Tuesday, February 19, 2019

BELAJAR SANTAI MENGHADAPI BEBAN - Coretan Inspirasi

"Kadang,beberapa orang memiliki kebiasaan buruk terlalu lama ingin menggenggam, terlalu lama memikirkan, terlalu lama menahan perasaan. Bukankah bukan beratnya beban yang membuat kita tak sanggup menahan> Taoi berapa lama mengangkatnya, memikirkannya, merasakannya." 
(-ARA- The Amazing Of Ikhlas)

Suatu hari, seorang profesor memulai sebuah kelas dengan mengangkat gelas berisi air. Ia mengangkat gelas tersebut dan bertanya kepada siswanya,"Berapa kira-kira berat gelas ini?"

"Satu ons!"
"Dua ons!"
"Tiga ons!" terdengar jawaban bersahutan dari siswa-siswanya. "Saya tidak pasti sampai saya menimbangnya," kata profesor."Tapi pertanyaan saya bukan itu. Pertanyaan saya adalah apa yang terjadi jika saya mengangkatnya selama semenit?"
"Tak akan terjadi apa-apa,"jawab siswa-siswa tersebut. "mungkin, bagaimana kalau saya mengangkatnya selama satu jam?"tanya profesor. "Lengan anda akan terasa pegal,"jawab para siswa. "Kalau saya angkat selama seharian penuh?"

"Lengan Anda tidak akan sanggup melakukannya. Bahkan mungkin Anda harus dirawat di rumah sakit karena otot-otot lengan Anda tidak sanggup membawa gelas itu dalam waktu terlalu lama,"jawab salah satu siswa.

"Tepat sekali," jawab profesor. "Sekarang apakah kesakitan saya tersebut disebabkan karena berat gelas tersebut berubah?" lanjut profesor. "Tidak," jawab siswa serentak,"itu karena otot-otot Anda menerima beban yang terlalu lama."

Profesor kembali bertanya, "Lalu apa yang harus saya lakukan?" Seisi kelas terdiam. Tiba-tiba salah seorang siswa menjawab,"Letakkan gelas tersebut." 

"Tepat sekali!" jawab sang profesor."Problem dan masalah dalam hidup dapat diibaratkan mengangkat gelas ini. Camkan kata-kata ini, mengangkatnya lebih lama akan membuatmu merasa pegal. Mengangkat lebih lama lagi dapat membahayakanmu, bahkan dapat membunuhmu."

"Sangat penting berpikir tentang tantangan-tantangan dalam hidup, tapi akan LEBIH PENTING meletakkannya sejenak setiap mengakhiri hari saat kalian semua beranjak tidur dan tidak membawanya bersama tidurmu. Dengan begitu kalian tidak akan merasa tertekan, kalian bangun di pagi hari dengan rasa segar, kuat dan tegar menghadapi setiap tantangan dan masalah yang datang."

Kebanyakan orang yang stres atau lebih parah lagi menjadi gila adalah karena dia 'membawa' beban pikirannya terlalu lama. Ada pengusaha yang stres karena bisnisnya bangkrut, ada remaja yang bunuh diri karena patah hati, dan lain sebagainya.

Mungkin sebenarnya yang dibutuhkan bukanlah psikiater atau motivator. Mungkin yang kita butuhkan ketika mengalami suatu masalah berat adalah letakkan beban itu sesering mungkin. Bukan melupakannya, hanya jangan memikirkannya sepanjang waktu. Jika memang waktunya tidur, tidur saja. Jika waktunya bersenang-senang, curahkan semua perhatian, pemikiran, dan penglihatan pada tempat dan suasana itu.

Intinya, nikmati apa yang sedang dilakukan pada saat itu. Jika kepala sudah fresh lagi, kita bisa memikirkan cara untuk memecahkan masalah itu kembali. Karena seperti yang sebelumnya sudah dibilang, jika terlalu lama membawa beban, pikiran kita akan sakit. kalau sudah sakit, akan susah menyembuhkannya kembali.

Jadi, ingat selalu itu. Letakkan bebannya untuk me-refresh kembali tenaga dan pikirkan kita. Lagipula, bukankah semuanya akan selalu baik-baik saja?
(Tulisan -ARA- The Amazing Of Ikhlas)

YAKINLAH DENGAN 'KUN FAYYAKUN' - Inspirasi dari Hanan Attaki

Mau tidak setiap kita berdoa, apa yang kita inginkan langsung Allah menunjukkan keajaiban. Kita terkadang mau sesuatu aja nggak berani ya? karena kita nggak percaya bisa. Kita menginginkan sesuatu aja nggak berani karena menganggap itu nggak realistis.Terkadang kita membayangkan ah masa sih bisa?

"Bisa kalau kita yakin kepada Allah, kalau kita nggak yakin. Kalau kita bilang, nggak bisa, kalau kita ragu. Bahwa Allah bisa menunjukkan ajaib kepada kita dalam hitungan detik terus kemana kalimat 'Kun Fayyakun'. Masalahnya kita nggak yakin untuk bilang, Pengen. Begitu doa Allah langsung kabulkan itu aka kita ragu, kenapa? kita ga percaya itu  bisa terjadi dalam hitungan 'sim salabim aba kadabra'. Kita nggak percaya itu bisa terjadi dalam satu kalimat 'Kun Fayyakun'." Said Ust Hanan Attaki.

Makanya tidak ada 'Kun' dalam hidup kita. Gimana caranya? Belajar yakin kepada Allah seutuhnya. Kuncinya hanya kita yakin-seyakin yakinnya bahwa Allah akan mengabulkan doa kita. Kalau hati kita aja ragu untuk mendapatkan sesuatu gimana Allah mau mengabulkan. ketika hati kita sudah yakin usaha dan kerja keras menjadi nikmat untuk menjalankan prosesnya. Semangat tanpa kenal lelah. #Sharing

Baca Juga : Tali Kehidupan Yang Paling Kokoh

Monday, February 18, 2019

ALLAH ITU BAIK BANGET - Inspirasi dari Hanan Attaki

Pernah berpikir ga sih, apa yang belum kita minta sudah dikasih sama Allah. Seperti bangun tidur, kita merasakan kesegaran di pagi hari. Pikiran yang tadinya rumit memikirkan permasalahan yang ada, kembali refresh karena istirahat yang kita lakukan. Makanan yang diberikan untuk menunjang kekuatan kita agar bisa beraktivitas. Semua itu Allah berikan untuk kita, Tapi kenapa kita masih saja mengeluh!.

"Allah tidak marah sama sekali, bahkan ketika kita melakukan dosa diam-diam di malam hari. Tidak ada yang melihat kecuali Allah kemudian satu malaikat yang mencatat. Allah Swt berbisik kepada malaikat itu. Jangan catat dulu mungkin besok dia akan bertaubat. Dan jangan kabarkan ini kepada malaikat yang lain. Allah kalau kita buat dosa. Dosa diam-diam Allah tutupi aib kita. Gak mau kasih tau pada yang lain. Tapi begitu kita bertaubat, Allah langsung mengatakan wahai para malaikat. Lihatlah hambaku, dia bertaubat. Giliran kita beramal soleh Allah umumkan. Giliran kita buat dosa Allah diem aja." Said Ust Hanan Attaki.

Allah kasih masalah buat kita karena Allah pengen banget mengampuni dosa-dosa kita. Allah ngasih kita musibah, karena Allah pengen banget melihat kita datang menangis, lalu Allah Swt akan menyambut kita dengan kasih sayangnya. Pada saat kita sakit menjelang kematian kita, baru Allah ternyata melihat kita kayanya nih sudah ada perubahan, tiba-tiba kita datang kepada Allah menyesal Ya Allah saya banyak dosa. Tuh kan hamba ku ini bertaubat, sini-sini hambaku langsung diselamatkan seolah-olah didekap dipeluk oleh Allah. Dan malaikat yang mencatat tadi tidak jadi mencatat.

Kata Allah "Wahai malaikat, lihatlah hambaku ini bertaubat". Jangan catat seluruh keburukkan dia, wahai seluruh malaikat lihat hambaku ini sudah bertaubat. Allah umumkan, lalu Allah mendekap kita dengan kasih sayangnya. Allah mengampuni seluruh dosa-dosa kita. La Ubali Kata Allah wahai hamba-hambaku jika kalian datang kepadaku meminta ampun. Padahal kalian memiliki dosa sebanyak langit dan bumi akan aku ampunkan dosa kalian semuanya. Wala Ubali dan aku tidak perduli sebanyak apa dosa itu. #Sharing

Baca Juga : Cara Memperbaiki Diri

CARA MEMPERBAIKI DIRI - Inspirasi dari hanan Attaki

Siapa sih yang tidak mau disukai dalam hal yang kita lakukan membuat orang lain senang? Apalagi yang menyukai kita adalah Yang Maha Pemberi Segalanya. Allah itu suka banget sama orang yang bertaubat lalu belajar. Memperbaiki diri, taubat, dan ta'lim Allah suka banget.

"Siapapun yang bertaubat, siapapun yang kemudian pengen belajar memperbaiki dirinya semasa proses itu, Allah suka banget sama dia. Tiap hari Allah ngelike dia, dan ngasih tau ke malaikat nih hambaku, ini hambaku, ini hambaku. Terus Allah ngebanggain dia. Allah walaupun lihat kita banyak berbuat dosa tetapi Allah masih juga manggil kita hamba."Said Ust Hanan Attaki.

Kalau kalian datang kepadaku dengan membawa dosa memenuhi langit dan bumi penuh dengan dosa kalian. Ga ada lagi planet, ga ada lagi bintang semuanya dosa kalian isinya. Lalu kita datang kepada Allah dan kita mengatakan. Rabbi, ini hambamu yang fakir dihadapanmu. Ya Allah ini hambamu yang hina sekarang datang ke pintu rahmatmu. Apa kata Allah aku bukakan rahmatku seluas-luasnya, aku terima kedatangan mu. Lalu aku gugurkan semua dosa-dosamu menjadi hilang. Dan aku ga perduli sebanyak apapun. Allah itu baik banget. Selagi masih ada waktu dan kesempatan untuk bertaubat lakukan sepenuh hati. #Sharing

Baca Juga : Allah Itu Baik Banget

BELAJAR MEMBATIN KEPADA ALLAH - Inspirasi dari Hanan Attaki

Luapkan segala keinginan, kemauan, kesedihan, kegalauan hanya kepada Allah. Sebaik-baiknya cara menyelesaikan permasalahan hanya mengadu kepada sang pencipta. Allah itu sayang banget sama hambanya yang terus mengadukan segala permasalahan atau ujian yang sedang dialami untuk mendapatkan jalan keluar.

