Wednesday, December 18, 2019

JANGAN SOMBONG DENGAN APA YANG KITA MILIKI - Inspirasi dari Hanan Attaki

Ketika sukses jangan terlalu bangga dengan apa yang kita punya sehingga lupa diri. Karena kita tahu roda itu selalu berputar. Tidak boleh sombong, akui kebesaran Allah. Kalau kita dapat nikmat, ini nikmat dari Allah. Jangan merasa bahwa apa yang kita miliki diperoleh hanya dari kerja keras kita. Itu bukan sesuatu sifat yang tidak baik untuk kita miliki. Jauhkanlah dari dalam diri kita.

"Saya pernah punya teman yang lagi sukses-suksesnya bangga sampai lupa diri. Tiba-tiba Allah kasih pelajaran, dia bangkrut ditipu orang hutangnya sekitar 30 miliar dalam hitungan hari. Baru beberapa tahun lalu dia sukses banget kemana-mana dia gak mikirin duit tinggal gesek. Kemana-mana bawa pasport kalau lagi bete keluar negeri. Gak pernah bawa baju, kalau ke luar negeri tinggal beli baju. Orang ini sukses banget, tiba-tiba dibalikkan oleh Allah memiliki utang 30 miliar, lemas. Benar ya gak boleh sombong, akui kebesaran Allah," Said Ust Hanan Attaki.

Apapun yang kita miliki semua ini hanya titipan tidak ada yang abadi. Balik lagi ini semua punya Allah, jangan sombong dengan apa yang kita punya. Sebagian harta yang kita miliki adalah milik orang lain. Bersyukurlah apa yang kita miliki, maka semakin kita bersyukur Allah akan tambahkan nikmat untuk kita. #Sharing

Tuesday, December 17, 2019

MASALAH DALAM HUBUNGAN CINTA - Inspirasi dari Hanan Attaki

Semua pernah merasakan jatuh cinta? Apalagi jatuh cinta kepada pasangan yang sudah halal, indahnya luar biasa. Jatuh cinta terkadang banyak liku-liku yang menguji kesetiaan dalam hubungan.  Kalau kita ada masalah dalam cinta solusinya cuma satu, sholatlah. jadi minta tolongnya sama Allah dengan sholat. "Udah aja kalau kita lagi ada masalah, saya pengen menikahi perempuan itu cuma kayanya ga selevel nih. biar selevel sholat nanti Allah berikan jalan yang tidak terduga-duga," Said Ust Hanan Attaki.

Pentingnya dalam masalah hubungan yaitu jaga pandangan buat yang sudah menikah, kenapa? orang yang selalu melihat yang lain untuk dibanding-bandingkan itu tidak akan bagus rasanya dengan cinta dia kepada pasangan. Jadi kalau kita ingin merasakan cinta yang berbunga-bunga jangan terlalu lihat wanita yang lain. Udah lihat aja wanita yang ada dirumah, lihatin yang lama. ini salah satu solusi untuk mempertahankan rasa cinta kita terhadap pasangan. Karena semakin sering kita melihat yang lain itu akan merusak perasaan kepada pasangan kita.

Baca Juga : Tenang Saja Jodoh Pasti Bertemu

Dan itu benar firman Allah di Surah An nur. "Hendaklah orang-orang yang beriman itu menundukkan pandangan" ternyata fungsinya bukan hanya menjaga hasrat kita, tapi juga menjaga cinta kita kepada pasangan kita. Tentu juga secara umum cinta itu berkorban walaupun berat dinikmati saja, namanya juga cinta. Orang yang ingin merasakan cinta yang begitu dahsyat harus berkorban dulu. Karena ketika kita berkorban kita jadi punya rasa memiliki yang besar, sehingga semakin besar pengorbanan semakin tidak mau putus. Karena kita sudah ngasih habis-habisan.

Bandingkan saja cinta ayah dan ibu kepada seorang anak itu lebih besar mana? lebih besar ibu rata-rata karena ibu berkorbannya lebih daripada ayah kalau ayah memberi nafkah. Sedangkan ibu dengan jiwanya, nyawanya, fisiknya semuanyalah dia memberikan susu demi untuk bisa ngasih anaknya. Rela jadi gemuk demi anaknya untuk mendapatkan susu yang banyak, bentuk berkorban ibu. Sehingga cinta ibu tidak terbalas, jadi kalau kita ingin mendapatkan cinta yang besar. Berkorbanlah.#Sharing

Monday, December 16, 2019

CARA MENENTUKAN PILIHAN YANG BENAR - Motivasi Suara Pagar Kehidupan


Pernah mengalami kebingungan gak sih dalam hidup? Mana yang harus dipilih pekerjaan yang nyaman atau keluar dari zona nyaman penuh tantangan dan resiko! yaps, sama kalo gitu saya juga pernah merasakan hal yang sama. Tapi bedanya disini cara pandang dalam mengambil keputusan pilihan hidup yang berbeda.

Mengambil keputusan hidup cenderung ragu-ragu dan takut. Ragu-ragu itu tidak enak apalagi galau. Penyebab keragu-raguan itu apa sih? Sebenarnya yang membuat kita takut itu bukan karena sesuatu hal yang menakutkan. Karena selama ini diri kita berhalusinasi.

Loh berhalusinasinya gimana? Berhalusinasi bahwa diluar sana ada pilihan hidup yang tidak ada resikonya. Pilihan pikiran kita mana yang akan kita pilih yang tidak ada resikonya. Kita pikir ada hal diluar sana yang tidak ada resikonya. Setiap pilihan itu ada resikonya.

Pilihan apapun yang akan dipilih didalam hidup ini adalah resiko. Contoh kamu sedang bingung memilih pekerjaan. Kenapa ya gue kalau kerja sering banget pindah-pindah, ga bertahan. Hal itu terjadi karena didalam otak kita, kalau didalam pilihan itu ada resikonya.

Setiap pilihan yang kita pilih pasti ada resikonya, pola pikirnya yang harus diubah. Bagaimana cara mengelola diri demi masa depan?

Diantara pilihan tadi mana kira-kira resikonya paling sedikit. Bagaimana dengan pekerjaan, gimana caranya supaya langkah kita tidak ragu lagi untuk kedepannya. Caranya gampang kita sadari bahwa setiap langkah awal selalu terasa berat. Tapi percaya atau tidak, langkah yang paling ringan justru langkah yang kedua.

Kalau memang ingin mencoba, coba aja dulu selama mindset kita sekarang benar. Semua pekerjaan ada resikonya. ketika mengambil langkah pertama coba dulu jangan cengeng ketika menghadapi tantangan. Setiap pekerjaan ada resikonya. Jangan pikir dulu baru mencoba itu sumber kegagalan sejati.

Ambil langkah pertama dulu baru analisa. Setiap pilihan yang dilihat itu bukan pilihannya tapi resikonya dari semua pilihan mana yang resikonya kita terima. Mana resikonya yang saat ini mau kamu pegang dan kamu hadapi. Video selengkapnya bisa langsung klik dibawah ini :

Cara Menentukan Pilihan Hidup Yang Benar - 
Motivasi Hidup Sukses

SENGSARA ITU BUKAN KARENA KEKURANGAN HARTA - Inspirasi dari Hanan Attaki

Semakin kita banyak bersyukur Allah akan menambahkan nikmat yang banyak kepada diri kita, ini janji Allah. Kebahagiaan yang kita rasakan semuanya dari Allah. Apapun yang sedang kita rasakan, mau senang, sedih, galau apapun itu balik lagi ngadu kepada Allah. Karena permasalah apapun kalau sudah sama Allah akan beres, yakinkan itu.

"Yang membuat kita sengsara itu bukanlah kita kekurangan harta, bukanlah kita sendiri, bukan kita dalam keadaan susah atau banyak penyakit. Yang membuat kita sengsara itu, hati kita tidak cukup merasa bahagia. Terlalu kecil ruangnya untuk kebahagiaan. Sehingga kita selalu merasa hampa, Said Ust Hanan Attaki."

Baca juga : Jangan bersedih, karena ini semua sudah menjadi ketetapan Allah

Sedangkan orang yang Allah cukupkan, mungkin dia yang Allah uji dengan penyakit sekian belas tahun tidak sembuh seperti nabi Ayyub. Mungkin dia orang yang Allah uji dengan kehilangan orang-orang yang dicintai seperti nabi Yakub. Mungkin dia adalah orang yang diuji dengan harus meninggalkan, orang yang paling di cintai seperti Nabi Ibrahim. Tapi Allah cukupkan hatinya dengan kebahagiaan, Hasbunallah. Tidak ada yang lebih berharga bagi kita dari pada Allah.

Maka siapapun yang memberikan hatinya kepada makhluk, sebelum kepada Allah dan Rasul. Siap-siaplah untuk sengsara dan kecewa. Berikan hati kita pada Allah dan Rasul. Setelah itu, Allah yang akan memberikan hati itu kepada orang yang paling layak. Jadikanlah Allah dan Rasulullah cukup dihati kita. #Sharing  

BERJUANG SEPERTI POHON APEL - Coretan Inspirasi

Suatu saat, hidup sebatang pohon apel besar dan anak lelaki yang senang bermain di bawah pohon apel itu setiap hari. Ia senang memanjatnya hingga ke pucuk, memakan buahnya, tidur-tiduran di keteduhan rindang daunnya. Anak lelaki itu sangat mencintai pohon apel itu.

Pohon apel pun sangat mencintai anak kecil itu. Waktu terus berlalu. Anak lelaki itu kini telah tumbuh besar dan tidak lagi bermain-main dengan pohon apek itu setiap harinya. Suatu hari ia mendatangi pohon apel, wajahnya sedih."Ayo ke sini bermain-main lagi denganku," pinta pohom apel itu.

"Aku bukan anak kecil yang bermain dengan pohon lagi,"jawab anak itu."Aku ingin memiliki mainan, tapi aku tak punya uang untuk membelinya." Pohon apel menyahut,"Maaf aku pun tak punya uang, tapi kau boleh mengambil buah apelku dan menjualnya. Kau bisa mendapat uang untuk membeli mainan kegemaranmu."

Anak itu sangat senang. Ia memetik semua buah apel yang ada di pohon dan pergi dengan suka cita. Namun setelah itu si anak tak pernah datang lagi.

Pohon apel kembali sedih.

Suatu hari anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel sangat senang melihatnya."Ayo bermain denganku lagi," kata pohon apel. "Aku tak punya waktu," jawab anak lelaki itu."Aku harus bekerja untuk keluargaku. Kami butuh rumah untuk tempat tinggal. Maukah kau menolongku?"

"Maaf aku pun tak memiliki rumah. Tapi kau boleh menebang semua dahan rantingku untuk membangun rumahmu," kata pohon apel. Anak lelaki itu menebang semua dahan ranting pohon apek dan pergi dengan gembira.

Pohon apel juga merasa bahagia melihat anak lelaki itu senang, tapi anak lelaki itu tak pernah kembali lagi. Pohon apel merasa kesepian dan sedih. Pada suatu musim panas, anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel merasa dangat bersuka cita menyambutnya. "Ayo, bermain-main lagi denganku," ajak pohon apel.

Baca juga : Dahulukan Yang Paling Penting

"Aku sedih," kata anak lelaki itu."Aku sudah tua dan ingin hidup tenang. Aku ingin pergi berlibur dan berlayar. Maukah kau memberi aku sebuah kapal untuk pesiar?"

"Duh, maaf aku tak punya kapal, tapi kau boleh memotong batang tubuhku dan menggunakannya untuk membuat kapal yang kau mau. Pergilah berlayar dan bersenang-senanglah." Kemudian, anak lelaki itu memotong batang pohon apel itu dan membuat kapal yang diidamkannya. Ia lalu pergi berlayar dan tak pernah lagi datang menemui pohon apel itu.

Akhirnya, anak lelaki itu datang lagi setelah bertahun-tahun kemudian. "Maaf anakku," kata pohon apel itu. " Aku sudah tak memiliki buah apel algi untukmu."

"Tak apa, Aku pun sudah tak memiliki gigi untuk mengigitb buah apel apelmu," jawab anak lelaki itu. "Aku juga tak memiliki batang dan dahan yang bisa kau panjat," kata pohon apel. "Sekarang, aku sudah terlalu tua untuk itu," jawab anak lelaki itu.

