Thursday, July 11, 2019

JANGAN PERNAH BERANGGAPAN DIRI KITA YANG PALING BENAR - Inspirasi dari Hanan Attaki

Hidup yang kita jalani bukan untuk menjadikan diri kita yang paling benar dan jangan ikut campur urusan orang lain. Berusaha untuk mempelajari keadaan yang berada di sekitar hidup kita untuk terus melakukan perbaikan-perbaikan pada diri kita. Proses pembelajaran hidup semata-mata jangan melihat diri kita lebih baik dari orang lain, karena kita tidak tahu isi hati masing-masing orang ataukah dia tulus atau tidaknya yang penting 'No Judgement'.

"Tidak boleh menghakimi terlalu dini kemudian respect to other kita coba menghargai orang lain. Kalaupun dia berbuat dosa sekalipun, kita gaboleh menghakimi dia ahlii neraka. Kenapa? karena bisa jadi hari ini kita lihat dia berbuat dosa mungkin nanti malam dia udah taubat. Tadi siang kita lihat nih dia buat dosa, memangnya kita tahu malamnya dia bakal kaya gimana? Padahal Nabi bilang Allah membuka pintu ampunan di malam hari untuk orang yang berbuat dosa di siang hari.

Allah menyediakan ampunan di siang hari untuk orang yang berbuat dosa di malam hari. Jadi setiap hari itu Allah buka pintu ampunannya. Allah itu menunggu kita! siang buat dosa Allah tunggu malam untuk taubat, malam buat dosan Allah tunggu siang untuk taubat. Bisa jadi teman yang kita lihat siangnya buat dosa malamnya sudah taubat, jadi kita tidak bisa nge Judgement, Said Ust Hanan Attaki.

kita tidak berhak untuk menyalahkan orang lain atau menjelekkan orang lain. Tugas kita hanya terus memperbaiki diri lebih baik lagi dimata Allah. Jangan keburukan dibalas dengan keburukan, tetapi balaslah dengan kebaikan maka kita sendiri yang akan mendapatkan hasilnya. #Sharing

Baca Juga : Saat Diri Kita Merasa Lemah, Ingat Allah

Tuesday, July 2, 2019

REVIEW BUKU | THE UNTOLD STORY OF SALAH - Penulis Afred Suci


Assalamua'laikum man teman... 
Hidup butuh perjuangan untuk menggapai kesuksesan. Kerja keras menjadi salah satu kunci untuk berusaha melakukan yang terbaik dalam hidup. Tanpa proses perjuangan dan dibarengi kerja keras tidak akan ada hasil yang didapatkan. 

Sudah lama aku menginginkan buku ini. Ketika itu saat berada di toko buku tanpa berpikir panjang untuk membeli buku yang sedang man teman lihat sekarang ini. Ketertarikan yang membuat aku ingin membaca buku ini yaitu perjuangan yang begitu keras tanpa kenal lelah dan tidak pantang menyerah.  

Buku ini mengkisahkan perjuangan Mosalah hingga menjadi bintang yang akan aku review kali ini. Sabar ya man teman.. oke lets go guys udah siap?

Siapa sangka, jika seorang pemain sepakbola penuh talenta dan juga seorang muslim yang taat, ternyata mampu menggegerkan dunia. 

Dialah Mohamed Salah (Mo Salah), pemain yang saat ini bermain untuk klub Liverpool dan sukses membawa timnya ini kembali masuk jajaran klub sepakbola papan atas di Liga Inggris. 

Meskipun ia sukses berkarier di negeri yang mayoritas penduduknya non muslim,  namun Mo Salah tak pernah sungkan dan malu menunjukkan jati dirinya sebagai seorang muslim yang taat. 

Semisal, Mo Salah sering melakukan sujud syukur atau mengacungkan jari telunjuknya ke langit saat ia melakukan selebrasi gol. Ia juga senantiasa menjaga shalat lima waktu, tetap menjalankan puasa ramadhan meski dalam kondisi bertanding, dan masih banyak lagi. 

Atas perilaku Mo Salah ini, banyak fans fanatik menyatakan akan masuk islam jika Mo Salah berhasil mencetak gol bagi Liverpool.  