"Bayangin, pernah ga temen-temen membatin ke Allah? Ini harus coba kita lakukan. Belajar membatin kepada Allah, itu romantis banget. Jadi duduk sendiri, Allah ngomong gitu dalam hati. Dan yakinlah inni qareeb Allah itu dengerin. Jangan fikir, Saya kaya ngomong sendiri euy! kaya orang kurang waras. Nggak, Allah itu mendengar. Jadi kita batin aja sama Allah ngomong dalam hati. Ya Allah, saya tuh lagi gini, ada masalah ngomong dalam hati kita. please Allah please gitu. Kalau kita membatin, Allah itu dekat. Dan rahasiakanlah perkataanmu atau nyatakanlah sungguh dia maha mengetahui. Ini karena kita punya doa sebagai senjata." Said Ust Hanan Attaki.

Apa yang kita rasakan ketika senang, sedih membatin sama Allah aja, rasanya nikmat ketika kita dekat dengan Allah. Apalagi setiap kegiatan kita selalu mengadu kepada Allah serasa tidak kesepian, ada Allah yang maha menjaga kita di setiap aktivitas yang sedang kita lakukan. Jadi merasa aman dalam melakukan apapun. #sharing

Baca Juga : Sedekah Membuat Kita Kaya

SEDEKAH MEMBUAT KITA KAYA - Inspirasi dari Hanan Attaki

Harta yang kita miliki hanya titipan dari Allah. Semakin banyak kita bersedekah semakin nambah harta kita. Karena Allah kalau mau ngasih hadiah kepada hambanya dpnya itu ujian. Dan yakinlah hadiahnya minimal 10 kali lipat lebih baik daripada ujian itu. Minimal, karena tidak ada amal soleh yang dibalas dibawah 10 kali lipat itu tidak ada. Amal soleh, amal! bukan niat, yang kita kerjakan minimal dibalas 10 kali lipat, mknimal. Maksimalnya Bighairi hisab (tanpa batas). Sedekah itu minimal dibalas 700 kali lipat, minimal kalau kita yakin.

"Nabi bersumpah demi dzat yang jiwaku di dalam genggamannya tidak berkurang harta karena sedekah. Demi Allah kata nabi nggak berkurang harta karena sedekah. Berkurang harta karena belanja, ya! Berkurang harta karena pacaran? Banget! Tapi berkurang harta karena sedekah? Gak mungkin kata Nabi! Berkurang harta karena istri? nggak. Karena memberi kepada istri itu pahalanya lebih gede daripada sedekah. Makanya modalin pacaran setelah nikah, itu tumbuh berkah. Modal pacaran sebelum nikah itu, apes!." Said Ust Hanan Attaki

Jangan takut miskin kalau kita bersedekah. Kita harus yakin dengan bersedekah maka harta kita semakin bertambah. Karena semua yang ada di dunia punya Allah. Tinggal tunggu keajaiban dari Allah kalau niat kita tulus dan ikhlas dalam bersedekah. #Sharing

Baca Juga : Belajar Membatin Kepada Allah

Sunday, February 17, 2019

REVIEW BUKU | CINTA YANG TAK BIASA - Penulis Nata Reza & Wardah Maulina


Assalamualaikum man teman...
Untuk sesuatu yang sangat kita cintai, seringkali kita rela merasakan cobaan terberat dalam hidup. Dari susah hingga senang, jatuh bangun, termasuk harus kehilangan banyak hal demi sebuah pertemuan yang berharga. Semua itu mesti dilalui untuk satu hal yang diyakini akan mengubah hidup kita : rasa cinta dari Tuhan.

Natta, percaya, dengan mengalahkan rasa cintanya kepada manusia suatu saat ia akan mendapat cinta yang lebih besar dari-Nya. Begitu pun dengan Wardah, yang meyakini kalau Sang Pemilik Cinta telah menyiapkan seorang yang akan mencintainya dengan tulus dan atas rida-Nya. Lalu, bagaimana Tuhan menyiapkan skenario untuk keduanya? Bukalah buku ini dan ikuti setiap kisah tentang cinta yang tak biasa dalam lembarnya.

Di atas merupakan penggalan sypnosis yang terdapat di dalam buku Cinta yang Tak Biasa jalan cerita cinta yang dialami oleh penulis Natta Reza dan Wardah Maulina pasangan halal yang kisahnya membuat inspirasi dalam menemukan cinta yang diridhoi oleh Allah.

Sebenarnya nih kalau aku boleh sedikit cerita pertama kali kenapa bisa membaca buku ini. Niat awal pergi ke toko buku untuk mencari biografi Mosalah pesebak bola yang banyak dibicarakan orang. karena permainannya dalam pertandingan yang membela club Liverpool.

Sudah tidak diragukan lagi kehebatannya. Bukan karena saya menyukai sepak bola tetapi ingin mengetahui kehidupan yang dialaminya dari kecil hingga membangun masjid yang berada di Liverpool yang memiliki dampak positif yakni masjid-masjid di kawasan itu lebih ramai. Citra islam juga kian positif berkat fenomena Mohamed Salah, yang jadi panutan para muslim di Inggris.

Berada di sekitaran rak-rak buku yang terdapat di toko buku Gramedia untuk mencari buku biografi tentang Mosalah. dibagian rak buku tentang biografi aku cari satu persatu siapa tahu ada terselip satu gambar yang dicari. Ternyata nihil tidak ada. Karena penasaran aku mencoba bertanya kebagian petugas untuk mencarikan buku Mosalah dimesin komputer. Setelah di cek beberapa menit sudah tidak ada stoknya, karena sudah masuk buku baru lainnya.

Akhirnya tidak ada kepikiran untuk membeli buku lainnya aku hanya melihat di sekeliling rak-rak buku siapa tahu saja ada buku yang menggunggah hati untuk membeli. Setelah mengelilingi rak-rak buku selama kurang lebih 10 menit ke bagian pintu keluar, balik lagi kebagian rak-rak buku yang berada dibagian buku novel, mataku terarah dengan satu buku yang membuat penasaran berjudul "CINTA YANG TAK BIASA".

Semakin penasaran isi buku ini aku mencoba perlahan melihat synopsis yang terdapat dicover belakang. Kemudian beranjak ke halaman daftar isi dengan judul pertama 'Awal dan Penyesalan Terbesar'. Melihat isi cerita yang terdapat disynopsis dengan gaya bahasa yang sederhana membuat semakin ketertarikan untuk mengetahui isi cerita lainnya. Dan aku putuskan untuk membeli buku ini.

Isi cerita yang menginspirasi bagi kalangan remaja yang belum menikah untuk mengetahui bagaimana mendapatkan pasangan yang diidam-idamkan yang diberi judul dibuku ini Jodoh Terbaik.

Kisah seorang dua anak muda yang pria mengajak menikah hanya butuh waktu 3 jam untuk melamar wanita yang ia kagumi karena keyakinan kepada Allah Swt. Belum kenal sama sekali untuk dijadikannya pendamping hidup. Perkenalan yang hanya lewat media sosial instagram yang terdapat disalah satu bab yang berjudul dari aksi, Allah beri istri.

Ia percaya bahwa jika datang sesuatu yang tidak diduga-duga kepadamu maka percayalah itu datang karena Allah Swt. Maka dari itu, percayalah yang tampaknya mustahil bagi kita, sangat mungkin terjadi atas kuasaNya.

Salah satu tulisan Hanya Ingin Berbagi By Wardah semoga bermanfaat :

Istiqomah dalam beribadah memang tidaklah mudah. Aku sendiri masih sering goyah, sering berada dititik lemahnya iman. Akan tetapi, aku terus berusaha istiqomah supaya tetap dalam jalan yang benar. Ada kalanya rasa malas untuk beribadah itu muncul atau gangguan lain semacamnya. Tapi setidaknya, ada beberapa cara supaya kamu bisa beristiqomah dalam urusan dan berhijrah.

Dalam tulisan ini, aku tidak sedang mengajarkan. Dalam tulisan ini, aku juga tidak sedang mendikte supaya kalian mengikutiku. Tapi dalam tulisan ini, izinkan aku untuk berbagi. Paling tidak, berbagi enam cara agar kita semua bisa sama-sama beristiqomah. Yang pertama, luruskan niat, kenapa kita harus meluruskan niat terlebih dahulu? Karena saat kita beribadah, harus diawali dengan niat didalam hati.

Niat itu semacam sesuatu yang efeknya kembali lagi ke diri kita masing-masing. Jika kita beribadah tulus hanya karena Allah Swt maka kita pasti bakal Beristiqomah. Tapi, kalau niat kita hanya agar dilihat oleh orang banyak maka kita hanya akan rajin beribadah ketika didepan orang banyak saja, ketika ada yang menyaksikan kita. Selebihnya, tidak. Yang kedua, yaitu memahami makna syahadat. Setiap umat muslim pasti tahu apa itu kalimat syahadat, tetapi tidak semua mengerti makna dari kalimat syahadat itu.

Jika seseorang benar-benar memahami arti syahadat maka seseorang itu pasti akan memenuhi kewajibannya sebagai muslim. Maksud dan tujuan dari syahadat adalah memasukkan keyakinan ke dalam hati hanya kepada Allah Swt kita bersujud, dan mengeluarkan keyakinan selain itu dari dalam hati kita.

Yang ketiga, perbanyaklah membaca Alquran. Membaca Alquran dengan rutin merupakan cara mendekatkan diri kepada Allah Swt, dan itu merupakan media yang membantu kita untuk lebih istiqomah dalam beribadah.

Yang keempat, yaitu meningkatkan kualitas ibadah. Semakin hari, semakin ditambah kualitas ibadah kita agar bisa tetap beristiqomah saat beribadah karena memang tugas kita sebagai hamba Allah Swt untuk terus menambah kualitas dalam beribadah,

Yang kelima, bergaul dengan orang-orang yang saleh atau saleha. Bagiku, cara termudah dalam beristiqomah adalah bergaul dengan orang-orang yang saleh atau saleha karena perilaku manusia biasanya mengikuti perilaku orang-orang yang ada disekitarnya.

Yang terakhir, keenam adalah berdoa. Berdoalah kepada Allah Swt dan mintalah kepada-Nya agar ditetapkan hati kita untuk beristiqomah atau berhijrah menuju ke jalan yang benar. Allah Swt Maha Pemilik Hati Manusia. Jika kita ingin beristiqomah dalam beribadah maka mintalah pertolongan Allah Swt agar ditetapkan hati kita untuk tetap dijalanNya.

Kira-kira, seperti itulah sedikit hal yang bisa aku bagi kepada teman-teman. Semoga kita selalu dalam lindungan dan kasih Allah Swt, dan semoga kita dipertemukan kembali suatu saat nanti didalam surgaNya. Aamiin Aamiin.

Baca Juga : Pergi

TIDAK PERLU MERATAPI KESEDIHAN - Coretan Inspirasi

"Barangkali kehilangan adalah salah satu cara Allah untuk mengajarkan kita tentang melepaskan dan membuat kita paham bahwa segala sesuatu sebenarnya bukan milik kita, tetap milik-Nya". (-ARA- The Amazing Of Ikhlas)

Ada satu pasangan tua yang tinggal di pinggiran desa. Mereka saling mencintai dan berbahagia sehingga para penduduk desa pun ingin jatuh cinta dan berbahagia seperti mereka.

