Saturday, March 30, 2019

TETAPLAH SABAR WALAUPUN HATI KITA KECEWA - Inspirasi dari Hanan Attaki

Ketika kita merasa kecewa jangan membuat diri kita memendam perasaan yang begitu sakit hati terhadap masalah yang sedang kita hadapi. 

Kecewa boleh saja tapi jangan berlarut-larut dalam kekecewaan. Tidak baik untuk mengingat-ingat kejadian-kejadian yang yang membuat hati kita kecewa cukup kuncinya sabar. 

Biarkan orang lain menyakiti hati kita tapi kita jangan sampai menyakiti perasaan orang lain. Lebih baik dinilai sama Allah dari pada sama manusia yang hatinya bisa berubah-ubah.

"Ketika seseorang meminta bela dari makhluk, Allah ga akan ngebelain dia. Ketika kita meminta bela pada Allah, Allah akan membela kita. Kan terjadi dizaman nabi itu ada. 

Dua orang bertengkar nih, yang satu ngomel, teriak, marah-marah. Yang satu lagi diem aja dia sabar, Nabi dari jauh memperhatikan sambil tersenyum. 

Terus lama, Nabi perhatiin! tadi Nabi lagi lewat nih ga sengaja ngelihat ada dua orang bertengkar yang satu diam, yang satu ngomel. Nabi memperhatikan yang diem sambil senyum lama.

Lama dia ngomel akhirnya yang diem tadi gak sabaran, ga kuat lagi, dibales dia komen. Begitu dia komen Nabi langsung jalan dan gak senyum lagi, cemberut. Sahabat bertanya ya Rasulullah apa yang terjadi? Kenapa? kata Nabi tadi ketika yang diem ini, diem aja nih dia sabar. 

Malaikat mendoakan dia dan tersenyum untuk dia, tapi begitu dia ke pancing komen malaikat pergi. Maka saya juga ga akan berada disitu." Said Ust Hanan Attaki.

Lebih baik sabar dalam menghadapi situasi yang menurut kita lebih baik diam daripada membalas membuat persoalan semakin rumit. 

Biarlah orang meluapkan kekesalan terhadap apa yang menurutnya kecewa. Cukup balas dengan diam dan intropeksi diri dimana kesalahan yang kita perbuat sehingga orang lain kesal. Jangan balas dendam tidak baik. #Sharing

Baca Juga : Jangan Terlalu Ketergantungan Dengan Makhluk

JANGAN TERLALU KETERGANTUNGAN DENGAN MAKHLUK - Inspirasi dari Hanan Attaki

Biasanya ketika sudah terlalu nyaman dengan seseorang apa saja yang dia minta pasti diberikan. Semua kebutuhan dan keinginan kalau bisa segera kita kerjakan untuk menyenangkan hatinya. Jangan sampai terlalu berlebihan dalam menyikapi kondisi dimana dia sangat baik terhadap kita. Biasa saja dalam bersikap terhadapnya jangan terlalu ketergantungan, karena Allah cemburu kalau hati kita terlalu ketergantungan dengan manusia. Allah lah tempat sebaik-baiknya penolong didalam hidup kita.

"Ga ada ceritanya kita dikecewain sama Allah, padahal kita sudah habis-habisan itu ga ada. Kalo ke manusia sering kayak gitu. Ihfazillah yah fazka, itu janji Allah maksudnya kamu kalo baik-baikan sama Allah, sama aku nih kata Allah. Aku pasti lebih baik lagi sama kamu, ga mungkin sebaliknya. Ga ada cerita Allah ngecewain hambanya tuh ga ada. Ah rugi saya sudah shalat ternyata hasilnya gini doang. Ah rugi saya udah jadi berusaha dekat sama Allah, berdoa sama Allah dan seterusnya dan seterusnya. Rugi udah tahajud gak ada. Satu-satunya berbuat baik yang ga mungkin dibalas dengan keburukan cuma berbuat baik dalam hal mendekat kepada Allah." Said Ust Hanan Attaki.

