Sunday, October 13, 2019

REVIEW BUKU | REMEMBER ME & I WILL REMEMBER YOU - Penulis Wirda Mansur


Assalamua'alaikum man temen...
gimana kabarnya, sehatkah?

Terkadang apa yang ingin kita inginkan ketika belum berhasil, ada terbesit dibenak kita untuk berhenti melakukan hal itu. Rasa capek, mengeluh, menyalahkan diri sendiri suka hadir di dalam diri kita. Padahal Allah swt mengajarkan kita untuk tidak pernah merasa tak ada harapan.

Buku yang akan saya bahas kali ini yaitu tentang harapan yang pasti selalu ada kalau kita selalu mengingat Allah, mengandalkan Allah, meminta kepada Allah karena kita sebagai makhluk tidak bisa apa-apa!. Karena Allah bersama kita.

Tidak pernah ada yang namanya tak ada harapan. Tidak pernah ada yang namanya tak ada masa depan. Tidak pernah ada yang namanya tak ada kesempatan.

Sebab apa? sebab ada Allah, yang insya Allah akan meringankan semuanya. Segelintir masalah akan selalu ada. Tetapi percayalah masalah itu pulalah yang akan membesarkan kita, mendongkrak kita, menguatkan kita. Asalkan saja, kita melalui dari menikmati prosesnya bersama Allah.

Baca Juga : Review Buku Cinta Yang Tak Biasa 

Lewat buku ini, Wirda Mansur ingin mrngingatkan kembali. Untuk jadi orang yang tidak putus harapan. Untuk sama-sama bangkit lagi. Untuk sama-sama memperbaiki diri lagi. Untuk sama-sama mengejar masa depan.

Buku ini mengajarkan kita arti dari selalu ada harapan jika kita selalu bersama Allah. Allah mengajarkan kita untuk menjadi seorang pemenang, bukan pengecut. maka dari itu

Lagi senang, ingat Allah
Lagi susah, ingat Allah
Lagi kenyang, ingat Allah
Lagi lapar, ingat Allah
Lagi banyak kerjaan, ingat Allah
Lagi susah kerjaan, ingat Allah
Lagi banyak masalah, ingat Allah
Lagi banyak duit, ingat Allah
Lagi banyak teman, ingat Allah
Lagi banyak yang musuhin, ingat Allah

Jika kita selalu dan melulu mengingat Allah, pastilah Allah akan hadir di setiap moment dalam hidup kita.

Ada salah satu cerita yang menarik untuk diambil sisi positifnya, saya juga suka mikir kaya cerita dibawah ini, oke letssgoooo

Gini ya.

Kadang ada orang yang hidupnya tuh biasa ajaa gitu. Saban hari dagang bubur, dari pagi sampai sore, dagang mulu. Dan, itu ia lakukan bertahun-tahun. Tapi, kok ya, di hidupnya nggak ada perubahan gitu loh. Rumah ya segitu aja, masih dengan gerobak bubur yang sama seperti 10 tahun yang silam, hidupnya juga nggak berubah.

Tapi, ini orang rajin bener ke masjid udah gitu, selalu di shaf paling depan. Bahkan, kerap menyedekahkan buburnya, atau hasil jualannya, ke anak yatim pertanyaan, kenapa Allah nggak angkat derajat dia?

Sementara, ada orang yang kayaknya kerjaannya nggak keluar keringet, nggak usah capek-capek, ibadah berantakan, apalagi datengin masjid, boro-boro tapi hidupnya uenaaak polll, mobil dua, motor empat, pergi bolak-balik ke luar negeri. Kenapa ya?

Jawabannya, ada dalam keberkahan di balik usahanya. 

Banyak orang yang berpenghasilan sedikit, tapi berkah. Pun, sebaliknya penghasilan banyak, tapi nggak berkah. Dari keberkahan itulah, yang mengalir atau bisa jadi "menjelma" sebagai kebaikan. Misal, ya, walaupun bapaknya dagang bubur, anaknya bisa S1 di Jerman. full beasiswa. Ya, bapaknya dagang bubur, tapi sekeluarga bisa umroh.