"Aku benar-benar tak memiliki apa-apa lagi yang bisa kuberikan padamu yang tersisa hanyalah akar-akarku yang sudah tua dan sekarat ini," kata pohon apel itu menitikkan air mata. "Aku tak memerlukan apa-apa lagi sekarang," kata anak lelaki."Aku hanya membutuhkan tempat untuk beristirahat. Aku sangat lelah setelah sekian lama meninggalkanmu."

"ooh, bagus sekali. Tahukah kau, akar-akar pohon tua adalah tempat terbaik untuk berbaring dan beristirahat. Marilah berbaring di pelukan akar-akarku dan beristirahatlah dengan tenang." Anak lelaki itu berbaring di pelukan akar-akar pohon. Pohon apel itu sangat gembira dan tersenyum sambil meneteskan air matanya.

Pohon apel itu ibarat orang tua kita. Ketika muda, kita senang bermain-main dengan ayah dan ibu. Ketika tumbuh besar, kita meninggalkan mereka, dan hanya datang saat memerlukan sesuaut atau dalam kesulitan.

Tak peduli apa pun, orang tua kita akan selalu ada di sana untuk memberikan apa yang bisa mereka berikan untuk membuat kita bahagia. Kita mungkin berpikir, bahwa anak lelaki itu telah bertindak sangat kasar pada pohon itu, tetapi begitulah cara kita memperlakukan orang tua kita.

Pesan : Ingatlah dalam hati setiap kondisi apa pun, ada orang tua yang selalu mendoakan kita. Ketika kita sukses dan berkecukupan pastinya itu berkat doa orang tua. Saat kita ditimpa kemalangan pastinya yang seddi pertama kali adalah orang tua. 

Mereka selalu mengingat anak-anaknya, namun seringkali anak-anaknya melupakan untuk sekedar menyapa mereka. Padahal saat mereka tinggal berdua atau sudah sendirian saja, bahkan hanya sapaan dan kunjungan dari anak-anaknya saja. Sudahkah kita mengunjunginya?

(Deassy M. Destiani - Bukan Untuk Dibaca/The Most Inspiring Story)

SABAR DALAM MENGHADAPI UJIAN - Inspirasi dari Hanan Attaki

Hidup yang kita jalani tentu ga semulus jalan tol, pasti ada rintangan yang menghalangi. Tapi tidak masalah karena ini semua sudah menjadi ketentuan Allah. Tinggal bagaimana kita menjadi makhluk mengetahui ini semua hanya kesulitan sesaat. Balik lagi setiap ada kesulitan pasti ada kemudahan. Sabarlah dalam menghadapi apapun yang terjadi didalam hidup kita.

"Terutama sabar zulzillu ketika kita diuji dengan ego, marah, perasaan, sakit hati. Ini ujian jauh lebih berat daripada ujian fisik dan ujian harta. Termasuk, rasa cinta, rasa benci, kadang itu menjadi ujian. Kenapa ujian bikin kita tidak lagi logis, gak realistis dan kadang-kadang mengabaikan hal-hal, nilai-nilai yang selama ini kita pegang sebagai satu kebenaran. Kita ngabaikan batasan-batasan syariat, ini semuanya ujian dari Allah Swt. Sehingga tidak disebut orang yang beriman Kecuali ketika Allah Swt melihat ia sabar dalam ujian, Said Ust Hanan Attaki."

Ketika kita sabar dalam menghadapi ujian maka akan menerima manisnya buah bagi orang-orang yang sabar. Ujian yang Allah berika ke kita itu merupakan tanda Allah sayang sama kita. Jadi sabarlah dalam mengatasi masalah yang ada dengan kepala dingin. Jangan pakai emosi karena itu tidak menyelesaikan masalah. #Sharing

DAHULUKAN YANG PALING PENTING - Coretan Inspirasi

Seorang dosen berdiri di depan kelas filsafat. Saat kelas dimulai, dia mengambil toples kosong dan mengisi dengan bola-bola golf. kemudian ia berkata kepada murid-muridnya, "Apakah toples sudah penuh?"

Mereka setuju!!

Kemudian dia menuangkan batu koral ke dalam toples, mengguncang dengan ringan. Batu-batu koral mengisi tempat yang kosong di antara bola-bola golf. Kemudian dia bertanya kepada murid-muridnya, "Apakah toples sudah penuh..??" Mereka setuju!

Selanjutnya dia menabur pasir ke dalam toples. Tentu saja pasir menutupi semuanya. Profesor itu sekali lagi bertanya, "Apakah toples sudah penuh??" Para murid berkata, "Yess!!"

Lalu dia menuangkan dua cangkir kopi ke dalam toples dan secara efektif  kopi mengisi ruangan kosong diantara pasir. Para murid tertawa...

"Sekarang, saya ingin kalian memahami, bahwa toples ini mewakili kehidupanmu. Bola-bola golf adalah hal-hal penting. Tuhan, keluarga, anak-anak dan kesehatan. Jika yang lain hilang dan hanya tinggal mereka maka hidupmu masih tetap penuh."

Suasana kelas sunyi.

"Batu-batu koral adalah hal-hal lain, seperti pekerjaanmu, rumah, dan mobil. Pasir adalah hal-hal sepele. Jika kalian pertama kali memasukkan pasir ke dalam toples maka tidak akan tersisa ruangan untuk batu-batu koral ataupun untuk bola-bola golf!

Hal yang sama akan terjadi dalam hidupmu. Jika kalian menghabiskan energi untuk hal-hal yang sepele, kalian tidak akan mempunyai ruang untuk hal-hal yang penting buat kalian."

Kelas tetap sunyi.

"Jadi beri perhatian untuk hal-hal yang penting untuk kebahagiaanmu. Bermainlah dengan anak-anakmu. Luangkan waktu untuk check-up kesehatan. Ajak pasanganmu untuk keluar makan malam. Berikan perhatian teerlebih dahulu kepada bola-bola golf. Hal-hal yang benar-benar penting. Atur prioritasmu. Baru yang terakhir, urus pasirnya."

Baca Juga : Kisah Wanita Menolak Bantuan ketika Terjadi Banjir

Salah satu murid mengangkat tangan dan bertanya,"Kopi mewakili apa?" Profesor tersenyum,"Saya senang kamu bertanya. Itu untuk menunjukkan kepada kalian, bahwa sekalipun hidupmu tampak sudah sangat penuh, tetap selalu tersedia tempat untuk secangkir kopi bersama SAHABAT..."

Pesan : Seringkali manusia lupa, bahwa mereka hidup di dunia ini untuk apa? Padahal semuanya hanya sementara. Kesibukan mencari nafkah menjadi prioritas utama, sehingga melupakan hal penting yang utama yaitu Tuhan, keluarga, dan kesehatan diri sendiri. Bahkan seringkali karena kesibukkan kita lupa, bahwa kita membutuhkan sabahat untuk berbagi. Sudahkah kita hitung berapa banyak sahabat yang dimiliki saat ini?

(Deassy M. Destiani - bukan untuk dibaca/The Most Inspiring Story)

Thursday, December 12, 2019

REVIEW BUKU | PENGAGUM AKHIRAT - Penulis Fazar Firmansyah. Dkk


Assalamua'alaikum man teman...
Sudah makan belum nih? udah berapa buku yang sudah dibaca? Semoga pada sehat yaa. aamiin

"Wahai kaumku! Sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah kesenangan (sementara) dan sesungguhnya akhirat itulah negeri yang kekal." (QS Al-Mu'min [40]: 39)

Buku yang saya review kali ini membuat saya sadar bahwa memang kita hidup didunia ini hanya sementara, di dunia ini hanya tempat persinggahan kita menuju tempat yang kekal. Sedikit cerita kenapa saya tertarik dengan buku ini. Awalnya melihat dari judul membuat saya berusaha untuk mengetahui tujuannya untuk apa sih kita hidup di dunia ini?

Karena saat berada di toko buku, hati saya tergugah untuk membaca synopsis yang ada pada buku ini. "Setiap detik yang kita habiskan seharusnya menyadarkan kita bahwa waktu yang kita miliki sangatlah singkat. Apakah mungkin kita bisa mendapatkan bekal yang banyak dengan memanfaatkan waktu yang singkat ini? Sangat mungkin, selama kita tahu ilmunya. Cara termudah mengingat akhirat adalah dengan 'beribadah seakan-akan hari ini adalah hari terakhir kita hidup.'"

Buku PENGAGUM AKHIRAT menjadi jawaban atas kegelisahan problematika anak muda yang semakin hari semakin lupa akhirat. Buku ini berisi kumpulan tulisan yang mengajak para pembaca untuk aware pada hari akhir dan mempersiapkan bekal menuju hidup yang kekal.

Dan juga karena saya suka warna biru jadi salah satu ketertarikan untuk membaca buku ini. Memang setelah saya rasakan saat ingin membeli buku. Cover dan judul buku sangat mempengaruhi minat pembaca. Oke lanjut.

Perbab banyak mencontohkan kejadian-kejadian yang seharusnya kita lakukan untuk menjadikan diri kita memiliki arah dan tujuan hidup di dunia. Dalam memanfaatkan waktu dan bermanfaat bagi orang lain. Ada salah satu bab yang membuat saya ngena banget tulisannya.

Judulnya "YANG PALING MULIA"

"Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan yang banyak mengingat Allah."
(QS al- Ahzab [33]:21

Katanya rindu itu berat? Rindu kepada siapa?
Sudahkah kita merindukan Nabi SAW yang telah membawakan cahaya cintanya dan menuntun kita. hingga saat ini. Beliau berjuang mati-matian untuk umatnya tanpa timbal balik. Beliaulah yang akan memberikan kita syafaatnya (pertolongan) di hari kiamat kelak. 

Lantas, kita yang masih muda masih maukah menunda untuk lebih dekat dengan beliau? Menunggu apa? seharusnya tak ada alasan untuk mengenal lebih dekat dengan beliau, apalagi untuk bershalawat memohon pertolongan serta mengharapkan syafaat beliau. Bukan malah sebaliknya mengidolakan yang tak pantas kita contoh, menirukan yang tak bermanfaat untuk diri kita.

Siapakah yang paling mengkhawatirkan kehidupan kita di dunia? Beliaulah, Nabi yang telah membawa cahaya untuk kehidupan kita, tetapi sering kali kita meluoakan keberadaanya. Yang sekarang kita jalani ini adalah fana, dunia benar-benar hanya sementara dibandingkan dengan waktu yang akan kita tempuh di hari kiamat kelak.

Ketika Allah telah menyiapkan sebuah jalan (shirath) yang terbentang antara dua pinggir neraka Jahanam, besarnya seutas rambut-atau seikat rambut-tajam bagai pedang. Di atasnya ada besi-besi pengait dan penyambar serta tumbuhan berduri bagai duri-duri pohon Sa'dan. Dan di bawahnya ada jembatan licun menggelincirkan.

Mereka melewatinya, ada yang sekejap mata, ada yang secepat kilat, ada yang seperti embusan angin, ada yang sekencang kuda berlari, atau sekencang unta, atau sekencang orang berlari. Di antara mereka ada yang selamat sentosa, ada yang selamat dengan babak-belur, dan ada pula yang wajahnya terhempas-hempas dalam neraka Jahanam.

Manakala penghuni surga telah sampai di depan pintu surga, mereka berkata, "Siapakah yang dapat memberi syafaat (mendoakan) kita kepada Tuhan, agar Dia mengizinkan kita masuk surga?" dan yang lain berkata,"Siapa lagi yang lebih patut melakukan itu selain bapak kamu sekalian, Adam? Sesungguhnya dia telah diciptakan Allah dengan tangan-Nya, Bahkan Allah telah meniupkan ke dalam dirinya roh ciptaan-Nya, dan berbicara berhadapan langsung dengannya."

Apakah benar Nabi Adam yang dapat memberikan syafaat itu? Maka datanglah mereka kepada Adam untuk meminta syafaat. Namun, ternyata Adam menyebut suatu dosa (yang penah dilakukannya), lalu berkata,"Aku tidak patut melakukan itu. Tetapi, pergilah kalian kepada Nuh. Karena dia adalah Rasul Allah yang pertama kepada makhluk-Nya."

