Wednesday, August 28, 2019

AKIBAT TIDAK TAHU TERIMA KASIH - Coretan Inspirasi

Pada zaman dahulu di suatu desa, ada seorang penebang kayu yang sangat miskin, sehingga ia hanya mempunyai sebuah kapak untuk bekerja demi menghidupi anak-anak dan istrinya. Dengan sangat sulit, ia bisa memperoleh enam pence (sejenis mata uang) setiap hari. Ia dan istrinya harus bekerja membanting tulang dari subuh hingga larut malam agar mereka dapat hidup dengan tidak kehabisan makanan.

Apabila mereka diam saja, mereka tidak akan mendapatkana apa-apa. "Apa yang harus saya lakukan?" katanya suatu hari, "Saya sekarang sangat lelah, istri dan anakku tidka memiliki apa-apa untuk dimakan, dan saya sudah tidak sekuat dulu lagi memegang kapak ini untuk memperoleh sekerat roti untuk keluargaku. Ah, begitu buruknya nasib bagi orang miskin saat mereka dilahirkan ke dunia ini."

Sementara ia masih berkeluh-kesah, sebuah suara memanggilnya dengan penuh rasa iba, "Apa yang kamu keluhkan?"

"Bagaiman saya tidak suka mengeluh sementara saya tidak memiliki makanan?" katanya. "Pulanglah ke rumahmu!" kata suara itu, "Galilah tanah di sudut perkaranganmu, dan kamu akan menemukan harta karun di bawah sebuah dahan yang telah mati."

Ketika penebang kayu itu mendengar perkataan itu, ia langsung, berlutut di tanah, dan berkata," Tuan, siapakah engakau gerangan? Sia[akah Tuan yang begitu baik hati?"
"Namaku Merlin," kata suara itu. "Ah! Tuan, Tuhan akan memberkahimu apabila kamu datang menolongku dan menyelamatkan keluargaku dari kemelaratan."

"Pergilah cepat, " kata suara itu, "dan dalam satu tahun, kembalilah ke sini dan berikanlah saya penjelasan tentang apa saja yang kamu lakukan dan apa yang kamu temukan di sudut pekaranganmu."

"Tuan, saya akan mengunjungimu dalam satu tahun, atau setiap hari, apabila kamu memerintahkan saya." Lalu, si penebang kayu pulang ke rumahnya, menggali tanah pada sudut pekarangannya. Di sana, ia menemukan harta karun yang telah dijanjikan. Betapa gembiranya mereka sekeluarga karena telah lepas dari kemiskinan.

Karena tidak ingin tetangganya tahu mengapa mereka tiba-tiba menjadi kaya, si penebang kayu masih pergi ke dalam hutan dengan membawa kapak, sehingga seolah-olah ia bekerja keras dan secara perlahan-lahan terangkat dari kemiskinan menjadi kemakmuran.

Pada akhir tahun, ia pergi ke dalam hutan untuk memenuhi janjinya. Dan, suara itu berkata, "Jadi, kamu akhirnya datang!"

"Ya, Tuan."
"Dan, bagaimana kamu membelanjakan harta tersebut?"
"Tuan, keluargaku sudah dapat makan makanan yang baik dan berpakaian yang bagus, dan kami selalu berterima kasih kepadamu setiap hari."

"Keadaan kamu sekarang menjadi lebih baik kalau begitu. Tapi, katakan padaku apakah masih ada hal yang kamu inginkan?"
"Ah, ya, Tuan, saya ingin menjadi walikota di tempat saya."
"Baiklah, dalam empat puluh hari, kamu akan menjadi walikota."
"Oh, beribu-ribu terima kasih, pelindungku yang baik."

Pada tahun kedua, penebang kayu yang kaya datang ke hutan dengan baju baru yang sangat baik dan mengenakan atribut bahwa ia adalah walikota. "Bapak Merlin, "panggilnya, "datanglah dan berbicaralah padaku."

"Saya di sini," kata suara itu, "apa yang kamu harapkan?"
"Seorang pejabat tinggi baru saja meninggal kemarin, dan anak laki-laki saya, dengan bantuanmu, ingin menggantikannya, Saya meminta kebaikan hatimu."

