Saturday, February 16, 2019

REVIEW BUKU | BE CALM, BE STRONG, BE GRATEFUL - Penulis Wirda Mansur


Assalamualaikum man teman...
Memang kalau rezeki gak kemana, tidak akan tertukar kalau sudah milik kita. Jadi aku sedikit flashback cerita tiga tahun yang lalu. Wirda Mansur pernah mengunjungi ke kota aku yang berada di daerah Pulau Sumatra untuk sharing tentang pengalaman hidupnya berkeliling dunia dengan Al Quran.

Pada saat itu Wirda baru menerbitkan buku pertamanya yang berjudul "Reach Your Dream". Penggemarnya banyak sekali membeli buku di tempat acara yang berkesempatan untuk dapat tanda tangan langsung dari penulisnya. Karena aku tidak mau kehilangan kesempatan ini,  mencoba untuk membeli buku pertamanya yang ternyata sudah kehabisan.

Saat acara telah berlangsung setiap melihat wajahnya yang teduh saya sholawatin. Soalnya salah satu isi dari ceramahnya kalau kita mau minta apa yang di inginkan disholawatin aja terus In Syaa Allah dikabulin sama Allah.

Kenapa saya sholawatkan berharap suatu saat nanti bisa setor hafalan 30 Juz Al Quran bersama Wirda Mansur. Akhirnya buku pertamanya saya beli di Gramedia yang tentunya tidak ada tanda tangan dari penulisnya. Ya mungkin ini bisa dibilang belum rezeki.

Kisah selanjutnya tentang buku keduanya yang berjudul "Be Calm, Be Strong, Be Grateful". Aku mendapatkan buku ini secara GRATIS kenapa? karena ada teman aku ke rumah dia bilang "Saya punya buku Wirda Mansur" dalam pikiran aku saat itu ya biasa aja karena aku juga punya yang buku pertamanya. Menanggapinya tidak terlalu antusias.

Setelah beberapa jam kemudian teman aku ingin pamit pulang, dikeluarkanlah buku yang berada didalam jok motor supaya aku dapat melihat judulnya. Ternyata ini buku kedua Wirda Mansur, Perlahan aku membuka halaman paling utama setelah cover depan, Ada TANDA TANGANNYA! Oke Saya pinjam.

Allah itu baik banget sekitar tiga tahun yang lalu saat Wirda datang, saya yang saat itu memiliki keinginan untuk mendapatkan tanda tangannya yang susah payah karena ramainya teman-teman lainnya berkeinginan sama, akhirnya aku tidak dapat. Digantikan dengan mudahnya mendapatkan buku yang keduanya secara gratis, ada tanda tangannya, dan bisa sepuasnya membaca.

Kenapa aku bilang buku ini didapatkan secara gratis karena walaupun ini hanya dipinjamkan tetapi tidak perlu mengeluarkan biaya untuk mengetahui isi cerita dari buku ini."Allah tidak akan kasih yang kita inginkan melainkan Allah akan kasih yang kita butuhkan".

Buku kedua Wirda Salamah Ulya, biasa dikenal sebagai Wirda Mansur. Buku ini membahas tentang no matter what, no matter how nothing is impossible for Allah. Kita tentu pernah merasakan apa itu susah. Juga pasti pernah jatuh bangun berjuang dalam hal.

Bahkan, mungkin ada yang pernah hampir menyerah, atau malah sudah menyerah. Wirda Mansur banyak menemukan pengalaman, yang mengajarkannya supaya lebih tegar, lebih kuat, lebih sabar, dan lebih bersyukur. Semua itu ia bagi dalam buku ini.

Ada beberapa isi dari buku ini yang favorite bangett! jadi ada yang bertanya ke Wirda "Who is your best friend?" AL QURAN. Al Quran udah nemenin gue selama bertahun-tahun. Paling bisa bikin hati tenang kalau lagi galau. Paling bisa ngasih jawaban terbaik kalau lagi bingung.

Paling bisa ngilangin stres kalo udah dengar bacaan Alquran, Tahu nggak? Alquran itu bisa milih, loh. Siapa yang pantas menjadi sahabatnya dan siapa yang bukan. Alquran tahu siapa yang benar-benar cinta sama dia dan mana yang main-main doang. Dan, Alquran, kalau sudah bersahabat sama kita, kita benar-benar bakal dijagain hingga di kubur, bahkan diakhirat.

Saat malaikat pengen nyiksa kita, Alquran bakal ngalangin malaikat. Saat di Padang Mahsyar, tidak ada satu pun orang yang bisa dimintai tolong. Alquran-lah yang jadi pelindung buat kita. Alquran bakal menuntun kita. Bahkan, Allah memuliakan mereka, para penghafal Alquran.