Baca Juga : Review Buku Bidadari Untuk Dewa

Kemudian mereka datang kepada Nuh dan meminta syafaat kepadanya. Tetapi, Nuh pun menyebut sesuatu (dosa), lalu berkata," Aku tidak patut menolong kalian. Tetapi, pergilah kalian kepada Musa."

Bayangkan, seorang Nabi ciptaan Allah yang paling pertama saja mengakui dosanya, begitu pun Nabi Nuh, nabi yang telah mengalami berbagai ujian dan cobaan hingga ia diangkat menjadi Rasul Ulul Azmi saja merasa tidak pantas untuk memberi syafaat kepada umatnya. Lalu, siapakah yang pantas memberikan pertolongan tersebut atas izin Allah ketika hari Akhir kelak?

Kemudian mereka meminta syafaat kepada Musa, tetapi Musa pun menyebut suatu dosa (yang pernah dilakukannya), lalu berkata,"Aku tidak patut melakukan itu. Tetapi, pergilah kalian kepada Roh (ciptaan) Allah. Isa bin Maryam."

Mereka pun pergi meminta syafaat kepada Isa, dan dia pun berkata pula, "Aku tidak patut melakukan itu. Tetapi, pergilah kalian kepada Muhammad SAW. Rasullullah SAW bersabda, "Maka mereka pun datang kepadaku. Memang aku mempunyai tiga syafaat di sisi Tuhan-ku, yang telah dijanjikan kepadaku."

Tergambar betapa mulianya Nabi Muhammad SAW. Betapa beliau begitu dicintai oleh Allah dan begitu mencintai umatnya. Meskipun begitu, bukan kita tak layak mencintai para nabi yang mendahului Nabi Muhammad, karena mereka pun wajib kita rindukan. Mereka jugalah yang memperjuangkan agama islam, agama yang menolong kita di hari akhir kelak, agama yang paling benar disisi Allah SWT. 

Masih banyak lagi setiap bab tentang tujuan hidup kita di dunia. Ada beberapa tingkatan neraka dan syurga. Buruan yang penasaran bisa langsung ke toko buku, untuk bekal kita menuju akhirat. Semoga man teman selalu diberi rezeki, dilancarkan urusannya. Terima kasih yang sudah setia mengikuti perkembangan tentang #review book ini. kalau ada krisan boleh langsung dibawah ya.

Monday, December 9, 2019

KALAU GAGAL, BANGKIT LAGI - Motivasi Suara Pagar Kehidupan

Setiap orang pernah merasakan kegagalan dalam hidup. Bahkan ketika kita waktu kecil sudah merasakan kegagalan. Kegagalan itu semuanya harus dikasih tanda kutip, kenapa? Karena kegagalan itu tidak ada. Bagaimana mungkin kegagalan itu tidak ada?

Siapapun kamu, siapapun orang yang kamu lihat, mereka pasti produk gagal. Kita semua adalah produk gagal. Kok bisa? Kamu, kalian semua orang yang dulunya tidak bisa berjalan. Ibarat bayi dulunya ga bisa jalan butuh seribu kegagalan dulu sampai akhirnya bisa berdiri tegak.

Nah yang membedakan bayi ketika gagal dia nangis, ketawa lagi, coba lagi. Sampai dia berhasil. Ketika sudah dewasa kita yang sekarang mungkin nangis tapi abis nangis bukannya ketawa trus maju lagi malah dengerin lagu galau. Itulah bedanya waktu dewasa dengan waktu kecil.

Ketika kecil kita tidak menghiraukan kalau kita gagal. Kamu menganggap kegagalan merupakan sebuah proses, nikmat dan kita tidak mikirin. Kita hanya mikirin hal-hal yang lucu hingga ketika waktu kecil kita lupakan masalah kita, dan kita coba lagi.

Sekarang kenapa kita mengeluh kenapa gagal lagi. Sebenarnya kita gagal itu bukan karena kita ada masalah tapi karena kita mengeluh itu masalahnya. Jadi yang disebut kegagalan sejati ketika kita mengeluh itu kegagalan. Sekarang kalau kita mengeluh, kita orang yang gagal sesungguhnya. Karena ketika mengeluh menganggap sebagai masalah. Tidak seperti seorang anak kecil.

Apa yang sebaiknya kita lakukan. Kegagalan itu sebuah hal yang kita butuhkan kalau tidak gagal tidak bakalan bisa berdiri tegak. Gagal bisa menjadi sesuatu yang berharga syaratnya ada dua hal :
yang pertama harus bisa mengambil hikmah, yang kedua mau terus maju atau move on. Untuk pembahasan selanjutnya yang lebih lengkap bisa langsung ke video dibawah ini :

Motivasi Hidup Sukses - Semua Orang itu Produk Gagal

Saturday, December 7, 2019

REVIEW BUKU | BIDADARI UNTUK DEWA - Penulis Asma Nadia


Assalamua'alaikum man teman...
Siapa yang suka banget baca novel?

ini salah satu novel yang bener-bener wajib untuk dibaca bagi man teman yang mau belajar bisnis ataupun yang sudah berbisnis bahkan yang sedang terlibat banyak utang dalam berbisnis. hehe. Kenapa? Novel ini membawa kita diberbagai pengalaman dalam berbisnis, Kisah nyata yang dialami oleh Dewa Eka Prayoga dan sang istri. Saya akan review betapa dahsyatnya jatuh bangun dalam memulai bisnis dan diuji berbagai rintangan hingga menguatkan kita menjadi sosok pembisnis sejati. Langsung aja yak.

Bisa jadi Dewa adalah satu dari sedikit sosok anak muda fenomenal dan paling banyak membuat kejutan, sebab hidupnya nyaris mirip permainan hidup mati Russian Roullete.

Bagaimana tidak, dari anak muda yang dikagumi karena sudah menghasilkan satu miliar di usia 21 tahun, lalu terjerembab utang nyaris delapan miliar, bangkit sebelum kembali terpuruk dijerat penyakit langka yang dalam kasusnya, delapan puluh persen berpeluang mengantarnya kematian.

Namun hidupnya tak lantas sunyi, sebab bidadari bermata bak Cleopatra setia menggenggam tangannya, mengalirkan cinta tanpa syarat, tak beranjak meski sepasang sayapnya patah dan terkikis luka."Bidadarimu di sini." Bisikin lembut terus menguatkan.

Di ujung yang nyaris mematahkan seluruh pertahanan, Dewa bangkit seperti herkules yang marah karena pengkhianatan. Bukan kutukan atau mantra mematikan yang ia lepaskan, tapi semangat istighfar dan kekuatan ridha untuk tetap tegak tanpa boleh sedikit pun melupakan Sang Maha Pencipta. Tulisan diatas merupakan synopsis dari buku ini yang semakin bertanya-tanya didalam pikiran saya tentang utang nyaris delapan miliar. Semakin penasaran lembar demi lembar saya resapi man teman.

Di dalam bisnis bukan melihat berapa besarnya pendapatan tetapi bagaimana cara kita melihat peluang seperti pesan yang ada didalam buku ini.

Impian tidak terwujud hanya karena diinginkan, impian semakin jelas bentuknya ketika diperjuangkan. Yang penting bergerak. Berusaha. Berjuang. Biarkan matematika Allah yang bekerja. Jangan mengatakan 'tidak mungkin' terhadap diri sendiri. Karena itulah yang akan menghambat.

Ada salah satu isi cerita dari buku ini untuk memotivasi kita dalam berbisnis.
Istrinya Dewa menyarankan untuk berjualan ceker ayam demi melunasi hutang miliyaran rupiah, dalam benak kita pasti terbesit apakah bisa?

Meski secara hitung-hitungan sekilas tidak masuk akal. Bisnis seblak dan ceker untuk melunasi utang miliaran rupiah? Dalam hitungan sederhana, optimisme Dewa boleh di bilang tidak masuk akal, atau gila. Tapi bukankah matematika Allah berbeda. Apa yang dikerjakan hanya meniru Siti Hajar. Bergerak. Selintas memutuskan bolak balik Safa dan Marwa demi mencari air di Mekkah Sebelumnya.

Tapi Siti Hajar berlari setiap melihat fatamorgana. Ia bergerak mengejar harapan. Dan harapan yang diletakkannya pada Allah adalah modal yang tidak pernah habis. Dewa hanya mengulang apa yang dilakukan istri Ibrahim AS. Bergerak mengejar harapan. Pada waktunya Allah akan memberi jalan.

Sebenarnya Dewa percaya, dalam bisnis bukan soal apa yang dijual tapi siapa dan bagaimana menjualnya. Bukan masalah berapa harga satuan tapi berapa volume penjualan. Bill Gates menjadi orang terkaya hanya dari menjual software yang harganya tidak seberapa dibanding pesawat Boeing.

Sebuah program Microsoft cukup dibeli dengan harga dua juta, sedangkan satu pesawat komersial produksi Boeing bernilai delapan puluh juta dollar atau sekitar satu triliun rupiah. Lebih dari lima ratus ribu kali lipat harga software.

Kenyataannya pemilik Microsoft lebih kaya sebab dalam setahun perusahaan penerbangan terbesar Amerika hanya sanggup memproduksi dan menjual sekitar 500 unit pesawat. Sedangkan Bill Gates mampu memasarkan sampai 250 juta copy. Secara nilai volume total penjualan software orang terkaya di dunia itu, jauh di atas penjualan Boeing.

Baca Juga : Review Buku Pengagum Akhirat

Masih banyak lagi pesan-pesan yang terdapat didalam buku ini yang penasaran buruan ke toko buku yakin ini buku bagus isinya bukan hanya untuk pebisnis, buat kehidupan sehari-sehari juga cocok. Karena ada satu kisah yang mana ujian datang bertubi-tubi didalam berumah tangga.

Bidadari Dewa yang dengan sabar menghadapi perlakuan Dewa ketika sedang naik daun ada sosok wanita yang mengisi hatinya. Bagaimana reaksi sang istri lebih enak lagi punya bukunya Man teman.
Bunda Asma Nadia membungkus cerita di balik Novel ini dengan rapi sehingga pembaca dibuat penasaran hingga akhir cerita. Love you Bunda!

Saturday, November 30, 2019

PERJUANGAN SEORANG IBU - Coretan Inspirasi

Kisah ini adalah kisah nyata sebuah keluarga miskin yang memiliki seorang anak laki-laki. Ayahnya sudah meninggal dunia. Tinggalah ibu dan anak laki-lakinya untuk saling menopang. Ibunya bersusah payah seorang diri membesarkan anaknya dan di saat itu kampung tersebut belum memiliki aliran listrik.

Saat membaca buku, sang anak tersebut hanya diterangi sinar lampu minyak, sedangkan ibunya dengan penuh kasih menjahitkan baju untuk sang anak. Saat memasuki musim gugur, sang anak memasuki sekolah menengah atas. Tetapi justru, saat itulah ibunya menderita penyakit rematik yang parah, sehingga tidak bisa lagi bekerja di sawah.

Setiap bulannya murid-murid diharuskan membawa 30 kg beras untuk dibawa ke kantin sekolah. Sang anak mengerti bahwa ibunya tidak mungkin bisa memberikan 30 kg beras tersebut, kemudian dia berkata kepada ibunya," Ma, saya akan berhenti sekolah dan membantu Mama bekerja di sawah!"

Ibunya mengelus kepala anaknya dan berkata,"Kamu memiliki niat seperti itu mama sudah senang sekali, tetapi kamu harus tetap ke sekolah. Jangan khawatir, kalau mama sudah melahirkan kamu, pasti bisa merawat dan menjaga kamu, cepatlah pergi daftarkan ke sekolah nanti berasnya biar mama yang bawa ke sana!"

Sang anak tetap bersikeras tidak mau mendaftarkan ke sekolah, mamanya menampar sang anak tersebut dan ini pertama kalinya sang anak dipukul oleh mamanya. Sang anak akhirnya pergi juga ke sekolah. Sang ibunya terus berpikir dan merenung dalam hati sambil melihat bayangan anaknya yang pergi menjauh.

Tak berapa lama, dengan langkah terpincang-pincang dan napas tergesa-gesa ibunya datang ke kantin sekolah dan menurunkan sekantong beras dari bahunya. Pengawas yang bertanggung jawab menimbang beras lalu menimbangnya seraya berkata,"Kalian para wali murid selalu suka mengambil keuntungan kecil, kalian lihat, di sini isinya campuran beras dan gabah. Jadi, kalian kira kantin saya ini tempat penampungan beras campuran?"