"Dalam empat puluh hari, anaknya menjadi pejabat tinggi, namun mereka masih juga belum puas. Pada akhir tahun ketiga, penebang kayu tersebut mencari lagi Merlin di hutan, dan dengan suara yang merendahkan ia berkata,"Merlin, maukah kamu membantu saya?"

"Apa yang kamu kehendaki?" kata suara itu.
"Putriku berharap agar dapat menikah dengan seorang pejabat," katanya. "Harapanmu akan terwujud," balas Merlin. Empat puluh hari kemudian, anak perempuan penebang kayu itu menikah dengan seorang pejabat.

Baca Juga : Perjuangan Seorang Ibu

JANGAN GENGSI UNTUK MINTA MAAF, KARENA MEMINTA MAAF MEMBAWA BERKAH - Coretan Inspirasi

Dikisahkan dalam sejarah islam, ada seorang pemuda alim bernama Abu Shalih. Ia adalah keturunan ke-12 dari Rasulullah Saw., dari garis Sayyidina Hasan as-Sibthi Ra. ia berasal dari desa Jilan, Iran.Suatu siang, saat Abu Shalih tengah berjalan di pinggir sungai, tiba-tiba dilihatnya kumpulan buah apel yang hanyut terbawa aliran sungai.

Segera ia mengambilnya sebuah dan memakannya. Namun, ia tiba-tiba berhenti mengunyah. Ia merasa bersalah. "Aku telah mencuri. Buah ini pasti ada yang memiliki. Aku harus menemui dan meminta maaf pada pemilik pohon apel yang buahnya telah kumakan tanpa seizinnya," katanya dalam hati.

Abu Shalih lalu berjalan menyusuri sungai hingga menemukan pohon apel ttersebut. Segera ia menemui pemilik pohon apel itu untuk meminta maaf. Pemilik pohon apel itu bernama Syakh Abdullah, beliau adalah keturunan Sayyidina Husain Ra. Beliau adalah seorang waliyullah yang sangat disegani pada masa itu.

Saat Abu Shalih menyampaikan permintaan maaf, Syekh Abdullah merasa senang dan takjub akan kebersihan hati pemuda Jilan ini. Beliau lalu bermaksud ingin mengangkat Abu Shalih sebagai santrinya. Namun, tidak secara transparan maksud itu disampaikannya.

"Baiklah! Karena kau telah mencuri buah apelku, maka kau harus bekerja di ladangku selama 12 tahun," kata Syekh Abdullah. Tanpa banyak bertanya, Abu Shalih langsung menyanggupi. Ia lalu bekerja sekaligus belajar agama kepada Syekh Abdullah.

Setelah tunai 12 tahun, Abu Shalih membayar kesalahannya, ia lalu menemui gurunya, Syekh Abdullah, untuk menanyakan apakah permintaan maafnya sudah dapat diterima. Bukan pernyataan bahwa maafnya telah diterima, Syekh Abdullah justru memberinya sebuah tugas baru.

"Aku akan menerima permintaan maafmu jika kau bersedia kunikahkan dengan putriku, seorang wanita yang lumpuh, buta, tuli, dan bisu," kata Syekh Abdullah. Seperti biasa, Abu Shalih tidak banyak bertanya. Ia langsung menerima amanah tersebut, dengan harapan semoga permintaan maafnya diterima oleh sang guru.

Tiga hari kemudian, dilangsungkanlah akad nikah dan walimatul'ursy (syukuran) antara Abu Shalih dengan wanita pilihan gurunya. Malam hari, ketika hendak memasuki kamar pengantin, Abu Shalih terdiam sejenak.

"Ya Allah, aku pasrahkan hidup dan matiku hanya kepada-Mu," doanya di dalam hati. Dengan perlahan, diketuknya pintu kamar pengantin tersebut, lalu ia membukanya dan masuk sambil mengucapkan salam.