Kita berbuat baik kepada Allah sekali, Allah berbuat baik kepada kita sepuluh kali. Itu paling minimal. Ibarat kita telpon Allah sekali, Allah telpon kita sepuluh kali. Tidak ada ceritanya kita ngejapri Allah, terus di diemin. Contreng dua, tapi masih abu ga ke baca. Ga akan kecewa kalau kita ketergantungan sama Allah. Ngadu aja apa yang kita inginkan, kita butuhkan, semuanya curhat aja sama Allah. #Sharing

Baca Juga : Tetaplah Sabar Walaupun Hati Kita Kecewa

Wednesday, March 20, 2019

TERIMALAH KRITIK, SINGKIRKAN SAKIT HATINYA - Coretan Inspirasi


"Satu-satunya cara untuk menerima kritik adalah dengan berbesar hati. 
Tidak ada cara lain yang lebih baik dari itu." 
(-Ara- The Amazing of Ikhlas)

Memang tidak mudah bagi beberapa orang ketika mereka menerima kritikan. Padahal, kritikan itu tidak selamanya buruk. 

Kalau di sebuah perusahaan besar, kritik adalah justru masukan bagi mereka untuk mengetahui kelemahan produk atau layanan mereka. 

Dari sana bisa diperbaiki dan disempurnakan untuk mendapatkan keuntungan yang lebih maksimal.

Seseorang yang menerima kritik sebagai sesuatu yang menyakitkan biasanya yang harga diri dan egonya terlalu tinggi. 

Bayangkan saja misalnya ada seseorang pembuat kapal yang sudah sangat ahli karena sudah puluhan tahun membuat kapal.

Tiba-tiba ada seorang pegawai cukup baru dengan ilmu pengetahuan yang juga baru. Kemudian pegawai itu mengatakan sesuatu bahwa ada kelemahan dalam rancangan baru tersebut. 

Karena situasi berubah, kadar garam laut dan polusi udara berubah. Bahan yang sama tidka bisa digunakan lagi. Harus diperbarui.

Jika pembuat kapal itu berbesar hati, dia akan mendengarkan, menganalisa, dan jika terbukti benar, akan memperbaiki rancangannya. 

Jika salah, setidaknya ada ilmu baru yang pasti bisa dipelajari. Setidaknya, dia mendengarkan dulu. Itu yang pertama. 

Tetapi jika tidak, kebalikannya, mungkin pembuat kapal itu akan memarahi pegawai baru dan mengatakan bahwa dia sudah berpengalaman puluhan tahun, sedangkan pegawai itu baru saja lulus dari pendidikannya.

Contoh lain, seorang doktor memarahi seorang editor sebuah penerbitannya karena mengedit tulisannya dan menyarankan revisi pada beberapa bagian naskahnya. 

Dia kemudian bertanya S3 editor di mana? S2 di mana? Sudah memberi seminar di mana saja?

Itu adalah sebuah pertanyaan yang mencerminkan tidak menerima masukan atau kritik. 

Padahal memang seorang doktor paham benar apa yang dia tulis, tapi kaidah penulisan yang sesuai pasar, tentu editor yang lebih tahu.

Lagipula tidak mungkin editor merugikan tempatnya bekerja dengan menghancurkna naskah yang dieditnya sendiri. 

Masalahnya, harga diri dan ego sang doktor yang merasa terluka ketika naskahnya direvisi.

Jadi, sebenarnya, tidak semua kritik itu buruk. Harga diri kita yang membuat kritik terlihat buruk. Jika selamanya seperti itu, kita tidak akan bisa maju. 

Kita terlalu puas tentang diri kita, merasa tinggi hati, somboong dengan apa yang kita punyai dan kita bisa. Justru itu yang akan menjatuhkan seseorang. 

Bahkan, sebuah perusahaan yang merasa puas, dia akan didahului oleh perusahaan yang merasa puas, dia akan didahului oleh perusahaan yang selalu ingin berkembang. 

Kepuasaan membuat seseorang berhenti berusaha karena mereka sudah berada di puncak.

Syukur adalah menerima, puas adalah merasa sudah  tidak ada lagi yang perlu diraih. 

