Tuesday, February 12, 2019

HIDUP IBARAT SEPERTI RANSEL - Coretan Inspirasi

"Kalau kamu terus 'menggenggam', ada dua kemungkinan: pertama, kamu tidak bisa menerima sesuatu; kedua, kamu tidak bisa melepaskan sesuatu. Dua-duanya sepertinya tidak begitu baik. Buka genggaman agar bisa menerima sesuatu yang baru. Sesuatu yang lebih baik."
(-ARA- The Amazing Of Ikhlas)

Dalam sebuah kisah, seorang biksu yang sangat bijak memungut sebuah ranting di pinggir jalan. ia berbalik dan berkata kepada biksu muda yang menyertainya, "Apa ini berat?" Sebelum biksu muda bisa menjawabnya, biksu senior itu sudah melempar ranting itu ke semak-semak, lalu berkata, "Lihat kan? itu hanya berat jika kita melekat padanya."


Ya, itu hanya berat ketika kita memegangnya , namun begitu kita melepasnya, tidaklah berat lagi. Sungguh mendalam, sederhana, dan tak terlupakan. Pada kenyaataanya, memang sesuatu itu hanya berat jika melekat. Sakit hati, amarah, dendam, iri, patah hati, kehilangan, semua hal itu berat jika melekat di hati dan pikiran kita. Karena hidup kita itu seperti ransel. Kita membawa apa saja yang bisa kita bawa untuk menjalaninya.

Sementara itu, ransel kita terbatas karena tidak bisa membawa semuanya. Jadi, mau tidak mau harus memilih dan memilah mana yang harus dibawa dalam perjalanan hidup kita itu. Sayangnya, banyak orang yang memasukkan sakit hati dan patah hati ke dalam ranselnya sehingga perjalanan hidupnya menjadi semakin berat. Tentu saja seperti itu karena dia selalu menggendong sakit hati dan patah hatinya kemana-mana, setiap hari, sepanjang waktu.

Dia memikirnya, meratapinya, dan bertanya-tanya kenapa harus terjadi. Itu seperti mengeluh menggendong sebuah batu besar karena beratnya, tetapi tidak mau mengeluarkannya karena merasa bahwa batu itu terlalu berharga.

Ada juga yang menggendong ketakutan-ketakutan tentang masa depan. Padahal masa depannya saja belum terjadi. Dia mau berbisnis, tapi takut gagal, mau pindah ke kota lain, takut jika tidak nyaman. Mungkin karena itulah masa depan yang bahagia dan sukses jadi tertahan. Beban ransel hidup kita yang mengikat kita agar tidak berani berjalan.

Sebaiknya masukkan hal-hal yang baik dalam ransel hidup kita itu. Cinta, kenangan-kenangan baik, keikhlasan, dan sebagainya. Bawa yang kita butuhkan untuk menghadapi masa depan, bukan yang malah menyulitkan. Untuk apa juga membawa ketakutan jika kita ingin meraih yang kita inginkan? Sama saja kita tahu bahwa kalau disuntik itu akan menyembuhkan penyakit kita, tapi karena takut, kita tidak pernah mau disuntik, akhirnya penyakit kita pun tidak sembuh-sembuh.

Ransel kita memiliki batasan. Prioritaskan yang baik dan berguna bagi kita di masa sekarang dan di masa mendatang. Buka kembali ransel kita, ambil hal-hal yang memberatkan, masukkan hal-hal yang kita butuhkan. Jangan sampai apa yang kita bawa justru merepotkan diri sendiri karena ternyata bebannya terlalu berat untuk kita bawa. (Tulisan -ARA- The Amazing Of Ikhlas)

Baca Juga : Cara Berpikir Seorang Kakek Yang Menentukan Kesuksesan

2 comments:

  1. "JUDI POKER | TOGEL ONLINE | TEMBAK IKAN | CASINO | JUDI BOLA | SEMUA LENGKAP HANYA DI : WWW.DEWALOTTO.CLUB
    DAFTAR DAN BERMAIN BERSAMA 1 ID BISA MAIN SEMUA GAMES YUKK>> di add WA : +855 69312579 "

    ReplyDelete
  2. Mantap sekali motivasinya..sangat bermanfaat sekali.

    Saya Punya Ini
    Baca Nasehat dan Renungan Tentang Kematian Semoga bisa membawa Kebaikan

    ReplyDelete