Thursday, June 20, 2019

BELAJAR BERAKAD DENGAN ALLAH - Inspirasi dari Hanan Attaki

Kehidupan yang kita jalani terkadang tidak sesuai yang kita inginkan, bahkan bisa membuat kita kecewa. Semua tergantung bagaimana kita menyikapi keadaan yang kita alami. Karena penyebabnya kita terlalu ketergantungan dengan manusia. Kalau apa yang kita lakukan dalam hidup hanya beribadah kepada Allah ga bakalan kecewa. Belajar berakad kepada Allah.

"Misalnya kita marah sama orang lain, trus kita maafin dia. Apa akad dengan Allah nanti Allah maafin saya. Semakin besar dosa orang yang kita maafin. makin besar dosa kita yang dimaafin sama Allah, itu akadnya. Kalau kita akad ke Allah kalau hilang sesuatu Allah yang ganti. Belajar berakad ke Allah, karena Allah gak bakalan ingkar janji, Allah akan mengabulkan doa kita dengan diganti yang lebih baik. Maha kuasa atas segala sesuatu, jadi paling nyaman yaitu berakad sama Allah. Cuma kita harus mengerti cara Allah bermuamalah dengan kita tidak selalu materi karena bagi Allah materi itu tidak berharga banget. Kalau seandainya berharga pasti Allah kasih kita semua kekayaan, tapi ternyata orang sholeh tidak semua kaya, tapi orang sholeh semuanya bahagia, Said Ust Hanan Attaki.

Belajar berakad sama Allah, ketika kita membatin saja Allah mengabulkan doa kita apalagi kita yakin dan percaya bahwa apa yang kita inginkan bakal terkabul. Dengan melihat ketidakada raguan dalam diri kita. Allah itu baik banget! #Sharing

Baca juga : Menilai Diri Sendiri

Wednesday, June 19, 2019

SABAR DALAM MENUNGGU JODOH - Inspirasi dari Hanan Attaki

Pernikahan itu adalah takdir Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Jadi punya pasangan itu takdir. Allah sendiri yang telah menjadikan sunatullah atau hukum alam. Bahwa segala sesuatu itu diciptakan Azwajan (berpasangan). Jadi jangan khawatir bila jodoh belum juga datang. Karena setiap manusia memiliki pasangan kelak. Tinggal bagaiman kita sabar dalam menunggu takdir Allah dengan cara terus memperbaiki diri semaksimal mungkin.

"Jadi pasangan itu adalah takdir Allah Subhanahu Wa Ta'ala, pasangan itu adalah sunnatullah. Pasangan itu adalah hukum yang sudah Allah tetapkan dan tudak berubah. Semua yang Allah ciptakan, Allah kasih pasangan. Tinggal proses untuk menemukan pasangan itu aja yang kita jalanin. Bukan ada gak ya? ada gak ya? itu gak perlu dipertanyakan karena semuanya juga dikasih pasangan. Bahkan yang meninggal berstatus sendiri pun tetap punya pasangan. Karena gak ada jomblo disurga, disurga juga nanti akan diberikan pasangan. Kalau gak dapat di dunia, pasti dikasih disurga. Yang berstatus sendiri selama-lamanya itu gak ada, Said Ust Hanan Attaki.

Sabar saja dalam menunggu jodoh atau pasangan yang sudah ditetapkan dari Allah. Fokus saja dengan apa yang sedang kita kerjakan untuk selalu mengupgrade diri kita dalam mempelajari ilmu-ilmu yang belum kita ketahui. Perihal jodoh jangan dirisaukan, karena semua memiliki pasangan. Allah Maha Mengetahui segalanya sedangkan kita tidak. #Sharing

Baca Juga : Cara Menjadikan Hati kita Lebih Tangguh

CARA MENJADIKAN HATI KITA LEBIH TANGGUH - Inspirasi dari Hanan Attaki

Terkadang kita baru ditolak sekali udah pundungkan? ada orang yang ditolak berkali-kali terus saja mencoba. Apa yang menjadikan kita gampang sakit? karena fisik kita lagi lemah. Apa yang membedakan dengan teman kita yang jalan bareng tapi dia tidak sakit? karena fisiknya lebih sehat, sering olahraga segala macam. Begitu juga dengan hati.