Terimalah kritik. Singkirkan sakit hatinya, lihat sisi baik dari kritik tersebut karena sebuah kritik selalu ditujukan pada apa yang kurang dari kita. 

Kenapa harus marah dan tidak menerima jika justru dengan kritik itu kita jadi tahu apa saja yang harus kita perbaiki?

(Tulisan -ARA- The Amazing Of Ikhlas)

Monday, March 11, 2019

SELALU ADA HIKMAH DIBALIK SETIAP KEJADIAN DALAM KEHIDUPAN KITA - Inspirasi Hanan Attaki

Setiap kejadian yang kita alami memiliki maksud dan tujuan untuk kita menjadi pribadi yang lebih baik. Seperti ketika kita memiliki masalah dengan teman yang begitu akrab dengan kita tetapi dia melakukan kesalahan yang membuat hati kita kecewa terhadapnya. Ini menandakan bahwa kesabaran kita sedang diuji, seberapa sabarnya kita untuk menghadapi pernasalahan yang terjadi. Jangan malah memusuhi dan jaga jarak dengannya. Balik lagi setiap kejadian yang kita alami pasti ada hikmahnya.

"Apa sih arti hikmah? banyak artinya tapi salah satu arti hikmah yang diulang-ulang oleh ulama adalah hikmah itu seperti akibat, dampak. Akibat atau kesudahan hasil yang baik itu adalah hak orang yang bertakwa. Siapa yang bertakwa kepada Allah, Allah kasih jalan keluar, siapa yang bertakwa kepada Allah, Allah kasih surprise, siapa yang bertakwa kepada Allah, Allah kasih kemudahan, siapa yang bertakwa kepada Allah, Allah hapus dosa-dosanya, siapa yang bertakwa kepada Allah, Allah lipat gandakan balasannya ini semuanya disebut dengan hasil akibat." Said Ust Hanan Attaki.

Kita harus berpikir positif setiap kejadian yang menimpa kita. Karena ujian yang diberikan Allah adalah yang terbaik untuk kita berusaha lebih mendekatkan diri kepada Allah. Allah begitu sayang dengan kita, bukan malah mengeluh terhadap kesulitan yang kita alami. Berdoa sama Allah, minta sama Allah maka semua urusan menjadi selesai. #Sharing

Baca Juga : Jangan Terlena Dengan Kenikmatan Yang Kita Miliki

JANGAN TERLENA DENGAN KENIKMATAN YANG KITA MILIKI - Inspirasi dari Hanan Attaki

Kalau merasa hidup kita memiliki segalanya hati-hati dengan kenikmatan yang kita miliki. Bisa jadi kenikmatan yang kita punya merupakan ujian bagi kita. Merasa punya segalanya, kita lupa sama Allah, yang biasanya sholat tahajud, ngaji, beribadah lainnya rajin. Setelah diberi nikmat sama Allah berkurang dalam melakukan ibadah-ibadah kepada Allah. Kita butuh Allah ketika diberi ujian bahkan tetap kita butuh Allah ketika Allah kasih kita nikmat.

"Kalau kita butuh Allah saat diuji agar kesabaran kita terjaga. Karena orang yang tidak ditemani atau tidak dibersamai sama Allah Swt ketika sedang diuji maka akan mudah berkeluh kesah dan berputus asa. Kebersamaan Allah saat dia diuji adalah menghibur hatinya. Bukankah dengan mengingat Allah hati akan menjadi tenang. Allah membersamai hamba juga ketika dia dalam keadaan diberi nikmat karena tanpa itu maka seseorang akan jatuh, justru kepada dosa-dosa karena dia mendapatkan banyak kenikmatan tersebut. Kalau Allah tidak menjaga saat diberi nikmat, maka nikmat itu justru menjadi jalan bagi dia terjerumus ke banyak dosa."Said Ust Hanan Attaki.