Ibu pun malu dan berkali-kali meminta maaf kepada ibu pengawas tersebut. Awal bulan berikutnya ibu memikul sekantong beras dan masuk ke dalam kantin. Ibu pengawas seperti biasanya mengambil sekantong beras dari kantong tersebut dan melihat dengan alis yang mengerut sambil berkata,"Masih dengan beras yang sama?"

Pengawas itu pun berpikir, apakah kemarin dia belum berpesan dengan ibu ini? Kemudian dia berkata, "Tak perduli beras apa pun yang ibu berikan kami akan terima, tapi jenisnya harus dipisah jangan dicampur bersama, kalau tidak beras yang dimasak tidak bisa matang sempurna. Selanjutnya kalau begini lagi maka saya tidak bisa menerimanya."

Sang ibu sedikit takut dan berkata, "Ibu pengawas, beras di rumah kamu semuanya seperti ini jadi bagaimana?" Pengawas itu pun tidak mau tahu dan berkata, "Ibu punya berapa hektar tanah sampai bisa menanam bermacam-macam jenis beras?"

Menerima pertanyaan seperti itu sang ibu tidak berani berkata-kata lagi. Awal bulan ketiga, sang ibu datang kembali ke sekolah. Sang pengawas kembali marah besar dengan kata-kata kasar dia berkata,"Kamu sebagai mama kenapa begitu keras kepala, kenapa masih tetap membawa beras yang sama,"Bawa pulang saja berasmu itu!"

Dengan berlinang air mata sang ibu pun berlutut di depan pengawas,"Maafkan saya, Bu, sebenarnya beras ini saya dapat dari mengemis." Setelah mendengar perkataan sang ibu, pengawas itu pun kaget dan tidak bisa berkata apa-apa lagi. Sang ibu akhirnya duduk di atas lantai, menggulung celananya dan memperlihatkan kakinya yang sudah mengeras dan membengkak.

Sang ibu menghapus air mata dan berkata,"Saya menderita rematik stadium akhir, bahkan untuk berjalan pun susah, apalagi untuk bercocok tanam. Anakku sangat mengerti kondisiku dan mau berhenti sekolah untuk membantuku bekerja di sawah. Tapi saya melarang dan menyuruhnya bersekolah lagi."

Selama ini sang ibu tidak memberi tahu sanak saudaranya yang ada di kampung sebelah, takut melukai harga diri anaknya. Setiap hari saat pagi-pagi buta dengan membawa kantong kosong dan bantuan tongkat sang ibu pergi ke kampung sebelah untuk mengemis. Barulah jika hari sudah gelap pelan-pelan sang ibu kembali ke kampung sendiri. Pada awal bulan semua beras yang terkumpul diserahkan ke sekolah.

Pada saat sang ibu bercerita, tanpa sadar air mata pengawas itu pun mengalir, seraya mengangkat ibu dari lantai dan berkata, "Bu sekarang saya akan melapor kepada kepala sekolah, supaya bisa memberikan sumbangan untuk keluarga ibu."

Sang ibu buru-buru menolak dan berkata,"Jangan, kalau anakku tahu ibunya pergi mengemis untuk biaya sekolah anaknya maka itu akan menghancurkan harga dirinya, itu juga akan menganggu sekolahnya. Saya sangat terharu dengan kebaikan hati Ibu Pengawas, tapi tolong ibu bisa menjaga rahasia ini."

Akhirnya masalah ini diketahui juga oleh kepala sekolah. Secara diam-diam kepala sekolah membebaskan biaya sekolah dan biaya hidup anak tersebut selama tiga tahun. Setelah tiga tahun kemudian, sang anak akhirnya lulus dan masuk ke Perguruan Tinggi Qing Hua dengan nilai 627 poin. Di hari perpisahan sekolah, kepala sekolah sengaja mengundang ibu dari anak ini duduk di atas tempat duduk utama.

Sang ibu merasa aneh, begitu banyak murid yang mendapat nilai tinggi, tetapi mengapa hanya ibu ini yang diundang. Lebih anehnya lagi di sana masih terdapat tiga kantong beras. Pengawas sekolah tersebut akhirnya maju ke depan dan menceritakan kisah sang ibu ini yang mengemis beras demi anaknya bersekolah.

Kepala sekolah pun menunjukkan tiga kantong beras itu dengan penuh haru,"Inilah sang ibu dalam cerita yang saya sampaikan tadi." Kepala sekolah mempersilakan sang ibu yang sangat luar biasa untuk naik ke atas miimbar.

Anak dari sang ibu tersebut dengan ragu-ragu melihat ke belakang dan melihat gurunya menuntun mamanya berjalan ke atas mimbar. Sang ibu dan sang anak pun saling bertatapan. Pandangan mama yang hangat dan lembut tertuju kepada anaknya. Akhirnya sang anak pun memeluk dan merangkul erat ibunya dan berkata,"Oh....Mamaku..."

Pesan : Banyak yang tidak tahu besarnya pengorbanan seorang ibu. Semua itu dilakukannya dengan penuh keikhlasan untuk memperjuangkan nasib anak-anaknya. Terkadang, ia rela tidak makan, jika melihat anaknya belum makan. Ia rela bekerja keras, meskipun menyakiti fisiknya asal melihat anaknya sukses. Apa pun akan dilakukan seorang ibu untuk melihat anaknya berhasil dalam hidupnya. Sudahkah kita ucapkan terima kasih kepada kedua orang tua kita?

(Deassy M. Destiani - bukan untuk dibaca/The Most Inspiring Story) 

Baca juga : Akibat Tidak Tahu Terima Kasih

AYAH, KASIH SAYANGMU TAK TERLIHAT NAMUN TERASA - Coretan Inspirasi

Pada suatu petang ada seorang yang sudah tua bersama anak mudanya yang baru menamatkan pendidikan tinggi duduk berbincang-bincang di halaman sambil memperhatikan suasana di sekitar mereka. Tiba-tiba seekor burung gagak hinggap di ranting pohon berhampiran.

Si ayah lalu menudingkan jari ke arah gagak sambil bertanya," Nak, apakah benda itu?"

"Burung gagak," jawab si anak.

Si ayah mengangguk-angguk, namun sejurus kemudian, sekali lagi ia mengulangi pertanyaan yang sama. Si anak menyangka ayahnya kurang mendengar jawabannya tadi lalu menjawab dengan sedikit kuat, "itu burung gagak, Ayah!"

Tetapi sejurus kemudian si ayah bertanya lagi dengan soal yang sama. Si anak merasa agak keliru dan sedikit bingung dengan persoalan yang sama diulang-ulang, lalu menjawab dengan lebih kuat,"burung gagak!"

Si ayah terdiam seketika. Namun tidak lama kemudian sekali lagi sang ayah mengajukan pertanyaan yang serupa, hingga membuat si anak hilang kesabaran dan menjawab dengan nada yang kesal kepada si ayah, "Gagaklah Ayah..."

Namun agak mengejutkan si anak, si ayah sekali lagi membuka mulut hanya untuk bertanya soal yang sama. Dan kali ini si anak benar-benar hilang kesabarannya dan menjadi marah. "Ayah! Saya tak tahu Ayah paham atau tidak. Tapi sudah lima kali Ayah bertanya soal hal tersebut dan saya sudah juga memberikan jawabannya. Apa lagi yang mau saya katakan?"

"itu burung gagak, burung ga...gak Ayah...," kata si anak dengan nada yang begitu marah.

Si ayah terus bangun masuk ke dalam rumah meninggalkan si anak yang kebingungan. Sesaat kemudian si ayah keluar lagi dengan sesuatu di tangannya. Dia mengulurkan benda itu kepada anaknya yang masih geram dan bertanya-tanya. diperlihatkannya sebuah Diary lama. "Coba kau baca apa yang pernah ayah tulis di dalam Diary itu," pinta si ayah.

Si anak setuju dan membaca paragraf seperti berikut ini...

"Hari ini aku di halaman melamun dengan anakku yang genap berumur lima tahun. Tiba-tiba seekor gagak hinggap di pohon."

"Anakku terus menunjuk ke arah gagak dan bertanya,"Ayah, apa itu?"

Aku menjawab," burung gagak"

Anakku terus bertanya soal serupa dan setiap kali aku menjawab dengan jawaban yang sama. Hingga 25 kali anakku bertanya demikian, dan demi cinta juga sayangnya, aku terus menjawab untuk memenuhi perasaan ingin tahunya. Aku berharap hal ini menjadi suatu pendidikan yang berharga."

Setelah selesai membaca paragraf tersebut si anak mengangkat muka memandang wajah si ayah yang kelihatann sayu.

Si ayah dengan perlahan bersuara,"Hari ini ayah baru bertanya kepadamu soal yang sama sebanyak lima kali dan kau telah kehilangan kesabaran dan marah."

Pesan : Jika kita mempunyai orang tua yang telah tua (lansia), berpikirlah bahwa mereka sekarang tidak segagah dan sekuat dulu, ketika mereka masih muda. Mereka sekarang telah kembali pada sosok anak-anak yang membutuhkan empati, bimbingan, dan perhatian, persis sama ketika kita anak-anak dulu. 

Jadi bersikaplah lebih sabar, telaten, dan dengarkan apa yang mereka mau, bukan yang kita mau seperti mereka juga melakukannya untuk kita dulu. 

(Deassy M. Destiani - bukan untuk dibaca/ The Most Inspiring Story)

Baca Juga : Jangan Gengsi Untuk Minta Maaf, Karena Meminta Maaf Membawa Berkah

Friday, November 29, 2019

JANGAN KEBANYAKAN TERTAWA - Inspirasi dari Hanan Attaki



Biasanya kalau kita ingin bercanda membuat hati kita merasa bahagia karena biar tidak bosan. Bercanda untuk menghilangkan sedih, bercanda untuk menghilangkan stres, bercanda supaya mendapatkan energi baru. Ternyata ada yang lebih efektif dari pada bercanda kalau kita ingin semangat lagi. kalau kita ingin survive dari sebuah masalah ada yang lebih efektif dari bercanda, walaupun bercanda itu boleh. Apa yang lebih efektif ? MENANGIS.

"Menangis itu menitikkan air mata itu lebih powerfull dari pada tertawa. Cuma kita lebih sering memilih tertawa dari pada menangis. Sama kaya orang lebih senang minum kopi, walaupun minum kopi itu boleh  daripada minum air putih. Padahal lebih menyehatkan minum air putih cuma kan tidak ada sensasinya. Coba kita ubah mindset dari boleh minum kopi tapi yakinlah air putih lebih baik daripada kopi. Karena kata Rasulullah air itu bersih dan membersihkan.

Nah, bercanda sama menangis ibaratnya sama, boleh bercanda tapi jangan kebanyakan. Bercanda sewajarnya saja, tapi banyaklah menangis karena menangis itu air mata kita menggugurkan dosa dan membersihkan hati yang kotor. Air mata itu seperti hujan kalau di Arab hujan itu diibaratkan membersihkan rumah, daun-daun dari debu karena mereka dipadang pasir daun banyak yang berdebu dibersihkan oleh hujan. Maka dari itu air mata membersihkan hati seseorang, Said Ust Hanan Attaki.

Coba nanti bayangkan kesan habis ketawa sama habis nangis. Habis ketawa seru tapi capek, tapi kalau nangis InsyaAllah tidak akan capek karena nangisnya karena dosa-dosa, nangisnya karena ingat Allah, nangisnya karena ingat akhirat, itu tidak akan capek. Justru, habis nangis semangat tuh, beda banget kesannya habis nangis dan habis ketawa. Makanya ketawanya jangan kebanyakan. Nabi mengatakan 'kalau kalian melihat apa yang aku lihat, kalian akan sedikit tertawa. boleh ketawa tapi sedikit dan banyak menangis',

Ketika kita bisa menangis mata kita termasuk mata yang diberkahi. Justru salah satu diantara bukti seseorang itu jauh dari Allah dia matanya menjadi beku tidak pernah bisa menangis. Dan setelah menangis pasti kesannya berbeda, ketimbang setelah ketawa. Nabi mengatakan 'kebanyakan ketawa itu bisa mematikan rasa dihati kita, tidak bisa lagi mendengar kebaikan'. Makanya jangan kebanyakan ketawa, ketawa boleh tapi jangan kebanyakan. #Sharing

Baca Juga : Jangan Ke Ge'eran Kalau Hidup Kita Merasa Nyaman

JANGAN KE GE'ER AN KALAU HIDUP KITA MERASA NYAMAN - Inspirasi dari Hanan Attaki

Kalau kita merasa bahwa hidup kita lebih nyaman dari pada hidup teman kita yang ahli ibadah jangan ke ge'eran. Jangan-jangan kita sedang diberikan nikmat biasa sedangkan ia diberikan nikmat yang luar biasa. Apa nikmat yang luar biasa, kenapa dia miskin terus? karena Allah ingin dekat dengan dia. Mungkin dengan miskin dia seneng berdoa, dengan dia sakit dia selalu berdoa, dengan dapat masalah besar dia sering berdoa sedangkan kita ketika dikasih solusi kelapangan rizki jarang berdoa.