Sang pengantin wanita menjawab salamnya. Abu Shalih terkejut bukan main. Seorang wanita berparas cantik datang menghampirinya dengan senyum menghiasi wajahnya. Sembari meminta maaf, ia lalu keluar kamar, ia kemudian mencari istrinya di kamar yang lain, namun tidak juga ditemuinya.

Akhirnya, Abu Shalih mendatangi Syekh Abdullah untuk menanyakan di manakah istrinya berada. "Bolehkah aku bertanya, dimanakah istriku berada?" tanya Abu Shalih dengan ta'zhim. "Ya, di kamar pengantin," jawab Syekh Abdullah sembari tersenyum.

"Tetapi, wanita yang kutemui di kamar itu tidak seperti yang dikatakan. ia tidak bisu dan tuli, ia menjawab salamku ia juga tidak buta, justru matanya cantik sekali. Dan, ia pun tidak lumpuh, ia malah menghampiriku saat aku memasuki kamar," jelas Abu Shalih masih dengan wajah kebingungan.

Melihat kebingungan Abu Shalih, Syekh Abdullah malah tertawa tterbahak-bahak. Usai tertawa, beliau baru berkata, " Wahai Abu SHalih, memang itulah putriku, Ummu Khair Fathimah. Kukatakan ia lumpuh karena ia tidak pernah menjejakkan kakinya ke tempat maksiat.

Buta karena ia tidak pernah melihat hal yang haram. Tuli karena ia tidak pernah mendengar hal yang berbau khurafat (jelek). Dan, bisu karena ia tidak pernah bertutur yang mubazir (sia-sia)." Mengertilah Abu Shalih bahwa amanah menikahi putri gurunya ungkapan kasih sayang dan rasa bangga Syekh Abdullah padanya.

Karena kesabaran dan kemuhasabahannya kepada sang guru dan amanahnya, Allah memberikan kepada Abu Shalih amanah yang penuh anugerah. Dari pernikahan ini, Abu shalih dan Ummu Khair Fathimah dianugerahi seorang putra bernama Abdul Qadir. Kelak, setelah dewasa, putranya ini masyhur sebagai seorang Wali Quthub, Syekh Abdul Qadie al-jailani. Sedangkan Abu Shalih sendiri dikenal dengan nama Syekh Abu Shalih Musa Jankai Dausat al-Jailani (berasal dari Jilan)

Baca Juga : Ayah, Kasih Sayangmu Tak Terlihat Namun Terasa

Wednesday, August 7, 2019

REVIEW BUKU | DEAR ALLAH - Penulis Diana Febi


Assalamua'alaikum man teman..
Pernah gak sih mengalami namanya cinta diam-diam? Kalau pernah pasti rasanya ga enak ya karena kelamaan menunggu orang yang kita sayang. Tapi eits tunggu dulu jangan pernah menyerah untuk terus berdoa kepada Allah apa yang kita inginkan. Karena doa mampu membuat yang menurut kita tidak mungkin menjadi mungkin. Allah maha membolak balikkan hati setiap manusia.

Sebelum aku melanjutkan bagaimana isi dari buku yang terlihat oleh man teman, izinkan aku untuk  bercerita bagaimana buku ini bisa sampai ditangan aku, dan atas izin Allah bisa sharing ke man teman juga.. hehe

So, sebenarnya waktu pergi ke toko buku rencana yang pertama aku cari yaitu buku yang berjudul "Goodbye, things Hidup minimalis ala orang Jepang". Dengan teknologi ya serba canggih di jaman sekarang tidak perlu bingung untuk mencari buku yang sesuai dengan keinginan kita. Aku memiliki aplikasi yang bernama Google Play Buku. Man teman yang sering membaca buku aku yakin mengetahui aplikasi ini.

Aplikasi ini memudahkan pembeli untuk mengetahui isi dari buku tersebut dengan melihat beberapa halaman yang gratis untuk dibaca, sedangkan kalau kita langsung ke toko buku pasti ada beberapa buku yang masih disegel atau masih dibungkus. Tentu gak mungkin dong kita buka, bisa-bisa petugas toko datang dan menerkam haha. Jadi, aplikasi ini bagus banget untuk yang bingung mencari buku bacaan mana yang bagus untuk dibaca.