Siapa Mo Salah sebenarnya? Mengapa kehadiran sosok Mo Salah mampu membuat publik di Inggris yang awalnya mengidap "Islamphobia" kini mulai bisa menerima dan bahkan mulai tertarik untuk mempelajari islam? Buku ini mencoba memaparkan sosok MOHAMED SALAH dengan berbagai pernak-pernik kisah hidupnya. Tentunya, informasi yang dihadirkan di buku ini belum banyak diulas di media-media cetak dunia. 

Ada kisah menarik disalah satu isi buku ini yang membuat aku merasakan kesuksesan diraih bukan semata-mata hanya bersantai-santai melainkan kerja keras. 

EL-MOKAWLOON
Pintu 'Jihad' Mo Salah Muda

Kesuksesan Mo Salah tidak hanya ditopang oleh bakat yang dimilikinya, tetapi juga merupakan hasil dari keinginan yang sangat kuat, usaha, dan tekad yang tidak main-main. Pernyataan ini tepat untuk disematkan padanya. Sosok Mo Salah yang kita kenal hari ini adalah mega bintang sepakbola. 

Bisa dikatakan juga merupakan selebriti gemerlap lapangan hijau. Sukses karier sepakbola mengantarkannya membuka gerbang-gerbang kemakmuran hidup duniawi. Namun, apakah kita tahu bagaimana ia memperjuangkannya? 

Bukan setahun dua tahun kerja keras itu ia lakukan dan tidak semudah membalikkan telapak tangan. Mo Salah, adalah seorang pejuang, bahkan ketika usianya masih 14 tahun, Salah justru pontang-panting menempuh jarak berjam-jam dari desanya menuju ke tempat latihan El-Mokawloon di ibukota Mesir, Kairo. 

Total 10 jam ia harus bolak-balik menempuh perjalanan setiap harinya. Permulaan kariernya di El-Mokawloon memang menuntut pengorbanan yang luar biasa. Di usia 12 tahun hingga awal 14 tahun, Salah cuma perlu menempuh setengah jam perjalanan dari rumahnya menuju tempat latihan di Ittihad Basyoun. 

Namun ketika ia menandatangani kontrak bersama tim junior U-15 El-Mokawloon, maka sudah terbayang dibenaknya pengorbanan berat yang harus dilakukan. Waktu tempuh dari Desa Nagrig ke klub barunya itu membutuhkan waktu hampir lima jam. 

Setiap hari pukul tujuh pagi, Salah berangkat ke sekolah dan hanya bisa mengikuti pelajaran di kelas selama dua jam saja. Dengan bermodalkan izin tertulis dari sekolah, maka Mo Salah pun memulai perjalanan rutin ke Kairo. 

Waktu latihan rutin dimulai setiap pukul 15.30 Salah membutuhkan tiga sampai empat kali ganti bus agar bisa sampai di Stadion tepat waktu. Ia kehilangan waktu bersenda gurau bersama teman-temannya di tim, karena harus menunggu bus yang memang jarang sekali melintasi kampungnya. 

Rute tetapnya adalah dari Desa Nagrig menuju ke Basyoun. Rute ini biasanya ditempuh Salah dengan bersepeda atau berjalan kaki sekitar satu kilometer. Dari Basyoun, Mo salah melanjutkan perjalanan dengan bus menuju Tanta dan berganti kendaraan menuju Kairo sepanjang 100 kilometer sebelum akhirnya berganti bus lagi untuk mencapai markas club. 

Banyak jurnalis dan reporter media internasional yang mencoba merasakan rute perjalanan Mohamed Salah ini. Semua dari mereka mengeluarkan pendapat yang sama: Melelahkan! 

Tapi itulah yang dilakukan Salah muda. Lima hari seminggu, setiap minggu selama tiga atau empat tahun. Ia pun harus rela mengorbankan uang jajannya untuk digunakan untuk ongkos perjalanan pulang pergi Nagrig-Kairo. Jika beruntung ada waktu senggang, sesekali ayah Mo Salah ikut mengantar anaknya ke markas klub Kairo menggunakan mobil pribadi. 