Pada suatu ketika, setelah 34 tahun mereka bersama, sang suami jatuh sakit sampai akhirnya meninggal dunia. Anak-anak mereka mencoba menghibur sang ibu, tapi tidak berhasil. Para tetangga pun melakukan hal serupa tapi tetap gagal. Minggu dan bulan berganti, sang istri terus meratap. Badannya bertambah kurus dan tidak terawat.

Lalu ada seorang asing yang datang ke desa itu. Pada awalnya semuanya tidak terlalu menggubrisnya karena orang asing selalu datang dan pergi. Tapi setelah beberapa lama, orang asing ini sangat menyenangkan. Orang-orang sering menanyakan kepadanya suatu masalah untuk diselesaikan. Hampir semuanya bisa diselesaikannya dengan pendapat yang sangat bijak.

Setelah beberapa lama, penduduk desa mulai teringat perempuan tua itu yang masih meratap dan menceritakannya kepada orang asing bijak. Dia lalu mengunjungi wanita itu, duduk di sana, dan berbincang penuh kehangatan. Si orang asing meminta si wanita bercerita tentang kesedihannya.

Si wanita kemudian mulai bercerita sambil berurai air mata, bahwa dia sangat merindukan suaminya. Sepertinya sangat tidak adil. Kenapa dia harus kehilangan seseorang yang sangat dicintainya. Kenapa dia harus menderita seperti ini? Kenapa dia tidak bisa lupa?

Orang asing tersebut berjanji untuk membuat perasaan wanita tersebut lebih lega. Ini adalah obat paling manjur sedunia untuk mengobati duka. Si wanita terkejut dan tertarik. Dia bertanya, apa saja yang diperlukan? Dia akan membantu sebisanya.

Orang asing itu memberikan biji mustar kepadanya."Datangilah setiap rumah di desa ini, tanyakan kepada setiap rumah apakah mereka pernah mengalami kesedihan atau tidak. Apakah mereka pernah kehilangan atau tidak. Berikan biji mustar ini pada rumah yang tidak mengalami kesedihan dan kehilangan."

Wanita itu bingung dan bertanya, "Setelah itu? Bagaimana dengan obatnya?". "Lakukan itu saja dulu dan akan saya berikan obatnya setelah itu."

Maka berangkatlah wanita itu dan menanyakan ke setiap rumah. Rumah pertama dia menerima jawaban, bahwa keluarga itu pernah kehilangan seorang anak. Anak itu harusnya lahir, tapi meninggal sebelum dilahirkan. 

Rumah kedua pernah kehilangan seorang kakek yang sangat dicintai yang membuat mereka sedih bukan kepalang. Rumah ketiga bercerita sambil meneteskan air mata bahwa dia merindukan ayahnya yang meninggal dalam perang.

Wanita tersebut terus bertanya untuk memberikan biji mustarnya. Akan tetapi, sampai puluhan rumah yang dia datangi, tidak satu pun biji mustarnya bisa diberikan. Dia malah melihat banyak sekali tangis di setiap rumah. Mereka pernah kehilangan, berair mata, berduka, tapi sekarang mereka bisa melanjutkan hidupnya.

Pelan-pelan, dia mulai lupa tentang biji mustarnya. Dia melihat ada keluarga yang ditinggal suami, lalu sang istri menunjuk anaknya sambil tersenyum bahagia. Anaknya lucu dan berlarian ke sana kemari. Di bagian lain, ada keluarga yang bercerita tentang betapa menakjubkannya kakeknya ketika masih hidup.

Wanita itu mendengar banyak cerita. Ikut tersenyum ketika melihat anak lucu, ikut terkagum dengan cerita orang-orang dulu sebelum meninggal. Selang berapa lama, wanita itu menemui kembali orang asing yang akan pergi meninggalkan desa sambil menggenggam biji mustarnya.

"Maaf, tidak ada biji mustar yang bisa kuberikan. Semuanya pernah mengalami kehilangan dan kesedihan. Ini saya kembalikan."

Orang asing itu menjawab,"Itu obatnya. Kita sudah pulih dari dukamu. Kita harus keluar dan melihat dunia lain bahwa tidak peduli seberapa meratapnya seseorang ketika kehilangan, dunia masih bisa berjalan. Orang-orang masih tersenyum, bayi-bayi masih lahir, matahari dan hujan bergantian mengguyur bumi, masih banyak tawa di sana-sini. Yang harus dilakukan adalah keluar dan melihat semuanya. Meratap tidak pernah membuat hati menjadi lebih baik."

Kita bisa melakukan hal yang sama terhadap perasaan kehilangan kita. Coba tanyakan kepada semua orang yang kita kenal dan kita temui. Pernahkah mereka merasa kehilangan? Pasti pernah karena kehilangan adalah sesuatu yang cepat atau lambat akan dialami oleh orang. Begitu juga dengan kita.

Jadi, apakah itu berarti tidak boleh bersedih? Tentu saja boleh. Tapi secukupnya saja. Jangan meratap terlalu lama. Perasaan sedih adalah hal yang wajar, tapi dunia juga terus berjalan. Jika kita terus-terusan meratap, kita akan ketinggalan.

Meratap tidak pernah membawa kembali apa yang sudah hilang. Meratap tidak akan pernah membawa kebahagiaan. Meratap hanya membuat kesedihan kita semakin terpuruk jauh lebih dalam. Batasi waktu untuk bersedih. Menangislah kalau perlu sepuasnya. tetapi setelah itu, bangun kembali hidup kita.

Jadi, ketika kehilangan, bersedihlah secukupnya, terima kenyataan tersebut bahwa kita tidak memiliki lagi apa yang kita cintai itu, lalu kembalilah berjalan. Jangan hanya diam karena hal itu akan membawa luka kita karena kehilangan justru semakin dalam. Pikirkan sesuatu dan lakukan sesuatu.

Sibukkan diri kita dengan melakukan apa saja. Lambat laun, nanti kita akan merasa terbiasa dengan keadaan kehilangan dan mulai menerimanya.
(Tulisan -Ara- The Amazing Of Ikhlas)

Baca Juga : Hidup Ibarat Seperti Ransel

Saturday, February 16, 2019

REVIEW BUKU | PERGI - Penulis Tere Liye

  
 
Assalamua'alaikum man teman..

Buku karangan Tere Liye salah satu koleksi favorite aku. Bahkan, karena banyak judulnya yang menarik dengan isi cerita seperti terbawa suasana cerita membuat beberapa buku lainnya belum terbaca. Buku ini aku dapat dengan cara gratis karena mempunyai keponakan yang hobinya sama bisa saling tukar pinjam.

Karena tahu bahwa bul-bulnya panggilan keponakan kepadaku yang suka karangan Tere Liye dengan senang hati dia meminjamkan untuk membaca buku ini. Isi cerita di dalam buku ini benar-benar tidak bisa ditebak. Pembaca akan dibuat penasaran dari bab satu ke bab lainnya.

Kita akan merasakan suasana yang terjadi di dalam buku PERGI seperti adegan action yang dilakukan pemeran cerita yang bernama si Bujang menaklukkan beberapa musuh dalam memperebutkan kebenaran. Kisah yang diceritakan oleh Tuanku Imam tentang perjalanan kisah cinta orang tua bujang dengan penuh perjuangan.

Ini ada salah satu isi cerita dari Buku Novel "PERGI"

"Pada suatu hari, dua petani itu didatangi oleh seseorang yang berwawasan luas. Bercakap-cakaplah mereka bertiga. Apakah hidup kalian bahagia? Tanya orang berwawasan ini. Petani pertama bilang, dia bahagia.

Setiap hari dia bisa bangun tidur dengan segar, menikmati sarapan, lantas merawat sawahnya. Persis matahari di atas kepala, dia istirahat, menikmati makan siang, sambil menyaksikan sawahnya yang subur. Sore hari dia pulang, menikmati makan malam, kemudian tidur lelap, penuh rasa syukur. Setiap hari terus begitu."

"Petani kedua menjawab, dia tidak tahu, apakah dia bahagia atau tidak. Tapi dia merasa dia bisa melakukan hal yang lebih hebat dibanding hanya jadi petani sederhana begitu-begitu saja. Dan dia tidak bisa menikmati hidup sebelum itu terwujud. Orang berwawasan ini tersenyum,"Kalau begitu, kenapa kamu tidak mulai melakukannya?

Kamu bisa mulai membeli lahan baru, membeli alat-alat pertanian modern, menjual hasil ke kota, bahkan membangun pabrik pengolahan pertanian, dan seterusnya. Setelah itu terjadi, kamu bisa menikmati hidup seperti yang kamu bilang."Petani kedua menggangguk mantap.

Maka mulai besok pagi, dia bekerja keras tanpa henti. Di kepalanya selalu ada ambisi baru, lagi, lagi dan lagi. Dia terus bekerja keras setiap hari, mengalahkan apa pun rintangan di depannya. Empat puluh tahun berlalu, dua petani ini sudah berusia tujuh puluh tahun. Mereka sekali lagi bertemu di lembah tersebut bersama orang berwawasan luas tadi.

"Petani pertama tetaplah petani yang dulu, hidup sederhana. Petani kedua sudah bukan lagi seorang petani, dia adalah saudagar kaya raya, dia memiliki segalanya. Hebat sekali. Tapi saat orang berwawasan bertanya kepadanya, apakah dia telah menikmati hidupnya, petani kedua menggeleng, dia masih punya banyak ambisi. Dia belum bisa melakukannya. Orang berwawasan tadi menoleh, bertanya kepada petani pertama, bagaimana dengan dirinya? Petani pertama menjawab persis seperti dulu : dia bahagia.

Setiap hari  dia bisa bangun tidur dengan segar, menikmati sarapan, lantas merawat sawahnya. Persis matahari di atas kepala dia istirahat, menikmati makan siang, sambil menyaksikan sawahnya yang subur. Sore hari dia pulang, menikmati makan malam, kemudian tidur lelap, penuh rasa syukur.

Setiap hari, dia tidak perlu menunggu memiliki banyak hal untuk menikmati hidup ini. Adalah benar dia punya rumah kecil itu-itu saja. Tapi dia tidak kehilangan 40 tahun 'sia-sia', karena itulah hakikat hidup, melewatinya seperti sungai mengalir, saat waktu terus berjalan, hingga maut menjemput."

" Mendengar jawaban petani pertama, hei! Petani kedua termangu. Seketika, dia memang memiliki segalanya sekarang, seolah hebat sekali hidupnya 40 tahun terakhir, tapi dia lupa hakikat kehidupan itu sendiri. Apa sebenarnya yang dia cari? Karena saat mati, semua akan tertinggal dibelakang. Aduh, malangnya urusan ini, 40 tahun itu tidak bisa diulang, tidak ada tombol replay atau restart. Semua telah terjadi. Semua telah tertinggal di belakang."