Setelah saya melihat beberapa pilihan yang kedua aku tertarik dengan judul buku "JANGAN TANYA KAPAN MENIKAH, Doain Aja" . Kemudian aku bergegas untuk membeli buku ini ke toko buku favorit di Gramedia hehe. Siapa yang favoritnya sama dengan aku?

Sudah tidak perlu mencari-cari lagi karena aplikasi Google Play Buku sudah membantu mencari buku yang aku inginkan. Lalu, aku menanyakan ke petugas toko buku tentang buku yang dicari. Setelah mengecek di pencarian buku pertama yang aku cari alhamdulillah mendapatkannya. Karena buku ini memang yang lagi aku butuhkan, setelah itu berjalan menuju rak buku untuk melihat-lihat beberapa buku terbaru, siapa tahu ada yang menarik hati selain buku yang aku inginkan.

Kemudian aku tidak sabar untuk menanyakan buku kedua yang di inginkan. Setelah di cek di pencarian komputer, NIHIL! yah, padahal ini buku yang memang benar-benar aku inginkan. Tapi mau bagaimana lagi, yasudah lah. Akhirnya aku memutuskan keliling untuk melihat buku lainnya, dari mulai buku islami, novel, biografi membuat aku tidak tertarik untuk membelinya karena memang yang lainnya belum menjadi keinginan.

Dari pada tidak ada buku bacaan selain buku pertama akhirnya aku melihat salah satu buku novel yang berjudul " Dear Allah " Karya Diana Febi. Ketertarikan ingin membaca buku ini karena ada cover yang bertuliskan telah dibaca 7,4 juta kali di Watpadd. Semakin penasaran hati bertanya-tanya apa sih yang menarik dari buku ini hingga begitu banyak yang membaca.

Rasa penasaran yang belum terlalu ambisius untuk membaca buku ini, kemudian aku menyelesaikan bacaan buku yang aku inginkan yaitu hidup minimalis. Setelah beberapa hari berlalu, mencoba untuk membuka plastik yang masih tersegel rapih di bagian buku. Perlahan  membuka lembaran pertama, kedua, ketiga kok tidak menemukan daftar isi? ok mencoba untuk membaca di lembaran kedua yang berisi tentang : " Dear Allah, Bolehkah aku rindu pada hati yang sudah kutinggalkan? Bolehkah aku rindu pada cinta yang sudah kusakiti?"

Lembar selanjutnya isi prolog tentang buku ini Cinta ibarat sebuah perahu besar yang berlayar di tengah lautan. Mata hati menjadi tolak ukur ke mana perahu akan berlabuh. Lautan memberi cinta berbagai makna, ada ketenangan, ada yang terombang-ambing ombak , dan ada badai cinta. Perahu cintaku begitu tenang di tengah lautan, pencarianku mencari perlabuhan terakhir. Angin berembus dengan damai, ombak begitu tenang dan perahuku berlayar percaya diri di atas Ridho Ilahi, dan seterusnya.

Semakin penasaran dengan isi ceritanya aku terus membacanya hingga tidak mengenal waktu untuk menyelesaikan dalam waktu seharian. Karena banyak kisah-kisah yang terjadi didalamnya seperti terlihat kenyataan, ada yang tinggal beberapa jam ingin menikah calon perempuannya kabur dan tidak meninggalkan alasan apapun. Peran utama yang dimainkan di dalam cerita ini bisa saya sebut Dokter ganteng dan perawat idaman. Kesabaran yang dimiliki perawat idaman bisa menjadi pedoman sebagai wanita. Man teman gak bakalan menyesal kalau beli buku ini. Ujian yang bertubi-tubi yang dihadapi perawat idaman membuatnya tidak menyerah, pantang mundur. Karena dia percaya bahwa akan indah pada waktunya.

Salah satu isi favorit aku ketika sahabat perawat idaman bertengkar dengan temannya karena kesalahpahaman yang tidak menyadarkan bahwa perbuatannya tidak baik.

"jangan mengguruiku, Aisyah. Soal agama, aku lebih tinggi darimu," ucap Athifa sombong.
Aisyah tersenyum, "Kalau ilmu agamamu lebih tinggi, kenapa kamu nggak malu saat berkata kasar sama Naira? Padahal kamu tau itu salah."