Dalam kondisi saat kita diuji maupun diberi nikmat selalu ingat Allah. Karena dengan mengingat Allah hati kita merasa tenang. Sabar dan sholat kunci dari kehidupan yang kita jalani untuk selalu berada dijalan yang lurus. Karena Allah mengetahui apa yang terbaik untuk hambanya, jangan pernah lelah untuk terus berdoa meminta yang terbaik bagi kehidupan kita. #Sharing   

Baca Juga : Selalu Ada Hikmah Di Balik Setiap Kejadian Dalam Hidup Kita

Saturday, March 9, 2019

MICHAEL JORDAN : Hidup Miskin, Bukan Hambatan Untuk Kita Meraih Kesuksesan! - Coretan Sang Juara


"Saya tak pernah takut untuk gagal", ungkapnya. Rasa takut gagal hanya akan menahan kita untuk sukses. Bahkan ketakutan itu sendiri sudah menutup dan mencegah potensi kita untuk berkembang.

"Sepanjang karir saya, lebih dari 9.000 tembakan saya melesat. Saya juga pernah kalah dalam 300 pertandingan. Paling tidak, 26 kali saya dipercaya untuk melakukan shooting penentu kemenangan namun gagal. Saya telah berkali-kali mengalami kegagalan dalam hidup. Dan itulah sebabnya, saya bisa berhasil," ungkap Michael Jordan saat merefleksi masa lalunya.

Siapa yang tidak kenal pebasket Internasional Michael Jordan lahir 17 Februari 1963 sebagai salah satu pemain NBA (National Basketball Association) terbaik, terlahir dari keluarga miskin yang tidak berkecukupan. Berhasil menjadi pemain terbaik sepanjang masa dengan memiliki kekayaan 1.38 milliar dollar.

Tentu pencapaian yang diraihnya semata-mata bukan hanya seperti membalikkan telapak tangan. Lagi-lagi kata kerja keras dan disiplin yang harus menjadi prinsip dalam hidup. Salah satu cerita yang menggambarkan betapa hidup miskin bukan menjadi halangan untuk kita bisa meraih kesuksesan. Simak berikut salah satu kisah Michael Jordan.

Michael Jordan berasal dari keluarga miskin, dididik keras oleh ayahnya. Semenjak kecil, ia melewati kehidupannya dalam lingkungan miskin dan penuh diskriminasi, hingga ia sama sekali tidak bisa melihat harapan masa depannya.

Ketika ia berusia tiga belas tahun, ayahnya memberikan sehelai pakaian bekas kepadanya. "Menurutmu, berapa nilai pakaian ini?" Jordan menjawab, "Mungkin 1 Dollar".

Ayahnya kembali berkata,"Bisakah dijual seharga 2 dollar? Jika engkau berhasil menjualnya, berarti telah membantu ayah dan ibumu".
"Jordan mengangguk kepalanya."Saya akan mencobanya, tapi belum tentu bisa berhasil".

Dengan hati-hati dicucinya pakaian itu hingga bersih. Karena tidak ada setrika untuk melicinkan pakaian, maka ia meratakan pakaian dengan sikat di atas papan, kemudian dijemur sampai kering.

Keesokan harinya, dibawanya pakaian itu ke stasiun bawah tanah yang ramai, ditawarkan hingga lebih dari enam jam. Akhirnya Jordan berhasil menjual pakaian. Kini ia memegang lembaran uang 2 dollar dan berlarilah ia pulang.

Setelah itu, setiap hari ia mencari pakaian bekas, lalu dirapikan kembali dan dijualnya di keramaian. Lebih dari sepuluh hari kemudian, ayahnya kembali menyerahkan sepotong pakaian bekas kepadanya.

"Coba engkau pikirkan bagaimana caranya untuk menjual pakaian ini hingga seharga 20 dollar?"
Kata Jordan,"Bagaimana mungkin? Pakaian ini paling tinggi nilainya hanya 2 dollar". Ayahnya kembali memberikan inspirasi."Mengapa engkau tidak mencobanya dulu? Pasti ada jalan".

Akhirnya Jordan mendapatkan satu ide, ia meminta bantuan sepupunya yang belajar melukis untuk menggambarkan donal bebek dan mickey mouse yang nakal pada pakaian itu. Lalu ia berusaha menjualnya disebuah sekolah anak orang kaya.