"Karena biasanya kalau kita ngomongin tentang nikmat identik dengan syukur, trus kalau ujian identik dengan sabar. Tapi nggak selalu begitu keadaannya kadang-kadang nikmat itu bisa bikin kita ge'er. Ujian bisa bikin kita salah sangka kepada Allah Swt seolah-olah Allah kalau ngasih ujian ke kita ga suka sama kita. Padahal kadang kalau Allah kasih ujian itu tandanya masih perhatian ke kita. Kenapa perhatiannya ngasih ujian?

Bisa banyak banget alasannya, bisa menghapuskan dosa-dosa kita, bisa ingin mengangkat drajat kita, walaupun kita ga usah terlalu ke ge'eran disana minimal menghapus dosa-dosa ya. Bisa juga emang, mungkin hanya dengan cara dikasih ujian kita rajin beribadah. Ternyata kadang ketika kita dikasih nikmat kita jadi ke ge'eran. Jangan-jangan nikmat itu bukan sebuah anugerah. Harus banyak intropeksi diri dalam hidup. Jangan kalian menganggap diri kalian udah baik, sholeh, suci Allah lebih tau siapa yang lebih taat, Said Ust Hanan Attaki."

Lakukan yang terbaik dalam hidup kita, usahakan bisa bermanfaat untuk orang lain. Karena apa yang kita lakukan, akan kita petik dikemudian hari. Maka dari itu selalu tanamkan kepada diri kita untuk terus berbuat baik dan selalu berdoa kepada Allah apapun yang kita lakukan serahkan semuanya kepada Allah. #Sharing 

Baca Juga : Manisnya Buah Bagi Orang-orang Yang Sabar


JANGAN BERSEDIH, KARENA INI SEMUA SUDAH MENJADI KETETAPAN ALLAH - Inspirasi dari Hanan Attaki

Apa yang hari ini kita anggap sesuatu seperti kekalahan, suatu musibah, suatu kesulitan. Suatu hari nanti ketika kita paham kita akan mengatakan itu nikmat. Karena apa yang telah terjadi dan belum terjadi itu semua sudah dituliskan oleh Allah. Hanya saja kita harus berusaha semaksimal mungkin untuk menggapai apa yang kita inginkan dalam hidup.

Gimana pun kondisinya yang kita alami hanya ada satu syarat jangan keluar dari jalur yang Allah ridhoi, itu aja syaratnya. Kenapa? karena kalau kita sudah melanggar, gimana pun kita sekarang sedang dapat nikmat banyak trus kita melakukan dosa yang Allah tidak suka. Nikmat itu bisa berubah musibah. Sebaliknya ada musibah kita masih on the track musibah itu bisa berubah menjadi nikmat.

"Syarat yang Allah minta hanya satu itu jangan melanggar, jangan bikin dosa, jangan ngecewain Allah swt, itu doang. Udah itu bertahan aja Allah akan kasih kejutan-kejutan dalam hidup kita. Kita butuh waktu untuk mengerti rencana Allah itu apa. Sama kaya sekarang kita butuh waktu untuk mengerti mengapa diusia segini masih sendiri. Butuh waktu untuk mengerti, mungkin Allah lagi mempersiapkan calon imam kita yang ideal banget. Untuk mendapatkan seseorang yang ideal itukan butuh waktu.

Kalau yang apa adanya diobral gitu kan gampang. Karena ini istimewa kaya permata, mutiara itu benar-benar dibentuk sangking istimewanya butuh waktu yang lama. Kita akan dikasih pasangan yang istimewa makanya butuh waktu untuk bersabar, Said Ust Hanan Attaki."

Semua yang terjadi pada diri kita itu semua sudah menjadi ketetapan Allah. Sekuat apapun kita menginginkan sesuatu kalau itu bukan menjadi milik kita tidak akan bisa. Tapi sebaliknya jika itu sudah menjadi rezeki kita, sekuat apapun orang lain ingin mengambil tidak akan bisa. Percayalah sesuatu yang terjadi jika kita serahkan semua kepada Allah akan indah pada waktunya. #Sharing

Baca Juga : Jangan Kebanyakan Tertawa

Saturday, November 9, 2019

MANISNYA BUAH BAGI ORANG-ORANG YANG SABAR - Inspirasi dari Ust Hanan Attaki

Pernah punya pengalaman yang menyakitkan ga sih dalam hidup?
Kalo pernah berarti kita sama :( .

Sudah melamar pekerjaan ke berbagai perusahaan, akhirnya ditolak. Berusaha untuk memenangkan perlombaan tapi gagal. Ingin masuk ke universitas yang diinginkan tapi ga lolos. Apalagi udah ada rencana mau melamar eh ga disetujuin sama orang tuanya.

Duh, double dah sakitnya.Itulah hidup terkadang kita bisa merasakan bahagia juga bisa merasakan tidak enak. Bagaimana cara kita mengatasi masalah yang ada.

Tentu semua ini butuh yang namanya kesabaran yang besar untuk menghadapi semua ini. Sabar juga ada tingkatannya yang membuat kita tau apa yang harus kita lakukan jika permasalahan sebesar apapun yang terjadi di kehidupan kita.

"Sabar itu ada tiga tingkatan, tingkatan pertama tuh sabar dalam menghadapi ujian wabasysyirish shobirin kata Allah di Surah Al Baqarah. Sampaikan berita gembira kepada orang yang bersabar terhadap ujian. Nah gimana sabar terhadap ujian? kalau kita dapetin ujian, kita tinggal bilang innaa lillah wainnaa ilayhi raaji'uun dan itu kita katakan tuh dengan hati yang yakin ini semuanya kehendak Allah. Dan pasti ada kebaikan didalam kehendak Allah dan siapa yang mengatakan innaa lillah wainnaa ilayhi raaji'uun berarti dia melibatkan Allah dalam musibah.

Jadi kata kunci atau password untuk melibatkan Allah dalam musibah kita. Pertama bilang innaa lillah wainnaa ilayhi raaji'uun Allah pasti terlibat. Jadi kalau kita pengen libatkan Allah dalam musibah kita pertama pake passwordnya dulu langsung Allah tawarkan banyak jalan keluar dalam musibah kita. Karena kita hanya perlu mengatakan innaa lillah wainnaa ilayhi raaji'uun.

Sabar level dua itu adalah sabar dalam meninggalkan dosa. Ternyata ninggalin dosa juga butuh sabar, sabar untuk ga melakukan dosa walaupun mungkin dosa itu udah biasalah. Orang lain juga ngelakuin yang kaya gitu.

Sabar untuk ga kepoin instagram orang misalnya atau instagram mantan misalnya ya? haha. Karena kalau kita kepoin ga bakalan sabar. Sabar untuk menjaga pandangan? pandangan mata. Apalagi sabar untuk ninggalin untuk tidak jalan sama dia kalau belum halal.

Itu butuh kesabaran dan itu ga gampang, apalagi kalau misalnya sesuatu yang bener-bener kita senengin gitu kaya sabar untuk ninggalin hal yang sia-sia gitu dan itu sabar yang lebih tinggi derajatnya daripada sabar terhadap musibah itu temen-temen.

Sabar level tiga itu adalah sabar dalam beribadah jadi kalau level satu tuh sabar dalam menghadapi musibah, level dua sabar meninggalkan dosa, level tiga sabar dalam ibadah. Sholat sabar, puasa sabar, sedekah, tilawah segala macem ibadah-ibadah sabar ini sabar yang paling tinggi nih.

Tapi tiga sabar ini bukan pilihan temen-temen kalau misalnya kita 'ah saya mah yang level tiga aja yang sabar ibadah'. Tapi kalau musibah ngeluh, kalau dosa belum bisa ninggalin berarti belum sempurna sabarnya

Baru disebut orang yang sabar 'SHOBIRIN' kalau dia bisa sabar dengan tiga-tiganya kalau kita ga sabar dalam ketaatan dalam berbuat baik bisa jadi kita kehilangan pahala berbuat baik. Hanya gara-gara tidak sabar."Said Ust Hanan Attaki.

Berusaha untuk selalu sabar itu bukan ada batasnya melainkan tidak ada batasnya, karena kalau ada batasannya berarti kita belum sabar dalam menghadapi masalah yang ada dikehidupan kita. Apa yang kita lakukan kalau memang itu baik buat diri kita jangan dipusingkan omongan-omongan yang membuat hati kita merasa down. Fokus aja terhadap apa yang kita ingin capai dan selalu berdoa untuk hasilnya kita serahkan semua kepada sang pencipta. #Sharing

Baca Juga : Jangan Kebanyakan Tertawa 

Sunday, October 13, 2019

REVIEW BUKU | REMEMBER ME & I WILL REMEMBER YOU - Penulis Wirda Mansur


Assalamua'alaikum man temen...
gimana kabarnya, sehatkah?

Terkadang apa yang ingin kita inginkan ketika belum berhasil, ada terbesit dibenak kita untuk berhenti melakukan hal itu. Rasa capek, mengeluh, menyalahkan diri sendiri suka hadir di dalam diri kita. Padahal Allah swt mengajarkan kita untuk tidak pernah merasa tak ada harapan.

Buku yang akan saya bahas kali ini yaitu tentang harapan yang pasti selalu ada kalau kita selalu mengingat Allah, mengandalkan Allah, meminta kepada Allah karena kita sebagai makhluk tidak bisa apa-apa!. Karena Allah bersama kita.

Tidak pernah ada yang namanya tak ada harapan. Tidak pernah ada yang namanya tak ada masa depan. Tidak pernah ada yang namanya tak ada kesempatan.

Sebab apa? sebab ada Allah, yang insya Allah akan meringankan semuanya. Segelintir masalah akan selalu ada. Tetapi percayalah masalah itu pulalah yang akan membesarkan kita, mendongkrak kita, menguatkan kita. Asalkan saja, kita melalui dari menikmati prosesnya bersama Allah.

Baca Juga : Review Buku Cinta Yang Tak Biasa 

Lewat buku ini, Wirda Mansur ingin mrngingatkan kembali. Untuk jadi orang yang tidak putus harapan. Untuk sama-sama bangkit lagi. Untuk sama-sama memperbaiki diri lagi. Untuk sama-sama mengejar masa depan.

Buku ini mengajarkan kita arti dari selalu ada harapan jika kita selalu bersama Allah. Allah mengajarkan kita untuk menjadi seorang pemenang, bukan pengecut. maka dari itu

Lagi senang, ingat Allah
Lagi susah, ingat Allah
Lagi kenyang, ingat Allah
Lagi lapar, ingat Allah
Lagi banyak kerjaan, ingat Allah
Lagi susah kerjaan, ingat Allah
Lagi banyak masalah, ingat Allah
Lagi banyak duit, ingat Allah
Lagi banyak teman, ingat Allah
Lagi banyak yang musuhin, ingat Allah

Jika kita selalu dan melulu mengingat Allah, pastilah Allah akan hadir di setiap moment dalam hidup kita.

Ada salah satu cerita yang menarik untuk diambil sisi positifnya, saya juga suka mikir kaya cerita dibawah ini, oke letssgoooo

Gini ya.

Kadang ada orang yang hidupnya tuh biasa ajaa gitu. Saban hari dagang bubur, dari pagi sampai sore, dagang mulu. Dan, itu ia lakukan bertahun-tahun. Tapi, kok ya, di hidupnya nggak ada perubahan gitu loh. Rumah ya segitu aja, masih dengan gerobak bubur yang sama seperti 10 tahun yang silam, hidupnya juga nggak berubah.

