Sunday, February 10, 2019

KISAH WANITA MENOLAK BANTUAN KETIKA TERJADI BANJIR - Coretan Inspirasi


"Syukuri apa saja yang sudah diberi Tuhan, Percaya bahwa apa pun yang tidak diberikan, sebenarnya di dalamnya ada alasan kebaikan kenapa tidak diberikan".
(-ARA- The Amazing of Ikhlas)

Semua penduduk tiba-tiba terhenyak ketika pagi, rumah mereka sudah terendam air. Seketika semua orang berusaha mengungsi ke tempat yang lebih tinggi, kecuali satu orang. Orang itu mempunyai keyakinan sangat kuat bahwa Allah akan menyelamatkannya. Hanya Allah dan dia tidak butuh bantuan manusia lain yang tidak sempurna seperti dia.
Ketika genangan air bertambah hingga setinggi perut, sebuah mobil tentara khusus banjir menerobos air untuk menyelamatkannya, namun ditolaknya. Dia yakin bahwa Allah pasti menolongnya. Kenapa dia harus menggantungkan hidupnya pada manusia lain?

Genangan pun terus bertambah tinggi hingga dia naik ke atap rumah. Sebuah perahu berisi tim SAR dan tentara menghampirinya dan memintanya untuk ikut, lagi-lagi dia menolaknya. Bagaimana pun juga yang menolongnya pasti Allah. Dia yakin itu. Dia sudah berdoa dengan sangat tulus, jadi pasti dikabulkan, dan bukan manusia yang akan melakukan itu.

Akhirnya air pun sampai setinggi hidung hingga dia pun kesulitan bernapas. Sebuah helikopter datang mengulurkan tali. Sekali lagi dia menolaknya. Ketika SAR bermaksud turun dari Heli untuk menyelamatkannya, dia mengancam akan berenang menjauh. Pokoknya Allah akan dan pasti menolongnya. Dia mengatakan kepada tim SAR itu bahwa mereka harus berhenti berusaha menolongnya. Allah tidak akan menepati janji, jadi pasti akan menolongnya.

Akhirnya air terus meluap sampai dia pun mati tenggelam. Ketika diberi kesempatan berhadapan dengan Allah, dia protes, marah, geram dan berkata, "ya Allah, saya sangat percaya bahwa Engkau akan menolongku. Saya berdoa sungguh-sungguh, Engkau berjanji bahwa jika berdoa dengan sepenuh hati agar Engkau menolongku, tetapi kenapa Engkau tidak melakukan apa pun untuk menolongku?" Allah hanya menjawab "Kamu pikir siapa yang mengirim mobil, perahu dan helikopter?"

Masalah utama dalam hidup seseorang sering kali terlalu percaya bahwa Allah akan selalu menolongnya, tapi kesal karena ternyata tidak demikian. Padahal, kenyataannya memang Allah selalu memberi apa yang dibutuhkan orang tersebut, dia hanya tidak melihatnya.

Misalnya, kita menginginkan kekayaan atau kesuksesan. Sebenarnya, mungkin Allah sudah memberikan jalannya kepada kita, tapi kita tidak menyadarinya. Bisa jadi kita sudah diberi kemampuan berdagang atau dikenalkan dengan orang sukses yang bisa membuat kita belajar, atau diberi keahlian lain yang bisa mendatangkan uang seperti bernyanyi, melukis, menulis, dan lain sebagainya.

Sayangnya, karena kita selalu fokus pada doa tentang kesuksesan dan kekayaan tersebut, lalu berharap bahwa kekayaan akan datang tiba-tiba seperti durian runtuh, kita jadi melupakan dan menolak apa-apa yang sudah diberikan Allah. Jika kita saja melupakan kelebihan kita untuk mendapat kesuksesan, berarti salah kita sendiri yang melewatkan kesempatan untuk mendapatkan doa kita yang selama ini kita harapkan.

Persis seperti cerita tentang banjir tadi. Sebenarnya, Allah sudah mengirimkan banyak hal uang bisa menyelamatkan orang itu. Tapi dia berharap Allah yang benar-benar menolongnya. Padahal semua yang dia harapkan sudah dikirimkan Allah. Dia malah menolaknya.

Jadi, Allah selalu memberi apa yang bisa kita lakukan untuk membantu diri sendiri mencapai apa yang kita inginkan. Bentuknya tidak selalu persis seperti apa yang kita minta. Sama seperti Allah mengirimkan perahu sampai helikopter pada orang yang terkena banjir tadi.

Kita hanya harus melihat apa yang diberikan Allah itu, lalu melatihnya dan terus berkembang. Jangan sampai kita diberi Allah kemampuan brilian terhadap suatu hal, tapi kita meninggalkannya dan memilih cara aman yang tidak memiliki risiko kegagalan.

Berapa banyak orang yang pandai menyanyi tapi memilih kerja kantoran? Berapa banyak orang yang sebenarnya mungkin mahir berbisnis tapi memilih cari aman dengan bekerja kantoran? Berapa banyak orang yang memiliki suaut bakat luar biasa tapi tidak pernah berani menunjukkannya.

Kejar apapun yang diinginkan dengan apa yang diberikan Allah karena Allah tidak pernah salah dalam memberi. Kitanya saja yang tidak bisa melihat dan mensyukuri apa yang sudah Allah beri. (Tulisan -Ara- The Amazing of Ikhlas)

Baca Juga : Hidup Ibarat Seperti Ransel

0 comments:

Post a Comment