Jangan salah, banyak lho, orang yang berduit, tapi nggak pergi-pergi umroh, entah emang nggak ada keinginan apa gimana. Dagang bubur, tapi keberkahannya berlimpah-limpah berkali lipat sebab disenangi dan dicintai anak yatim.

Berkebalikan dengan usaha, pendapatan, yang tidak ada keberkahan di dalamnya, Contohnya? Utangnya 10x lipat dari pemasukan. Jangan kira orang kaya nggak punya utang, wkwk. Justru, malah makin berlipat ganda jumlah utangnya, hahaha.

Berantem sama istri, atau berantem sama anak, mertua, ponakan, sepupu, dan rumit. Ada aja masalahnya, entah anaknya beginilah, mantunya begitulah. Tiba-tiba, pemasukan menurun drastis, terciduk KPK, masuk penjara, kena ini kena itu.

Wuaahh,.. asli, susah. Susah hidup kita bakal susah, bila tidak melibatkan Allah. PADAHAL, ALLAH SENANG BANGET BILA SELALU DILIBATKAN DALAM HAL SEKECIL APA PUN.

Masih banyak lagi motivasi yang diberikan oleh Wirda Mansur , arti bersyukur kunci bahagia, ikhlas karena Allah, ada juga tips bagaimana supaya pintar dan lain-lain. Kalau saya jabarkan semuanya ga muaat hehe. Langsung ke toko Gramed wae banyak bukunya disana.

Oia man teman gak akan bosan kalau baca buku wirda ini, karena banyak diselipkan gambar gambar dan juga tatanan tulisannya yang beraneka ragam dengan khas warnanya sesuai dengan sampulnya. Jadi asik deh pokoknya nggak monoton.

#BONUSCERITA

Dahsyatnya Istigfar

Pernah ada seseorang yang datang kepada syeikh Bin Baz mengatakan, "Wahai, Syeikh, sudah tujuh tahun saya menikah, tapi belum memiliki seseorang anak pun." Dan, Syeikh pun hanya menjawab dengan dua kata. "Perbanyaklah istigfar!"Setahun setelahnya, datanglah orang tadi kepada Syeikh dengan kabar gembira karena istrinya sudah hamil.

Pernah juga ada yang mengadu kepada Hasan Al-Bashri, "Hujan tak pernah turun," lalu Al- Hasan menjawab, "Mohon ampunan (istigfarlah) kepada Allah!"

Lalu, datang yang lainnya mengadukan kefaqirannya (kemiskinannya), Al-Hasan juga menjawab,"Mohon ampunan (istigfarlah) kepada Allah!"

Lalu, datang pula seorang wanita mandul yang tak memiliki anak mengadu kepadanya, Al-Hasan juga menjawab,"Mohon ampunlah kepada Allah!"

Para jemaah yang hadir berkata kepada Hasan Al-Bashri,"Apakah pada setiap orang yang mengadu, engkau hanya mengatakan, 'Beristigfarlah kepada Allah?'"

Hasan Al-Bashri menjawab,"Tidakkah engkau membaca firman Allah; 'Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sungguh dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu, dan Dia memperbanyak harta dan anak-anakmu, dan mengadakan kebun-kebun untukmu dan mengadakan sungai-sungai untukmu.'" (QS. Nuh 10-12).

Semua ini baru yang di dunia, bagaimana yang di akhirat coba? Tidakkah bagimu cukup keutamaan istigfar sebagai pelindung mukmin dari siksaan?

Padahal di dunia ini ada dua kriteria yang jauh dari siksaan Allah. Yang pertama telah meninggal dunia dan sisanya adalah yang kedua. Orang yang pertama terjamin keamanannya adalah Rasulullah Saw, Allah berfirman,"Tetapi Allah tidak akan menghukum mereka, selama engkau (Muhammad) berada diantara mereka".

Sementara yang kedua adalah orang yang beristigfar, Allah berfirman,"Dan tidaklah (pula) Allah akan menghukum mereka, sedang mereka (masih) memohon ampunan/beristigfar)." (QS. Al-Anfal 33).

Jadi, jangan tinggalkan istigfar! Rasulullah Saw. bersabda,"Sungguh beruntung seseorang yang mendapati pada catatan amalnya istigfar yang banyak." (HR. Ibnu Maajah).