Wednesday, August 7, 2019

REVIEW BUKU | DEAR ALLAH - Penulis Diana Febi


Assalamua'alaikum man teman..
Pernah gak sih mengalami namanya cinta diam-diam? Kalau pernah pasti rasanya ga enak ya karena kelamaan menunggu orang yang kita sayang. Tapi eits tunggu dulu jangan pernah menyerah untuk terus berdoa kepada Allah apa yang kita inginkan. Karena doa mampu membuat yang menurut kita tidak mungkin menjadi mungkin. Allah maha membolak balikkan hati setiap manusia.

Sebelum aku melanjutkan bagaimana isi dari buku yang terlihat oleh man teman, izinkan aku untuk  bercerita bagaimana buku ini bisa sampai ditangan aku, dan atas izin Allah bisa sharing ke man teman juga.. hehe

So, sebenarnya waktu pergi ke toko buku rencana yang pertama aku cari yaitu buku yang berjudul "Goodbye, things Hidup minimalis ala orang Jepang". Dengan teknologi ya serba canggih di jaman sekarang tidak perlu bingung untuk mencari buku yang sesuai dengan keinginan kita. Aku memiliki aplikasi yang bernama Google Play Buku. Man teman yang sering membaca buku aku yakin mengetahui aplikasi ini.

Aplikasi ini memudahkan pembeli untuk mengetahui isi dari buku tersebut dengan melihat beberapa halaman yang gratis untuk dibaca, sedangkan kalau kita langsung ke toko buku pasti ada beberapa buku yang masih disegel atau masih dibungkus. Tentu gak mungkin dong kita buka, bisa-bisa petugas toko datang dan menerkam haha. Jadi, aplikasi ini bagus banget untuk yang bingung mencari buku bacaan mana yang bagus untuk dibaca.

Setelah saya melihat beberapa pilihan yang kedua aku tertarik dengan judul buku "JANGAN TANYA KAPAN MENIKAH, Doain Aja" . Kemudian aku bergegas untuk membeli buku ini ke toko buku favorit di Gramedia hehe. Siapa yang favoritnya sama dengan aku?

Sudah tidak perlu mencari-cari lagi karena aplikasi Google Play Buku sudah membantu mencari buku yang aku inginkan. Lalu, aku menanyakan ke petugas toko buku tentang buku yang dicari. Setelah mengecek di pencarian buku pertama yang aku cari alhamdulillah mendapatkannya. Karena buku ini memang yang lagi aku butuhkan, setelah itu berjalan menuju rak buku untuk melihat-lihat beberapa buku terbaru, siapa tahu ada yang menarik hati selain buku yang aku inginkan.

Kemudian aku tidak sabar untuk menanyakan buku kedua yang di inginkan. Setelah di cek di pencarian komputer, NIHIL! yah, padahal ini buku yang memang benar-benar aku inginkan. Tapi mau bagaimana lagi, yasudah lah. Akhirnya aku memutuskan keliling untuk melihat buku lainnya, dari mulai buku islami, novel, biografi membuat aku tidak tertarik untuk membelinya karena memang yang lainnya belum menjadi keinginan.

Dari pada tidak ada buku bacaan selain buku pertama akhirnya aku melihat salah satu buku novel yang berjudul " Dear Allah " Karya Diana Febi. Ketertarikan ingin membaca buku ini karena ada cover yang bertuliskan telah dibaca 7,4 juta kali di Watpadd. Semakin penasaran hati bertanya-tanya apa sih yang menarik dari buku ini hingga begitu banyak yang membaca.

Rasa penasaran yang belum terlalu ambisius untuk membaca buku ini, kemudian aku menyelesaikan bacaan buku yang aku inginkan yaitu hidup minimalis. Setelah beberapa hari berlalu, mencoba untuk membuka plastik yang masih tersegel rapih di bagian buku. Perlahan  membuka lembaran pertama, kedua, ketiga kok tidak menemukan daftar isi? ok mencoba untuk membaca di lembaran kedua yang berisi tentang : " Dear Allah, Bolehkah aku rindu pada hati yang sudah kutinggalkan? Bolehkah aku rindu pada cinta yang sudah kusakiti?"