Tapi, ini orang rajin bener ke masjid udah gitu, selalu di shaf paling depan. Bahkan, kerap menyedekahkan buburnya, atau hasil jualannya, ke anak yatim pertanyaan, kenapa Allah nggak angkat derajat dia?

Sementara, ada orang yang kayaknya kerjaannya nggak keluar keringet, nggak usah capek-capek, ibadah berantakan, apalagi datengin masjid, boro-boro tapi hidupnya uenaaak polll, mobil dua, motor empat, pergi bolak-balik ke luar negeri. Kenapa ya?

Jawabannya, ada dalam keberkahan di balik usahanya. 

Banyak orang yang berpenghasilan sedikit, tapi berkah. Pun, sebaliknya penghasilan banyak, tapi nggak berkah. Dari keberkahan itulah, yang mengalir atau bisa jadi "menjelma" sebagai kebaikan. Misal, ya, walaupun bapaknya dagang bubur, anaknya bisa S1 di Jerman. full beasiswa. Ya, bapaknya dagang bubur, tapi sekeluarga bisa umroh.

Jangan salah, banyak lho, orang yang berduit, tapi nggak pergi-pergi umroh, entah emang nggak ada keinginan apa gimana. Dagang bubur, tapi keberkahannya berlimpah-limpah berkali lipat sebab disenangi dan dicintai anak yatim.

Berkebalikan dengan usaha, pendapatan, yang tidak ada keberkahan di dalamnya, Contohnya? Utangnya 10x lipat dari pemasukan. Jangan kira orang kaya nggak punya utang, wkwk. Justru, malah makin berlipat ganda jumlah utangnya, hahaha.

Berantem sama istri, atau berantem sama anak, mertua, ponakan, sepupu, dan rumit. Ada aja masalahnya, entah anaknya beginilah, mantunya begitulah. Tiba-tiba, pemasukan menurun drastis, terciduk KPK, masuk penjara, kena ini kena itu.

Wuaahh,.. asli, susah. Susah hidup kita bakal susah, bila tidak melibatkan Allah. PADAHAL, ALLAH SENANG BANGET BILA SELALU DILIBATKAN DALAM HAL SEKECIL APA PUN.

Masih banyak lagi motivasi yang diberikan oleh Wirda Mansur , arti bersyukur kunci bahagia, ikhlas karena Allah, ada juga tips bagaimana supaya pintar dan lain-lain. Kalau saya jabarkan semuanya ga muaat hehe. Langsung ke toko Gramed wae banyak bukunya disana.

Oia man teman gak akan bosan kalau baca buku wirda ini, karena banyak diselipkan gambar gambar dan juga tatanan tulisannya yang beraneka ragam dengan khas warnanya sesuai dengan sampulnya. Jadi asik deh pokoknya nggak monoton.

#BONUSCERITA

Dahsyatnya Istigfar

Pernah ada seseorang yang datang kepada syeikh Bin Baz mengatakan, "Wahai, Syeikh, sudah tujuh tahun saya menikah, tapi belum memiliki seseorang anak pun." Dan, Syeikh pun hanya menjawab dengan dua kata. "Perbanyaklah istigfar!"Setahun setelahnya, datanglah orang tadi kepada Syeikh dengan kabar gembira karena istrinya sudah hamil.

Pernah juga ada yang mengadu kepada Hasan Al-Bashri, "Hujan tak pernah turun," lalu Al- Hasan menjawab, "Mohon ampunan (istigfarlah) kepada Allah!"

Lalu, datang yang lainnya mengadukan kefaqirannya (kemiskinannya), Al-Hasan juga menjawab,"Mohon ampunan (istigfarlah) kepada Allah!"

Lalu, datang pula seorang wanita mandul yang tak memiliki anak mengadu kepadanya, Al-Hasan juga menjawab,"Mohon ampunlah kepada Allah!"

Para jemaah yang hadir berkata kepada Hasan Al-Bashri,"Apakah pada setiap orang yang mengadu, engkau hanya mengatakan, 'Beristigfarlah kepada Allah?'"

Hasan Al-Bashri menjawab,"Tidakkah engkau membaca firman Allah; 'Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sungguh dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu, dan Dia memperbanyak harta dan anak-anakmu, dan mengadakan kebun-kebun untukmu dan mengadakan sungai-sungai untukmu.'" (QS. Nuh 10-12).

Semua ini baru yang di dunia, bagaimana yang di akhirat coba? Tidakkah bagimu cukup keutamaan istigfar sebagai pelindung mukmin dari siksaan?

Padahal di dunia ini ada dua kriteria yang jauh dari siksaan Allah. Yang pertama telah meninggal dunia dan sisanya adalah yang kedua. Orang yang pertama terjamin keamanannya adalah Rasulullah Saw, Allah berfirman,"Tetapi Allah tidak akan menghukum mereka, selama engkau (Muhammad) berada diantara mereka".

Sementara yang kedua adalah orang yang beristigfar, Allah berfirman,"Dan tidaklah (pula) Allah akan menghukum mereka, sedang mereka (masih) memohon ampunan/beristigfar)." (QS. Al-Anfal 33).

Jadi, jangan tinggalkan istigfar! Rasulullah Saw. bersabda,"Sungguh beruntung seseorang yang mendapati pada catatan amalnya istigfar yang banyak." (HR. Ibnu Maajah).

Friday, September 13, 2019

REVIEW BUKU | PEREMPUAN TEDUH - Penulis Harun Tsaqif


Assalamua'alaikum man teman...
Apa kabar kalean?? hehe semoga selalu diberi rezeki yang melimpah dan juga bahagia dunia akhirat. aamiin ya Allah. kembali ke judul buku.

Perempuan diciptakan dengan berbagai keindahan. ia mampu meneduhkan mata yang memandang dan menyejukkan hati yang gersang. Keteduhan adalah fitrah yang dianugerahkan oleh Allah kepada setiap perempuan.

Tak sedikit orang mencari keteduhan dengan berbagai cara. rela mengeluarkan uang dan menghabiskan waktu demi mendapat ketentraman. Hati-hati mereka seakan kerontang, tak ubahnya tanah tandus yang mendamba tetesan hujan. Mereka lupa kalau keteduhan sebenarnya dekat dengannya. Bersemayam dalam hati istrinya yang saleha.

Kalimat diatas merupakan bagian dari synopsis yang berada dibuku "Perempuan Teduh". Salah satu ketertarikan saya saat berada di toko buku, untuk memiliki buku ini. Karena terkadang kita tidak mengetahui bagaimana fitrah perempuan. Buku ini mengulas sebagai perempuan yang baik harus berbuat apa? mulai dari menutupi aib, fitrah perempuan, bagaimana cara memilih laki-laki dan lain sebagainya.

Perempuan diciptakan sebagai perhiasan yang indah dipandang. Perempuan dan pernak-perniknya laksana mutiara bening yang memukau.Kecantikan, keindahan, keanggunan, dan segala hal yang membuatnya menarik.

Meski demikian, hari ini kita gelisah, sebab tak sedikit dari mereka melakukan hal-hal yang tak sepatutnya. Misalkan membiarkan auratnya terlihat oleh ribuan pasang mata.

Ketika perempuan tak lagi menjaga apa yang seharusnya tak terlihat, sebenarnya ia telah mengabaikan ketinggian derajat yang dimilikinya. Zaman boleh saja berubah, tapi ketaatan selalu memiliki garis terang yang harus diikuti.

Jangan biarkan arus zaman menjadikan kita hanyut dan tenggelam, hingga kehilangan jati diri sebagai perempuan muslimah sebenarnya.

Tulisan diatas merupakan awal pembuka, mengingatkan bahwa perempuan adalah perhiasan paling berharga. Adapun sebagai fitrah perempuan adalah rasa malunya. Sudah menjadi fitrah bagi perempuan bila merasakan malu ketika ia melanggar sesuatu yang Allah perintahkan.

Dan fitrah perempuan adalah terjaga dari pemanfaatan orang yang tak bertanggung jawab dan malu untuk membuka auratnya.

Jadikanlah malu sebagai perhiasan, karena dengannya diangkat derajat dan kemuliaan kita. Cukuplah malu sebagai pengingat bahwa semua yang kita lakukan akan dimintai pertanggung jawaban.

Buku ini bisa menjadi panduan untuk menambah referensi kita untuk mengetahui fitrah perempuan dan juga sebagai perempuan teduh yang bisa membuat orang-orang disekitar kita merasakan manfaat ketika berada didekatnya.

Salah satu daftar isi buku Perempuan Teduh favorit saya yang berjudul "KATA IBU"

"Nak, akan ibu sampaikan beberapa hal kepadamu."
"Apa itu, Bu?"

"Pertama, jadilah perempuan yang penyayang kepada sesama, terutama kepada suami serta anak-anakmu. Sebab, kini kerkurang perempuan yang perhatian kepada suami sehingga suami pergi ke lain hati.

Suami dan anak-anak membutuhkan perhatian, empati, dan kepedualianmu. Betapa banyak anak kecil yang ditelantarkan ibunya karena sang ibu lebih memperhatikan diri sendiri. Kepedulianmu terhadap anak-anak nanti akan berdampak besar kepada dirimu sendiri." sang ibu mengingatkan.

Perempuan yang baru beranjak dewasa itu dengan penuh saksama memperhatikan dan mengingat pesan ibunya. Baginya, ini adalah petuah emas yang tak boleh dilewatkan begitu saja.

"Lalu, Bu?"

"Kedua, perempuan yang cantik tak selalu dilihat dari bentuk tubuh atau jelita parasnya, tapi juga dari akhlaknya yang juga selalu terjaga. Dia tidak membicarakan aib orang lain, tidak membeberkan keburukan saudarinya, suaranya tidak lebih tinggi daripada suami, menjaga kesucian, melindungi diri dari fitnah, serta menutupi aurat.

Kamu tidak perlu bersusah payah memperindah diri dengan berbagai make up karena kecantikan sejati ada pada hati. Perbaikilah hubunganmu dengan Allah niscaya akan terpancar keteduhan yang membuncah dari wajahmu."

Pada dasarnya, perempuan memang selalu ingin terlihat cantik. Tapi, terkadang ia lupa bahwa kecantikan yang sebenarnya tersimpan sejak lama di dalam hatinya. Kecantikan paras mudah dibuat sedemikian rupa, tapi kecantikan hati terbentuk melalui proses yang memakan waktu yang tak sebentar.

Itulah alasan perempuan harus memperindah hatinya. Sang ibu melihat anaknya mengangguk, gadis itu sekarang bukan lagi peri kecilnya, melainkan bidadari yang siap menjelajah dunia.

"Terakhir, semua orang akan merasakan jatuh cinta, tak terkecuali kamu. Ibu hanya berpesan satu hal, saat kamu merasakannya, simpan rapat-rapat, dan jaga baik-baik, jangan sampai setan berhasil mengajakmu untuk menampilkannya sebelum nanti menikah. hindari hubungan apa pun sebelum akad terucap."

"Tapi, bagaimana apabila laki-laki itu baik, Bu? Maksudku, bagaimana kami bisa saling mengenal apabila tidak saling mengenal seperti... lewat pacaran?"

Anak perempuan semata wayangnya ini begitu khawatir, takut apabila saatnya telah tiba, dia melewatkan jodohnya. Sang ibu segera menyadari kecemasan putri tercinta. Ditatapnya dengan penuh cinta, dielusnya manja dan mesra.

"Anakku, laki-laki yang baik dan berniat baik tidak akan memulai sesuatu dengan cara yang salah. Apabila benar ia ingin serius memintamu, sudah barang tentu ia akan mendatangi ayahmu. Cara mengenal seseorang yang dicintai tak harus menjadi sepasang kekasih sebelum menikah.

Laki-laki yang baik akan berusaha mengenalmu melalui sahabat-sahabat terdekatmu atau datang ke rumah dan bertanya kepada kami tentang kamu.

"Nak, Allah sudah menuliskan rezeki, ajal dan jodoh setiap manusia dengan pasti. Tak perlu khawatir tidak menemukan jodoh. Percayalah, Allah yang menggerakkan setiap hati manusia, sangat mudah bagi-Nya untuk menggerakkan hati seseorang yang telah Dia pilih untuk memintamu menjadi istrinya,

Tugasmu hanya berdoa, semoga dipertemukan dengan laki-laki yang baik. Atau, apabila kamu belum baik, semoga Allah mempertemukan kamu dengan dia yang pintar memperbaiki."

