Sunday, March 3, 2019

PATAH HATI BUKAN AKHIR DARI SEGALANYA - Coretan Inspirasi

" Jangan khawatir, ketika sebuah cerita bahgia berakhir, 
sebuah cerita bahagia baru sedang disiapkan untuk terlahir" 
(-ARA- The Amazing Of Ikhlas) 

Berapa kali seseorang mengalami patah hati ketika dia sedang jatuh cinta? Bisa sampai tiga kali. Ini dialami oleh hampir semua orang. Jadi, semua orang sudah tahu seberapa sakitnya hal itu. Mereka bisa melaluinya, kenapa kita tidak?

Berapa banyak orang yang mengalami pemutusan hubungan kerja padahal itu adalah satu-satunya pendapatan dia? Tidak hanya di Indonesia, di negara maju seperti Amerika, Jepang, Inggris, dan Cina pun hal itu sering terjadi.

Berapa banyak orang yang kehilangan kesempatannya meraih apa yang diinginkan? Untuk menjawab itu, bisa disimak dari pertanyaan lain: Berapa banyak orang yang benarr-benar meraih apa yang dicita-citakannya? 90%? Tidak mungkin. Kurang dari 10%. Jadi, ketika kita tidak meraih apa yang kita inginkan meski sudah mengusahakannya maksimal, jangan terlalu patah hati.

Sebenarnya yang perlu kita pahami adalah kita tidak akan pernah bisa memperkirakan jalan yang dibuat Allah untuk seseorang. Bisa jadi ketika seseorang mengalami patah hati, itu adalah cara Allah untuk melindungi dia dari patah hati yang lebih sakit karena yang kita pikir baik untuk dijadikan pasangan, belum tentu juga baik di mata Allah.

Pastinya, pilihan Allah selalu lebih baik dari pikiran kita. Bukankah sudah banyak cerita bahwa begitu banyak orang yang pernah patah hati, di kemudian hari dia ternyata berbahagia bersama pasangannya yang baru? Belum tentu jika dia bersama pasangan yang lama, dia akan merasakan kebahagiaan seperti itu.

Selain itu, ada banyak juga cerita orang yang drop out atau dipecat, ternyata malah sukses menjalani bisnisnya karena kenyataan yang terjadi sekarang ini, belum tentu akan menjadi kenyataan yang sama dimasa depan nanti. Waktu berubah, nasib berubah, situasi berubah. Keterpurukan yang sekarang, bisa jadi justru menjadi berkah di masa depan nanti.

Kalau kita sedang mengikuti sebuah lomba dan sangat menginginkan juara, tapi orang lain yang mendapatkannya, ya sudah, lepaskan saja.
Terusa memikirkannya tidak akan mengubah keadaan bahwa kita bukan juaranya.
Lebih baik mempersiapkan lomba selanjutnya.

Kalau kita sedang mengejar sesuatu dan sangat menginginkannya, tapi tidak bisa mendapatkannya,
Ya sudah, lepaskan saja.
Terus memikirkannya tidak akan mengubah keadaan bahwa kita mendapatkannya. Lebih baik mempersiapkan untuk mengejar sesuatu yang lain, yang masih bisa kita dapatkan.

Kalau kita sedang bersama seseorang dan mencintainya sangat, tapi dia memutuskan untuk pergi,
Ya sudah, lepaskan saja.
Terus memikirkannya tidak akan mengubah keadaan bahwa dia memang menginginkan pergi.
Seseorang yang memang dengan suka rela dan senang hati pergi, berarti dia memang ingin pergi,
Mengapa harus dicegah lagi?
Lebih baik mempersiapkan diri untuk seseorang lain yang akan datang, yang lebih baik, yang lebih tepat.

Apapun, kalau sudah tidak ada yang bisa dilakukan untuk mengubah keadaan, ya sudah, lepaskan saja. Bukankah sudah tidak bisa diubah? Kenapa harus terus dipikirkan? Lepaskan saja..

Jangan sampai hanya karena ingin menggenggam, kita justru kehilangan hal lain yang lebih penting, sementara yang digenggam pun ternyata bukan milik kita sama sekali sejak semula. (diambil dari namarappuccino.com).
 (-ARA- The Amazing Of Ikhlas) 

Baca Juga : Tidak Perlu Meratapi Kesedihan

0 comments:

Post a Comment