Saturday, February 16, 2019

REVIEW BUKU | PERGI - Penulis Tere Liye

  
 
Assalamua'alaikum man teman..

Buku karangan Tere Liye salah satu koleksi favorite aku. Bahkan, karena banyak judulnya yang menarik dengan isi cerita seperti terbawa suasana cerita membuat beberapa buku lainnya belum terbaca. Buku ini aku dapat dengan cara gratis karena mempunyai keponakan yang hobinya sama bisa saling tukar pinjam.

Karena tahu bahwa bul-bulnya panggilan keponakan kepadaku yang suka karangan Tere Liye dengan senang hati dia meminjamkan untuk membaca buku ini. Isi cerita di dalam buku ini benar-benar tidak bisa ditebak. Pembaca akan dibuat penasaran dari bab satu ke bab lainnya.

Kita akan merasakan suasana yang terjadi di dalam buku PERGI seperti adegan action yang dilakukan pemeran cerita yang bernama si Bujang menaklukkan beberapa musuh dalam memperebutkan kebenaran. Kisah yang diceritakan oleh Tuanku Imam tentang perjalanan kisah cinta orang tua bujang dengan penuh perjuangan.

Ini ada salah satu isi cerita dari Buku Novel "PERGI"

"Pada suatu hari, dua petani itu didatangi oleh seseorang yang berwawasan luas. Bercakap-cakaplah mereka bertiga. Apakah hidup kalian bahagia? Tanya orang berwawasan ini. Petani pertama bilang, dia bahagia.

Setiap hari dia bisa bangun tidur dengan segar, menikmati sarapan, lantas merawat sawahnya. Persis matahari di atas kepala, dia istirahat, menikmati makan siang, sambil menyaksikan sawahnya yang subur. Sore hari dia pulang, menikmati makan malam, kemudian tidur lelap, penuh rasa syukur. Setiap hari terus begitu."

"Petani kedua menjawab, dia tidak tahu, apakah dia bahagia atau tidak. Tapi dia merasa dia bisa melakukan hal yang lebih hebat dibanding hanya jadi petani sederhana begitu-begitu saja. Dan dia tidak bisa menikmati hidup sebelum itu terwujud. Orang berwawasan ini tersenyum,"Kalau begitu, kenapa kamu tidak mulai melakukannya?

Kamu bisa mulai membeli lahan baru, membeli alat-alat pertanian modern, menjual hasil ke kota, bahkan membangun pabrik pengolahan pertanian, dan seterusnya. Setelah itu terjadi, kamu bisa menikmati hidup seperti yang kamu bilang."Petani kedua menggangguk mantap.

Maka mulai besok pagi, dia bekerja keras tanpa henti. Di kepalanya selalu ada ambisi baru, lagi, lagi dan lagi. Dia terus bekerja keras setiap hari, mengalahkan apa pun rintangan di depannya. Empat puluh tahun berlalu, dua petani ini sudah berusia tujuh puluh tahun. Mereka sekali lagi bertemu di lembah tersebut bersama orang berwawasan luas tadi.

"Petani pertama tetaplah petani yang dulu, hidup sederhana. Petani kedua sudah bukan lagi seorang petani, dia adalah saudagar kaya raya, dia memiliki segalanya. Hebat sekali. Tapi saat orang berwawasan bertanya kepadanya, apakah dia telah menikmati hidupnya, petani kedua menggeleng, dia masih punya banyak ambisi. Dia belum bisa melakukannya. Orang berwawasan tadi menoleh, bertanya kepada petani pertama, bagaimana dengan dirinya? Petani pertama menjawab persis seperti dulu : dia bahagia.

Setiap hari  dia bisa bangun tidur dengan segar, menikmati sarapan, lantas merawat sawahnya. Persis matahari di atas kepala dia istirahat, menikmati makan siang, sambil menyaksikan sawahnya yang subur. Sore hari dia pulang, menikmati makan malam, kemudian tidur lelap, penuh rasa syukur.

Setiap hari, dia tidak perlu menunggu memiliki banyak hal untuk menikmati hidup ini. Adalah benar dia punya rumah kecil itu-itu saja. Tapi dia tidak kehilangan 40 tahun 'sia-sia', karena itulah hakikat hidup, melewatinya seperti sungai mengalir, saat waktu terus berjalan, hingga maut menjemput."

" Mendengar jawaban petani pertama, hei! Petani kedua termangu. Seketika, dia memang memiliki segalanya sekarang, seolah hebat sekali hidupnya 40 tahun terakhir, tapi dia lupa hakikat kehidupan itu sendiri. Apa sebenarnya yang dia cari? Karena saat mati, semua akan tertinggal dibelakang. Aduh, malangnya urusan ini, 40 tahun itu tidak bisa diulang, tidak ada tombol replay atau restart. Semua telah terjadi. Semua telah tertinggal di belakang."

Sekilas cerita yang terdapat di dalam buku 'PERGI' masih banyak pesan moral lainnya yang membangkitkan semangat dikehidupan. Ketika kita membaca buku-buku karangan Tere Liye akan terasa seperti terbawa suasana senang, bahagia, sedih bahkan jika ada suatu kejadian seperti memperebutkan kekuasaan kita akan terbawa suasana tegang dan merasakan seperti berada dalam kejadian tersebut.

Baca Juga : Be Calm, Be Strong, Be Grateful

1 comment:

  1. "JUDI POKER | TOGEL ONLINE | TEMBAK IKAN | CASINO | JUDI BOLA | SEMUA LENGKAP HANYA DI : WWW.DEWALOTTO.CLUB
    DAFTAR DAN BERMAIN BERSAMA 1 ID BISA MAIN SEMUA GAMES YUKK>> di add WA : +855 69312579 "

    ReplyDelete