Namun, ini jarang sekali terjadi, dan alhasil kebanyakan Mo Salah harus berjuang sendiri untuk ini. Berangkat jam sembilan pagi dan tiba dimarkas jam dua atau setengah tiga siang. 

Latihan mulai jam setengah empat dan baru selesai pukul enam sore. Menempuh perjalanan pulang dari Kairo ke Nagrig sekitar empat hingga lima jam lagi, dan baru tiba di rumah menjelang pukul sebelas malam. Yang bisa dilakukannya di sisa penghujung malam itu hanya mandi, makan, tidur, dan ibadah tentunya. Sebab keesokan harinya (pagi-pagi sekali), ia harus mengulangi rutinitas yang sama. 

Disaat anak-anak lain di usia 14 tahun masih asyik dengan gadget di tangan, bercanda dan bermain dengan teman-teman sebaya, belajar, bersosialisasi, menikmati masa-masa remaja yang tidak akan terulang lagi, Salah malah harus mengorbankan semua itu demi satu impian besar : MENJADI PESEPAKBOLA PROFESIONAl! 

Mo Salah muda memang harus membayar mahal karena kehilangan semua "kesenangan" di saat remaja itu. ia sadar konsekuensinya, dan itu yang membuatnya kuat melakukan perjalanan melelahkan setiap hari.  

Mimpi menjadi pemain profesional memberi motivasi besar baginya. Ada sejumlah faktor yang bisa menjadi motivasi bagi seorang pesepakbola di tanah Afrika. Pertama, karena adanya keinginan untuk keluar dari jerat kemiskinan. 

Kedua, karena ingin menjadi pahlawan nasional. Namun, seorang Mohamed Salah memiliki motivasinya sendiri. Motivasinya itu adalah tidak ingin mengecewakan ayahnya. 

Ia ingin melihat ayahnya tersenyum karena pilihan anaknya. Senyum ayah yang mendukung mimpi anaknya untuk berkarier di sepakbola. Meski merasa dilema dengan pendidikan sang anak. Hidup adalah pilihan. Kita tidak mungkin mendapatkan semua apa yang kita inginkan. Pilihan itu cukup berat bagi Salah muda dan orang tuanya. 

Sebuah perjuangan Mo Salah yang tanpa mengenal kata menyerah. Bukan itu saja aku sangat suka dengan salah satu cerita didalam buku ini yaitu tentang

 " PENCURI YANG BERUNTUNG "

Bagaimana jika seorang pencuri tertangkap? Mungkin saja dia akan diarak, diikat, digebuki, sampai dibakar astagfirulohaladzim...

Paling tidak jika kita memiliki kemurahan hati, kita akan menyerahkannya kepada pihak yang berwenang. Dan mungkin saja kita akan memaafkannya. Namun, tahukah kamu apa yang dilakukan seorang Mohamed Salah ketika ada seorang pencuri tertangkap dirumahnya?

Peristiwa bermula ketika salah baru merintis karier di Mokawloon. Keluarga Salah bersama-sama pergi ke Kairo untuk menyaksikan petandingan tim putranya itu. Tak disangka, sepulangnya dari Kairo, ternyata rumahnya sudah dimasukin maling.

Beruntung, setelah melaporkannya ke polisi setempat, maling tersebut akhirnya bisa ditangkap. Salah segera pulang kerumah setelah mendengar kejadian tersebut. Namun, ia tak terlihat marah, apalagi mengamuk hingga atau memukuli si pencuri.

MasyaAllah, dia malah menahan agar si pencuri "miskin" itu dilepaskan. Mo Salah pun memberinya uang untuk menyambung hidup. Sampai-sampai Mo Salah juga membantunya mendapatkan pekerjaan.

Adakah bintang sepakbola lain yang seperti itu? Jika ada, mungkin satu berbanding seribu.

Masih banyak lagi cerita menarik kisah dari Mosalah untuk membangkitkan semangat bagaimana cara berjuang hingga titik darah penghabisan. Dan selalu mempunyai kayakinan yang tinggi bahwa 'BELIEVE' dengan kemampuan yang kita punya dengan tekad yang sungguh-sungguh akan tercapai atas izin Allah.