Sekilas cerita yang terdapat di dalam buku 'PERGI' masih banyak pesan moral lainnya yang membangkitkan semangat dikehidupan. Ketika kita membaca buku-buku karangan Tere Liye akan terasa seperti terbawa suasana senang, bahagia, sedih bahkan jika ada suatu kejadian seperti memperebutkan kekuasaan kita akan terbawa suasana tegang dan merasakan seperti berada dalam kejadian tersebut.

Baca Juga : Be Calm, Be Strong, Be Grateful

TIDAK ADA DOA YANG SIA-SIA - Inspirasi dari Hanan Attaki

Sudah merasa doa terus tapi belum terkabul jangan khawatir doa terus. tidak boleh putus asa untuk selalu terus meminta sama Allah. Segala sesuatu kalau sudah pergi di dunia ini tidak akan kembali lagi. Tapi kalau doa pergi ke Allah pasti akan balik lagi kepada yang meminta. Yakin dan jangan pernah ragu dalam berdoa kepada Allah.

"Allah berjanji 'Inni Qoribun' aku itu dekat, gak mungkin aku gak dengar doa kalian. Begitu kita berdoa kita fikir Allah dengar gak ya. Jangan-jangan kok doa saya belum di ijabah kayanya Allah gak dengar yang kemarin. Nggak! "Inni Qoribun' Artinya Aku itu dengar banget apa yang kamu ucapkan. Cara Allah mengijabah kata para ulama.

Satu, Allah mengijabah persis seperti yang kita minta. Dua, Allah mengijabah yang lebih baik dari yang kita minta. Mungkin yang kita minta kok ngga itu yang didapat, gak masalah pokoknya Allah pasti ngasih yang terbaik buat kita. Yang ketiga, Allah kalau ga ngasih yang persis, ngasih yang lebih baik dikasih diakhirat. Bahkan itu lebih keren daripada di dunia." Said Ust Hanan Attaki.

Ternyata yang terbaik buat kita tidak pernah terfikirkan oleh kita yang penting doa itu tidak sia-sia. Tidak mungkin Allah mengecewakan kita lewat doa, karena Allah Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Semua yang ditakdirkan adalah yang terbaik bagi Allah. #Sharing

Baca Juga : Tenang Aja Ada Allah

TENANG AJA ADA ALLAH - Inspirasi dari Hanan Attaki

Setiap kegelisahan, kekhawatiran, kegalauan dalam hidup kita semua pasti ada solusinya. Hanya kita tinggal percaya dan yakin bahwa semuanya akan selesai atas izin Allah. Tidak perlu risau menghadapai ancaman maupun ujian seberat apapun karena tenang ada Allah.

"Bukankah ketika kita mengingat Allah hatinya harusnya menjadi tenang? itu ciri orang yang beriman. Ketika kita galau, tenang aja ada Allah..Tenang!. Berarti masih beriman. Ketika kita ada sesuatu yang membuat kita khawatir resiko atau ancaman? Tiba-tiba kita bilang.. yaudah deh, serahin aja sama Allah, Tenang! Berarti dia orang yang beriman. kenapa? Orang beriman, kalau disebut nama Allah langsung tergerak hatinya untuk makin mantap. Yang tadi hatinya lemah sudah tidak berdaya, tiba-tiba bergairah lagi. Detak jantungnya sudah mulai normal lagi kenapa? ada nama Allah." Said ust Hanan Attaki.

Yakinkan hati kita kepada pertolongan Allah, seyakin ketika benda yang kalau dilempar tapi jatuh kebawah. nggak mungkin nggak! Kalau bisa lebih dari itu lebih keren, segitu aja udah keren. Kita segitu yakinnya sama Allah? Tenang aja!

Kalau sudah sama Allah beres, kalau sama Allah gampang, kalau sama Allah pasti bagus, kalau sama Allah pasti ada jalan keluar, kalau sama Allah itu pasti bahagia, kalau sama Allah itu yakin yakin yakin! seyakin benda yang kalau kita lempar ke atas pasti jatuh kebawah tidak ada satu ruang dan celahpun untuk ragu. Kalau sudah ditahap ini, kita akan melihat banyak sekali keajaiban-keajaiban Allah terjadi dalam hidup kita. #Sharing

Baca Juga : Tidak Ada Doa Yang Sia-sia

REVIEW BUKU | BE CALM, BE STRONG, BE GRATEFUL - Penulis Wirda Mansur


Assalamualaikum man teman...
Memang kalau rezeki gak kemana, tidak akan tertukar kalau sudah milik kita. Jadi aku sedikit flashback cerita tiga tahun yang lalu. Wirda Mansur pernah mengunjungi ke kota aku yang berada di daerah Pulau Sumatra untuk sharing tentang pengalaman hidupnya berkeliling dunia dengan Al Quran.

Pada saat itu Wirda baru menerbitkan buku pertamanya yang berjudul "Reach Your Dream". Penggemarnya banyak sekali membeli buku di tempat acara yang berkesempatan untuk dapat tanda tangan langsung dari penulisnya. Karena aku tidak mau kehilangan kesempatan ini,  mencoba untuk membeli buku pertamanya yang ternyata sudah kehabisan.

Saat acara telah berlangsung setiap melihat wajahnya yang teduh saya sholawatin. Soalnya salah satu isi dari ceramahnya kalau kita mau minta apa yang di inginkan disholawatin aja terus In Syaa Allah dikabulin sama Allah.

Kenapa saya sholawatkan berharap suatu saat nanti bisa setor hafalan 30 Juz Al Quran bersama Wirda Mansur. Akhirnya buku pertamanya saya beli di Gramedia yang tentunya tidak ada tanda tangan dari penulisnya. Ya mungkin ini bisa dibilang belum rezeki.

Kisah selanjutnya tentang buku keduanya yang berjudul "Be Calm, Be Strong, Be Grateful". Aku mendapatkan buku ini secara GRATIS kenapa? karena ada teman aku ke rumah dia bilang "Saya punya buku Wirda Mansur" dalam pikiran aku saat itu ya biasa aja karena aku juga punya yang buku pertamanya. Menanggapinya tidak terlalu antusias.

Setelah beberapa jam kemudian teman aku ingin pamit pulang, dikeluarkanlah buku yang berada didalam jok motor supaya aku dapat melihat judulnya. Ternyata ini buku kedua Wirda Mansur, Perlahan aku membuka halaman paling utama setelah cover depan, Ada TANDA TANGANNYA! Oke Saya pinjam.

Allah itu baik banget sekitar tiga tahun yang lalu saat Wirda datang, saya yang saat itu memiliki keinginan untuk mendapatkan tanda tangannya yang susah payah karena ramainya teman-teman lainnya berkeinginan sama, akhirnya aku tidak dapat. Digantikan dengan mudahnya mendapatkan buku yang keduanya secara gratis, ada tanda tangannya, dan bisa sepuasnya membaca.

Kenapa aku bilang buku ini didapatkan secara gratis karena walaupun ini hanya dipinjamkan tetapi tidak perlu mengeluarkan biaya untuk mengetahui isi cerita dari buku ini."Allah tidak akan kasih yang kita inginkan melainkan Allah akan kasih yang kita butuhkan".

Buku kedua Wirda Salamah Ulya, biasa dikenal sebagai Wirda Mansur. Buku ini membahas tentang no matter what, no matter how nothing is impossible for Allah. Kita tentu pernah merasakan apa itu susah. Juga pasti pernah jatuh bangun berjuang dalam hal.

Bahkan, mungkin ada yang pernah hampir menyerah, atau malah sudah menyerah. Wirda Mansur banyak menemukan pengalaman, yang mengajarkannya supaya lebih tegar, lebih kuat, lebih sabar, dan lebih bersyukur. Semua itu ia bagi dalam buku ini.

Ada beberapa isi dari buku ini yang favorite bangett! jadi ada yang bertanya ke Wirda "Who is your best friend?" AL QURAN. Al Quran udah nemenin gue selama bertahun-tahun. Paling bisa bikin hati tenang kalau lagi galau. Paling bisa ngasih jawaban terbaik kalau lagi bingung.

Paling bisa ngilangin stres kalo udah dengar bacaan Alquran, Tahu nggak? Alquran itu bisa milih, loh. Siapa yang pantas menjadi sahabatnya dan siapa yang bukan. Alquran tahu siapa yang benar-benar cinta sama dia dan mana yang main-main doang. Dan, Alquran, kalau sudah bersahabat sama kita, kita benar-benar bakal dijagain hingga di kubur, bahkan diakhirat.

Saat malaikat pengen nyiksa kita, Alquran bakal ngalangin malaikat. Saat di Padang Mahsyar, tidak ada satu pun orang yang bisa dimintai tolong. Alquran-lah yang jadi pelindung buat kita. Alquran bakal menuntun kita. Bahkan, Allah memuliakan mereka, para penghafal Alquran.

#Extra
Suatu kisah ada seorang raja yang memerintahkan dua orang untuk mengumpulkan karung berisikan buah-buahan segar. Dua orang itu diberi waktu sekitar dua minggu oleh raja untuk mengumpulkan buah-buahan tersebut.

Kelak, karung itu akan dibawa ke hadapan raja. Setelah seminggu pertama berlalu, tibalah akhir minggu kedua. Kedua orang ini telah siap membawa karungnya menghadap raja. Orang pertama berpikir,"ah, buat apa aku bawa buah-buahan segar ke Raja? Toh, Raja juga nggak akan membutuhkan buah-buahan itu."

Akhirnya, si orang pertama ini membawa buah-buahan yang sudah busuk, dibagian atasnya diberi buah segar agar nggak kelihatan buah busuknya. Orang yang kedua, dia membawa buah-buahan segar, sangat layak untuk dimakan. Orang kedua ini berpikir,"Aku harus membawa karung yang terbaik untuk Raja!" Maka, karung dia pun berisi buah-buahan yang baik dan manis.

Ketika mereka berdua menghadap Raja, Raja melihat karung mereka berdua. Lalu, dia menyuruh pengawalnya untuk memasukkan mereka berdua ke penjara. Tidak ada makan dan minum yang akan Raja berikan, tetapi isi karung dari mereka kumpulkan itulah yang akan mencukupi mereka selama dipenjara.

Si orang pertama menyesal karena ia mengumpulkan buah yang busuk, yang jelek, bau, dan nggak layak. Dia menyesal karena harus menelan apa yang diambil. Tapi, sudah terlambat karena dia sudah dipenjara, dan yang menjarain adalah seorang raja, lengkap dengan para pengawal.

Jangankan kabur, berharap untuk bisa menengok ke jendela luar sedikit saja pun nggak bisa. Orang yang kedua bersyukur karena apa yang ia petik berisi kebaikan, berisi hal-hal yang baik, buah yang segar, bagus, dan cantik-cantik. Maka, itulah yang akan ia makan.