Athifa tebungkam, tetapi sorot matanya masih tetap terpasang jelas tajamnya. "Jodoh, rezeki, dan kematian sudah ditentukan Allah. Kalaupun kamu nantinya berjodoh dengan Genta, itu atas kuasa-Nya. Kuncinya hanya sabar dan ikhlas, Athifa," lanjut Aisyah.

"Secinta-cintanya Genta sama Naira, kalau Allah mengatakan dia jodohmu, Allah dengan mudah akan membalikkan hati Genta untuk mencintaimu. Seperti kubilang tadi, kuncinya hanya sabar dan ikhlas."

Sorotan mata Athifa berubah, perlahan mengendur. Apa yang dikatakan Aisyah sepertinya telah membuka cinta buta yang selama ini menutupi akal sehatnya. Emosi cinta yang sesat perlahan menyingkir dari perasaannya dan sedikit demi sedikit perasaan itu digantikan dengan perasaan bersalah dan menyesal karena berbuat demikian terhadap Naira yang sudah hampir empat tahun ini dia kenal.

Athifa sadar, cinta tak harus memiliki dan cinta akan tahu ke mana tempatnya berdiam mengikuti takdir yang telah ditulis sempurna oleh Sang Pembolak-balik Hati Manusia. "Sekarang kamu sadar bahwa kekesalan yang kamu miliki itu berasal dari perasaan dengki?" ucap Aisyah berjalan sedikit mendekati Athifa yang berdiri mematung mencoba menata ulang akal sehatnya.

"Ukhti, seberapa tertelannya jarum di tumpukan jerami pasti akan ditemukan jika atas izin Allah. Jadi, serahkan semua pada-Nya ikhlaskan. Dan, tanam jiwa kesabaran dalam hati untuk cinta sucimu. Karena menjodohkan laki-laki baik dan wanita baik itu perkara mudah bagi Allah. Kuncinya hanya sabar dan ikhlas," ucap Aisyah panjang lebar seraya memegangi salah satu pundak Athifa.

PENASARAN?? Buruan beli bukunya!

Baca Juga : Perempuan Teduh

Tuesday, August 6, 2019

PERBAIKI NIAT KITA DI DALAM HATI - Inspirasi dari Hanan Attaki

Fisik kita tidak cantik ataupun tidak ganteng bahkan tidak sempurna jangan khawatir karena Allah tidak melihat itu semua melainkan hati kita. Jangan minder dengan orang-orang di sekeliling kita yang punya segalanya, cukup perbaiki hubungan kita sama Allah. Maka hati kita akan tenang. Proses perubahan yang kita miliki menjadikan diri kita mudah goyah akan sesuatu baik atau buruk yang akan kita jalani. Tetapi balik lagi kalau niat kita tulus menjalankannya insyaAllah akan di bimbing oleh Allah langsung, maka dari itu jaga niat.

"Isi hati dulu yang Allah nilai, perbaiki niat. Jaga amal kita dengan menjaga niat. kita mungkin mudah menjaganya diawal bagaimana dengan ditengah ketika kita sedang melakukannya? bagaimana dengan diakhir apresiasi/orang setelahnya? bagaimana setelah beberapa tahun setelah merasa bahwa ini keren banget! kita istiqomah itu akan sangat berpengaruh. Mungkin amal kita banyak tapi belum tentu semuanya sampai kepada Allah.

Dari sekian banyak amal yang kita lakukan, cuma sedikit mungkin amal kita yang sampai kepada Allah. Yang sedikit itu? hanya yang gampang-gampang, ringan, kenapa? cuma itu yang kita ga bisa riya. Sedangkan yang susah kita lakukan, malah gak sampa, kenapa? mungkin di awal, di tengah, di akhir kita ikhlas tapi after years? akhirnya kita riya mudah-mudahan Allah menjaga amal kita dengan, menjaga hati kita, Said Ust Hanan Attaki."