Tak lama kemudian seorang pengurus rumah tangga yang menjemput tuan kecilnya, membeli pakaian itu untuk tuan kecilnya. Tuan kecil itu yang berusia  sepuluh tahun sangat menyukai pakaian itu, sehingga ia memberikan tip 5 dollar.

Tentu saja 25 dollar adalah jumlah yang besar bagi Jordan, setara dengan satu bulan gaji dari ayahnya. Setibanya dirumah, ayahnya kembali memberikan selembar pakaian bekas kepadanya.

"Apakah engkau mampu menjualnya kembali dengan harga 200 dollar?". Mata ayahnya tampak berbinar. Kali ini Jordan menerima pakaian itu tanpa keraguan sedikit pun. Sambil memikirkan bagaimana caranya menjual pakaian bekas sampai 200 dollar.

Dua bulan kemudian kebetulan aktris film popular "Charlie Angels", Farah Fawcett dating ke New York melakukan promo. Setelah konferensi pers, Jordan pun menerobos pihak keamanan untuk mencapai sisi Farah Fawcett dan meminta tanda tangannya dipakaian bekasnya.

Ketika Fawcett melihat seorang anak yang polos meminta tanda tangannya, ia dengan senang hati membubuhkan tanda tangannya pada pakaian itu. Jordan berteriak dengan sangat gembira," ini adalah sehelai biji kaos yang telah ditandatangani oleh Miss Farah Fawcett, harga jualnya 200 dollar!"

Ia pun melelang pakaian itu, hingga seseorang pengusaha membelinya seharga 1.200 dollar. Sekembalinya ke rumah ayahnya dengan meneteskan air mata baru berkata. "Tidak terbayangkan kalau engkau berhasil melakukannya. Anakku! Engkau sungguh hebat!".

Malam itu, Jordan tidur bersama ayahnya dengan kaki bertemu kaki, Ayahnya bertanya, "Anakku, dari pengalaman menjual tiga helai pakaian yang sudah kau lakukan, apakah yang berhasil engkau pahami?"

Jordan menjawab dengan rasa haru,"Selama kita mau berpikir dengan otak, pasti ada caranya."Ayahnya mengganggukkan kepala, kemudian menggelengkan kepala,"Yang engkau katakan tidak salah! Tapi bukan itu maksud Ayah. Ayah hanya ingin memberitahumu bahwa sehelai pakaian bekas yang bernilai satu dollar juga bisa ditingkatkan nilainya, apalagi kita sebagai manusia yang hidup?

Mungkin kita berkulit lebih gelap dan lebih miskin tapi apa bedanya? Tergantung bagaimana kita mendayagunakan potensi yang ada dalam diri kita masing-masing". Seketika dalam pikiran Jordan seakan ada matahari yang terbit.

Bahkan sehelai pakaian bekas saja bisa ditingkatkan harkatnya, lalu apakah saya punya alasan untuk meremehkan diri sendiri? Sejak saat itu, dalam hal apapun Michael Jordan merasa bahwa masa depannya indah dan penuh harapan. 
VIDEO MICHAEL JORDAN'S BEST PLAY OF EVERY NBA PLAYOFF!


Sumber referensi :
http://palembang.tribunnews.com/2017/10/03/kisah-hidup-michael-jordan-hidup-miskin-dipaksa-jual-baju-bekas-tak-disangka-ini-kunci-suksesnya

Wednesday, March 6, 2019

GALAU ITU DARI DOSA KITA - Inspirasi dari Hanan Attaki

Kalau kita ngerasain ada galau sedikit, itu sebabnya bukan karena belum ketemu pacar, atau belum dapat pacar, masih jomblo. Bukan itu sebab seseorang galau. Galau itu dari dosa, seseorang kecewanya berlebihan, itu dari dosa. Gelisah itu dari dosa, penyakit jasmani, rohani dan kehidupan kita, semua bermasalah itu, semuanya sebabnya dosa.