"Ada masalah yang sama dihadapi oleh dua orang yang berbeda, yang satu baper yang satu taf bahkan bisa survive. Padahal masalahnya sama, sama-sama habis diputusin. Yang pertama habis diputusin galau hingga menyiksa diri yang kedua diputusin dia masih bisa survive. Kenapa ada dua respon yang berbeda? Karena hatinya berbeda, yang satu lemah, gampang retak, gampang pecah, yang satu lagi hatinya Taf, lebih kuat. Dan kekuatan hati itu akan menentukan bahagia dan susahnya kehidupan kita, Said Ust Hanan Attaki.

Untuk menjadikan hati kita lebih kuat paksain dengan dzikir selalu mengingat Allah, ini akan membuat hati kita kuat. Dan kalau hati kita kuat begitu ada sedikit badai atau angin-anginan dalam hidup tidak gampang masuk dalam hatinya. Kuatkan aja dzikir karena makin hati kita kuat. Kuat menerima kenyataan yang kadang-kadang tidak menyenangkan. Kalau sudah terlanjur kenyataannya tidak sesuai dengan harapan kita. Yaudah kuatin lagi dengan dzikir lagi, terus aja. Jadi larilah kepada Allah. #Sharing

Baca Juga : Sabar Dalam Menunggu Jodoh 

MENILAI DIRI SENDIRI - Inspirasi dari Hanan Attaki

Salah satu cara mengukur iman kita sendiri, bahwa ilmu yang kita peroleh selalu harus kita jadikan sebagai cerminan bukan kaca pembesar. Kalau kita jadikan ilmu sebagai cermin setiap kali kita dapat satu ayat, satu hadist, satu nasehat dari ulama, satu booster maka kita jadikan itu untuk menilai diri kita.Apakah kita sudah menjadi lebih baik atau tidak. Cara kita menilai diri kita masing-masing. Apakah kita sudah menjadi mukmin, apakah kita sudah menjadi orang mukmin yang benar caranya adalah coba kita nilai diri kita saat kita diberi dua nikmat itu..

"Saat kita diberi dua kebaikan itu, satu kebaikan yang dikenal dengan istilah dorro (ujian). Yang kedua kebaikan yang dikenal dengan istilah sarro (anugrah). Apakah dua kebaikan ini atau dua nikmat ini akhirnya membuat kita mendapatkan lebih banyak kebaikan atau justru mengurangi kebaikan dalam hidup kita. Kalau diberikan satu nikmat selalu bersyukur dan salah satu orang yang bersyukur itu berbagi dengan orang lain. Karena bersyukur hanya dengan mengatakan Alhamdulillah itu belum utuh. Tapi itu sudah bagian dari syukur, cuma belum utuh. Dan terlalu mudah untuk melakukannya bahkan orang yang tidak taat saja juga bisa melakukannya. Sementara orang mukmin punya tingkatan-tingkatan dan pastinya kita menginginkan tingkatan yang lebih, Said Ust Hanan Attaki.

Kita menginginkan tingkatan yang lebih baik dari orang lain. kita ingin mengungguli orang lain, kita ingin dapat lebih banyak daripada orang lain. Sehingga mengatakan alhamdulillah saja belum sempurna, belum utuh masih ada bagian-bagian dari syukur lain yang perlu kita coba latih dan salah satunya adalah sebaik-baik manusia yang paling banyak manfaatnya untuk orang lain. Sehingga kalau kita dapat nikmat yang pertama kita pikirkan setelah kita bersyukur kepada Allah dalam bentuk lisan. Kemudian yang kita pikirkan ini siapa yang bisa saya tolong nih. ini baru keren banget. #Sharing

Baca Juga : Belajar Berakad Dengan Allah