Coba, ambil hikmahnya dari cerita tersebut. Apa yang kita petik selama di dunia, itu yang akan kita telan di akhirat nanti. Kita bakal menghadap rajanya raja, yang kedudukannya nggak ada yang bisa menggantikan. Siapa itu? Tak lain adalah Allah Subhanahu wa ta'ala. Agar bisa menurunkan ayat-ayat Allah dari 'Arsy, berarti harus menembus dari langit ke-7 hingga ke bumi. Malaikat Jibril, untuk bisa sampai ke 'Arsy-nya Allah itu membutuhkan waktu lima puluh ribu tahun hitungan dunia. Bayangkan!

Bolak-balik lima puluh ribu tahun bawa ayat-ayat Allah yang mulia. Melewati dua ratus miliar galaksi-galaksi yang ada. Nabi Muhammad SAW melewati lima puluh ribu tahun hanya untuk menerima perintah shalat, tapi kita masih leha-leha, malas-malasan, lalai, ini termasuk teguran buat gue juga.

Nah Alquran itu bukan benda dunia, Bos. Alquran bukan perkataan manusia, bukan perkataan bumi. Itu isinya dari dunia lain. Artinya, ya, nggak ada di bumi sebelum-sebelumnya. Murni dari luar sana. Luar biasa, kan? perintah menutup aurat pun, ada di Alquran.

Alquran dikasih ke gunung, gunung nolak ,nggak kuat nerima Alquran. Maka, Jika Alquran diturunkan ke gunung, gunung bakalan hancur berkeping-keping bakal meledak. Lalu, Allah memercayakan Alquran ke manusia karena hanya manusia yang kuat menerima Alquran. Jadi, orang yang sixpack, yang mengaku sangat kuat akan kalah sama orang yang hafal Alquran. Mengapa? karena orang yang hafal Alquran adalah orang yang terkuat di dunia ini. Wong, gunung aja dikasih Alquran meledak.

Masih banyak lagi motivasi-motivasi lainnya tentang bagaimana tantangan dalam hidup, yang suka pada galau, bimbang, dan perasaan gelisah. Wirda kasih tau caranya di dalam buku ini, kalau aku jabarkan semua bisa nggak cukup sizenya. Semoga bermanfaat, pesan penutup tentang apa motto hidup? "Jangan mau jadi orang yang nerima gaji. Jadilah orang yang ngasih gaji."Yusuf Mansur.

Baca Juga : The Untold Story of Salah

Thursday, February 14, 2019

REVIEW BUKU | MENJADI PRIBADI MENARIK DALAM SEHARI - Penulis Tera Wafa


Assalamualaikum man teman...
Sebenarnya buku ini sudah sekitar setahun yang lalu aku beli. Karena saat melihat judul bukunya membuat ketertarikan aku untuk merubah kepribadian diri menjadi lebih baik. Pada saat pertama beli kondisi hati memang lagi tidak bersahabat, yang menyebabkan adanya kegalauan.

Biasalah anak muda yang masih labik untuk menentukan tujuan hidup karena kurangnya motivasi diri. Akhirnya setelah melihat beberapa buku di Gramedia, ketemu jodohnya dengan buku ini yang tidak bosan-bosan sudah aku baca berulang-ulang untuk menumbuhkan semangat dalam diri.

Buku ini karya dari Tera Wafa seseorang yang lahir pada tanggal 17 Agustus 1987, di Pulau Buton, tepatnya di Desa Kapoa, Kecamatan Kadatua, Kabupaten Buton Selatan, Sulawesi Tenggara. Buku "Menjadi Pribadi Menarik dalam Sehari "  menjelaskan bahwa ketrampilan dan pribadi yang berkarakter seharusnya dimiliki oleh setiap orang.

Setelah baca buku ini kita akan banyak mendapatkan manfaat yang berharga, diantaranya : (1) Mengenal 37 cara praktis memunculkan daya tarik dalam diri kita (2) Mengetahui pengalaman praktis dan unik yang pernah dialami oleh segelintir manusia yang piawai menarik hati orang di sekitarnya (3) Mengetahui jenis-jenis sifat negatif yang perlu dihilangkan, sekaligus cara menghilangkannya (4) Menemukan hal-hal baru yang berhubungan dengan metode interaksi, seperti cara mengenal bahasa tubuh, cara memberikan kritikan yang konstruktif, pentingnya menerima pendapat orang lain, dan lain sebagainya.

Aku pribadi sih saat membaca halaman pertama merasakan energi positif untuk selalu semangat ingin berkembang menjadi pribadi yang lebih baik. Salah satu isi cerita di buku ini tentang menjadi pribadi yang karismatik yaitu menjauhkan diri dari sikap mengucilkan diri.

Salah satu alasan kenapa seseorang perlu belajar ilmu menjadi pribadi karismatik adalah agar menjauhkan dirinya dari sikap mengasingkan diri. Hidup di dunia memang banyak tantangan dan cobaannya. Seseorang kadang lebih memilih untuk mengasingkan diri daripada harus menghadapi musibah yang terjadi ditengah-tengah masyarakatnya.

Ciri-ciri orang yang mengucilkan diri adalah memutus tali hubungan dengan orang lain, menghindari celaan, dan takut dimusuhi. Diantara faktor utama yang mendorong seseorang ingin mengucilkan diri adalah tidak tahan dengan gangguan manusia.

Apalagi jika seseorang cepat sensitif dan mudah tersinggung, keinginan untuk mengucilkan diri pasti akan bertambah sehingga mengucilkan diri menjadi kebiasaannya dan mendarah daging dalam jiwanya. Padahal, agama tidak pernah mengajarkan penganutnya untuk mengucilkan diri.

Kata Ibnu Khaldun manusia adalah makhluk sosial. Pergaulan dengan manusia lainnya tidak dapat dihindari. Sekalipun dizalimi dan disakiti oleh orang lain, pergaulan haus tetap dijaga dan sabar menghadapi perbuatan orang disekitar. Jangan minder percaya diri saja setiap orang pasti punya kekurangan dan kelebihan dan bagaimana kita menjadikan kelebihan yang kita miliki untuk menutupi kekurangan yang kita punya.

"Seorang mukmin yang bergaul dengan orang lain dan bersabar atas kejahatan mereka lebih baik dari seorang mukmin yang tidak pernah sama sekali bergaul dengan manusia, dan tidak mau sabar atas kejahatan mereka." (HR.Bukhari).

Ada salah satu bab dalam buku ini yang berjudul  "Menahan Amarah" tentang terpenggal kisah bagi para orang tua yang kebingungan mengatasi kemarahan anaknya yang masih kecil, mungkin cerita berikut dapat menjadi rujukan bagaimana cara mengontrol kemarahan anak yang datang secara tiba-tiba.

Alkisah ada seorang ayah yang kesulitan mengatasi kemarahan anaknya. Namun pada akhirnya, sang ayah mendapat ide yang cemerlang. Sang ayah menyuruh anaknya menancapkan paku diatas dinding disaat marah. Anak kecil itu pun mematuhi perintah ayahnya. Ia mulai menancapkan satu paku di dinding setiap kali gelombang amarahnya naik. Jika amarahnya muncul berulang-ulang, maka tancapan pakunya akan semakin bertambah.

Di hari pertama pemandangan dinding itu terlihat sangat mengerikan karena dipenuhi oleh tancapan sejumlah paku yang acak-acakan. Pemandangan yang mengerikan itu tak lain adalah hasil dari kegelisahan sang anak. Anak kecil itu pun mulai prihatin dengan pemandangan tembok itu.

Dari kejadian itu, anak kecil itu mulai menyadari resiko masalah yang akan dihadapinya jika ia masih menancapkan paku diatas dinding. Seiring dengan bergantinya waktu, perlahan-lahan anak kecil itu mulai mengurangi jumlah tancapan paku di dinding.

Sampai suatu saat ia tidak pernah sama sekali menancapkan paku di dinding itu. Setelah berhasil melakukan itu, ia bergegas menuju ayahnya dengan perasaan riang gembira dan berkata, "lihatlah Ayah, hari ini saya tidak lagi menancapkan paku di dinding itu."

Lalu Ayahnya yang bijak itu menjawab,"Baiklah, sekarang kita akan mengubah latihan kita. Lakukanlah sebaliknya dari yang pernah engkau lakukan sebelumnya . Setiap hari ketika engkau tidak marah dan tidak merasakan ledakan emosi yang datang secara tiba-tiba, cabutlah satu paku dari dinding itu."

Pada awalnya, anak kecil itu merasa ngeri memperhatikan dinding yang dipenuhi oleh tancapan paku. Namun, demi mematuhi keinginan sang ayah, ia pun mulai latihan. Begitulah sang anak mulai latihannya dengan melepaskan jumlah paku satu persatu, hingga membuat hatinya berangsur membaik.

Keinginannya untuk menuruti gelombang emosinya sudah dapat ia kalahkan. Ia merasa kejiwaannya telah pulih kembali dan jumlah tancapan paku di dinding semakin berkurang. Suatu ketika sang anak pun bergegas menuju ayahnya. Dalam raut wajahnya, tampak sebuah kebahagiaan yang bercampur kemenangan. Anak itu berkata,"Ayah, lihatlah tancapan paku-paku yang ada dinding itu telah hilang, dan hari ini aku senang sekali."

Sang Ayah hanya tersenyum dan meraih tangan anaknya untuk mendekati dinding itu, sambil berkata,"Nak, letakkanlah jari-jarimu di lubang-lubang itu. Apakah engkau merasakannya?" Anak kecil itu pun tersimpuh malu, dan berkata,"betul Ayah, lubang-lubang ini adalah kenangan dari hari-hari burukku. Sang Ayah menjawab,"Nak, kesalahan yang pernah kita lakukan akan menyerupai lubang-lubang ini. Camkanlah bahwa sesungguhnya emosi dan amarah akan menyimpan luka dihati orang lain selamanya."

Jika kita menikam seseorang dengan pisau kemudian mencabutnya sambil meminta maaf beribu-ribu kali kepadanya, maka sungguh ucapan maaf yang kita ucapkan tak akan bisa menutupi luka tusukan itu. Tubuh yang sudah kita lukai tidak akan pernah kembali lagi seperti semula, dan justru meninggalkan bekas luka yang tidak akan hilang selamanya.

Seperti juga halnya kita sudah berbuat baik setiap saat kepada seseorang, kemudian menyakiti hatinya hanya sekali saja, maka semua kebaikan yang kita lakukan selama puluhan tahun akan terhapus saat itu juga dan kita dianggap sebagai orang yang tidak baik..

Kita mungkin akan berkata dalam hati setelah menyakiti orang lain,"Ah, nanti hatinya yang terluka akan sembuh juga kok."Memang biasanya luka akan sembuh, tetapi akan meninggalkan bekas yang akan terus dikenang sampai mati. Hal itu juga tentu berlaku pada hati ketika dilukai oleh orang lain.