Lembar selanjutnya isi prolog tentang buku ini Cinta ibarat sebuah perahu besar yang berlayar di tengah lautan. Mata hati menjadi tolak ukur ke mana perahu akan berlabuh. Lautan memberi cinta berbagai makna, ada ketenangan, ada yang terombang-ambing ombak , dan ada badai cinta. Perahu cintaku begitu tenang di tengah lautan, pencarianku mencari perlabuhan terakhir. Angin berembus dengan damai, ombak begitu tenang dan perahuku berlayar percaya diri di atas Ridho Ilahi, dan seterusnya.

Semakin penasaran dengan isi ceritanya aku terus membacanya hingga tidak mengenal waktu untuk menyelesaikan dalam waktu seharian. Karena banyak kisah-kisah yang terjadi didalamnya seperti terlihat kenyataan, ada yang tinggal beberapa jam ingin menikah calon perempuannya kabur dan tidak meninggalkan alasan apapun. Peran utama yang dimainkan di dalam cerita ini bisa saya sebut Dokter ganteng dan perawat idaman. Kesabaran yang dimiliki perawat idaman bisa menjadi pedoman sebagai wanita. Man teman gak bakalan menyesal kalau beli buku ini. Ujian yang bertubi-tubi yang dihadapi perawat idaman membuatnya tidak menyerah, pantang mundur. Karena dia percaya bahwa akan indah pada waktunya.

Salah satu isi favorit aku ketika sahabat perawat idaman bertengkar dengan temannya karena kesalahpahaman yang tidak menyadarkan bahwa perbuatannya tidak baik.

"jangan mengguruiku, Aisyah. Soal agama, aku lebih tinggi darimu," ucap Athifa sombong.
Aisyah tersenyum, "Kalau ilmu agamamu lebih tinggi, kenapa kamu nggak malu saat berkata kasar sama Naira? Padahal kamu tau itu salah."

Athifa tebungkam, tetapi sorot matanya masih tetap terpasang jelas tajamnya. "Jodoh, rezeki, dan kematian sudah ditentukan Allah. Kalaupun kamu nantinya berjodoh dengan Genta, itu atas kuasa-Nya. Kuncinya hanya sabar dan ikhlas, Athifa," lanjut Aisyah.

"Secinta-cintanya Genta sama Naira, kalau Allah mengatakan dia jodohmu, Allah dengan mudah akan membalikkan hati Genta untuk mencintaimu. Seperti kubilang tadi, kuncinya hanya sabar dan ikhlas."

Sorotan mata Athifa berubah, perlahan mengendur. Apa yang dikatakan Aisyah sepertinya telah membuka cinta buta yang selama ini menutupi akal sehatnya. Emosi cinta yang sesat perlahan menyingkir dari perasaannya dan sedikit demi sedikit perasaan itu digantikan dengan perasaan bersalah dan menyesal karena berbuat demikian terhadap Naira yang sudah hampir empat tahun ini dia kenal.

Athifa sadar, cinta tak harus memiliki dan cinta akan tahu ke mana tempatnya berdiam mengikuti takdir yang telah ditulis sempurna oleh Sang Pembolak-balik Hati Manusia. "Sekarang kamu sadar bahwa kekesalan yang kamu miliki itu berasal dari perasaan dengki?" ucap Aisyah berjalan sedikit mendekati Athifa yang berdiri mematung mencoba menata ulang akal sehatnya.

"Ukhti, seberapa tertelannya jarum di tumpukan jerami pasti akan ditemukan jika atas izin Allah. Jadi, serahkan semua pada-Nya ikhlaskan. Dan, tanam jiwa kesabaran dalam hati untuk cinta sucimu. Karena menjodohkan laki-laki baik dan wanita baik itu perkara mudah bagi Allah. Kuncinya hanya sabar dan ikhlas," ucap Aisyah panjang lebar seraya memegangi salah satu pundak Athifa.

PENASARAN?? Buruan beli bukunya!

Baca Juga : Perempuan Teduh

0 comments:

Post a Comment