"Makanya tidak ada dosa yang baik, tidak ada dosa yang menghasilkan kebaikan, itu nggak mungkin. Dan tidak juga ada juga kebaikan yang menghasilkan keburukan. Maka awal dari kebaikan itu tinggalkan dosa. Jadi kalau dosa itu membuat hidup kita susah, jadi kalau kita punya banyak dosa tapi sedikit amal maka tidak seimbang antara bebannya dengan yang bisa menampungnya maka kahirnya Allah akan menguji kita."Said Ust Hanan Attaki.

Banyak bertaubatlah sebelum terlambat, untuk berbuat kebaikan-kebaikan. Kita tidak tahu mana amal yang di ridhoi oleh Allah. Tapi kita harus berusaha untuk selalu melakukan ibadah dengan sungguh-sungguh dan memberikan kebaikan-kebaikan kepada orang lain. Karena kita manusia tempatnya salah dan khilaf, tidak boleh merasa suci harus terus memperbaiki diri. #Sharing 

Baca Juga : Tahan Amarah, Jaminan Syurga!

TAHAN AMARAH, JAMINAN SYURGA! - Inspirasi dari Hanan Attaki

Persoalan yang kita alami saat terjadi permasalahan dalam hidup, membuat hati kita menjadi gelisah untuk segera menyelesaikannya. Apalagi jika msalahnya tidak kunjung selesai sehingga orang-orang disekitar terkena imbasnya. Seperti contoh ketika orang tua pulang kerja jika da permasalahan dikantor, biasanya akan berimbas ke rumah dan sasaran yang paling todak bisa melawan yaitu kepada anak. Padahal hadist yang tertera sudah jelas bahwa La Taghdob Walakal Jannah Janganlah engkau marah maka bagimu syurga.

"Ternyata janji untuk ga marah itu gede bangetloh, Jannah ga tanggung-tanggung. Allah menjanjikan syurga. Kenapa kok bisa begitu banget, padahal marah urusan spele dalam kehidupan kita. Karena dampak dari marah itu luarbiasa. Bagi kita, bagi orang lain, bagi agama, bagi iman dampak dari marah itu luarbiasa. Allah ingin menyelamatkan hambanya dengan melarang dia marah dan dikasih syurga itu cara Allah menyelamatkan kita." Said Ust Hanan Attaki.

Siapa sih yang ga mau hadiahnya syurga? Yakin dan percaya bahwa ketika kita menahan amarah pintu syurga sudah terbuka lebar. Allah baik banget, menyelamatkan diri kita dari bahaya yang akan menimpa kita. Kita hanya disuruh berusaha untuk mengendalikan emosi agar tidak terjadi keinginan yang tidak inginkan akibat marah kita yang lagi memuncak. #Sharing

Baca Juga : Galau Itu Dari Dosa Kita

YAKIN SAMA ALLAH SEMUA AKAN TENANG - Inspirasi dari Hanan Attaki

Apapun masalah yang terjadi dalam hidup kita, ujian seberat apapun itu. Yakin aja sama Allah semua akan selesai. Jangan khawatir dengan rezeki kita, karena semua sudah diatur sama Allah. Tinggal kita punya niat yang sungguh-sungguh bahwa kita memiliki Allah yang Maha Besar, yang memiliki segalanya. Tidak usah bimbang, tidak usah galau apalagi mengeluh. cukup mengadukan ke Allah semua masalah akan selesai.

"Tidak ada satu pun hewan yang melata di muka bumi kecuali Allah yang menjamin rezeki bagi mereka. Terus kenapa kita khawatir? kenapa kita galau kan Allah yang menjamin. Dan jaminan Allah itu sebaik-baik jaminan. Dijamin oleh perusahaan asuransi atau finance itu aja kita udah yakin. Gimana di jamin oleh Allah Swt? Kaya ada orang yang ngambil asuransi kesehatan, dia nggak khawatir dengan sakit. ada orang yang mengambil asuransi kendaraan dia nggak khawatir lecet atau terjadi kecelakaan. Ada orang yang mengambil asuransi pendidikan, dia gak khawatir dengan harga pendidikan karena ada jaminan."Said Ust Hanan Attaki.