Kisah diatas mengajarkan bahwa lebih baik dibicarakan baik-baik jangan sampai ada dendam diantara kita lebih baik kalau lagi marah mencoba untuk menyelesaikan dengan kepala dingin atau sebelum mau marah ucapkan istighfar.

Masih banyak lagi bab-bab yang menarik seperti bersedekah waktu, menjadi orang bijak, memahami bahasa tubuh, berpenampilan elegan dan lain sebagainya. Ini buku bagus untuk memotivasi kita saat lagi down dan merubah cara pandang kita terhadap orang disekitar kita.

Untuk penutup Peluru nasihat yang paling aku suka dalam buku ini "Anda perlu percaya bahwa kemarin adalah sejarah, esok adalah misteri, dan saat ini adalah anugerah (Guru Oogway).

Baca Juga : Cinta Yang Tak Biasa

Tuesday, February 12, 2019

HIDUP IBARAT SEPERTI RANSEL - Coretan Inspirasi

"Kalau kamu terus 'menggenggam', ada dua kemungkinan: pertama, kamu tidak bisa menerima sesuatu; kedua, kamu tidak bisa melepaskan sesuatu. Dua-duanya sepertinya tidak begitu baik. Buka genggaman agar bisa menerima sesuatu yang baru. Sesuatu yang lebih baik."
(-ARA- The Amazing Of Ikhlas)

Dalam sebuah kisah, seorang biksu yang sangat bijak memungut sebuah ranting di pinggir jalan. ia berbalik dan berkata kepada biksu muda yang menyertainya, "Apa ini berat?" Sebelum biksu muda bisa menjawabnya, biksu senior itu sudah melempar ranting itu ke semak-semak, lalu berkata, "Lihat kan? itu hanya berat jika kita melekat padanya."


Ya, itu hanya berat ketika kita memegangnya , namun begitu kita melepasnya, tidaklah berat lagi. Sungguh mendalam, sederhana, dan tak terlupakan. Pada kenyaataanya, memang sesuatu itu hanya berat jika melekat. Sakit hati, amarah, dendam, iri, patah hati, kehilangan, semua hal itu berat jika melekat di hati dan pikiran kita. Karena hidup kita itu seperti ransel. Kita membawa apa saja yang bisa kita bawa untuk menjalaninya.

Sementara itu, ransel kita terbatas karena tidak bisa membawa semuanya. Jadi, mau tidak mau harus memilih dan memilah mana yang harus dibawa dalam perjalanan hidup kita itu. Sayangnya, banyak orang yang memasukkan sakit hati dan patah hati ke dalam ranselnya sehingga perjalanan hidupnya menjadi semakin berat. Tentu saja seperti itu karena dia selalu menggendong sakit hati dan patah hatinya kemana-mana, setiap hari, sepanjang waktu.

Dia memikirnya, meratapinya, dan bertanya-tanya kenapa harus terjadi. Itu seperti mengeluh menggendong sebuah batu besar karena beratnya, tetapi tidak mau mengeluarkannya karena merasa bahwa batu itu terlalu berharga.

Ada juga yang menggendong ketakutan-ketakutan tentang masa depan. Padahal masa depannya saja belum terjadi. Dia mau berbisnis, tapi takut gagal, mau pindah ke kota lain, takut jika tidak nyaman. Mungkin karena itulah masa depan yang bahagia dan sukses jadi tertahan. Beban ransel hidup kita yang mengikat kita agar tidak berani berjalan.

Sebaiknya masukkan hal-hal yang baik dalam ransel hidup kita itu. Cinta, kenangan-kenangan baik, keikhlasan, dan sebagainya. Bawa yang kita butuhkan untuk menghadapi masa depan, bukan yang malah menyulitkan. Untuk apa juga membawa ketakutan jika kita ingin meraih yang kita inginkan? Sama saja kita tahu bahwa kalau disuntik itu akan menyembuhkan penyakit kita, tapi karena takut, kita tidak pernah mau disuntik, akhirnya penyakit kita pun tidak sembuh-sembuh.

Ransel kita memiliki batasan. Prioritaskan yang baik dan berguna bagi kita di masa sekarang dan di masa mendatang. Buka kembali ransel kita, ambil hal-hal yang memberatkan, masukkan hal-hal yang kita butuhkan. Jangan sampai apa yang kita bawa justru merepotkan diri sendiri karena ternyata bebannya terlalu berat untuk kita bawa. (Tulisan -ARA- The Amazing Of Ikhlas)

Baca Juga : Cara Berpikir Seorang Kakek Yang Menentukan Kesuksesan

Monday, February 11, 2019

BUAH DARI KESABARAN - Inspirasi dari Hanan Attaki

Hati tolong lah sabar dalam menerima segala bentuk ujian apapun dari Allah. Hadiah bagi orang yang sabar sangat nikmat. Memang sabar itu nunggu hadiahnya bertahun-tahun baru dapat yang paling istimewa. Kata Allah bersabarlah dengan sedikit ujian diberikan rasa takut, dengan sedikit kekurangan, dengan sedikit kegalauan. Tapi sampaikan berita gembira kepada orang yang sabar.

"Jadi tidak ada balasan dari kesabaran kecuali berita gembira. nggak ada balasan dari kesabaran kecuali keajaiban. Nggak ada balasan dan kesudahan dari kesabaran kecuali kemenangan. Tidak ada kesabaran menjadi penyesalan. Kesabaran menjadi kerugian, kesabaran kecelakaan itu bukan pasangannya. Bukan kaya gitu sunatullahnya. Sunatullahnya, pohon sabar hanya berbuah keberuntungan, kebahagiaan, keajaiban, pertolongan apalagi kebaikan-kebaikan itulah buah dari pohon sabar."Said Ust Hanan Attaki.

Jadi, pohon apa yang kita tanam maka buah itulah yang akan kita petik. Itu yang kita bangun dihati kita. Tinggal tunggu waktunya untuk tidak menyangka bahwa kesabaran yang selama ini kita lakukan membuahkan hasil yang indah. Bukan sabar ada batasnya melainkan sabar tidak ada batasnya. Semangat terus untuk menunggu hasil yang maksimal. #Sharing

Baca juga : Tantangan Menguji Mental

TANTANGAN MENGUJI MENTAL - Inspirasi dari Hanan Attaki

Terkadang ujian datang bertubi-tubi didalam kehidupan kita. Seberapa kuatkah kita untuk menyelesaikan masalah yang terjadi. Depresi yang menghampiri tentu tidak bisa ditolak, kegalauan yang dirasakan begitu mendalam sehingga membuat hati kita lemah dan tak berdaya. Tantangan ini yang membuat hidup kita merasa tidak berarti. Tapi bedakan ketika hubungan kita merasa enak sama  Allah sama ketika kita lagi jauh dari Allah terus dua-duanya dikasih masalah mana yang lebih nyaman buat kita?

"Kalau kita pas lagi dapat masalah pas lagi dekat sama Allah itu akan bertahan banget. Orang semakin dekat sama Allah makin tough makin bisa survive dalam menghadapi masalah. makin tuh, kenapa? karena survive seseorang dalam menghadapi masalah itu bukan soal dia punya uang atau gak, dia punya temen atau gak, dia sehat atau gak. Soal mentalnya, hatinya kuat ga mengadapi masalah. Kalau ditolaknya lagi jauh dari Allah itu baper kenapa kaya gitu, lemah? Gara-gara jauh dari Allah. Kalau ditolak pas lagi deket sama Allah? Gak apa-apa, yang penting gak ditolak sama Allah, kan gitu. Di tolak, ya Allah pasti engkau mau ganti yang lebih keren yah, khusnuzon aku tergantung prasangka hambaku." Said Ust Hanan Attaki.

Tenang aja selagi masih dekat sama Allah jangan risau, balik lagi kuncinya ya harus sabar. Setiap ada kesulitan pasti ada kemudahan, yakin aja deh. Jalanin aja serta pikirkan solusinya, bukan malah mengeluh dalam menyelesaikan masalah itu bukan jalan keluar. Cukup Allah sebagai penolongku dalam menyelesaikan permasalahan yang terjadi dikehidupan kita. #Sharing

Baca juga : Buah Dari Kesabaran

SABARLAH KETIKA SEDANG BERHIJRAH - Inspirasi dari Hanan Attaki

Apakah kita merasa bahwa setelah berhijrah, berharap semua yang kita inginkan didunia akan diberikan yang dimata Allah tidak ada nilainya? Berarti kita meminta kepada Allah sesuatu yang tidak baik dan membuang sesuatu yang baik. Kenapa kita ingin dibayar oleh Allah dengan dunia ketika kita beriman? Sedangkan para Nabi dan orang-orang yang beriman gak kaya begitu cara berpikirnya.

"Setelah beriman Allah uji maka mereka mengatakan ini untuk melihat apakah saya jujur dalam iman atau munafik. Baru hijrah Allah kasih ujian pundung, Aduh, sama aja ya udah hijrah ga hijrah tetap aja ga bisa dapat jodoh. gitu kan? akhirnya udahlah sekalian kaya dulu aja. Aduh sama aja, udah rajin ngaji belum keliatan juga ke atas. Masih aja belom ada yang kecantol, misalnya kan ya. Aduh udah pindah kerjaan  tetap aja belom dapat kerjaan yang lebih baik. Jawabannya Allah berikan itu setelah Allah lihat kesabaran kita." Said Ust Hanan Attaki.

Jadi kalau Allah belum melihat kesabaran kita Allah gak akan ngasih apa yang Allah janjikan. Karena yattakillah bukan hanya taubat tetapi sabar itu satu paket. Takwa itu taat dan sabar itulah takwa. Siapa yang taat lalu sabar baru Allah janjikan itu semua janji Allah bagi orang yang bertakwa dan takwa itu taat dan sabar. Kalau taat tapi gak sabar, pundung tadi maka Allah tidak punya janji apapun dengan dia. Ini logika yang dipakai Allah hitung-hitungan Allah SWT sehingga kita tidak kecewa. #Sharing

Baca juga : Memanfaatkan Kelebihan 

MEMANFAATKAN KELEBIHAN - Inspirasi dari Hanan Attaki

Sejak kita lahir Allah udah ngasih gift yang berbeda-beda. jangan minder jika kita belum bisa melakukan sesuatu yang kita inginkan. Karena setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Tinggal bagaimana kita mengasah kemampuan diri atau kelebihan yang kita punya untuk menjadi sebuah prestasi yang membanggakan bagi diri kita.

"Nggak ada manusia yang dilahirkan yang nggak punya kelebihan. Sebagaimana juga tidak ada manusia yang dilahirkan yang tidak punya kekurangan. Semua kita dilahirkan dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing. Tujuannya apa supaya bisa saling menyempurnakan. Contohnya cewek sama cowok, cewek itu perasaannya 9, logikanya 1.

