidak jalan sama dia kalau belum halal.

Itu butuh kesabaran dan itu ga gampang, apalagi kalau misalnya sesuatu yang bener-bener kita senengin gitu kaya sabar untuk ninggalin hal yang sia-sia gitu dan itu sabar yang lebih tinggi derajatnya daripada sabar terhadap musibah itu temen-temen.

Sabar level tiga itu adalah sabar dalam beribadah jadi kalau level satu tuh sabar dalam menghadapi musibah, level dua sabar meninggalkan dosa, level tiga sabar dalam ibadah. Sholat sabar, puasa sabar, sedekah, tilawah segala macem ibadah-ibadah sabar ini sabar yang paling tinggi nih.

Tapi tiga sabar ini bukan pilihan temen-temen kalau misalnya kita 'ah saya mah yang level tiga aja yang sabar ibadah'. Tapi kalau musibah ngeluh, kalau dosa belum bisa ninggalin berarti belum sempurna sabarnya

Baru disebut orang yang sabar 'SHOBIRIN' kalau dia bisa sabar dengan tiga-tiganya kalau kita ga sabar dalam ketaatan dalam berbuat baik bisa jadi kita kehilangan pahala berbuat baik. Hanya gara-gara tidak sabar."Said Ust Hanan Attaki.

Berusaha untuk selalu sabar itu bukan ada batasnya melainkan tidak ada batasnya, karena kalau ada batasannya berarti kita belum sabar dalam menghadapi masalah yang ada dikehidupan kita. Apa yang kita lakukan kalau memang itu baik buat diri kita jangan dipusingkan omongan-omongan yang membuat hati kita merasa down. Fokus aja terhadap apa yang kita ingin capai dan selalu berdoa untuk hasilnya kita serahkan semua kepada sang pencipta. #Sharing

Baca Juga : Jangan Kebanyakan Tertawa 

0 comments:

Post a Comment