Perbaiki niat kita dalam melakukan sesuatu bukan karena ingin di nilai manusia tapi karena tulus ikhlas di nilai Allah. Tetap jaga niat kita untuk selalu melakukan yang terbaik dalam hidup kita karena kita tidak tahu mana amalan yang diterima disisi Allah. Perbanyak berbuat baiklah kepada orang banyak. #Sharing


JAGALAH PERASAAN ORANG LAIN - Inspirasi dari Hanan Attaki

Sesama manusia kita mencoba untuk saling menghormati. Karena setiap manusia akan membutuhkan satu sama lain karena kita adalah makhluk sosial. Setiap orang memiliki perasaan yang berbeda-beda. Tapi gimana kita caranya membangun sebuah perasaan yang sama antara kita dengan saudara kita. Kalau kita ingin membangkitkan rasa sehati salah satunya dengan cara ro'fah. ro'fah itu artinya peka, gara-gara kepekaan inilah jadilah kita orangnya pengertian. Kalau kita orangnya tidak punya kepekaan tidak pengertian.

"Kepekaan dan empati yang tinggi itulah yang menjaga persaudaraan, sehingga ketika kita ngomong, ketika kita comment, ketika kita bertindak ketika kita melakukan sesuatu selalu berpikir angel perasaan orang lain. Baik itu keluarga kita, tetangga kita, teman main kita, teman sekolah kita, beda sekolah, beda komunitas apapun lah bahkan beda agama sekalipun kita jaga perasaan dia. Makanya Allah sangking ingin menjaganya nih, Allah bilang  "Janganlah kalian mencela Tuhan- Tuhan meraka, sehingga mereka mencela Tuhan kalian tanpa mereka pahami."

Beda agama kan yang satu muslim yang satu non muslim kita jaga jangan sampaikan kita ngeledekin Tuhan mereka, jangan sampai kita ngeledekin syariat mereka, jangan sampai kita ngeledekin hal-hal yang sakral dalam persepsi dan kepercayaan mereka. Kalau kita lakukan itu nanti mereka akan membalas jadilah perpecahan, itu diajarkan dalam Al Quran, Said Ust Hanan Attaki."

Jagalah perasaan orang lain sebaik mungkin agar kita saling berdamai satu sama lain. Istilahnya kalau kita ingin diri kita dihargai, hargailah orang lain. Sebagaimana kita ingin diperlakukan diri kita yang terbaik lakukanlah yang terbaik juga untuk orang lain. Masalahnya mereka diperlakukan kita beda itu hak mereka yang penting kita melakukan diri kita sebaik mungkin untuk menjaga perasaan orang lain. #Sharing

KITA TIDAK BOLEH MENGHAKIMI ISI HATI - Inspirasi dari Hanan Attaki

Setiap manusia mempunyai kekurangan dan kelebihan yang tentunya menjadikan dirinya terus belajar untuk menjadi lebih baik. Manusia tidak bisa menghakimi isi hati, kita hanya bisa menghukum sesuatu yang tampak. Sehingga dengan manusia akad jual beli, piutang, akad pernikahan, semuanya dengan lisan. Karena manusia tidak tahu isi hati, yang mengetahui isi hati Allah dan kita saja.

"Jadi, kita tidak boleh menghakimi isi hati ah nih dia gak jujur nih, dia gak boleh ngomong begitu karena manusia gak tahu isi hati kecuali Allah kemudian kita. Sehingga kalau ada teman kita yang mengatakan Sumpah demi Allah, yaudah selesai. Saya jujur kok yaudah selesai, kita tidak boleh men-judge isi hati orang lain, Said Ust Hanan Attaki."

Kita tidak boleh menerka-nerka isi hati orang lain, yang kita pikirkan tentang orang lain harus positif. karena ketika melihat bahwa yang dilakukan orang lain menurut kita tidak baik, tapi dia memiliki isi hati yang berbeda untuk tulus atau ikhlas dalam berbuat sesuatu. Maka dari itu kita tidak boleh menilai oarang lain dengan hati kita, karena belum tentu itu yang sesungguhnya. Berprilakulah yang baik untuk menjadi manusia yang selalu berpikir positif. #Sharing