Cowok itu logikanya 9 perasaannya 1 makanya cowok itu sering bilang gini. Kalau cewek lagi ngambek ya. Istrinya lagi ngambek. Cowok itu suka bilang gini! salah saya apa? itu pertanyaannya yang gak pakai perasaan. Karena dia hanya berpikir dengan logika. Tapi buat cewek itu udah baper banget karena perasaan cewek 9 logikanya 1 logikanya 9 perasaanya 1 tetap ada kurang dan lebih baru sempurna kalau digabung 10-10." Said Ust Hanan Attaki.

Begitu juga dengan kemampuan untuk mencapai prestasi yang kita inginkan. semakin kita asah kelebihan yang ada pada diri kita, kita fokus untuk terus berusaha memberikan yang terbaik maka lama kelamaan proses dari usaha tersebut terlihat kelebihan yang kita punya. Sehingga kekurangan yang dimiliki perlahan-perlahan hanya terlihat sedikit. Jangan patah semangat dalam menggapai suatu keinginan. Yakin Allah akan selalu bersama kita. #Sharing

Baca juga : Sabarlah Ketika Sedang Berhijrah

FAKTOR LINGKUNGAN BUKAN JADI MASALAH UNTUK KITA SUKSES - Coretan Inspirasi

"Setiap orang bertanggung jawab kepada masa depannya sendiri 
seperti apa pun lingkungannya, mau orang mengatakan apapun tentangnya."  
(-ARA- The Amazing Of Ikhlas)

Pada suatu pagi hari cerah, Jum'at 17 Desember 1903, dengan nama lambung Kitty Hawk North Carolina, Wilbur dan Orville Wright berhasil menggapai mimpi mereka. Keduanya menerbangkan pesawat udara pertama yang beratnya sangat jauh melebihi berat udara.
Cerita di balik mimpi mereka dimulai ketika masih kecil, ketika pada suatu hari ayah mereka membawa pulang sebuah mainan yang membuat mereka kagum. Ketika mainan tesebut terlepas dari tangan keduanya, mainan itu tiba-tiba melayang mengelilingi rumah. Kedua anak kecil itu sangat girang dan mempunyai mimpi untuk mewujudkan maninan itu menjadi kenyataan.

Ketika beranjak dewasa, mereka hanyalah pengusaha sepeda yang tidak mengerti teknologi. Namun mimpi mereka mengalahkan segalanya. Keduanya bahkan tidak lulus SMA apalagi gelar aeronautic, fisika, maupun matematika. Akan tetapi, pada akhirnya tetap mimpi dan kemauan yang menang.

Kisah lainnya adalah tentang Raja Louis XVI telah digulingkan dari takhtanya, bahkan dipenjara. Putranya yang masih muda kemudian dibawa oleh mereka yang menggulingkan raja. Mereka pikir, karena dia adalah putra mahkota, kalau bisa menghancurkan mentalnya, dia juga bisa mudah dikendalikan dan dijatuhkan suatu saat.

Pangeran itu dibawa ke sebuah tempat yang sangat jauh dan diperlihatkan segala hal yang kotor dan memalukan. Mereka memberikan makanan yang paling enak secara terus menerus agar kelak pangeran diperbudak oleh selera makan. Didekatnya, mereka juga selalu mengucap kata-kata yang memalukan. Selain itu, sang pangeran juga dihadapkan pada pelacur yang cantik-cantik agar dikendalikan nafsu.

Dua puluh empat jam dalam sehari, pangeran selalu dihadapkan pada situasi demikian. Selama lebih dari enam bulan pangeran itu selalu melihat sesuatu yang sama sekali tidak terhormat dan dipenuhi nafsu, tetapi dia tetap tak menggubris dan hidup seperti biasa keika dia di istana.

Akhirnya setelah percobaan yang berulang, mereka menyerah dan menanyai sang pangeran, "Mengapa Anda tidak terpengaruh sama sekali? Padahal yang kami hadapkan adalah kesenangan dan kenikmatan? Dan semuanya bisa anda miliki."

Kata sang pangeran,"Aku tidak bisa melakukan apa yang kalian minta karena sejak semula aku lahir, sudah ditakdirkan untuk menjadi raja."

Kebanyakan orang sering membenarkan apa yang dilakukannya karena masa lalunya yang buruk. Ada seseorang yang pernah menerima kekerasan dari orang tua, ketika dewasa dia melakukan kekerasan yang sama. Ada yang melakukan perselingkuhan karena dia pernah diselingkuhi. Ada yang menjadi pecandu dan mendewakan kebebasan karena dia berasal dari keluarga broken home

Sebenarnya mereka tetap tahu bahwa setiap perbuatan yang dilakukan itu salah, tapi mencari alasan untuk membenarkannya hanya karena peristiwa masa lalunya. Masalahnya adalah, salah tetap salah apa pun masalahnya. Ini tidak boleh dibenarkan dan dimaklumi hanya karena masa lalunya tidak berjalan baik.

Sedikit banyak, memang benar bahwa lingkungan membentuk seseorang, tetapi tetap orang itu sendiri yang memutuskan menjadi seperti apa dirinya. Berada di lingkungan miskin belum tentu menjadikan dirinya selalu berpikir bahwa dia miskin. Chaerul Tanjung si anak singkong dulu sangat miskin, tapi lihat dirinya sekarang.

Seperti itu juga seharusnya hidup kita. Jangan pernah menjadikan masa lalu sebagai alasan untuk tidak meraih kesuksesan dan kebahagiaan yang kita inginkan. Sudah banyak bukti orang sukses bukan karena masa lalunya, tapi karena pa yang benar-benar dia cintai dan dia kerjakan.
(Tulisan -Ara- The Amazing Of Ikhlas)

Sunday, February 10, 2019

KISAH WANITA MENOLAK BANTUAN KETIKA TERJADI BANJIR - Coretan Inspirasi


"Syukuri apa saja yang sudah diberi Tuhan, Percaya bahwa apa pun yang tidak diberikan, sebenarnya di dalamnya ada alasan kebaikan kenapa tidak diberikan".
(-ARA- The Amazing of Ikhlas)

Semua penduduk tiba-tiba terhenyak ketika pagi, rumah mereka sudah terendam air. Seketika semua orang berusaha mengungsi ke tempat yang lebih tinggi, kecuali satu orang. Orang itu mempunyai keyakinan sangat kuat bahwa Allah akan menyelamatkannya. Hanya Allah dan dia tidak butuh bantuan manusia lain yang tidak sempurna seperti dia.
Ketika genangan air bertambah hingga setinggi perut, sebuah mobil tentara khusus banjir menerobos air untuk menyelamatkannya, namun ditolaknya. Dia yakin bahwa Allah pasti menolongnya. Kenapa dia harus menggantungkan hidupnya pada manusia lain?

Genangan pun terus bertambah tinggi hingga dia naik ke atap rumah. Sebuah perahu berisi tim SAR dan tentara menghampirinya dan memintanya untuk ikut, lagi-lagi dia menolaknya. Bagaimana pun juga yang menolongnya pasti Allah. Dia yakin itu. Dia sudah berdoa dengan sangat tulus, jadi pasti dikabulkan, dan bukan manusia yang akan melakukan itu.

Akhirnya air pun sampai setinggi hidung hingga dia pun kesulitan bernapas. Sebuah helikopter datang mengulurkan tali. Sekali lagi dia menolaknya. Ketika SAR bermaksud turun dari Heli untuk menyelamatkannya, dia mengancam akan berenang menjauh. Pokoknya Allah akan dan pasti menolongnya. Dia mengatakan kepada tim SAR itu bahwa mereka harus berhenti berusaha menolongnya. Allah tidak akan menepati janji, jadi pasti akan menolongnya.

Akhirnya air terus meluap sampai dia pun mati tenggelam. Ketika diberi kesempatan berhadapan dengan Allah, dia protes, marah, geram dan berkata, "ya Allah, saya sangat percaya bahwa Engkau akan menolongku. Saya berdoa sungguh-sungguh, Engkau berjanji bahwa jika berdoa dengan sepenuh hati agar Engkau menolongku, tetapi kenapa Engkau tidak melakukan apa pun untuk menolongku?" Allah hanya menjawab "Kamu pikir siapa yang mengirim mobil, perahu dan helikopter?"

Masalah utama dalam hidup seseorang sering kali terlalu percaya bahwa Allah akan selalu menolongnya, tapi kesal karena ternyata tidak demikian. Padahal, kenyataannya memang Allah selalu memberi apa yang dibutuhkan orang tersebut, dia hanya tidak melihatnya.

Misalnya, kita menginginkan kekayaan atau kesuksesan. Sebenarnya, mungkin Allah sudah memberikan jalannya kepada kita, tapi kita tidak menyadarinya. Bisa jadi kita sudah diberi kemampuan berdagang atau dikenalkan dengan orang sukses yang bisa membuat kita belajar, atau diberi keahlian lain yang bisa mendatangkan uang seperti bernyanyi, melukis, menulis, dan lain sebagainya.

Sayangnya, karena kita selalu fokus pada doa tentang kesuksesan dan kekayaan tersebut, lalu berharap bahwa kekayaan akan datang tiba-tiba seperti durian runtuh, kita jadi melupakan dan menolak apa-apa yang sudah diberikan Allah. Jika kita saja melupakan kelebihan kita untuk mendapat kesuksesan, berarti salah kita sendiri yang melewatkan kesempatan untuk mendapatkan doa kita yang selama ini kita harapkan.

Persis seperti cerita tentang banjir tadi. Sebenarnya, Allah sudah mengirimkan banyak hal uang bisa menyelamatkan orang itu. Tapi dia berharap Allah yang benar-benar menolongnya. Padahal semua yang dia harapkan sudah dikirimkan Allah. Dia malah menolaknya.

Jadi, Allah selalu memberi apa yang bisa kita lakukan untuk membantu diri sendiri mencapai apa yang kita inginkan. Bentuknya tidak selalu persis seperti apa yang kita minta. Sama seperti Allah mengirimkan perahu sampai helikopter pada orang yang terkena banjir tadi.

Kita hanya harus melihat apa yang diberikan Allah itu, lalu melatihnya dan terus berkembang. Jangan sampai kita diberi Allah kemampuan brilian terhadap suatu hal, tapi kita meninggalkannya dan memilih cara aman yang tidak memiliki risiko kegagalan.

Berapa banyak orang yang pandai menyanyi tapi memilih kerja kantoran? Berapa banyak orang yang sebenarnya mungkin mahir berbisnis tapi memilih cari aman dengan bekerja kantoran? Berapa banyak orang yang memiliki suaut bakat luar biasa tapi tidak pernah berani menunjukkannya.