Kalau kita masih sering ragu dan sering khawatir dengan hidup kita berarti kita gak yakin dengan jaminan Allah. Makin kita yakin dengan jaminan Allah makin hilang rasa khawatir dalam hidup kita. Tenang aja lah ada Allah. Ketika kita ada masalah sedikit, kita tinggal claim dan mengclaim asuransi Allah itu lebih gampang dari mengclaim asuransi manusia. Ngeclaim asuransi manusia tetap aja ada biayanya. Tapi ngeclaim kepada Allah itu tidak ada biayanya, tidak perlu pake nomor antri, ga perlu jauh-jauh keluar dari rumah.Kita tinggal mengangkat kedua tangan kita mengatakan : Illahi...Robbi saya ada masalah nih. Tetapi Engkau Maha Besar. #Sharing

Baca Juga : Bapernya Jangan Karena Dia

BAPERNYA JANGAN KARENA DIA - Inspirasi dari Hanan Attaki

Lihat orang yang lagi gandengan sama pasangannya, baper. Lihat pasangan yang baru menikah baper. Ga usah terlalu baper untuk urusan dunia. Tetangga punya mobil baru kita iri ada perasaan untuk punya juga. Urusan dunia jangan baper-baper banget, urusan akhirat aja yang baper. Kalau baper dunia midnight sell cari diskon segala macam baperkan?

"Kita mungkin secara manusiawi agak baper dalam urusan dunia semangat, sedih, kecewa, bahagia urusan dunia itu udah manusiawi, tetapi kita juga harus belajar punya perasaan yang bahkan lebih dari itu dalam urusan akhirat. Bahagia, sedih, kecewa dalam urusan akhirat. Kenapa kita sedih? Karena hari ini sholatnya telat. Kenapa kita bahagia, alhamdulillah bisa sedekah, alhamdulillah bisa beramal sholeh." Said Ust Hanan Attaki.

Amal lebih mudah, ketika kita belajar akhirat lebih dicintai, belajar berakad untuk akhirat. Belajar mencintai akhirat lebih daripada dunia. Karena di dunia ini hanya sementara ibarat perjalanan hanya sementara tetpai akhirat lah selama-lamanya. #Sharing

Baca Juga : Yakin Sama Allah Semua Akan Tenang

TALI KEHIDUPAN YANG PALING KOKOH - Inspirasi dari Hanan Attaki

Udah tenang aja, jangan khawatir dengan kehidupan kita. Santai aja bro ada Allah, ada masalah dikit pegang teguh tali yang paling kokoh yaitu bersandar kepada Allah. Kita tidak bakalan kecewa kalau bersandar kepada Allah? Punya hutang bilang ke Allah, Ga punya duit bilang ke Allah La Tahzan Innallaha Ma'ana. Bahkan kita bisa bilang mustahil, bila seseorang itu kecewa gara-gara berpegang, bersandar, menyerahkan dirinya kepada Allah. Itu mustahil.

"Bukan seperti itu sunatullah, karena siapapun yang berserah diri kepada Allah maka dia telah berpegang kepada tali yang paling kokoh. Siapa yang menyerahkan dirinya kepada Allah dan dia senantiasa berbuat baik maka sesungguhnya dia telah berpegang teguh kepada tali yang paling kokoh dan kepada Allah segala urusan dikembalikan. Jadi ga ada orang yang kecewa kalau dia berpegang kepada Allah." Said Ust Hanan Attaki.

Masalah apapun, masalah rezeki, masalah jodoh kalau kita bergantung kepada Allah dalam urusan jodoh maka InsyaAllah kita tidak akan kecewa. Jadi hidup itu sederhana, hanya bergantung dan mengadu sama Allah yakin dan percaya semua akan terselesaikan. #Sharing

Baca Juga : Yakinlah Dengan 'Kun Fayyakun'

Sunday, March 3, 2019

PATAH HATI BUKAN AKHIR DARI SEGALANYA - Coretan Inspirasi

" Jangan khawatir, ketika sebuah cerita bahgia berakhir, 
sebuah cerita bahagia baru sedang disiapkan untuk terlahir" 
(-ARA- The Amazing Of Ikhlas) 

Berapa kali seseorang mengalami patah hati ketika dia sedang jatuh cinta? Bisa sampai tiga kali. Ini dialami oleh hampir semua orang. Jadi, semua orang sudah tahu seberapa sakitnya hal itu. Mereka bisa melaluinya, kenapa kita tidak?

