Monday, February 11, 2019

FAKTOR LINGKUNGAN BUKAN JADI MASALAH UNTUK KITA SUKSES - Coretan Inspirasi

"Setiap orang bertanggung jawab kepada masa depannya sendiri 
seperti apa pun lingkungannya, mau orang mengatakan apapun tentangnya."  
(-ARA- The Amazing Of Ikhlas)

Pada suatu pagi hari cerah, Jum'at 17 Desember 1903, dengan nama lambung Kitty Hawk North Carolina, Wilbur dan Orville Wright berhasil menggapai mimpi mereka. Keduanya menerbangkan pesawat udara pertama yang beratnya sangat jauh melebihi berat udara.
Cerita di balik mimpi mereka dimulai ketika masih kecil, ketika pada suatu hari ayah mereka membawa pulang sebuah mainan yang membuat mereka kagum. Ketika mainan tesebut terlepas dari tangan keduanya, mainan itu tiba-tiba melayang mengelilingi rumah. Kedua anak kecil itu sangat girang dan mempunyai mimpi untuk mewujudkan maninan itu menjadi kenyataan.

Ketika beranjak dewasa, mereka hanyalah pengusaha sepeda yang tidak mengerti teknologi. Namun mimpi mereka mengalahkan segalanya. Keduanya bahkan tidak lulus SMA apalagi gelar aeronautic, fisika, maupun matematika. Akan tetapi, pada akhirnya tetap mimpi dan kemauan yang menang.

Kisah lainnya adalah tentang Raja Louis XVI telah digulingkan dari takhtanya, bahkan dipenjara. Putranya yang masih muda kemudian dibawa oleh mereka yang menggulingkan raja. Mereka pikir, karena dia adalah putra mahkota, kalau bisa menghancurkan mentalnya, dia juga bisa mudah dikendalikan dan dijatuhkan suatu saat.

Pangeran itu dibawa ke sebuah tempat yang sangat jauh dan diperlihatkan segala hal yang kotor dan memalukan. Mereka memberikan makanan yang paling enak secara terus menerus agar kelak pangeran diperbudak oleh selera makan. Didekatnya, mereka juga selalu mengucap kata-kata yang memalukan. Selain itu, sang pangeran juga dihadapkan pada pelacur yang cantik-cantik agar dikendalikan nafsu.

Dua puluh empat jam dalam sehari, pangeran selalu dihadapkan pada situasi demikian. Selama lebih dari enam bulan pangeran itu selalu melihat sesuatu yang sama sekali tidak terhormat dan dipenuhi nafsu, tetapi dia tetap tak menggubris dan hidup seperti biasa keika dia di istana.

Akhirnya setelah percobaan yang berulang, mereka menyerah dan menanyai sang pangeran, "Mengapa Anda tidak terpengaruh sama sekali? Padahal yang kami hadapkan adalah kesenangan dan kenikmatan? Dan semuanya bisa anda miliki."

Kata sang pangeran,"Aku tidak bisa melakukan apa yang kalian minta karena sejak semula aku lahir, sudah ditakdirkan untuk menjadi raja."

Kebanyakan orang sering membenarkan apa yang dilakukannya karena masa lalunya yang buruk. Ada seseorang yang pernah menerima kekerasan dari orang tua, ketika dewasa dia melakukan kekerasan yang sama. Ada yang melakukan perselingkuhan karena dia pernah diselingkuhi. Ada yang menjadi pecandu dan mendewakan kebebasan karena dia berasal dari keluarga broken home

Sebenarnya mereka tetap tahu bahwa setiap perbuatan yang dilakukan itu salah, tapi mencari alasan untuk membenarkannya hanya karena peristiwa masa lalunya. Masalahnya adalah, salah tetap salah apa pun masalahnya. Ini tidak boleh dibenarkan dan dimaklumi hanya karena masa lalunya tidak berjalan baik.

Sedikit banyak, memang benar bahwa lingkungan membentuk seseorang, tetapi tetap orang itu sendiri yang memutuskan menjadi seperti apa dirinya. Berada di lingkungan miskin belum tentu menjadikan dirinya selalu berpikir bahwa dia miskin. Chaerul Tanjung si anak singkong dulu sangat miskin, tapi lihat dirinya sekarang.

Seperti itu juga seharusnya hidup kita. Jangan pernah menjadikan masa lalu sebagai alasan untuk tidak meraih kesuksesan dan kebahagiaan yang kita inginkan. Sudah banyak bukti orang sukses bukan karena masa lalunya, tapi karena pa yang benar-benar dia cintai dan dia kerjakan.
(Tulisan -Ara- The Amazing Of Ikhlas)

0 comments:

Post a Comment