Kejar apapun yang diinginkan dengan apa yang diberikan Allah karena Allah tidak pernah salah dalam memberi. Kitanya saja yang tidak bisa melihat dan mensyukuri apa yang sudah Allah beri. (Tulisan -Ara- The Amazing of Ikhlas)

Baca Juga : Hidup Ibarat Seperti Ransel

Saturday, February 9, 2019

CARA BERPIKIR SEORANG KAKEK YANG MENENTUKAN KESUKSESAN - Coretan Inspirasi

" Hanya saja, setiap masalah yang datang tidak pernah bertujuan menjatuhkanmu. Tujuannya sederhana, Mengajarkanmu sesuatu. Kebijakan, kesabaran, kebahagiaan setelahnya. Kadang hanya itu, tapi kadang juga, kamu yang lebih fokus pada keterpurukannya sehingga melupakan makna di baliknya." (Kutipan -Ara- The Amazing Of Ikhlas).

Seorang kakek berjanggut panjang yang hidup di sebuah desa. Dia memiliki dua orang cucu yang tinggal bersamanya. 

Pada suatu ketika, sang kakek tertidur pulas di ranjang kamarnya. Kedua cucu melakukan hal yang tidak seharusnya dilakukan: mereka mengoleskan potongan terasi busuk ke janggut kakek.

Pada sore harinya kakek terbangun dan mencium bau terasi yang tak sedap. Sambil bersungut marah, ia berteriak,"Kamar ini bau terasi!". Ia lalu mencari tahu dari mana bau terasi tersebut. 

ia mencarinya di bawah kasur, di sudut-sudut kamar, di lemari. Hampir semua pelosok kamar dijelajahi kakek itu, tapi tetap tidak ditemukan terasi.

Dia berdalih ke ruangan lain di rumah itu. Satu per satu dijelajahi untuk mencari terasi. Bahkan semua terasi di dapur dibuangnya. 

Tapi tetap saja, dia mencium bau terasi. Akhirnya sang kakek menyerah. Dia memutuskan untuk keluar dari rumah saja sampai baunya menghilang. 

Tapi bahkan di luar rumah pun, tetap bau terasi. Dia sampai berjalan jauh dari rumah, tetap saja bau terasi.

Akhirnya sang kakek berteriak,"Dunia ini bau terasi!" 

Pertama harus diubah tentang kita adalah cara pandang. Jangan sampai hanya karena di bawah hidung kita ada olesan terasi, lalu kemudian kita menyimpulkan bahwa seluruh dunia ini, mengeluhkan pekerjaan, mengeluhkan hujan, mengeluhkan keluarga, mengeluhkan teman kerja, dan lain sebagainya.

Jika kita selalu mengeluh, mungkin bukan salah dunia dan orang-orang di sekitar kita. Mungkin ada kesalahan dalam diri kita sendiri. 

Bukankah kalau semua makanan terasa tidak enak, berarti bukan salah semua makanan? Berarti lidah kita yang bermasalah.

Paradigma itu seperti kacamat. Kalau kita memiliki paradigma yang tidak lengkap tentang diri sendiri dan dunia, itu sama seperti mengenakan kacamata dengan warna kaca yang salah. 

Lensanya akan memengaruhi pandangan kita terhadap apa pun yang kita lihat. Akibatnya, apa yang kita dapat dan kita percayai adalah apa yang kita lihat melalui kacamata tersebut.

Kalau seseorang percaya bahwa dirinya kurang pandai maka dia memang akan jadi kurang pandai. Kalau kita percaya bahwa rekan kerja kita kurang cakap dalam pekerjaannya, kita akan mencari bukti-bukti untuk membenarkan perkiraan kita. 

Dan, meskipun pada akhirnya ternyata dia bisa membuktikan bahwa dia mampu mengerjakan pekerjaannya, kita akan tetap berpendapat dan terus mencari bukti bahwa dia salah. Semua karena sejak awal kita selalu menganggapnya demikian. 

Jadi, paradigma adalah awal dari semua hal. Jika mau mengubah takdir hidup, paradigmanya harus berubah. Jika mau menikmati pekerjaan, paradigmanya harus berubah. 

Jika mau ikhlas, paradigmanya harus diubah. Begitu juga jika mau sukses, paradigmanya yang harus diubah. (Tulisan-Ara- Buku The Amazing of Ikhlas).

Baca Juga : Kisah Wanita Menolak Bantuan Ketika Terjadi Banjir

Friday, February 8, 2019

TINGGALKAN HAL YANG TIDAK BERMANFAAT - Inspirasi dari Hanan Attaki

Jangan memaksakan diri kalau kita tidak sanggup untuk melakukannya. Karena tidak enak sama teman kita bela-belain untuk melakukan yang terbaik di depannya. Mengupayakan semuanya harus berjalan dengan baik padahal terpaksa. Karena kalau kita meninggalkan sesuatu karena terpaksa ga ada gantinya. Kalau kita meninggalkan sesuatu itu karena ada yang lain selain Allah, Allah ga menjanjikan apa-apa. Siapa yang meninggalkan sesuatu karena Allah maka Allah akan menggantikan untuknya yang lebih baik daripada itu.

"Jangan pernah menukar kebajikan kita dengan sedikit mata'un qolil keuntungan dunia. Dalam angle Allah dunia itu lebih ringan daripada sebelah sayap nyamuk. Dalam angle Allah dunia ini lebih rendah daripada sebutir pasir di pantai. Kita boleh mendapatkannya karena dunia juga kesenangan bagi orang yang beriman tetapi jangan pernah menukarnya dengan akhirat. Sesungguhnya kebaikan dan kesenangan itu semuanya ada disisi Allah, maka tetaplah dijalan Allah. Suatu saat kita akan diberikan apa yang kita idam-idamkan." Said Ust Hanan Attaki.

Berprilakulah layaknya kita mengharapkan ridho dari Allah. Melakukan sesuatu untuk beribadah kepada Allah, maka Allah akan memberikan niat tulus kita untuk sesuatu yang baik buat kita. Jangan berupaya ingin disanjung dan disenangi oleh orang lain padahal itu tidak baik dimata Allah. Tidak semua orang menyukai perilaku kita, yang penting Allah sayang sama kita. #Sharing

Baca Juga : Bersabarlah Jika Jodoh Belum Juga Datang

BERSABARLAH JIKA JODOH BELUM JUGA DATANG - Inspirasi dari Hanan Attaki

Rezeki, jodoh, kematian sudah diatur oleh yang maha kuasa. Jangan khawatir bila jodoh tidak kunjung datang, Sabar dan solat merupakan kunci yang paling utama untuk mempersiapkan jodoh terbaik. Bersabarlah dan kuatkanlah kesabaran ketika belum menikah berusaha terus untuk bekali diri kita dengan kebijaksanaan. Dengan kesabaran, dengan akhlak mulia sehingga ketika nanti Allah menganugerahkan kita seseorang yang selama ini kita impikan.

"Boleh pacaran tapi setelah menikah, karena pacaran setelah nikah lebih indah dari segalanya. Saya justru mengajak orang pacaran setelah nikah. Jadi yang pacarannya sebelum nikah lebih enak putusin aja. Pacarannya setelah nikah, karena setiap yang kita perbuat pacaran setelah nikah banyak pahala yang mengalir. istri buatkan makanan suami, suami memandang istri duh indah banget pokoknya pacaran setelah menikah." Said Us Hanan Attaki.

Cinta yang datang sebelum nikah itu hanya nafsu sesaat, karena cinta yang sesungguhnya setelah menikah. Karena kesetiaan, tanggung jawab, dan juga perilaku sejujurnya hanya terlihat saat setelah menikah. kalau belum juga datang jodohnya terus berdoa minta sama Allah jangan pernah putus asa dalam meminta kepada Allah. #Sharing

Baca juga : Tinggalkan Hal Yang Tidak Bermanfaat

Saturday, February 2, 2019

BAHAGIA KARENA HATI KITA MERASA CUKUP - Inspirasi dari Hanan Attaki

Ketika kita mendapatkan kekurangan dalam hidup harus kita syukuri dengan yang Allah berikan, Semakin kita bersyukur, semakin Allah tambah memberi nikmat kita lebih banyak lagi. Dan ini lebih keren kalau dicukupkan daripada dikayakan karena ada yang dikayakan hartanya, tapi tidak diberikan kecukupan batin. Tetap aja merasa kurang.

"Allah simpan harta kita di sisi Allah, nanti pas kita butuh, Allah kasih . Kan yang disimpan disisi Allah lebih dahsyat, lebih kuat jaminannya. Allah ga pernah ingkar janji, Allah ga pernah mempersulit kita, mudahin kok. Buktinya apa? Yuridullahu bikumul yusra waala yuridul bi kumul 'usra (Q.S Al Baqarah : 185) Allah pengen memudahkan kalian ga pengen nyusahin kalian. Dan kalau transaksi dengan Allah itu jauh lebih banyak untungnya daripada dengan makhluk. Karena Allah Ghoniyun Maha Kaya ga akan kekurangan harta. Sehingga tinggal minta doang, kalau kita yakin dengan meminta lihat keajaiban yang akan datang". Said Ust Hanan Attaki.

Jangan iri dengan orang lain yang memiliki harta lebih dari kita, cukup banyak bersyukur maka kenikmatan lahir dan batin In Syaa Allah akan kita peroleh. Buang jauh-jauh rasa cemburu yang ada dalam diri kita, terus berbuat baik saja dengan penuh keyakinan bahwa kita mampu untuk menggapainya. #Sharing

Baca Juga :  Jangan Malu Untuk Minta Sama Allah

JANGAN MALU UNTUK MINTA SAMA ALLAH - Inspirasi dari Hanan Attaki

Ketika kita banyak keinginan pikiran kita terkadang terbesit banyak banget ya mintanya sama Allah. Itu gapapa semakin kita minta banyak sama Allah semakin Allah mengabulkan doa kita. Begitu juga sebaliknya kalau kita ga minta sama Allah, Allah akan marah. "Kita harus belajar percaya Allah memang seneng kalau kita banyak-banyak minta. Jangan suudzon sama Allah terus bilang, ah ga enak lah terus minta amal saya sedikit. Mending saya beramal aja gausah banyak minta. Jangan memperlakukan Allah seperti kita memperlakukan makhluk". Said Ust Hanan Attaki.

Orang kalau kita banyak minta dia akan kesulitan. Lama-lama dia akan merasa terganggu tapi Allah kalau ga diminta dia marah. Manusia kalau kita minta banyak-banyak dia marah, Allah kalau gak kita minta dia malah marah. Luar biasa Allah tuh seneng banget kalau hambanya meminta. Sehingga hamba yang paling Allah cintai diantara hamba-hambaNya. Hamba yang paling banyak menengadahkan wajah dan telapak tangannya. Ilahi..ilahi..ilahi

Minta sama Allah, Allah tuh suka banget diminta. Jadi apapun yang mau kita inginkan jangan ragu untuk terus minta sama Allah. Jangan mintanya sama makhluk lama kelamaan dia akan terganggu. Luangkan waktu sebanyak-banyak untuk terus beribadah kepada Allah dalam mewujudkan keinginan kita. Yakin akan terkabul karena semuanya milik Allah. #Sharing

Baca Juga : Bahagia Karena Hati Kita Merasa Cukup