Berapa banyak orang yang mengalami pemutusan hubungan kerja padahal itu adalah satu-satunya pendapatan dia? Tidak hanya di Indonesia, di negara maju seperti Amerika, Jepang, Inggris, dan Cina pun hal itu sering terjadi.

Berapa banyak orang yang kehilangan kesempatannya meraih apa yang diinginkan? Untuk menjawab itu, bisa disimak dari pertanyaan lain: Berapa banyak orang yang benarr-benar meraih apa yang dicita-citakannya? 90%? Tidak mungkin. Kurang dari 10%. Jadi, ketika kita tidak meraih apa yang kita inginkan meski sudah mengusahakannya maksimal, jangan terlalu patah hati.

Sebenarnya yang perlu kita pahami adalah kita tidak akan pernah bisa memperkirakan jalan yang dibuat Allah untuk seseorang. Bisa jadi ketika seseorang mengalami patah hati, itu adalah cara Allah untuk melindungi dia dari patah hati yang lebih sakit karena yang kita pikir baik untuk dijadikan pasangan, belum tentu juga baik di mata Allah.

Pastinya, pilihan Allah selalu lebih baik dari pikiran kita. Bukankah sudah banyak cerita bahwa begitu banyak orang yang pernah patah hati, di kemudian hari dia ternyata berbahagia bersama pasangannya yang baru? Belum tentu jika dia bersama pasangan yang lama, dia akan merasakan kebahagiaan seperti itu.

Selain itu, ada banyak juga cerita orang yang drop out atau dipecat, ternyata malah sukses menjalani bisnisnya karena kenyataan yang terjadi sekarang ini, belum tentu akan menjadi kenyataan yang sama dimasa depan nanti. Waktu berubah, nasib berubah, situasi berubah. Keterpurukan yang sekarang, bisa jadi justru menjadi berkah di masa depan nanti.

Kalau kita sedang mengikuti sebuah lomba dan sangat menginginkan juara, tapi orang lain yang mendapatkannya, ya sudah, lepaskan saja.
Terusa memikirkannya tidak akan mengubah keadaan bahwa kita bukan juaranya.
Lebih baik mempersiapkan lomba selanjutnya.

Kalau kita sedang mengejar sesuatu dan sangat menginginkannya, tapi tidak bisa mendapatkannya,
Ya sudah, lepaskan saja.
Terus memikirkannya tidak akan mengubah keadaan bahwa kita mendapatkannya. Lebih baik mempersiapkan untuk mengejar sesuatu yang lain, yang masih bisa kita dapatkan.

Kalau kita sedang bersama seseorang dan mencintainya sangat, tapi dia memutuskan untuk pergi,
Ya sudah, lepaskan saja.
Terus memikirkannya tidak akan mengubah keadaan bahwa dia memang menginginkan pergi.
Seseorang yang memang dengan suka rela dan senang hati pergi, berarti dia memang ingin pergi,
Mengapa harus dicegah lagi?
Lebih baik mempersiapkan diri untuk seseorang lain yang akan datang, yang lebih baik, yang lebih tepat.

Apapun, kalau sudah tidak ada yang bisa dilakukan untuk mengubah keadaan, ya sudah, lepaskan saja. Bukankah sudah tidak bisa diubah? Kenapa harus terus dipikirkan? Lepaskan saja..

Jangan sampai hanya karena ingin menggenggam, kita justru kehilangan hal lain yang lebih penting, sementara yang digenggam pun ternyata bukan milik kita sama sekali sejak semula. (diambil dari namarappuccino.com).
 (-ARA- The Amazing Of Ikhlas) 

Baca Juga : Tidak Perlu Meratapi Kesedihan