Gadis itu sumringah, nasihat ibu memang selalu memperkuat hati anak-anaknya. Percakapan yang terjadi di ruang tengah begitu membekas dihatinya.

Nasihat ibu selalu memberikan yang terbaik untuk anaknya agar menjadikan seseorang perempuan berharga bagi kehidupannya.

Ini baru sebagian isi dari buku Perempuan Teduh masih banyak lagi pesan-pesan yang mengunggah hati kita untuk bagaimana menjadi perempuan teduh.

Buku ini merupakan best seller wajib punya karena pesan-pesan yang disampaikan tentu bisa diterapkan dikehidupan kita sehari-hari sebagai perempuan.

Bonus isi kalimat terkahir ini bukan inti dari buku ini melainkan penggalan beberapa kata bahwa :
"Perempuan Teduh adalah perempuan yang memiliki sifat malu sebagai mahkotanya. Ibarat seorang ratu, ia tidak akan pernah meninggalkan mahkotanya di mana pun ia berada."

Semoga bermanfaat jangan lupa

Baca Juga : DEAR ALLAH

Thursday, September 5, 2019

CARA MENGHILANGKAN RASA KECEWA DI DALAM HATI KITA - Inspirasi dari Hanan Attaki

Kalau kita dikecewakan oleh orang lain kemudian kita sedih, kecewa, merasa kesal. Jangan khawatir itu hanya emosi sesaat. Hati yang sedang menggebu-gebu untuk meluapkan kekesalan itu faktor adanya setan yang membisikan hati kita untuk terus dibuat kesal didalam diri kita. Terkadang ada juga yang suka kesal sendiri, kecewa ke diri sendiri dan suka tidak jelas dengan hati kita yang terus menyalahkan diri kita sendiri.

"Pernah ga sih sedih tapi gak ada sebab? itu tuh gimana tuh kayak tiba-tiba hari ini, kok saya sedih ya! tau gak kenapa? hati kita tuh diusik sama setan. Setan tuh emang senang ngusik hati kita, dia gak ngusik fisik kita kecuali sesekali. Kaya misalnya ada guna-guna itu fisik kan, tapi yang sering banget, dailynya dia tuh ngusik hati. Yuwaswisufi sudurinnas (terus-menerus didalam hati atau dada manusia). Jadi setiap hari dia ngusik hati kita. Lu bete dong, sedih dong, marah dong, apa gitu. Jadi dia kayak nyuruh emosi kita untuk kayak gitu-gitu, sehingga kita ga ada yang bikin masalah tapi kita sedih. Nah gimana ngobatinya? Said Ust Hanan Attaki."

Satu doa, Ya Jabbar itu panggilan orang yang sedang sakit hati. Jadi satu itu untuk orang yang lagi dizholimi, satu lagi artinya untuk orang yang hatinya kaya sedih disakitin, tidak sebesar zholim tapi ya lumayanlah bikin tidak bisa tidur, bikin tumbuh jerawat dll. Jadi intinya adalah panggil Allah kalau kita lagi sakit hati dan dikecewain. Ya Allah, Ya Jabbar . Salah satu doa minta disembuhkan kecewa dan sakit hati di dalam sholat. Rabbighfirli Warhamni Wajburni. makna yang ketiga Wajburni yaitu yang mengobati sakit hati.

Poin yang kedua adalah cari satu hobi, cari satu hobi yang bukan hanya entertain walaupun boleh. Hobi kan tidak harus satu kan? entertain ada hobinya, olahraga ada, hangout ada, tapi selain ini, ini bagus semuanya. tapi tambahin satu lagi hobi ibadah. Ibadah tuh harus jadi hobi, biar apa? biar kita tuh bisa enjoy. Ambil yang paling ringan dulu deh dijadiin hobi misalnya sholat dhuha. Itu kalau sholat tanpa jadwal, bukan karena waktunya sholat kita tuh kadang-kadang lebih free ride loh. Itu kalau kita jadikan hobi, sebanyak mungkin sholat sunah itu akan jadi obat ketika kita kecewa. Terus berusaha untuk melakukan yang terbaik didalam diri kita. #Sharing 

Baca Juga : Akibat Tidak Tahu Terima Kasih

Wednesday, August 28, 2019

AKIBAT TIDAK TAHU TERIMA KASIH - Coretan Inspirasi

Pada zaman dahulu di suatu desa, ada seorang penebang kayu yang sangat miskin, sehingga ia hanya mempunyai sebuah kapak untuk bekerja demi menghidupi anak-anak dan istrinya. Dengan sangat sulit, ia bisa memperoleh enam pence (sejenis mata uang) setiap hari. Ia dan istrinya harus bekerja membanting tulang dari subuh hingga larut malam agar mereka dapat hidup dengan tidak kehabisan makanan.

Apabila mereka diam saja, mereka tidak akan mendapatkana apa-apa. "Apa yang harus saya lakukan?" katanya suatu hari, "Saya sekarang sangat lelah, istri dan anakku tidka memiliki apa-apa untuk dimakan, dan saya sudah tidak sekuat dulu lagi memegang kapak ini untuk memperoleh sekerat roti untuk keluargaku. Ah, begitu buruknya nasib bagi orang miskin saat mereka dilahirkan ke dunia ini."

Sementara ia masih berkeluh-kesah, sebuah suara memanggilnya dengan penuh rasa iba, "Apa yang kamu keluhkan?"

"Bagaiman saya tidak suka mengeluh sementara saya tidak memiliki makanan?" katanya. "Pulanglah ke rumahmu!" kata suara itu, "Galilah tanah di sudut perkaranganmu, dan kamu akan menemukan harta karun di bawah sebuah dahan yang telah mati."

Ketika penebang kayu itu mendengar perkataan itu, ia langsung, berlutut di tanah, dan berkata," Tuan, siapakah engakau gerangan? Sia[akah Tuan yang begitu baik hati?"
"Namaku Merlin," kata suara itu. "Ah! Tuan, Tuhan akan memberkahimu apabila kamu datang menolongku dan menyelamatkan keluargaku dari kemelaratan."

"Pergilah cepat, " kata suara itu, "dan dalam satu tahun, kembalilah ke sini dan berikanlah saya penjelasan tentang apa saja yang kamu lakukan dan apa yang kamu temukan di sudut pekaranganmu."

"Tuan, saya akan mengunjungimu dalam satu tahun, atau setiap hari, apabila kamu memerintahkan saya." Lalu, si penebang kayu pulang ke rumahnya, menggali tanah pada sudut pekarangannya. Di sana, ia menemukan harta karun yang telah dijanjikan. Betapa gembiranya mereka sekeluarga karena telah lepas dari kemiskinan.

Karena tidak ingin tetangganya tahu mengapa mereka tiba-tiba menjadi kaya, si penebang kayu masih pergi ke dalam hutan dengan membawa kapak, sehingga seolah-olah ia bekerja keras dan secara perlahan-lahan terangkat dari kemiskinan menjadi kemakmuran.

Pada akhir tahun, ia pergi ke dalam hutan untuk memenuhi janjinya. Dan, suara itu berkata, "Jadi, kamu akhirnya datang!"

"Ya, Tuan."
"Dan, bagaimana kamu membelanjakan harta tersebut?"
"Tuan, keluargaku sudah dapat makan makanan yang baik dan berpakaian yang bagus, dan kami selalu berterima kasih kepadamu setiap hari."

"Keadaan kamu sekarang menjadi lebih baik kalau begitu. Tapi, katakan padaku apakah masih ada hal yang kamu inginkan?"
"Ah, ya, Tuan, saya ingin menjadi walikota di tempat saya."
"Baiklah, dalam empat puluh hari, kamu akan menjadi walikota."
"Oh, beribu-ribu terima kasih, pelindungku yang baik."

Pada tahun kedua, penebang kayu yang kaya datang ke hutan dengan baju baru yang sangat baik dan mengenakan atribut bahwa ia adalah walikota. "Bapak Merlin, "panggilnya, "datanglah dan berbicaralah padaku."

"Saya di sini," kata suara itu, "apa yang kamu harapkan?"
"Seorang pejabat tinggi baru saja meninggal kemarin, dan anak laki-laki saya, dengan bantuanmu, ingin menggantikannya, Saya meminta kebaikan hatimu."

"Dalam empat puluh hari, anaknya menjadi pejabat tinggi, namun mereka masih juga belum puas. Pada akhir tahun ketiga, penebang kayu tersebut mencari lagi Merlin di hutan, dan dengan suara yang merendahkan ia berkata,"Merlin, maukah kamu membantu saya?"

"Apa yang kamu kehendaki?" kata suara itu.
"Putriku berharap agar dapat menikah dengan seorang pejabat," katanya. "Harapanmu akan terwujud," balas Merlin. Empat puluh hari kemudian, anak perempuan penebang kayu itu menikah dengan seorang pejabat.

Baca Juga : Perjuangan Seorang Ibu

JANGAN GENGSI UNTUK MINTA MAAF, KARENA MEMINTA MAAF MEMBAWA BERKAH - Coretan Inspirasi

Dikisahkan dalam sejarah islam, ada seorang pemuda alim bernama Abu Shalih. Ia adalah keturunan ke-12 dari Rasulullah Saw., dari garis Sayyidina Hasan as-Sibthi Ra. ia berasal dari desa Jilan, Iran.Suatu siang, saat Abu Shalih tengah berjalan di pinggir sungai, tiba-tiba dilihatnya kumpulan buah apel yang hanyut terbawa aliran sungai.

Segera ia mengambilnya sebuah dan memakannya. Namun, ia tiba-tiba berhenti mengunyah. Ia merasa bersalah. "Aku telah mencuri. Buah ini pasti ada yang memiliki. Aku harus menemui dan meminta maaf pada pemilik pohon apel yang buahnya telah kumakan tanpa seizinnya," katanya dalam hati.

Abu Shalih lalu berjalan menyusuri sungai hingga menemukan pohon apel ttersebut. Segera ia menemui pemilik pohon apel itu untuk meminta maaf. Pemilik pohon apel itu bernama Syakh Abdullah, beliau adalah keturunan Sayyidina Husain Ra. Beliau adalah seorang waliyullah yang sangat disegani pada masa itu.

Saat Abu Shalih menyampaikan permintaan maaf, Syekh Abdullah merasa senang dan takjub akan kebersihan hati pemuda Jilan ini. Beliau lalu bermaksud ingin mengangkat Abu Shalih sebagai santrinya. Namun, tidak secara transparan maksud itu disampaikannya.

"Baiklah! Karena kau telah mencuri buah apelku, maka kau harus bekerja di ladangku selama 12 tahun," kata Syekh Abdullah. Tanpa banyak bertanya, Abu Shalih langsung menyanggupi. Ia lalu bekerja sekaligus belajar agama kepada Syekh Abdullah.

Setelah tunai 12 tahun, Abu Shalih membayar kesalahannya, ia lalu menemui gurunya, Syekh Abdullah, untuk menanyakan apakah permintaan maafnya sudah dapat diterima. Bukan pernyataan bahwa maafnya telah diterima, Syekh Abdullah justru memberinya sebuah tugas baru.

"Aku akan menerima permintaan maafmu jika kau bersedia kunikahkan dengan putriku, seorang wanita yang lumpuh, buta, tuli, dan bisu," kata Syekh Abdullah. Seperti biasa, Abu Shalih tidak banyak bertanya. Ia langsung menerima amanah tersebut, dengan harapan semoga permintaan maafnya diterima oleh sang guru.

Tiga hari kemudian, dilangsungkanlah akad nikah dan walimatul'ursy (syukuran) antara Abu Shalih dengan wanita pilihan gurunya. Malam hari, ketika hendak memasuki kamar pengantin, Abu Shalih terdiam sejenak.

"Ya Allah, aku pasrahkan hidup dan matiku hanya kepada-Mu," doanya di dalam hati. Dengan perlahan, diketuknya pintu kamar pengantin tersebut, lalu ia membukanya dan masuk sambil mengucapkan salam.

Sang pengantin wanita menjawab salamnya. Abu Shalih terkejut bukan main. Seorang wanita berparas cantik datang menghampirinya dengan senyum menghiasi wajahnya. Sembari meminta maaf, ia lalu keluar kamar, ia kemudian mencari istrinya di kamar yang lain, namun tidak juga ditemuinya.