Baca Juga : Menjadi Pribadi Menarik Dalam Sehari

Monday, July 1, 2019

SAAT DIRI KITA MERASA LEMAH, INGAT ALLAH - Inspirasi dari Hanan Attaki

Rasa kecewa dalam hidup tentu saja pernah kita alami. Gagal masuk tempat kuliah yang kita inginkan, di tolak diberbagai pekerjaan yang kita inginkan, apalagi kalau ditolak dengan pasangan karena diri kita tidak memenuhi syarat. Jangan khawatir selagi kita selalu mengingat Allah masalah apapun yang terjadi didalam hidup kita semua dapat terselesaikan.

"Kita butuh Allah ketika Allah kasih kita ujian, bahkan kita tetap butuh Allah ketika Allah kasih kita nikmat. Kalau kita butuh Allah saat diuji agar kesabaran kita terjaga. Karena orang yang tidak dibersamai oleh Allah Subhannahu Wa Ta'ala ketika ia sedang diuji maka dia akan mudah untuk berkeluh kesah bahkan berputus asa. Kebersamaan Allah kepada dia saat dia diuji itu adalah Allah Subhannahu Wa Ta'ala menghibur hatinya, Allah Subhannahu Wa Ta'ala menenangkan hatinya. Bukankah dengan mengingat Allah hati menjadi tenang? dan orang yang beriman apabila di ingatkan dengan nama Allah, disebut nama Allah maka hatinya akan bergetar, said Ust Hanan Attaki.

Kembalikan semuanya pada Allah kalau kita ada masalah, kalau kita diberi nikmat, kalau kita merasakan senang, bahagia, kecewa, sedih dan lain sebagainya. Hanya Allah tempat mengadu dan tempat pemberi solusi terbaik. Semua masalah akan terselesaikan sebesar apapun masalah kita, kita punya Allah yang Maha Besar. #Sharing 

Baca Juga : Cara Mendapatkan Solusi Masalah Dalam Hidup Kita

CARA MENDAPATKAN SOLUSI MENYELESAIKAN MASALAH DALAM HIDUP KITA - Inspirasi dari Hanan Attaki

Putus asa salah satu bagian dari rasa kecewa karena keinginan kita tidak terwujud. Ini sikap yang tidak boleh ada didalam diri kita. Karena masalah seberat apapun bisa terselesaikan apabila kita mengadu dengan sang pemilik seluruh alam. Semua yang terjadi didunia ini atas ijin Allah. Masalah yang kita alami sudah diatur semuanya bagaimana kita berusaha untuk selalu mendekat kepada sang pencipta karena Allah begitu sayang kepada kita jika kita mempunyai masalah. Tentu setiap ada cobaan pasti ada solusi untuk menyelesaikannya.

" Islam itu Allah turunkan justru sebagai solusi hidup, kalau kita punya masalah baliknya ke islam. Kita ada musibah baliknya ke islam, kalau kita mau pisahin islam dari hidup kita berarti membiarkan hidup kita dari segenap masalah tapi ga punya solusi. Jadi mindset kita islam itu bukan aturan, islam itu bukan nilai, islam itu adalah solusi hidup. Solusi dalam bentuk nilai, solusi dalam bentuk aturan semuanya itu solusi. Kalau kita punya masalah kita buka Al Quran. Contoh galau ada dua pilihan memilih diantara yang lebih baik, islam punya solusi yaitu sholat galau apa sih solat galau? Sholat istiqoroh (Minta Petunjuk), Said Ust Hanan Attaki.

Setiap kesulitan pasti ada kemudahan jangan khawatir untuk tetap selalu berdoa sama Allah di berikan kemudahan dan diperlancar setiap urusan. Tanamkan dihati kita keyakinan bahwa apapun yang kita inginkan bisa tercapai atas ijin Allah. dengan selalu terus berdoa dan minta kepada sang maha pemberi. #Sharing

Baca Juga : Saat Diri Kita Merasa Lemah, Ingat Allah