Saturday, March 9, 2019

MICHAEL JORDAN : Hidup Miskin, Bukan Hambatan Untuk Kita Meraih Kesuksesan! - Coretan Sang Juara


"Saya tak pernah takut untuk gagal", ungkapnya. Rasa takut gagal hanya akan menahan kita untuk sukses. Bahkan ketakutan itu sendiri sudah menutup dan mencegah potensi kita untuk berkembang.

"Sepanjang karir saya, lebih dari 9.000 tembakan saya melesat. Saya juga pernah kalah dalam 300 pertandingan. Paling tidak, 26 kali saya dipercaya untuk melakukan shooting penentu kemenangan namun gagal. Saya telah berkali-kali mengalami kegagalan dalam hidup. Dan itulah sebabnya, saya bisa berhasil," ungkap Michael Jordan saat merefleksi masa lalunya.

Siapa yang tidak kenal pebasket Internasional Michael Jordan lahir 17 Februari 1963 sebagai salah satu pemain NBA (National Basketball Association) terbaik, terlahir dari keluarga miskin yang tidak berkecukupan. Berhasil menjadi pemain terbaik sepanjang masa dengan memiliki kekayaan 1.38 milliar dollar.

Tentu pencapaian yang diraihnya semata-mata bukan hanya seperti membalikkan telapak tangan. Lagi-lagi kata kerja keras dan disiplin yang harus menjadi prinsip dalam hidup. Salah satu cerita yang menggambarkan betapa hidup miskin bukan menjadi halangan untuk kita bisa meraih kesuksesan. Simak berikut salah satu kisah Michael Jordan.

Michael Jordan berasal dari keluarga miskin, dididik keras oleh ayahnya. Semenjak kecil, ia melewati kehidupannya dalam lingkungan miskin dan penuh diskriminasi, hingga ia sama sekali tidak bisa melihat harapan masa depannya.

Ketika ia berusia tiga belas tahun, ayahnya memberikan sehelai pakaian bekas kepadanya. "Menurutmu, berapa nilai pakaian ini?" Jordan menjawab, "Mungkin 1 Dollar".

Ayahnya kembali berkata,"Bisakah dijual seharga 2 dollar? Jika engkau berhasil menjualnya, berarti telah membantu ayah dan ibumu".
"Jordan mengangguk kepalanya."Saya akan mencobanya, tapi belum tentu bisa berhasil".

Dengan hati-hati dicucinya pakaian itu hingga bersih. Karena tidak ada setrika untuk melicinkan pakaian, maka ia meratakan pakaian dengan sikat di atas papan, kemudian dijemur sampai kering.

Keesokan harinya, dibawanya pakaian itu ke stasiun bawah tanah yang ramai, ditawarkan hingga lebih dari enam jam. Akhirnya Jordan berhasil menjual pakaian. Kini ia memegang lembaran uang 2 dollar dan berlarilah ia pulang.

Setelah itu, setiap hari ia mencari pakaian bekas, lalu dirapikan kembali dan dijualnya di keramaian. Lebih dari sepuluh hari kemudian, ayahnya kembali menyerahkan sepotong pakaian bekas kepadanya.

"Coba engkau pikirkan bagaimana caranya untuk menjual pakaian ini hingga seharga 20 dollar?"
Kata Jordan,"Bagaimana mungkin? Pakaian ini paling tinggi nilainya hanya 2 dollar". Ayahnya kembali memberikan inspirasi."Mengapa engkau tidak mencobanya dulu? Pasti ada jalan".

Akhirnya Jordan mendapatkan satu ide, ia meminta bantuan sepupunya yang belajar melukis untuk menggambarkan donal bebek dan mickey mouse yang nakal pada pakaian itu. Lalu ia berusaha menjualnya disebuah sekolah anak orang kaya.

Tak lama kemudian seorang pengurus rumah tangga yang menjemput tuan kecilnya, membeli pakaian itu untuk tuan kecilnya. Tuan kecil itu yang berusia  sepuluh tahun sangat menyukai pakaian itu, sehingga ia memberikan tip 5 dollar.

Tentu saja 25 dollar adalah jumlah yang besar bagi Jordan, setara dengan satu bulan gaji dari ayahnya. Setibanya dirumah, ayahnya kembali memberikan selembar pakaian bekas kepadanya.

"Apakah engkau mampu menjualnya kembali dengan harga 200 dollar?". Mata ayahnya tampak berbinar. Kali ini Jordan menerima pakaian itu tanpa keraguan sedikit pun. Sambil memikirkan bagaimana caranya menjual pakaian bekas sampai 200 dollar.

Dua bulan kemudian kebetulan aktris film popular "Charlie Angels", Farah Fawcett dating ke New York melakukan promo. Setelah konferensi pers, Jordan pun menerobos pihak keamanan untuk mencapai sisi Farah Fawcett dan meminta tanda tangannya dipakaian bekasnya.

Ketika Fawcett melihat seorang anak yang polos meminta tanda tangannya, ia dengan senang hati membubuhkan tanda tangannya pada pakaian itu. Jordan berteriak dengan sangat gembira," ini adalah sehelai biji kaos yang telah ditandatangani oleh Miss Farah Fawcett, harga jualnya 200 dollar!"

Ia pun melelang pakaian itu, hingga seseorang pengusaha membelinya seharga 1.200 dollar. Sekembalinya ke rumah ayahnya dengan meneteskan air mata baru berkata. "Tidak terbayangkan kalau engkau berhasil melakukannya. Anakku! Engkau sungguh hebat!".

Malam itu, Jordan tidur bersama ayahnya dengan kaki bertemu kaki, Ayahnya bertanya, "Anakku, dari pengalaman menjual tiga helai pakaian yang sudah kau lakukan, apakah yang berhasil engkau pahami?"

Jordan menjawab dengan rasa haru,"Selama kita mau berpikir dengan otak, pasti ada caranya."Ayahnya mengganggukkan kepala, kemudian menggelengkan kepala,"Yang engkau katakan tidak salah! Tapi bukan itu maksud Ayah. Ayah hanya ingin memberitahumu bahwa sehelai pakaian bekas yang bernilai satu dollar juga bisa ditingkatkan nilainya, apalagi kita sebagai manusia yang hidup?

Mungkin kita berkulit lebih gelap dan lebih miskin tapi apa bedanya? Tergantung bagaimana kita mendayagunakan potensi yang ada dalam diri kita masing-masing". Seketika dalam pikiran Jordan seakan ada matahari yang terbit.

Bahkan sehelai pakaian bekas saja bisa ditingkatkan harkatnya, lalu apakah saya punya alasan untuk meremehkan diri sendiri? Sejak saat itu, dalam hal apapun Michael Jordan merasa bahwa masa depannya indah dan penuh harapan. 
VIDEO MICHAEL JORDAN'S BEST PLAY OF EVERY NBA PLAYOFF!


Sumber referensi :
http://palembang.tribunnews.com/2017/10/03/kisah-hidup-michael-jordan-hidup-miskin-dipaksa-jual-baju-bekas-tak-disangka-ini-kunci-suksesnya

0 comments:

Post a Comment