Akhirnya, Abu Shalih mendatangi Syekh Abdullah untuk menanyakan di manakah istrinya berada. "Bolehkah aku bertanya, dimanakah istriku berada?" tanya Abu Shalih dengan ta'zhim. "Ya, di kamar pengantin," jawab Syekh Abdullah sembari tersenyum.

"Tetapi, wanita yang kutemui di kamar itu tidak seperti yang dikatakan. ia tidak bisu dan tuli, ia menjawab salamku ia juga tidak buta, justru matanya cantik sekali. Dan, ia pun tidak lumpuh, ia malah menghampiriku saat aku memasuki kamar," jelas Abu Shalih masih dengan wajah kebingungan.

Melihat kebingungan Abu Shalih, Syekh Abdullah malah tertawa tterbahak-bahak. Usai tertawa, beliau baru berkata, " Wahai Abu SHalih, memang itulah putriku, Ummu Khair Fathimah. Kukatakan ia lumpuh karena ia tidak pernah menjejakkan kakinya ke tempat maksiat.

Buta karena ia tidak pernah melihat hal yang haram. Tuli karena ia tidak pernah mendengar hal yang berbau khurafat (jelek). Dan, bisu karena ia tidak pernah bertutur yang mubazir (sia-sia)." Mengertilah Abu Shalih bahwa amanah menikahi putri gurunya ungkapan kasih sayang dan rasa bangga Syekh Abdullah padanya.

Karena kesabaran dan kemuhasabahannya kepada sang guru dan amanahnya, Allah memberikan kepada Abu Shalih amanah yang penuh anugerah. Dari pernikahan ini, Abu shalih dan Ummu Khair Fathimah dianugerahi seorang putra bernama Abdul Qadir. Kelak, setelah dewasa, putranya ini masyhur sebagai seorang Wali Quthub, Syekh Abdul Qadie al-jailani. Sedangkan Abu Shalih sendiri dikenal dengan nama Syekh Abu Shalih Musa Jankai Dausat al-Jailani (berasal dari Jilan)

Baca Juga : Ayah, Kasih Sayangmu Tak Terlihat Namun Terasa

Wednesday, August 7, 2019

REVIEW BUKU | DEAR ALLAH - Penulis Diana Febi


Assalamua'alaikum man teman..
Pernah gak sih mengalami namanya cinta diam-diam? Kalau pernah pasti rasanya ga enak ya karena kelamaan menunggu orang yang kita sayang. Tapi eits tunggu dulu jangan pernah menyerah untuk terus berdoa kepada Allah apa yang kita inginkan. Karena doa mampu membuat yang menurut kita tidak mungkin menjadi mungkin. Allah maha membolak balikkan hati setiap manusia.

Sebelum aku melanjutkan bagaimana isi dari buku yang terlihat oleh man teman, izinkan aku untuk  bercerita bagaimana buku ini bisa sampai ditangan aku, dan atas izin Allah bisa sharing ke man teman juga.. hehe

So, sebenarnya waktu pergi ke toko buku rencana yang pertama aku cari yaitu buku yang berjudul "Goodbye, things Hidup minimalis ala orang Jepang". Dengan teknologi ya serba canggih di jaman sekarang tidak perlu bingung untuk mencari buku yang sesuai dengan keinginan kita. Aku memiliki aplikasi yang bernama Google Play Buku. Man teman yang sering membaca buku aku yakin mengetahui aplikasi ini.

Aplikasi ini memudahkan pembeli untuk mengetahui isi dari buku tersebut dengan melihat beberapa halaman yang gratis untuk dibaca, sedangkan kalau kita langsung ke toko buku pasti ada beberapa buku yang masih disegel atau masih dibungkus. Tentu gak mungkin dong kita buka, bisa-bisa petugas toko datang dan menerkam haha. Jadi, aplikasi ini bagus banget untuk yang bingung mencari buku bacaan mana yang bagus untuk dibaca.

Setelah saya melihat beberapa pilihan yang kedua aku tertarik dengan judul buku "JANGAN TANYA KAPAN MENIKAH, Doain Aja" . Kemudian aku bergegas untuk membeli buku ini ke toko buku favorit di Gramedia hehe. Siapa yang favoritnya sama dengan aku?

Sudah tidak perlu mencari-cari lagi karena aplikasi Google Play Buku sudah membantu mencari buku yang aku inginkan. Lalu, aku menanyakan ke petugas toko buku tentang buku yang dicari. Setelah mengecek di pencarian buku pertama yang aku cari alhamdulillah mendapatkannya. Karena buku ini memang yang lagi aku butuhkan, setelah itu berjalan menuju rak buku untuk melihat-lihat beberapa buku terbaru, siapa tahu ada yang menarik hati selain buku yang aku inginkan.

Kemudian aku tidak sabar untuk menanyakan buku kedua yang di inginkan. Setelah di cek di pencarian komputer, NIHIL! yah, padahal ini buku yang memang benar-benar aku inginkan. Tapi mau bagaimana lagi, yasudah lah. Akhirnya aku memutuskan keliling untuk melihat buku lainnya, dari mulai buku islami, novel, biografi membuat aku tidak tertarik untuk membelinya karena memang yang lainnya belum menjadi keinginan.

Dari pada tidak ada buku bacaan selain buku pertama akhirnya aku melihat salah satu buku novel yang berjudul " Dear Allah " Karya Diana Febi. Ketertarikan ingin membaca buku ini karena ada cover yang bertuliskan telah dibaca 7,4 juta kali di Watpadd. Semakin penasaran hati bertanya-tanya apa sih yang menarik dari buku ini hingga begitu banyak yang membaca.

Rasa penasaran yang belum terlalu ambisius untuk membaca buku ini, kemudian aku menyelesaikan bacaan buku yang aku inginkan yaitu hidup minimalis. Setelah beberapa hari berlalu, mencoba untuk membuka plastik yang masih tersegel rapih di bagian buku. Perlahan  membuka lembaran pertama, kedua, ketiga kok tidak menemukan daftar isi? ok mencoba untuk membaca di lembaran kedua yang berisi tentang : " Dear Allah, Bolehkah aku rindu pada hati yang sudah kutinggalkan? Bolehkah aku rindu pada cinta yang sudah kusakiti?"

Lembar selanjutnya isi prolog tentang buku ini Cinta ibarat sebuah perahu besar yang berlayar di tengah lautan. Mata hati menjadi tolak ukur ke mana perahu akan berlabuh. Lautan memberi cinta berbagai makna, ada ketenangan, ada yang terombang-ambing ombak , dan ada badai cinta. Perahu cintaku begitu tenang di tengah lautan, pencarianku mencari perlabuhan terakhir. Angin berembus dengan damai, ombak begitu tenang dan perahuku berlayar percaya diri di atas Ridho Ilahi, dan seterusnya.

Semakin penasaran dengan isi ceritanya aku terus membacanya hingga tidak mengenal waktu untuk menyelesaikan dalam waktu seharian. Karena banyak kisah-kisah yang terjadi didalamnya seperti terlihat kenyataan, ada yang tinggal beberapa jam ingin menikah calon perempuannya kabur dan tidak meninggalkan alasan apapun. Peran utama yang dimainkan di dalam cerita ini bisa saya sebut Dokter ganteng dan perawat idaman. Kesabaran yang dimiliki perawat idaman bisa menjadi pedoman sebagai wanita. Man teman gak bakalan menyesal kalau beli buku ini. Ujian yang bertubi-tubi yang dihadapi perawat idaman membuatnya tidak menyerah, pantang mundur. Karena dia percaya bahwa akan indah pada waktunya.

Salah satu isi favorit aku ketika sahabat perawat idaman bertengkar dengan temannya karena kesalahpahaman yang tidak menyadarkan bahwa perbuatannya tidak baik.

"jangan mengguruiku, Aisyah. Soal agama, aku lebih tinggi darimu," ucap Athifa sombong.
Aisyah tersenyum, "Kalau ilmu agamamu lebih tinggi, kenapa kamu nggak malu saat berkata kasar sama Naira? Padahal kamu tau itu salah."

Athifa tebungkam, tetapi sorot matanya masih tetap terpasang jelas tajamnya. "Jodoh, rezeki, dan kematian sudah ditentukan Allah. Kalaupun kamu nantinya berjodoh dengan Genta, itu atas kuasa-Nya. Kuncinya hanya sabar dan ikhlas, Athifa," lanjut Aisyah.

"Secinta-cintanya Genta sama Naira, kalau Allah mengatakan dia jodohmu, Allah dengan mudah akan membalikkan hati Genta untuk mencintaimu. Seperti kubilang tadi, kuncinya hanya sabar dan ikhlas."

Sorotan mata Athifa berubah, perlahan mengendur. Apa yang dikatakan Aisyah sepertinya telah membuka cinta buta yang selama ini menutupi akal sehatnya. Emosi cinta yang sesat perlahan menyingkir dari perasaannya dan sedikit demi sedikit perasaan itu digantikan dengan perasaan bersalah dan menyesal karena berbuat demikian terhadap Naira yang sudah hampir empat tahun ini dia kenal.

Athifa sadar, cinta tak harus memiliki dan cinta akan tahu ke mana tempatnya berdiam mengikuti takdir yang telah ditulis sempurna oleh Sang Pembolak-balik Hati Manusia. "Sekarang kamu sadar bahwa kekesalan yang kamu miliki itu berasal dari perasaan dengki?" ucap Aisyah berjalan sedikit mendekati Athifa yang berdiri mematung mencoba menata ulang akal sehatnya.

"Ukhti, seberapa tertelannya jarum di tumpukan jerami pasti akan ditemukan jika atas izin Allah. Jadi, serahkan semua pada-Nya ikhlaskan. Dan, tanam jiwa kesabaran dalam hati untuk cinta sucimu. Karena menjodohkan laki-laki baik dan wanita baik itu perkara mudah bagi Allah. Kuncinya hanya sabar dan ikhlas," ucap Aisyah panjang lebar seraya memegangi salah satu pundak Athifa.

PENASARAN?? Buruan beli bukunya!

Baca Juga : Perempuan Teduh

Tuesday, August 6, 2019

PERBAIKI NIAT KITA DI DALAM HATI - Inspirasi dari Hanan Attaki

Fisik kita tidak cantik ataupun tidak ganteng bahkan tidak sempurna jangan khawatir karena Allah tidak melihat itu semua melainkan hati kita. Jangan minder dengan orang-orang di sekeliling kita yang punya segalanya, cukup perbaiki hubungan kita sama Allah. Maka hati kita akan tenang. Proses perubahan yang kita miliki menjadikan diri kita mudah goyah akan sesuatu baik atau buruk yang akan kita jalani. Tetapi balik lagi kalau niat kita tulus menjalankannya insyaAllah akan di bimbing oleh Allah langsung, maka dari itu jaga niat.

"Isi hati dulu yang Allah nilai, perbaiki niat. Jaga amal kita dengan menjaga niat. kita mungkin mudah menjaganya diawal bagaimana dengan ditengah ketika kita sedang melakukannya? bagaimana dengan diakhir apresiasi/orang setelahnya? bagaimana setelah beberapa tahun setelah merasa bahwa ini keren banget! kita istiqomah itu akan sangat berpengaruh. Mungkin amal kita banyak tapi belum tentu semuanya sampai kepada Allah.

Dari sekian banyak amal yang kita lakukan, cuma sedikit mungkin amal kita yang sampai kepada Allah. Yang sedikit itu? hanya yang gampang-gampang, ringan, kenapa? cuma itu yang kita ga bisa riya. Sedangkan yang susah kita lakukan, malah gak sampa, kenapa? mungkin di awal, di tengah, di akhir kita ikhlas tapi after years? akhirnya kita riya mudah-mudahan Allah menjaga amal kita dengan, menjaga hati kita, Said Ust Hanan Attaki."

Perbaiki niat kita dalam melakukan sesuatu bukan karena ingin di nilai manusia tapi karena tulus ikhlas di nilai Allah. Tetap jaga niat kita untuk selalu melakukan yang terbaik dalam hidup kita karena kita tidak tahu mana amalan yang diterima disisi Allah. Perbanyak berbuat baiklah kepada orang banyak. #Sharing