#Extra
Suatu kisah ada seorang raja yang memerintahkan dua orang untuk mengumpulkan karung berisikan buah-buahan segar. Dua orang itu diberi waktu sekitar dua minggu oleh raja untuk mengumpulkan buah-buahan tersebut.

Kelak, karung itu akan dibawa ke hadapan raja. Setelah seminggu pertama berlalu, tibalah akhir minggu kedua. Kedua orang ini telah siap membawa karungnya menghadap raja. Orang pertama berpikir,"ah, buat apa aku bawa buah-buahan segar ke Raja? Toh, Raja juga nggak akan membutuhkan buah-buahan itu."

Akhirnya, si orang pertama ini membawa buah-buahan yang sudah busuk, dibagian atasnya diberi buah segar agar nggak kelihatan buah busuknya. Orang yang kedua, dia membawa buah-buahan segar, sangat layak untuk dimakan. Orang kedua ini berpikir,"Aku harus membawa karung yang terbaik untuk Raja!" Maka, karung dia pun berisi buah-buahan yang baik dan manis.

Ketika mereka berdua menghadap Raja, Raja melihat karung mereka berdua. Lalu, dia menyuruh pengawalnya untuk memasukkan mereka berdua ke penjara. Tidak ada makan dan minum yang akan Raja berikan, tetapi isi karung dari mereka kumpulkan itulah yang akan mencukupi mereka selama dipenjara.

Si orang pertama menyesal karena ia mengumpulkan buah yang busuk, yang jelek, bau, dan nggak layak. Dia menyesal karena harus menelan apa yang diambil. Tapi, sudah terlambat karena dia sudah dipenjara, dan yang menjarain adalah seorang raja, lengkap dengan para pengawal.

Jangankan kabur, berharap untuk bisa menengok ke jendela luar sedikit saja pun nggak bisa. Orang yang kedua bersyukur karena apa yang ia petik berisi kebaikan, berisi hal-hal yang baik, buah yang segar, bagus, dan cantik-cantik. Maka, itulah yang akan ia makan.

Coba, ambil hikmahnya dari cerita tersebut. Apa yang kita petik selama di dunia, itu yang akan kita telan di akhirat nanti. Kita bakal menghadap rajanya raja, yang kedudukannya nggak ada yang bisa menggantikan. Siapa itu? Tak lain adalah Allah Subhanahu wa ta'ala. Agar bisa menurunkan ayat-ayat Allah dari 'Arsy, berarti harus menembus dari langit ke-7 hingga ke bumi. Malaikat Jibril, untuk bisa sampai ke 'Arsy-nya Allah itu membutuhkan waktu lima puluh ribu tahun hitungan dunia. Bayangkan!

Bolak-balik lima puluh ribu tahun bawa ayat-ayat Allah yang mulia. Melewati dua ratus miliar galaksi-galaksi yang ada. Nabi Muhammad SAW melewati lima puluh ribu tahun hanya untuk menerima perintah shalat, tapi kita masih leha-leha, malas-malasan, lalai, ini termasuk teguran buat gue juga.

Nah Alquran itu bukan benda dunia, Bos. Alquran bukan perkataan manusia, bukan perkataan bumi. Itu isinya dari dunia lain. Artinya, ya, nggak ada di bumi sebelum-sebelumnya. Murni dari luar sana. Luar biasa, kan? perintah menutup aurat pun, ada di Alquran.

Alquran dikasih ke gunung, gunung nolak ,nggak kuat nerima Alquran. Maka, Jika Alquran diturunkan ke gunung, gunung bakalan hancur berkeping-keping bakal meledak. Lalu, Allah memercayakan Alquran ke manusia karena hanya manusia yang kuat menerima Alquran. Jadi, orang yang sixpack, yang mengaku sangat kuat akan kalah sama orang yang hafal Alquran. Mengapa? karena orang yang hafal Alquran adalah orang yang terkuat di dunia ini. Wong, gunung aja dikasih Alquran meledak.

Masih banyak lagi motivasi-motivasi lainnya tentang bagaimana tantangan dalam hidup, yang suka pada galau, bimbang, dan perasaan gelisah. Wirda kasih tau caranya di dalam buku ini, kalau aku jabarkan semua bisa nggak cukup sizenya. Semoga bermanfaat, pesan penutup tentang apa motto hidup? "Jangan mau jadi orang yang nerima gaji. Jadilah orang yang ngasih gaji."Yusuf Mansur.

Baca Juga : The Untold Story of Salah

1 comment:

  1. "JUDI POKER | TOGEL ONLINE | TEMBAK IKAN | CASINO | JUDI BOLA | SEMUA LENGKAP HANYA DI : WWW.DEWALOTTO.CLUB
    DAFTAR DAN BERMAIN BERSAMA 1 ID BISA MAIN SEMUA GAMES YUKK>> di add WA : +855 69312579 "

    ReplyDelete